Selasa, 22 Sep 2026
light_mode

Calon Anggota DPRD Madina Bawa Perempuan Dinikahkan Paksa

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 24 Jul 2014
  • print Cetak

SIABU (Mandailing Online) – Sahbana salah seorang Anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal terpilih periode 2014-2019 dari PAN bersama seorang kawannya bernama Sangkot terpaksa dinikahkan secara paksa dengan dua perempuan kencan mereka karena dicurigai berbuat tak senonoh di Desa Hutagodang Muda, Senin (21/7/2014).

Kedua perempuan tersebut berinisial LM berstatus gadis dan DL status janda. Keduanya warga Desa Huta Godang Muda, Kecamatan Siabu. Sedangkan Sangkot dan Sahbana warga Desa Mompang Kecamatan Panyabungan Barat. Sahbana dinikahkan dengan LM, sedangkan Sangkot dinikahkan dengan DL. Pernikahan ini dilakukan atas tuntutan orangtua masing-masing perempuan.

Berdasar keterangan warga, kejadian berawal dari kecelakaan lalu lintas. Saat itu, mobil yang dikemudikan Sahbana jenis Nissan Xtrail BK 1990 BR menabrak seorang anak bernama Amir.

Melihat kejadian itu, warga mengejar mobil tersebut. Sahbana dan Sangkot panik. Keduanya keluar dari mobil dan lari menuju rumah warga. Namun, pelarian keduanya kandas. Mereka berhasil diamankan warga.

Selanjutnya, warga yang emosi, memeriksa mobil Sahbana. Ternyata, di dalam mobil ada dua perempuan, LM dan DL. Setelah dipaksa keluar dari mobil, ternyata dua perempuan itu warga desa itu juga.

“Awalnya mereka menabrak anak-anak yang naik kreta. Melihat kejadian itu warga langsung mengejar. Ia masih berusaha lari. Namun akhirnya dia keluar dari mobil dan lari ke dalam rumah warga. Di situlah dia selamat. Lalu, warga melihat di dalam mobil ada perempuan makanya dipaksa keluar, dan dimintai pertanggungjawaban,” sebut Roil warga setempat.

Tami, warga lain menambahkan, yang menyulut emosi warga adalah karena saat ini bulan Ramadan, ditambah warga tahu Sahbana merupakan salah seorang caleg.

“Itu yang buat warga emosi, dan menurut warga, mobil ini sudah sering lewat belakangan ini dari desa kami. Rupanya inilah kejadiannya,” ucapnya.

Selain Tami, warga lain juga menerangkan, sore sebelum kejadian ada sejumlah warga yang melihat mobil itu menjemput LM dan DL, dan ternyata S menjemput kedua perempuan tersebut untuk dibawa ke Sidojadi guna makan malam bersama.

Kepala Desa Hutagodang Muda, Zulkarnen membenarkan ada dua warganya yang ditangkap di dalam mobil S, yaitu LM dan DL. Zulkarnen juga membenarkan pihaknya bersama tokoh masyarakat sudah menikahkan kedua pasangan itu.

“Mereka sudah dinikahkan atas tuntutan keluarga si perempuan,” kata Zulkarnen. Sementara Sahbana belum berhasil dikonfirmasi karena nomor handphonenya tidak aktif.

Sumber: Metro Tabagsel/Andalas
Editor: Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelamar Padati Hotel di Madina

    Pelamar Padati Hotel di Madina

    • calendar_month Rabu, 15 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Penginapan dan hotel di Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) pada Selasa sore (14/12), mulai dipadati pelamar CPNS yang datang dari luar Madina untuk mengikuti ujian CPNS, Rabu (15/12). Ujian ini juga membawa hikmah tersendiri bagi pelamar asal Madina yang berdomisili di daerah luar untuk pulang kampung. Pantauan METRO di sejumlah hotel di Panyabungan, Selasa (14/12), […]

  • Sakit, 2 Calhal Kloter 15 Asal Madina Ditunda Keberangkatannya

    Sakit, 2 Calhal Kloter 15 Asal Madina Ditunda Keberangkatannya

    • calendar_month Senin, 27 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – 351 Orang Jemaah calon haji (calhaj) kelompok terbang (kloter) 15, sore ini Senin 27/5/2024 kembali diberangkat dari Masjid Agung Nur Ala Nur, Panyabungan, menuju Asrama Haji Medan. Dari Calhaj yang berangjat hari ini, 2 terpaksa ditunda keberangkatan nya karena sakit. ” 351 calhaj terbagi dari 131 laki-laki, 220 perempuan, dan 7 […]

  • Lahan PT GPL Kurang, Masyarakat Sinunukan Meradang

    Lahan PT GPL Kurang, Masyarakat Sinunukan Meradang

    • calendar_month Sabtu, 12 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Masyarakat Kecamatan Sinunukan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), meradang. Kebun plasma kelapa sawit yang dijanjikan PT Gruti Pratama Lestari (GPL), hingga kini tak kunjung terealisasi. Warga meradang, anggota dewan tak tinggal diam. Komisi II DPRD Madina lantas memanggil pihak perkebunan, kenapa kebun plasma untuk masyarakat tak kunjung direalisasikan. Pada pertemuan di Kantor DPRD Madina, Panyabungan, […]

  • Bupati Karo Belum Dapat Dimakzulkan

    Bupati Karo Belum Dapat Dimakzulkan

    • calendar_month Kamis, 20 Mar 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Proses pemakzulan Bupati Karo Kena Ukur Karo Jambi Surbakti, hingga Rabu (19/3), masih terganjal. Pasalnya, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengaku belum dapat memroses pemberhentian yang bersangkutan ke tahap berikutnya, karena belum menerima surat rekomendasi dari Gubernur Sumatera Utara Gatot Pudjonugroho. Padahal pada 13 Februari 2014 lalu, Mahkamah Agung (MA) telah memutuskan mengabulkan permohonan pimpinan DPRD […]

  • Tragedi Pemerkosaan di Madina, Sejumlah Wartawan dan Pengacara Siap Dampingi Korban

    Tragedi Pemerkosaan di Madina, Sejumlah Wartawan dan Pengacara Siap Dampingi Korban

    • calendar_month Jumat, 8 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sejumlah wartawan dan pengacara di Kabupaten Mandailing Natal menyatakan siap mendampingi korban pemerkosaan SN (20) Wanita asal Panyabungan yang terjadi beberapa waktu lalu oleh sejumlah pemuda di salah satu gedung kosong di Taman Raja Batu Panyabungan pada Rabu (06/11) sekitar pukul 15.00 Wib. Kejadian ini sontak membuat sejumlah wartawan dan pengacara […]

  • Pasar Sipirok Makin Semraut

    Pasar Sipirok Makin Semraut

    • calendar_month Sabtu, 14 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kurang Penataan Suasana Pasar Sipirok, Tapsel semakin amburadul khususnya pada hari pekan Senin dan Kamis. Selain akibat belum difungsikannya gedung yang baru dibangun, juga kurangnya penataan dari intansi terkait.Selain itu, keberadaan pedagang, sepertinya dengan sesuka hati berjualan, perparkiran juga terlihat semraut. Keadaan ini merupakan akibat dari lemahnya penataan dari pengelola pasar yang menyebabkan keadaan pasar […]

expand_less