Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Azwar Abubakar: Jangan Percaya Pungli Dan Calo, Masuk PNS Tergantung Hasil Tes

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 28 Agt 2013
  • print Cetak

Penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tidak ada pungutan liar dan calo.

“Masyarakat nggak usah percaya dengan calo yang mengaku bisa masukkan jadi PNS,” kata Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Azwar Abubakar kepada Rakyat Merdeka, Senin (26/8).

Menurutnya, semua yang masuk menjadi PNS harus melalui kemampuan kompetensi. “Kami ingin PNS yang diterima berbasis kompetensi,” ujarnya.

Berikut kutipan selengkapnya:

Anda yakin tidak ada pungli dan calo?
Yakin. Semua pungli dan calo sudah dilibas total. Kalau ada yang masih mengaku-ngaku bisa masukkan jadi PNS, nggak usah dipercaya. Masuk PNS tergantung hasil tes yang sangat ketat.

Ketat dari segi apa?
Bukan ketat dari soal. Tapi ketat dari kebocoran soal dan permainan-permainan.
Kalau dari sisi soal sih hanya di bawah sedikit lebih sulit dari soal untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Mulai tahun lalu kami sudah tidak ada toleransi bagi calo atau lainnya.

Soal saringan masuk PNS itu siapa yang buat?
Kami minta bantuan 10 kampus untuk buat soal. Kemudian minta bantuan polisi untuk mengamankannya.

Masyarakat kami himbau untuk tidak percaya lagi kalau ada orang yang mengaku dari Menpan bisa atur masuk PNS.

Mereka hanya spekulasi saja. Misalnya orang itu minta dibayar Rp 10 juta. Kalau tidak lulus dikembalikan sebagian. Maka saya himbau jangan percaya.

Seringkali anak pejabat yang jadi PNS, ini bagaimana?
Demi Allah yang kayak begitu tidak ada lagi. Kami sudah buat sistem penjaringan yang berlapis, sehingga yang dihasilkan adalah PNS-PNS berbasis kompetensi sesuai dengan kebutuhan kementerian, lembaga atau instansi di pusat maupun daerah. Birokrasi kita sekarang ini sudah berubah total.

Kenapa sampai berubah total?
Sekarang ini ada tes kemampuan dasar dan tes kemampuan bidang. Kalau tes dasar kita koordinasikan.

Tes dasar itu apa sih?
Itu meliputi tes kepribadian seseorang, tes akademik dan tes wawasan kebangsaan. Setelah itu baru kita terima menjadi PNS.

Misalnya guru kita tes kemampuan mengajarnya bagaimana. Lalu kita lihat apa lebih bagus atau tidak setelah dilakukan tes yang ketat itu.

Apa kondisinya lebih baik?
Sekarang sudah banyak peningkatan bila dibandingkan dengan yang lama. Memang tidak sempurna, tapi sekarang sudah lebih baik.

Siapa yang menilai kinerja PNS itu?
Ada sistemnya. Itu salah satu model. Maka tidak bisa lagi pintar tapi malas. Maka kalau di PNS harus mau tingkatkan kemampuannya.

PNS yang dibutuhkan lebih banyak di bidang apa ?
Semua dibutuhkan, jabatannya ada ratusan atau ribuan macam. Saya tidak bisa sebutkan satu per satu.

Kalau guru bagaimana?
Jumlah guru sudah lebih dari kebutuhan tapi kualitasnya tidak sebanding dengan persyaratan dan distribusinya.

Maka kita akan pindahkan guru-guru di kota besar ke daerah terpencil.

Kalau Anis Baswedan yang bekerja di perusahaan asing gajinya puluhan juta rupiah.

Tapi lebih mau mengajar 2 tahun di daerah terpencil dengan gaji Rp 2 juta per bulan.

Makanya kita cari jalan bagaimana memindahkan PNS yang sudah kelebihan ke tempat yang kosong.

Bagaimana kerja sama dengan Pemda?
Kerja sama Pemda, apakah kabupaten/kota atau provinsi dengan pusat itu harus dilakukan, supaya guru yang banyak di kota-kota besar itu bisa dipindahkan ke daerah.

Kita harus membuat kebijakan yang mengharuskan itu. Sudah saya sampaikan ke bupati-bupati untuk bantu distribusinya. Kami juga mita bantuan menteri-menteri lainnya agar ada kebijakan nasionalnya.

Itu tidak bisa dibiarkan, banyak anak-anak yang berhak mendapatkan pelayanan pemerintah masalah pendidikan.

Untuk satu SD harus ada enam guru kelas, satu guru agama dan satu kepala sekolah.

