Senin, 21 Sep 2026
light_mode

Apa yang Diharapkan dari Kedatangan Presiden Jokowi ke Madina? (bagian 2)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 20 Mar 2017
  • print Cetak

Jalan tol di Tabagsel ilustrasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Untuk itu kita berharap kepada Gubernur Sumatera Utara agar berani melakukan langkah radikal dalam mewujudkan jalur-jalur jalan tol di dua kawasan itu. Kebijakan yang selama ini dilakukan oleh para gubernur maupun bupati/walikota di kawasan ini masih di berkelas kebijakan klasik bernilai keberanian rendah dan kekuatan daya bangun rendah, tak memiliki nilai radikal. Kita butuh pimpinan radikal visioner.

——————————————————————————-

Dulu ada istilah “Jakarta puk” – “Medan M majolo”. Satu istilah di Mandailing yang memandang Jakarta dan Medan sebagai tujuan merantau. Apapun itu, tetap saja bisa disudutpandangi sebagai urbanisasi : merantau ke kota dan bekerja di setor industri atau jasa atau perdagangan, meninggalkan sektor pertanian (marsaba).

Kenapa Jakarta atau Medan? Menagapa tak Sidimpuan atau Panyabungan atau Kotanopan atau Sibuhuan atau Gunungtua? : karena industri/jasa/perdagangan tumbuh lambat seperti jalan keong atau malah stagnan di Tapanuli Bagian Selatan. Faktornya menurut para pelaku usaha : infrastruktur (jalan/jembatan/energi,air bersih) dan regulasi yang parah menyebabkan investasi rendah sehingga industri/jasa/perdagangan tak tumbuh.

Gubernur atau bupati jangan bicara petani sejahtera jika lahan masih 1 bunbun/KK. Minimal 2 hektar (12 bunbun) baru diizinkan bicara sejahetera. Lalu bagaimana agar 2 hektar per KK? Menurut pakar : jumlah petani harus dikurangi, sehingga sisa petani yang ada akan memiliki lahan antara 1 hingga 2 hektar per KK. Bagaimana mengurangi petani? : Tumbuhkan industri/jasa/perdagangan/perkebunan agar petani sawah keluar dari sawah. Tentu jalan tol merupakan awal mulanya.

Jika jalan tol ada, bukan saja industri, perdagangan dan jasa yang berkembang menggeliat hiruk pikuk, tetapi industry yang bersifat agro (perkebunan, peternakan, perladangan, perikanan dll) akan menggeliat luar biasa karena seluruh jaringan distribusi sudah lancar.

Di Malaysia, belasan tahun Mahathir Muhammad focus di 2 sektor : infrastruktur dan pendidikan. Hasilnya : industry/jasa/perdagangan tumbuh, SDM tumbuh. Akhirnya, jumlah petani sawah berkurang. petani sawah meninggalkan sawah (hanya di Kedah yang ada parsaba), mereka beralih ke sektor industry/jasa/perdagangan. Sawah itu disewakan kepada perusahaan yang bergerak di pertanian.

Pemerintah Amerika Serikat berhasil mengurangi jumlah petani melalui penumbuhan industri/jasa/perdagangan. Jumlah petani menurun dari 25% pada tahun 1930an menjadi kurang dari 2% pada era 2010, saat ini hanya 0,1% penduduk AS yang bekerja secara penuh sebagai petani.

Apakah bandara Aek Godang di Padang Lawas, Bandara Bukit Malintang di Madina mampu menggenjot pertumbuhan industri/jasa/perdagangan? Tidak!!. Pesawat terbang tak mampu membawa CPO sawit dari Natal ke Medan; pesawat terbang tak mampu memperlancar arus barang indutri, arus barang perkebunan, arus barang peternakan, karena pesawat terbang hanya mampu membawa orang dari Kuala Namu ke Bukit Malintang atau ke Aek Godang.

Industri/jasa/perdagangan hanya akan tumbuh jika jalan lebar (tiap jalur memiliki 4 lajur) dari Palas ke pelabuhan/dari Madina ke pelabuhan/dari Tapsel ke pelabuhan/dari Paluta ke pelabuhan/dari Sidimpuan ke pelabuhan sebagi jalur utama. Lalu jalur Kotanopan/Morsip ke Panyabungan terhubung ke Natal/Batahan/ Singkuang. Jalur Sorkam ke Sibuhuan terkoneksi ke Gunung Tua-Sidimpuan-Angkola-Sipirok dan jalur-jalur interkoneksi lainnya yang lebar-lebar.

Si pengusaha pasti menghitung distribusi barang sebelum memutuskan berinvestasi di satu kawasan. Soal angkutan manusia toh sudah ada bandara di Piangsori yang mampu didarati Garuda jenis Boening, dan si pengusaha akan lebih cepat menempuh Pinangsori-Muara Sipongi, Pianangsori-Sibuhuan, Piangsori-Angkola, Pinangsori-Tabuyung via Batangtoru dengan jalan 4 lajur sambil melihat dari jendela mobil ke arah truk teronton membawa bahan baku industri yang melintas dengan kecepatan maksimal di jalan 4 lajur yang lebar. Hilir mudik turuk-truk besar yang ramai pertanda pertumbuhan ekonomi yang tinggi.

