Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Saber Pungli Harus Investigasi Pungli Honorer Kesehatan, Pungli KTP, Pungli Naik Pangkat, Pungli Pendidikan, Pungli Pencairan Dana

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 22 Feb 2017
  • print Cetak

pungli grafis

PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  Oknum-oknum PNS atau pejabat, siap-siap masuk penjara jika masih hobi melakukan pungutan liar (pungli) dalam layanan publik maupun penerimaan honorer serta kenaikan pangkat.

Sejauh ini, rumor di masyarakat sudah lama beredar bahwa instasi yang diduga sering melakukan pungli meliputi Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Kependudukan, Badan Kepegawaian, Dinas PU, Dinas Keuangan.

Investigasi itu perlu dilakukan Unit Saber Pungli agar publik mengetahui apakah benar ada praktek pungli selama ini atau tidak ada. Jika memang ada praktek pungli agar ditindak sesuai peraturan yang berlaku. Sebaliknya, jika tidak ditemukan praktek pungli agar diumumkan juga kepada publik supaya nama baik instansi-instasi itu tidak tercemar.

“Kita meminta Unit Saber Pungli untuk menginvestigasi instasi-instasi seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Kependudukan, Badan Kepegawaian, Dinas PU dan Dinas Keuangan, apakah pungli di instasi-instasi ini ada atau tidak ada. Saber Pungli harus memastikannya. Jika ada supaya disikat saja, jika tidak ada praktek pungli supaya disampaikan kepada publik,” kata Basiron Nasution, warga Panyabungan kepada Mandailing Online, di pasar lama Panyabungan, Rabu (22/2/2017).

Sementara itu, Ketua Unit Satgas Saber Pungli Kabupaten Mandailing Natal, Kompol Hariun Dalimunte, Selasa (21/2) dengan tegas mengatakan tidak akan memberikan tleransi kepada siapa sajapun yang melakukan pungli di daerah ini.

“Kami tidak pandang bulu, baik itu instansi, LSM, baik itu rekan-rekan pers, yang namanya pungutan liar yang tidak sesuai aturan, kami akan bertindak sesuai dengan undang-undang yang berlaku," tegasnya.

Ketika disinggung tentang apa sudah ada target dan apa target 100 hari ke depan, Dalimunte menjawab bahwa sampai sekarang yang terindikasi belum ada. “Tetapi, ke depan kami akan melakukan konsolidasi bersama satuan yang dikukuhkan. Baru mencari dan melirik mana target yang akan kami tangkap,” ujarnya.

“Untuk 100 hari kedepan kita akan melakukan pencegahan dulu, apabila dalam waktu 100 hari tidak ada perobahan maka kami akan mengambil tindakan tegas,” ungkapnya.

Peliput            : Dahlan Batubara/Maradotang Pulungan

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pencurian Meningkat, Warga Lintas Timur Desak PLN Buka Jaringan Baru

    Pencurian Meningkat, Warga Lintas Timur Desak PLN Buka Jaringan Baru

    • calendar_month Selasa, 1 Des 2015
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Warga mendasak PLN membuka jaringan di jalur Lintas Timur Panyabungan dari titik jembatan Aek Pohon, sebab hingga kini belum ada listrik ke sana. Desakan itu juga dalam upaya menekan jumlah tindak kriminal di kawasan tersebut terutama aksi pencurian yang sudah berulang kali dialami warga. Belum lama ini, warga bernama Ismail Nasution […]

  • Tahun ini Pemerintah Anggarkan 2 M lebih Untuk Jaminan Sosial Kades dan Perangkatnya di Madina

    Tahun ini Pemerintah Anggarkan 2 M lebih Untuk Jaminan Sosial Kades dan Perangkatnya di Madina

    • calendar_month Senin, 30 Jun 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) alokasikan dana Rp.2.029.636.050 Untuk belanja jaminan sosial Kepala Desa dan Perangkatnya sepanjang Tahun 2025. Irsal Pariadi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) melalui Kepala Bidang (Kabid) Pemerintah Desa Anjur Brutu membenarkan hal tersebut. “Ya benar, namun dari jumlah anggaran […]

  • Wacana Amandemen UUD 1945 dan Urgensinya

    Wacana Amandemen UUD 1945 dan Urgensinya

    • calendar_month Rabu, 1 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Halvionata Auzora Siregar Putra Batang Natal. Saat ini kuliah di Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh / Kader HMI Cabang Lhokseumawe   Seminggu yang lalu ketua MPR RI, Bambang Soesatyo mewacanakan tentang amandemen UUD 1945 dengan menambah Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) dan menambah kewenangan MPR untuk menyetujui rancangan dari PPHN tersebut dengan payung hukum yaitu Tap […]

  • APDESI Diminta Netral Pada Pemilu Kada Tahun 2024 ini

    APDESI Diminta Netral Pada Pemilu Kada Tahun 2024 ini

    • calendar_month Kamis, 30 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) diminta netral dalam perhelatan Pilkada tahun ini, hal ini dikatakan Bupati Mandailing Natal ( Madina ) H.M.Ja’far Sukhairi Nasution melalui Asisten II dr.Syarifuddin Nasution saat Silaturahmi Daerah ( Silatda ) Kerja Desa se Kabupaten Madina Kamis 30/5/2024 di Gedung Serba Guna Aek Godang Panyabungan. “Saya […]

  • Pajak Sawit, Pusat Menikmati, Daerah Merana

    Pajak Sawit, Pusat Menikmati, Daerah Merana

    • calendar_month Selasa, 16 Nov 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Lokasi perkebunan sawit itu berada di daerah. Tetapi justru pemerintah pusat yang selama ini menikmati uangnya. Yaitu pemasukan dari perkebunan-perkebunan sawit itu. Jenis pemasukan itu termasuk dari Bea Keluar (BK) dan Pungutan Eskpor (PE). Nilainya sangat besar. Daerah? Hanya menerima dampak lingkungan dan kerusakan infrastruktur, seperti kerusakan jalan dan jembatan akibat pengangkutan CPO. Tingginya potensi […]

  • Rini Tak Menduga Rencana Jual Kantor Bikin Heboh

    Rini Tak Menduga Rencana Jual Kantor Bikin Heboh

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno tak menyangka bahwa rencananya untuk menjual kantor yang saat ini ditempatinya menjadi heboh. Padahal menurut Rini, niatnya untuk menjual gedung karena ingin melakukan efisiensi. Ia menilai gedung kantor BUMN berlantai 21 itu terlampau besar bila hanya dimanfaatkan oleh 250-an karyawannya, untuk itu ia berencana menjualnya. […]

expand_less