Berarti butuh koordinasi dengan kementerian lain?
Ya. Perlu bicara Mendikbud, Menteri Agama, Manpan dan Mendagri untuk membicarakan masalah pemetaan guru itu.

Guru harus berkompeten. Kalau tidak kompeten, kita hanya memindahkan kebodohan saja. Mengentaskan kemiskinan yang paling sistimatis adalah melalui pendidikan karena kemampuan juga mambantu peningkatan ekonomi.(RMOL)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aksi Pagelaran Seni menyambut kemerdekaan RI

    Aksi Pagelaran Seni menyambut kemerdekaan RI

    • calendar_month Selasa, 2 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Bulan Agustus tahun 2011 merupakan bulan yang sangat istemewa. Bulan Agustus yang merupakan bulan keramat dan penuh cerita perjuangan bagi rakyat Indonesia, tahun ini bersamaan pula ritual umat Islam masuk ramadhan. Bila kita sejenak kembali pada sejarah bangsa Indonesia, kondisi tersebut hampir sama dengan bulan Agustus 1945, di mana saat di Proklamasikanya kemerdekaan Indonesia, waktu […]

  • KPU Tetapkan Sukhairi-Atika Bupati dan Wakil Bupati Madina Terpilih

    KPU Tetapkan Sukhairi-Atika Bupati dan Wakil Bupati Madina Terpilih

    • calendar_month Senin, 3 Mei 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – KPU Madina menetapkan HM Jakfar Sukhairi Nasution dan Atika Azmi Utammi Nasution sebagai pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati terpilih Kabupaten Mandailing Natal (Madina) hasil Pilkada 2020. Penetapan dilakukan pada rapat pleno terbuka di aula KPU Madina, Senin (3/5/2021) dipimpin Ketua KPU Madina, Fadhilah Syarif. Penetapan itu tertuang dalam Surat Keputusan […]

  • Perjuangan Panjang Rakyat Batahan, Entahlah

    Perjuangan Panjang Rakyat Batahan, Entahlah

    • calendar_month Senin, 10 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Catatan: Dahlan Batubara Sudah lama masyarakat Batahan menuntut pengembalian tanah yang diserobot oleh PT. Palmaris, sudah lama masyarakat Batahan berjuang, sudah lama masyarakat merasa dizolimi, sudah lama masyarakat Batahan menuntut keadilan, ternyata sudah lama pula pemerintah daerah lemah tak bertindak, bahkan sejak pemerintahan bupati Amru Daulay. Hingga pemerintahan daerah dipimpin Pl. Bupati Aspan Sopyan Batubara […]

  • WILLEM TIDAK BUNUH DIRI, TAPI DIMATIKAN NARASI..!!

    WILLEM TIDAK BUNUH DIRI, TAPI DIMATIKAN NARASI..!!

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      (CATATAN BERHARGA DARI SEMINAR ILMIAH MENELUSURI JEJAK KEPAHLAWAN WILLEM ISKANDER DALAM MEMBANGUN PENDIDIKAN DAN KESADARAN BANGSA)   Oleh : Moechtar Nasution*   Aula Lantai III Gedung Perkuliahan STAIN Mandailing Natal hari ini menjadi perbincangan di atmosfer sejarawan Indonesia. Dari sini terbit testimoni yang langsung mengoyak-oyak dan mematahkan semua stigma, desas-desus dan bisik-bisik negatif tentang […]

  • Warga Bandar Panjang Adukan Kepdes

    Warga Bandar Panjang Adukan Kepdes

    • calendar_month Selasa, 9 Agt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Warga Desa Bandar Panjang, Muarasipogi, Mandailing Natal, Sumut, meminta camat memproses pengaduan mereka. Pengaduan itu tertanggal 20 Juni 2022 ditujukan kepada camat. Surat pengaduan yang diteken sebanyak 157 warga itu berisi 9 poin tentang kinerja kepala desa yang dinilai tidak transparan dalam menjalankan program-program yang bersumber dana dari Dana Desa. Dari […]

  • Listrik Sering Padam, Pelanggan PLN di Madina Kecewa

    Listrik Sering Padam, Pelanggan PLN di Madina Kecewa

    • calendar_month Rabu, 6 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Akibat aliran listrik di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) akhir-akhir ini sering padam tanpa penjelasan yang jelas dari pihak PT PLN Cabang Panyabungan, masyarakat Madina merasa kesal dan mengecam keras kinerja PLN. Banyak masyarakat yang mempunyai usaha menggunakan jasa arus listrik seperti warnet, radio dan usaha lain lainnya merasa kecewa akibat banyaknya kerugian yang mereka […]

expand_less