Untuk itu kita berharap kepada Gubernur Sumatera Utara agar berani melakukan langkah radikal dalam mewujudkan jalur-jalur jalan tol di dua kawasan itu. Kebijakan yang selama ini dilakukan oleh para gubernur maupun bupati/walikota di kawasan ini masih di berkelas kebijakan klasik bernilai keberanian rendah dan kekuatan daya bangun rendah, tak memiliki nilai radikal. Kita butuh pimpinan radikal visioner.

Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ridwan Lubis Daftar Calon Ketua PWI Madina Periode 2022-2025

    Ridwan Lubis Daftar Calon Ketua PWI Madina Periode 2022-2025

    • calendar_month Kamis, 1 Sep 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Muhammad Ridwan Lubis memastikan diri maju sebagai calon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) masa bakti 2022-2025. Ridwan mendaftar di sekretariat PWI Madina, jalan Willem Iskandar Kelurahan Pidoli Dolok, Panyabungan, Kamis (1/9). Ridwan tiba di sekretariat PWI Madina pada pukul 15.30 Wib didampingi penasehat PWI Madina Sarmin Harahap, […]

  • Ketua Bawaslu Madina Tegaskan Rekomendasi Terkait TMS Saipullah Bukan Keputusan

    Ketua Bawaslu Madina Tegaskan Rekomendasi Terkait TMS Saipullah Bukan Keputusan

    • calendar_month Minggu, 24 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Ali Aga Hasibuan menjelaskan rekomendasi Bawaslu Madina nomor 098 bukan sebuah keputusan. “Rekomendasi yang dikeluarkan itu adalah hak mutlak KPU Madina untuk menindaklanjuti, dan itu bukan bagian dari keputusan,” kata Ali Aga Hasibuan saat dihubungi wartawan, Sabtu (23/11/2024) malam. Rekomendasi […]

  • Tipikal Bupati Madina ke Depan Harusnya Sosok Berpikiran Generalis

    Tipikal Bupati Madina ke Depan Harusnya Sosok Berpikiran Generalis

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tipikal figur bupati yang akan memimpin Madina ke depan idealnya sosok berwawasan generalis, berkarakter seperti kepala “kahanggi”. Itu dicuatkan budayawan Mandailing, Askolani Nasution dalam acara “Diskusi Publik Pilkada Madina 2015” dengan topik “Mencari  Figur Ideal Calon Bupati Madina”, Kamis (2/4) di café Hotel Rindang, Panyabungan yang diselenggarakan The Rindang Magnitude […]

  • Warga Desa Hayuraja Dukung Harun Mustafa jadi Bupati Madina

    Warga Desa Hayuraja Dukung Harun Mustafa jadi Bupati Madina

    • calendar_month Rabu, 30 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan Selatan ( Mandailing Online ): Jemput aspirasi tanpa batas terus dilakukan oleh calon Bupati Madina Harun Mustafa Nasution. kali ini ia dan rombongan mendatangi warung kopi Yusuf yang terletak di desa Hayuraja Pagaran Tonga, Kecamatan Panyabungan Selatan. Melihat rombongan Cabup nonor 1 masuk warung kopi, warga pun berbondong bondong datang sekedar bersalaman karenan selain […]

  • Camat Siabu Berterimakasih Kepada Bupati Madina Tinjau Pengungsi

    Camat Siabu Berterimakasih Kepada Bupati Madina Tinjau Pengungsi

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Camat Siabu Sudrajat Batubara mengucapkan terimakasih kepada Bupati Mandailing Natal H. Saipullah Nasution dan Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution yang sudah meninjau ratusan warga yang mengungsi di SDN 037 Tanggabosi, Kecamatan Siabu, pada Kamis, 27 November 2025 lalu. Ucapan terimaksih disampaikan Batubara kepada Mandailing Online, Kamis (11/12). Tak hanya meninjau, […]

  • Kampung Kerangai, Kampung Berbahasa Mandailing di Malaysia

    Kampung Kerangai, Kampung Berbahasa Mandailing di Malaysia

    • calendar_month Selasa, 5 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kampung Kerangai, Jelebu, Negeri Sembilan, Malaysia merupakan salah satu dari tiga kampung yang berbahasa Mandailing di Negeri Sembilan. Di Propinsi Negeri Sembilan, ada tiga perkampungan yang berbahasa Mandailing, yakni Kampung Kerangai dan Kampung Tambahtin, kedua-duanya di Daerah (Kabupaten) Jelebu dan Kampung Baru Lanjut Manis di Mukim (Kecamatan) Terachi, Daerah Kuala Pilah. “Halak di son asalna […]

expand_less