Sabtu, 29 Agu 2026
light_mode

Christopher Shelton: Selesai Baca Alquran, Saya Menjadi Muslim

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Selasa, 10 Des 2013
  • print Cetak

Setiap harinya, Christopher Shelton mendengar teman-temannya tengah membahas Islam. Satu atau dua temannya memang seorang Muslim.  Itu terjadi ketika Shelton duduk di bangku sekolah.

“Awalnya ada teman saya seorang Muslim bernama Raphael, ia bercerita banyak tentang Islam. Saat itu, saya belum tertarik mendengar bahasan itu,” ucap dia seperti dikutip arabnews.com, Rabu (4/12).

Memasuki kelas sepuluh, Shelton berusaha menutup diri dari bahasan tentang Islam. Namun, tidak mudah baginya untuk menghindar. Beberapa mata pelajaran, Shelton satu kelas dengan Raphael. Di kelas lain, Shelton tak bisa menghindari Leonard.

Khusus Leonard, bahasan diskusi yang dibangun cukup ekstrim yakni menyoal masalah ras. Yang terpikirkan Shelton saat itu, Islam identik dengan kulit hitam. “Yang membuatku sinis dengan Islam adalah ketika ada bahasa tentang perjuangan kulit hitam. Saya saat itu belum tahu seperti apa Islam. Jadi persepsi saya begitu terbatas,” ucapnya.

Seiring perjalanan waktu, persepsi itu mulai berubah. Awalnya ia merasa frustasi dengan doktri agamanya yang penuh kontradiksi. Inilah momentum bagi Shelton untuk mulai terlibat diskusi tentang Islam. Itu berlanjut pada pembelian Alquran. “Selesai membaca, dalam beberapa pekan saya mulai yakin menjadi Muslim. Namun, saya belum mengucapkan syahadat,” kata dia.

Sayang, pemahaman Shelton tentang Islam keluar jalur. Ini terjadi, karena Shelton tak memiliki kesempatan mengunjungi masjid. Tuhan pun punya rencana lain, ia dipertemukan dengan sebuah buku karya Abdullah Yusuf Ali. Ini yang membuka matanya.

“Saya melakukan banyak hal untuk memeluk Islam. Saya mulai belajar banyak dari apa yang saya baca,” ucapnya.

Suatu hari, Shelton menyambangi Islamic Center di Fayetteville. Di sana, ia banyak berdiskusi tentang Islam. Di tempat itu ia mengucapkan syahadat. “Yang membuat saya bahagia, keislaman saya ini mendorong Raphael serius mendalami Islam. Kami tetap berkomunikasi meski kami terpisah jarak,” kata dia.(rmol)

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kopri Pc PMII Madina Pertanyakan SIPP PN Madina yang Lumpuh, Wakil Ketua PN : SIPP Mengalami Masalah sejak April

    Kopri Pc PMII Madina Pertanyakan SIPP PN Madina yang Lumpuh, Wakil Ketua PN : SIPP Mengalami Masalah sejak April

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Natal) – Pengurus Cabang Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri Kabupaten Mandailing Natal (Kopri Pc. PMII Madina) Audensi dengan Pengadilan Negeri Mandailing Natal (Madina) sebab tidak berfungsinya sejumlah fitur penting dalam Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) dengan nomor surat 002.KOPRI-PC-XV.U-01.01.D.-1.06.2025. Kata Devi Rahmasari Ketua Kopri PC PMII Madina. Dalam isi surat tertulis tersebut. […]

  • MK Tolak Gugatan Pasangan Indra Porkas-Firdaus

    MK Tolak Gugatan Pasangan Indra Porkas-Firdaus

    • calendar_month Sabtu, 28 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan Calon Bupati-Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Nomor Urut 7 H Indra Porkas Lubis-H Firdaus Nasution. Hal tersebut dikatakan Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Madina Jefri Antoni SH. “Hari ini, gugatan yang dilakukan oleh pasangan Nomor Urut 7 H Indra Porkas dan H Firdaus Nasution atas hasil pemilukada ulang atau […]

  • Saber Pungli Harus Investigasi Pungli Honorer Kesehatan, Pungli KTP, Pungli Naik Pangkat, Pungli Pendidikan, Pungli Pencairan Dana

    Saber Pungli Harus Investigasi Pungli Honorer Kesehatan, Pungli KTP, Pungli Naik Pangkat, Pungli Pendidikan, Pungli Pencairan Dana

    • calendar_month Rabu, 22 Feb 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  Oknum-oknum PNS atau pejabat, siap-siap masuk penjara jika masih hobi melakukan pungutan liar (pungli) dalam layanan publik maupun penerimaan honorer serta kenaikan pangkat. Sejauh ini, rumor di masyarakat sudah lama beredar bahwa instasi yang diduga sering melakukan pungli meliputi Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Kependudukan, Badan Kepegawaian, Dinas PU, Dinas Keuangan. […]

  • Ruhut sebut PKI, Yogya boikot PD

    Ruhut sebut PKI, Yogya boikot PD

    • calendar_month Rabu, 15 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pernyataan Ruhut Sitompul yang menyebut aksi sidang rakyat Yogyakarta mirip aksi PKI menuai kiritk keras dari masyarakat Yogyakarta. Bahkan, masyarakat Yogyakarta juga berencana memboikot Bahkan masyarakat Yogyakarta menantang Ruhut Sitompul untuk datang dan berbicara langsung dihadapan masyarakat Yogya. “Kalau Ruhut Sitompul kalau belum mati, belum bisa dia berhenti bicara yang tidak enak. Bukan […]

  • Azwar Abubakar: Jangan Percaya Pungli Dan Calo, Masuk PNS Tergantung Hasil Tes

    Azwar Abubakar: Jangan Percaya Pungli Dan Calo, Masuk PNS Tergantung Hasil Tes

    • calendar_month Rabu, 28 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    Penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tidak ada pungutan liar dan calo. “Masyarakat nggak usah percaya dengan calo yang mengaku bisa masukkan jadi PNS,” kata Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Azwar Abubakar kepada Rakyat Merdeka, Senin (26/8). Menurutnya, semua yang masuk menjadi PNS harus melalui kemampuan kompetensi. “Kami ingin PNS yang […]

  • Toge Panyabungan Ditetapkan Sebagai Makanan Khas Mandailing

    Toge Panyabungan Ditetapkan Sebagai Makanan Khas Mandailing

    • calendar_month Jumat, 22 Sep 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        JAKARTA (Mandailing Online) – Toge Panyabungan ditetapkan sebagai makanan khas etnis Mandailing. Penetapan itu disahkan dalam Sidang Penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia tahun 2017 yang berlangsung pada tanggal 21 hingga 24 Agustus 2017 lalu di Jakarta oleh Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kemdikbud RI. Dalam website http://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpnbaceh/2017/08/24/sidang-penetapan-warisan-budaya-takbenda-indonesia-2017/ dijelaskan bahwa penetapan […]

expand_less