Selasa, 21 Jul 2026
light_mode

Pemko Padangsidimpuan Jalin MoU dengan BPJS

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Jumat, 6 Mar 2015
  • print Cetak

P Sidimpuan – Pemerintah Kota (Pemko) Padangsidimpuan menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan BPJS perihal jaminan pemeliharaan kesehatan warga masyarakat sebagai peserta BPJS Kesehatan yang akan ditanggung oleh APBD Kota Padangsidimpuan. Dalam kerjasama yang diteken Walikota Padangsidmpuan Andar Amin Harahap SSTP MSi dengan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Padangsidimpuan dr Sari Qurantulainy AAK di kamar kerja walikota, Jalan Sudirman, Padangsidimpuan, Kamis (5/3), diungkapkan, bahwa Pemko Padangsidimpuan mendaftarkan sebanyak 1.223 jiwa warganya kepada BPJS Kesehatan sebagai peserta Jamkesda tahun 2015 dengan pembiayaan dari APBD Pemko Padangsidimpuan.

Jumlah 1.223 jiwa peserta Jamkesda yang didaftarkan Pemko Padangsidimpuan kepada BPJS Kesehatan ini merupakan usulan dari Dinas Kesehatan berasal dari keluarga kurang mampu.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Padangsidimpuan Sari Qurantulainy, mengatakan penduduk yang belum termasuk sebagai peserta jaminan kesehatan dapat diikutsertakan dalam program jaminan kesehatan pada BPJS Kesehatan Kota Padangsidimpuan oleh pemerintah daeah Provinsi.

"Program jaminan kesehatan daerah yang berintegrasi dengan BPJS Kesehatan telah terlaksana di 21 kabupaten/kota dari 33 kabupaten/kota se-Sumut," katanya.
Dikatakan, pemegang kartu BPJS Kesehatan dapat berobat di seluruh rumah sakit yang ada di Indonesia termasuk seluruh rumah sakit di Padangsidimpuan yang telah melakukan kerjasama dengan BPJS Kesehatan.

"Adapun rumah sakit di Padangsidimpuan yang telah meneken kerjasama adalah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) milik Pemko Padangsidimpuan dan Rumah Sakit Losung Batu," katanya.

Adapun visi yang kami emban, lanjut Qurantulainy, yang merupakan amanat pemerintah adalah paling lambat 1 Januari 2019 seluruh penduduk Indonesia telah memiliki jaminan kesehatan yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan. "Khusus di Kota Padangsidimpuan saat ini tercatat jumlah peserta BPJS Kesehatan 99.367 jiwa," jelasnya.

Walikota Padangsidimpuan Andar Amin Harahap menyambut baik dan siap bekerjasama dengan BPJS Kesehatan Kota Padangsidimpuan. "Dengan MoU ini, harapan kami program BPJS Kesehatan di kota Padangsidimpuan dapat berjalan dengan baik, semakin sukses dan maju," ujarnya.

Sekedar informasi, BPJS Kesehatan sebelumnya bernama Askes (Asuransi Kesehatan) yang dikelola PT Askes Indonesia (Persero). Namun sesuai UU No 24 Tahun 2011 tentang BPJS, PT Askes Indonesia berubah menjadi BPJS Kesehatan sejak tanggal 1 Januari 2014.

Sumber : medanbisnis

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • 350 Juta Uang Dinas Pendidikan Madina Dirampok

    350 Juta Uang Dinas Pendidikan Madina Dirampok

    • calendar_month Jumat, 6 Jun 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dana Ujian Nasional sebesar Rp.350.000.000 digondol maling dari mobil Kurniawan Siregar, Bendahara Dikmenumjur Dinas Pendidikan Mandailing Natal (Madina), Rabu (4/6/2014). Kejadian terjadi pada pukul 13:00 Wib di pelataran parkir Madina Market, Panyabungan. Uang itu berada di tas dalam mobil yang baru saja diambil dari Bank Rakyat Indonesia. Keterangan Satpam Madina Market, […]

  • Kadis Kesehatan Madina Terancam 4 Tahun Penjara

    Kadis Kesehatan Madina Terancam 4 Tahun Penjara

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sidang perdana kasus penghinaan terhadap wartawan oleh Kepala Dinas Kesehatan Madina, Ismail Lubis dijadwalkan 9 April mendatang. Demikian dikatakan Kajari Panyabungan Satimin SH melalui Kasi Pidum Fajar SH di PN Panyabungan, Senin (6/4/2015) yang dilansir Berita Sumut.com. Ismail Lubis dikenakan Pasal 310 dan Pasal 311 KUHPidana dengan ancaman hukuman 4 […]

  • Pengurus KTNA Madina Dilantik

    Pengurus KTNA Madina Dilantik

    • calendar_month Jumat, 21 Mar 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Mandailing Natal (Madina) priode 2014-2019 dilantik. Pelantikan dilakukan Wakil Ketua KTNA Sumut, H. Rahim Pasaribu di aula Kantor Ketahanan Pangan Madina, Kamis (20/3/2014) dihadiri Sekretaris Daerah Madina Yusuf Nasution. Nama-nama yang dilantik: AHLI ANDALAN Ponimin Nasution Ahmad Syafi’I Nasution Sudirman Batubara BADAN PENGURUS Ketua : […]

  • Terbakar, 5 Rumah Rata dengan Tanah

    Terbakar, 5 Rumah Rata dengan Tanah

    • calendar_month Rabu, 10 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIPIROK- Lima unit rumah di Dusun Bunga Bondar 10, Desa Pinagar, Kecamatan Arse, Tapsel, rata dengan tanah usai dilalap si jago merah. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini. Namun, kerugian sementara ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Informasi yang dihimpun METRO dari lokasi kebakaran, Selasa (8/8), menyebutkan, api bermula dari rumah Dimas boru Siregar (62) […]

  • Riska Raih Cumlaude di USU, Harun Nasution Ucapkan Selamat

    Riska Raih Cumlaude di USU, Harun Nasution Ucapkan Selamat

    • calendar_month Rabu, 27 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN (Mandailing Online) – Riska Amaliah alumni SMA 1 Panyabungan berhasil meraih predikat Cumlaude Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara dengan indeks prestasi: 3,92. Wakil Ketua DPRD Sumut, Harun Musthafa Nasution mengucapkan selamat kepada Riska Amalia karena telah mengharumkan Mandailing Natal. Riska diwisuda di Auditorium USU, Senin (25/11/2019). Gadis kelahiran Panyabungan 24 Juli 1995 ini […]

  • Poken Bante

    Poken Bante

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan : Dahlan Batubara Poken bante itu bahasa Mandailing. Jika di Indonesiakan berarti pasar daging. Poken (pasar), bante (daging). Belum diperoleh penjelasan mengapa bukan juhut (daging), mangapa harus bante. Sebab, orang Mandailing lebih sering menyebut juhut ketimbang bante dalam membahasakan daging. Misalnya : juhut ni orbo, juhut ni lombu, juhut ni ambeng, juhut ni manuk, […]

expand_less