Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Menerapkan Akuntansi Secara Sederhana di Rumah Tangga

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 15 Nov 2022
  • print Cetak

 

Oleh: Erwin Romeino

 

Akuntansi merupakan disiplin ilmu yang dapat diterapkan di berbagai bidang. Karena penerapannya erat kaitannya dengan pengelolaan keuangan, akuntansi tidak hanya dapat diterapkan untuk dunia bisnis, perusahaan-perusahaan besar maupun bisnis kecil dan UMKM, tetapi juga bisa diterapkan untuk rumah tangga atau kehidupan sehari-hari. Seorang ibu rumah tangga bisa menjadi akuntan rumahan apabila bisa menerapkan siklus akuntansi dalam pengelolaan keuangan rumah tangganya.

Sebelum beranjak lebih dalam membahas mengenai penerapan akuntansi dalam skala sederhana, wajib dipahami pengertiannya terlebih dahulu. Secara umum, pengertian akuntansi adalah suatu proses mencatat, mengklasifikasi, menggolongkan, meringkas, mengolah dan menyajikan data, transaksi atau kejadian yang berhubungan dengan keuangan sehingga dapat digunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan untuk pengambilan suatu keputusan dalam pengelolaan keuangan.

Dari pengertian diatas, penerapan akuntansi biasanya dilakukan dalam 3 tahapan/proses yang terdiri dari:

Pencatatan/Pembukuan

Pencatatan adalah proses utama dan paling penting proses akuntansi. Dikatakan penting karena dengan mencatat semua transaksi keluar-masuk uang, kita bisa melanjutkan ke tahap pengikhtisaran/ peringkasan transaksi keluar-masuk uang tersebut dengan nilai yang akurat sehingga menjadi semacam laporan yang bisa kita handalkan kebenarannya untuk tujuan pengelolaan keuangan yang lebih baik.

Secara sederhana pencatatan ini cukup dengan merekam/mencatat setiap uang yang masuk/diterima dan setiap uang keluar/belanja pada selembar kertas atau buku, atau untuk lebih simpel dan mobile, direkam di smartphone dengan menggunakan aplikasi Microsoft excel/google spreadsheet atau notepad biasa. Yang perlu diperhatikan dalam proses pencatatan ini adalah menetapkan batasan waktu/periode pencatatannya, misalnya per minggu atau perbulan dan jangan lupa cantumkan tanggal terjadinya transaksi. Periode ini biasa disebut sebagai periode akuntansi.

Lakukan pencatatan setiap harinya dan berapapun besarnya meskipun transaksi keluar-masuk uang itu tidak ada bukti terimanya, tentu lebih baik lagi kalau ada bukti belanja/struk yang bisa kita simpan. Pisahkan lembar pencatatan antara uang masuk dan uang keluar/belanja sehingga akan memudahkan untuk meringkas transaksi di tahap berikutnya. Buatlah kolom untuk keterangan transaksi, tanggal dan jumlah uangnya. Misalnya, kita mendapatkan uang belanja dari suami untuk keperluan selama satu minggu di hari Senin, maka catatkan penerimaan itu di lembar pemasukan, beri keterangan sederhana, tanggal, dan jumlah uangnya. Lakukan hal yang sama untuk pemasukan lain, seperti mendapat penerimaan uang hasil penjualan kue kering yang dititipkan di warung-warung, dapat arisan, dan pemasukan lainnya. Lakukan hal yang sama untuk pengeluaran.

Misalnya memberi uang jajan untuk anak sekolah, belanja sembako untuk seminggu, bayar air, listrik, telepon, bayar arisan, santunan ke pengemis, amplop undangan pernikahan atau untuk kemalangan dan semacamnya, catatkan di lembar pengeluaran, beri keterangan, tanggal dan jumlah uangnya. Pemberian keterangan tidak perlu terlalu detail dan bisa diberikan keterangan yang sama untuk transaksi yang sama/rutin terjadi setiap harinya untuk memudahkan meringkas dan menghitung jumlah uangnya nanti. Misalnya penerimaan dari penjualan kue harian, cukup ditulis “Penerimaan-kue”. Pemberian uang jajan kepada anak cukup ditulis “Jajan anak-Budi (nama anak)” dan seterusnya.

Mengikhtisar/Meringkas

Tahap berikutnya dalam penerapan akuntansi adalah pengikhtisaran atau meringkas. Dalam tahapan ini kita meringkas transaksi-transaksi keluar-masuk uang yang kita catat setiap harinya menjadi beberapa kelompok jenis transaksi yang sama.

