Minggu, 13 Sep 2026
light_mode

Polri: Pilkada Langsung Lebih Rawan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 16 Okt 2013
  • print Cetak

JAKARTA – Usulan penghapusan kewenangan Mahkamah Konstitusi (MK) menangani sengketa pemilukada serta penolakan MA kembali menangani sengketa Pemilukada membuat wacana penghapusan pemilukada langsung mencuat.

Sejumlah pihak menilai pengembalian pemilihan kepala daerah ke DPRD juga berimbas pada potensi kerusuhan horizontal akibat bentrokan massa pendukung calon-calon yang berlaga.

Mabes Polri mengakui pemilihan kepala daerah melalui pilkada langsung memang lebih rawan dari sisi keamanan. Ini disebabkan pemilukada langsung prosesnya melibatkan masyarakat luas sebagai pemilih.

“Tentunya pilkada langsung memiliki potensi kerawanan yang lebih jika dibanding pemilihan melalui DPRD,” terang Karopenmas Divhumas Mabes Polri Brigjen Boy Rafli Amar tadi malam (15/10).

Meski demikian, Boy menegaskan Polri menolak untuk memilih kepala daerah pilkada dipilih DPRD atau pemilukada langsung. Polri hanya menjelaskan realita yang dihadapi aparat di daerah selama mengamankan jalannya pilkada.

“Sikap polri terhadap pilkada netral. Polri sama sekali tidak ikut campur dalam urusan pilkada kecuali mengamankannya,” tegas mantan Kabidhumas Polda Metro Jaya itu.

Penegasan Polri tersebut sesuai dengan hasil Musyawarah Nasional-Konferensi Besar Nahdlatul Ulama di Cirebon yang menyatakan pemilukada langsung mendatangkan kerusakan lebih besar dibandingkan mendatangkan kebaikan.

Salah satu akibatnya, Nahdlatul Ulama menilai pemilukada langsung membuat masyarakat terpecah belah akibat konflik horizontal maupun kerusuhan sosial.

“Kerusuhan tidak hanya karena tidak siap calonnya kalah, tetapi juga akibat kecurangan massif salah satu calon, sementara calon lain tidak bisa apa-apa. Karena itu, PKB mendukung rekomendasi Munas dan Konferensi Besar NU di Cirebon,” kata Ketua Fraksi PKB Marwan Ja”far kemarin.

Selain kerusakan infrastruktur akibat bentrokan massa, pemilukada langsung juga dinilai memboroskan keuangan negara. Setiap tahun, negara menghabiskan anggaran Rp 15 triliun untuk menggelar pemilukada langsung atau sekitar Rp 75 triliun selama lima tahun.

“Dana itu belum dihitung anggaran negara yang diselewengkan petahana selama lima tahun, baik untuk kampanye halus maupun politik uang agar dapat terpilih lagi di pemilukada berikutnya,” terang Marwan.

Sengketa pemilu di MK dinilainya juga bukan solusi yang baik, karena banyak kasus pemilukada yang diperintahkan MK agar diulang sehingga membuat pemilukada berlarut-larut serta mengganggu roda pemerintahan.

“Jika DPRD tidak baik memilih calon kepala daerah, sanksinya bisa langsung diambil yakni tidak memilih partai yang mengusungnya di pemilu depan,” terangnya. (jpnn)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Donatur Demokrat bukan hanya dari AS

    Donatur Demokrat bukan hanya dari AS

    • calendar_month Selasa, 25 Mar 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pengacara Anas Urbaningrum, Firman Wijaya membeberkan, dana Pemilu yang mengalir ke Partai Demokrat bukan saja dari Amerika Serikat. “Yang jelas dalam pengamatan saya, Mas Anas tahu bahwa ini bukan sumber dana yang sebenarnya,” ujar Firman di KPK, Jakarta Selatan, tadi malam. Soal siapa saja yang menjadi donatur Demokrat, Firman meminta KPK untuk kembali […]

  • Ketua DPD Hanura Sumut Tersandung Kasus Asusila

    Ketua DPD Hanura Sumut Tersandung Kasus Asusila

    • calendar_month Jumat, 11 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIANTAR- Ketua DPD Partai Hanura Sumatera Utara H Zulkifli Siregar (ZS) tersandung kasus asusila. Pria 56 tahun itu diadukan ke Mapolresta Siantar Sabtu (5/3) malam dengan sangkaan melakukan pelecehan seksual kepada Ade Trianingsih (19) di Hall Laponta Siantar Hotel, Sabtu (26/2) sekira pukul 02.00WIB. Informasi yang berhasil di peroleh dari berbagai sumber menyebutkan, Zulkifli berada […]

  • Sulit Didapat, Harga Meroket

    Sulit Didapat, Harga Meroket

    • calendar_month Minggu, 26 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Sudah sulit diperoleh, harga minyak tanah juga meroket di sejumlah desa di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sejak sebulan terakhir. Bahkan ada yang harganya mencapai Rp 10 ribu per liter. Hal ini cukup meresahkan masyarakat sehingga tak sedikit yang beralih menggunakan kayu bakar. Pantauan wartawan di Desa Lumbandolok, Kecamatan Siabu, misalnya. Banyak ibu rumah tangga […]

  • Madina dan PLN Bahas Kebutuhan Gardu Induk di Pantai Barat

    Madina dan PLN Bahas Kebutuhan Gardu Induk di Pantai Barat

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      JAKARTA (Mandailing Online) – Upaya percepatan pemasangan gardu induk di Kecamatan Natal, Mandailing Natal (Madina), Sumut menjadi pembahasan di Jakarta, Selasa (14/4/2026). Pertemuan antara Bupati Madina Saipullah Nasution dengan Executive Vice Presiden PLN Distribusi Sumatera-Kalimantan Saleh Siswanto itu membahas beberapa poin lainnya. Yakni upaya elektrifikasi desa-desa di Madina yang masih belum terjangkau PLN dan […]

  • Wakil Bupati Madina Harus Tegas

    Wakil Bupati Madina Harus Tegas

    • calendar_month Senin, 8 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Dahlan Hasan Nasution yang tidak lama lagi akan menerima posisi Pelaksana Tugas Bupati Madina harus mampu bersikap dan bertindak tegas untuk melakukan reposisi dan revitalisasi birokrasi dalam menciptakan pemerintahan yang baik dan bersih. “Tahun 2013 adalah momentum bersih-bersih dalam segala lini,” ujar Ketua DPC Peradi Tabasel, […]

  • “Holong Maroban Domu” di Reses Fahrizal Efendi

    “Holong Maroban Domu” di Reses Fahrizal Efendi

    • calendar_month Kamis, 1 Nov 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      “Holong Mangalap Holong, Holong Maroban Domu”. Itu adalah satu dari banyak ungkapan dalam bahasa Mandailing yang beranjak dari falsafah pentingnya silaturrahim serta kesadaran kolektif terhadap pentingya saling memelihara dimensi kasih sayang antar individu dan antar kelompok masyarakat. Falsafah ini sangat melekat dalam gerak langkah Anggota DPRD Sumatera Utara, H. Fahrizal Efendi Nasution,SH. Dan itu […]

expand_less