Jumat, 16 Okt 2026
light_mode

Sumut Daerah Terkorup, Kerugian Negara Rp400 M

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 22 Jul 2013
  • print Cetak

JAKARTA, – Sumatera Utara menempati ranking pertama provinsi dengan potensi terkorup di Indonesia. Hal itu tergambar dari catatan yang dikeluarkan Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra). Dari 278 kasus korupsi yang terjadi di Sumut, jumlah kerugian negara diperkirakan mencapai sekitar Rp400 miliar.

“Urutan pertama Sumut, kemudian disusul Provinsi Aceh, Papua Barat dan DKI Jakarta. Kerugian negara diketahui setelah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Semester II Tahun 2012,” ujar Direktur Investigasi dan Advokasi Fitra, Uchok Sky Khadafi di Jakarta, Jumat (19/7).

Menurut Uchok, secara kuantitas kasus korupsi yang terjadi di Sumut, memang angkanya jauh di bawah DKI Jakarta. Yaitu hanya 278 kasus, sementara di DKI tercatat mencapai 967 kasus. Namun, nilai potensi kerugian negara yang ditimbulkan di Sumut mencapai Rp400, sementara di DKI Jakarta hanya Rp191 miliar.

“Ini menunjukkan komitmen kepala daerah di Sumut sangat minim untuk melakukan pemberantasan korupsi pada pemerintahan yang ada. Karena, saat terpilih menjadi kepala daerah, yang dipikirkan bukan melayani rakyat. Tapi, lebih kepada mencari kembali modal yang telah dikeluarkan agar bisa menang di Pilkada sebelumnya,” katanya.

Sayangnya, menghadapi kondisi ini, DPRD yang ada menurutnya justru melumpuhkan fungsi yang dimiliki oleh lembaga tersebut.

Dari hasil investigasi yang dilakukan Fitra, menurut Uchok para anggota DPRD justru cenderung bukan melakukan pengawasan terhadap eksekutif. Namun, justru bekerjasama mencari materi lewat program-program Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) demi kepentingan pribadi dan partai.

“Selama ini wakil rakyat bukannya memerjuangkan aspirasi atau anggaran untuk rakyat. Kalau melihat anggaran untuk daerah, itu masyarakat tidak bisa membedakan antara anggaran yang boros atau dikorup.

Karena semua masuk kantong mereka,” katanya. Uchok yakin, jika BPK melakukan audit yang lebih intensif, maka temuan terjadinya potensi korupsi akan jauh lebih besar. “Selama ini, hanya di bawah 30 persen dokumen program yang dilakukan verifikasi ke lapangan.

Sehingga temuannya sedikit. Dan juga kebanyakan teknik auditnya bukan investigasi program, tapi hanya audit program. Jadi temuannya banyak yang dibantah oleh Pemda setempat,” katanya.

Dia menambahkan, beberapa sektor yang berpeluang terjadinya korupsi di antaranya sektor penerimaan pajak, Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Dekonsentrasi. Untuk sektor penerimaan pajak, modus yang ada berupa penyelewengan dari target yang telah ditetapkan.

Kemudian potensi pemerasan kepada wajib pajak melalui penggelembungan nilai pajak. Selain itu juga manipulasi data karena adanya tatap muka secara langsung antara wajib pajak dengan pemeriksa.

Untuk sektor DAU, DAK dan Dekonsentrasi potensi korupsi karena sistem pelaporannya tidak mempunyai strandarisasi. Selain itu juga alokasi penggunaannya tidak transparan. (jpnn)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bandara AH Nasution: Momentum Kebangkitan Tabagsel Menuju Daerah Maju

    Bandara AH Nasution: Momentum Kebangkitan Tabagsel Menuju Daerah Maju

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • account_circle Irwan Daulay
    • 0Komentar

    Oleh: Irwan Daulay Pemerhati Ekonomi & Pembangunan         … Pembangunan Bandara AH Nasution merupakan salah satu tonggak sejarah penting bagi Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel). Gagasan awal bandara ini dirancang oleh Bapak Amru Daulay sebagai upaya membuka keterisolasian wilayah Tabagsel melalui konektivitas udara dengan berbagai daerah di Indonesia, bahkan ke luar negeri. Bandara […]

  • Episode Baru Tahun Keempat Arab Spring

    Episode Baru Tahun Keempat Arab Spring

    • calendar_month Selasa, 31 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Musthafa Luthfi (kolumnis hidayatullah.com, tinggal di Yaman) MENJELANG tutup tahun 2013 Masehi ini boleh dikatakan bahwa kawasan Timur Tengah (Timteng) memasuki episode baru pasca Arab Spring yang mamasuki tahun keempat dengan masih diwarnai ketidakmenentuan di negara-negara Arab yang “disinggahi“ musim semi tersebut. Isyarat episode baru itu dapat dilihat terutama dari perkembangan baru krisis nuklir […]

  • Banjir Setengah Badan Truk

    Banjir Setengah Badan Truk

    • calendar_month Sabtu, 18 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Satu truk melintasi banjir di Desa Balimbing, Kecamatan Natal, Mandailing Natal, Sabtu (18/12/2021). Sekitar 200 rumah terbenam di desa ini menyusul luapan Sungai Batang Natal akibat curah hujan yang kontiniu dalam beberapa hari terakhir. Foto: Muhammad Yusuf

  • 12 Orang Wafat di Banjir Bandang Ulupungkut

    12 Orang Wafat di Banjir Bandang Ulupungkut

    • calendar_month Sabtu, 13 Okt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 4Komentar

      ULUPUNGKUT (Mandailing Online) – Hingga Sabtu, korban yang ditemuakan wafat sebanyak 12 orang akibat banjir bandang di Desa Muara Saladi, Ulupungkut, Mandailing Natal. Seluruh korban wafat dimakamkan hari ini di pemakaman umum di desa itu, hari ini. Mereka tak dapat menyelamatkan diri saat banjir bandang tiba-tiba menerjang gedung madrasah tempat mereka sedang belajar. Berdasar […]

  • Tahun Ini Hanya Urea dan NPK yang Masuk Daftar Pupuk Subsidi

    Tahun Ini Hanya Urea dan NPK yang Masuk Daftar Pupuk Subsidi

    • calendar_month Jumat, 29 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Tahun ini Pemerintah Indonesia hanya memberikan pupuk jenis Urea dan NPK dalam program pupuk bersubsidi kepada petani. Dengan demikian jenis SP-36, ZA dan pupuk Organik dihilangkan dari daftar pupuk bersubsidi. Keputusan ini merupakan kebijakan pemerintah dalam rencana membatasi penyaluran pupuk subsidi. Jika selama ini petani memperoleh pupuk subsidi Urea, SP-36, ZA, […]

  • Tertib Ibadah Tanpa Campur Aduk, Arti Toleransi Sesungguhnya

    Tertib Ibadah Tanpa Campur Aduk, Arti Toleransi Sesungguhnya

    • calendar_month Selasa, 27 Des 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Mariani Siregar, M.Pd.I Dosen Pendidikan Islam Bulan Desember kembali lagi, menandakan tahun baru mendekati. Seperti tahun-tahun sebelumnya, bulan Desember memiliki satu hari yang sakral bagi kaum Kristiani, yaitu hari Natal sebagai wujud keimanan mereka. Kemudian akan dilanjutkan dengan perayaan tahun baru yang juga merupakan bagian dari ibadah mereka. Meskipun untuk tahun baru sendiri kini […]

expand_less