Misalnya pengeluaran “Jajan anak” yang kita sudah catat setiap harinya selama periode akuntansi itu, kita jumlahkan uangnya dan dikumpulkan menjadi satu kategori dengan keterangan “Pengeluaran Uang jajan anak” atau cukup “Jajan anak” saja. Transaksi penerimaan “Penerimaan-kue” dijumlahkan uangnya dari pencatatan perhari tersebut dan dikumpulkan dalam satu keterangan. Lakukan hal yang sama dengan transaksi-transaksi uang keluar maupun uang masuk lainnya yang memang sejenis atau serupa walaupun terjadi di hari yang berbeda.

Tahapan ini dilakukan di akhir periode akuntansi. Misalnya di hari Minggu apabila kita periode pencatatannya setiap minggu atau setiap akhir bulan kalau pencatatannya bulanan. Pengikhtisaran penerimaan dan pengeluaran ini sebaiknya dikerjakan pada lembar/buku yang berbeda dengan lembar transaksi-transaksi pemasukan atau pengeluaran namun pada satu lembar/halaman yang sama untuk memudahkan dalam membandingkan jumlah pengeluaran dan penerimaan.

Membuat dan menyajikan laporan

Tahapan terakhir adalah membuat laporan dan menyajikannya kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Ini adalah tahapan yang paling mudah karena cukup merangkum berapa total pengeluaran dan total penerimaan dalam satu halaman yang sama dan mencantumkan perbandingannya sehingga di akhir periode dapat diketahui berapa sisa uang tunai yang tersedia untuk ditabung (jika ada) atau mungkin hutang yang timbul (jika total pengeluaran periode itu lebih besar dari total penerimaan).

Dalam laporan ini juga bisa kita tambahkan catatan-catatan penting. Misalnya dalam hal penerimaan lebih kecil dari pengeluaran maka muncul hutang. Kita bisa menambahkan catatan kepada siapa saja berhutang, tujuan berhutang dan besaran hutangnya. Laporan keuangan ini kemudian dapat kita sajikan kepada suami dan diri sendiri untuk dijadikan bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan dalam mengelola keuangan di periode yang akan datang.

Menganalisis pengeluaran

Setelah tahapan akuntansi dilalui dan laporan keuangan tersusun, kita bisa melakukan analisis atas laporan keuangan sampai ke detil pencatatan transaksi keluar-masuk uang. Dalam mengatur keuangan keluarga, dimana sumber-sumber penerimaan terbatas, analisis pengeluaran sangat diperlukan agar setidaknya jumlah pengeluaran sesuai dengan pemasukan.

Disinilah manfaat sebenarnya yang bisa dirasakan dengan menerapkan akuntansi pada pengelolaan keuangan keluarga. Kita bisa melihat kelompok biaya apa yang paling besar dikeluarkan dan mempertimbangkan apakah biaya tersebut bisa dikurangi untuk penghematan atau mungkin kelompok biaya apa yang kita bayarkan namun sebenarnya tidak penting untuk kebutuhan keluarga di periode berikutnya.

Ada banyak sekali tehnik dan aplikasi untuk menganalisis laporan keuangan. Pada organisasi atau perusahaan besar seorang akuntan akan melakukan analisis berdasarkan tren, perbandingan, persentase, indeks dan berbagai macam teknik kompleks lainnya. Lingkup keuangan skala rumah tangga dengan transaksi yang tidak banyak tidak memerlukan teknik atau aplikasi khusus, namun yang paling sering digunakan adalah tehnik perbandingan, yaitu dengan membandingkan pengeluaran suatu periode dengan periode sebelumnya.

Dengan memperhatikan pencatatan dan pengikhtisaran pengeluaran maupun pemasukan yang sudah kita buat sebelumnya, sebenarnya kita bisa melihat secara garis besar pengeluaran kita untuk suatu periode untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti kenapa sisa minggu/bulan ini kecil? Kenapa jadi bisa ngutang? Kenapa biaya ini membengkak? Dan sebagainya.

Penerapan akuntansi untuk rumah tangga bukanlah suatu kewajiban, namun sebagai ibu rumah tangga yang bertanggungjawab kita harus pandai-pandai mengelola keuangan keluarga untuk setidaknya memenuhi kebutuhan pokok keluarga terutama anak-anak. Disinilah pentingnya menerapkan akuntansi. Dengan mengevaluasi pengeluaran di masa lalu, kita bisa menilai bagaimana cara kita mengelola keuangan keluarga dan bahkan bisa memprediksi keluar-masuk uang di masa depan untuk pemenuhan kebutuhan keluarga. Tips dari penulis, jangan malas untuk mencatat dan menjaga konsistensi dalam melakukan pencatatan tanpa ada transaksi keluar-masuk uang yang terlewat atau mungkin sengaja tidak dicatat karena nilai uangnya yang tidak materil.

 

(Tulisan ini merupakan pendapat pribadi penulis dan tidak mewakili institusi manapun).

Erwin Romeino adalah Kepala Seksi Verifikasi dan Akuntansi di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Padang Sidempuan di Padang Sidempuan.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sumut masih akan krisis listrik

    Sumut masih akan krisis listrik

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA  –  Dewan Energi Nasional (DEN) yang dipimpin oleh  Menteri ESDM selaku Ketua Harian  DEN, Sudirman Said hari menggelar sidang ke-13 yang  berlangsung di Kementerian ESDM, Jakarta. Sidang anggota DEN dengan agenda membahas isu-isu strategis dibidang energi dan pembahasan penetapan langkah-langkah penanggulangan kondisi krisis tenaga listrik. Dalam sambutannya Sudirman Said menyorot  kondisi kelistrikan nasional. Dikatakan, […]

  • Kadin Sumut Peluas Pasar Kopi Mandailing di Jepang

    Kadin Sumut Peluas Pasar Kopi Mandailing di Jepang

    • calendar_month Rabu, 31 Jul 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN (Mandailing Online) – Kadin Sumut berupaya memperluas pasaran Kopi Mandailing di berbagai kota Jepang. Terobosan itu juga mengikutkan produk unggulan Sumatera Utara (Sumut) yang dihasilkan oleh pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Produk produk tersebut diperkenalkan (dipamerkan) oleh Kadin Sumut kepada konsumen bersama pembeli potensial di negeri sakura itu. Ketua Umum Kadin […]

  • Upacara Pengukuhan Paskibraka Madina Tahun 2022

    Upacara Pengukuhan Paskibraka Madina Tahun 2022

    • calendar_month Senin, 15 Agt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menyaksikan pengukuhan pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) tingkat Kabupaten Madina di Parkir Timut BKD, Komplek Perkantoran Bupati Madina, Kecamatan Panyabungan, Senin (15/8). Pengukuhan Paskibraka yang bertugas pada upacara HUT ke-77 Kemerdekan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2022 ini disaksikan Bupati Madina HM […]

  • Sudah 20 Remaja Korban Teror 2 PNS Madina

    • calendar_month Rabu, 29 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kapolres Mandailing Natal (Madina), AKBP Achmad Fauzi Dalimunthe, Sik menjawab wartawan, Rabu (29/5/2013) menyatakan bahwa tercatat 20 orang yang mengadu tentang aksi 2 okum PNS tersangka yang meneror para remaja. Keduanya ditangkap aparat Polres pada Selasa malam, (28/5) bersama barang bukti satu senjara api jenis air soft gun revolver wing gun […]

  • Koperasi dan UKM di Padangsidimpuan Tak Bertumbuh

    Koperasi dan UKM di Padangsidimpuan Tak Bertumbuh

    • calendar_month Kamis, 19 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Sidimpuan, – Dinas Perindustrian, Perdagangan dan UKM Kota Padangsidimpuan hingga Sepetember 2013 mencatat tidak ada kelompok koperasi masyarakat yang bertambah. Saat ini jumlah koperasi yang tercatat hanya 196 kelompok. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan UKM (Disperindag) Kota Padangsidimpuan melalui Kabid Koperasi, Ir Ridoan Pasaribu kepada MedanBisnis mengatakan, tahun 2013 ini tidak ada koperasi masyarakat yang […]

  • Akong : Pemkab Madina Harusnya Menempuh Hak Jawab

    Akong : Pemkab Madina Harusnya Menempuh Hak Jawab

    • calendar_month Jumat, 26 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Mandailing Natal seharusnya menempuh jalur hak jawab jika pemberitaan di surat kabar dinilai mengandung kekeliruan. Itu dikatakan Pengamat Politik dan Kebijakan di Madina, Saparuddin Haji yang akrap disapa ‘Akong’,  Jumat (26/2), meyikapi surat instruksi Bupati Mandailing Natal Dahlan Hasan Nasution nomor 188.55/368/BHP/2016 tertanggal 23 Pebruari 2016, surat berisi instruksi kepada […]

expand_less