Minggu, 11 Okt 2026
light_mode

Kapolres Diinstruksikan Berkantor di Polsek Tiap Jumat

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 28 Sep 2011
  • print Cetak

Medan,

Setelah terjadinya aksi bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Solo, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro sangat mendukung dan menyambut baik dilaksanakannya acara silaturahmi dengan tokoh-tokoh agama yang digelar Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Medan di Tiara Convention Hall, Senin (26/09/2011) malam.

“Silaturahmi ini sangat tepat, sebab semua komponen agama yang ada di Kota Medan berkumpul. Kemudian, kita coba memberikan masukan tentang langkah-langkah apa yang akan mereka ambil untuk mengantisipasi teror bom. Jika semua umat beragama mengikuti dan menjalankan agamanya masing-masing dengan baik, maka bom bunuh diri tidak akan  terjadi,” kata Kapolda.

Dalam acara yang turut dihadiri Walikota Medan Rahudman Harahap, Sekda Syaiful Bahri Lubis, Kajari Medan Raja Nafrizal, Muspida Plus serta tokoh agama dari semua agama yang ada di kota ini, Kapolda menegaskan agama mana pun pasti melarang umatnya melakukan bom bunuh diri.

“Untuk itulah kita minta kepada semua tokoh-tokoh agama di Kota Medan untuk memberi arahan kepada umatnya masing-masing sehingga tidak mudah terpancing dan terpengaruh dengan ajakan sesat. Jika itu dilakukan, saya yakin suasana Kota Medan yang saat ini sudah kondusif akan tetap terjaga dengan baik,” ungkapnya.

Pasca bom bunuh diri di Solo, aparat kepolisian kini telah melakukan pengamanan di ruamh-rumah ibadah. Selain itu, jelas Kapolda, pihaknya kini pro aktif menjemput bola. Artinya, Kapolresta Medan dan Walikota sudah mendatangi tokoh agama dan masyarakat. Selain itu juga mendatangi pesantren-pesantren untuk menyampaikan arahan agar tidak mudah terpancing maupun terprovokasi dengan ajakan-ajakan sesat.

“Tidak ada namanya jihad dalam Islam dengan melakukan bom bunuh diri.  Jihad itu hanya dilakukan untuk jalan agama,” jelasnya.

Kapolda selanjutnya meminta kepada seluruh Kapolres untuk setiap Jumat berkantor di polsek-polsek yang berada di wilayah hukumnya. Sebab, polsek merupakan ujung tombak paling terdepan. Dengan demikian akan diketahui kondisi apa yang tengah terjadi di wilayah tersebut. Jika pun terjadi sesuatu dengan cepat bisa terdeteksi.

Kepada para pendeta, Kapolda minta untuk memberi pengertian kepada para jemaatnya agar tidak membawa tas besar-besar ketika melaksanakan kebaktian di gereja. Disarankannya, cukup bawa tas kecil yang isinya bisa memuat alkitab guna memudahkan pihaknya dalam melakukan pengawasan.

“Selama ini kita melihat banyak jemaat yang mengikuti kebaktian di gereja dengan membawa tas-tas besar. Malah ada yang membawa ransel. Tentunya itu akan menyulitkan kita untuk mengetahui apa isi dalam tas tersebut. Untuk itu saya minta kepada para pendeta untuk mengimbau jemaatnya supaya membawa tas kecil saja,” harapnya.

Di ujung arahannya, Kapolda mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus menjaga Kota Medan dari teror bom. Di samping itu berharap agar pertemuan dengan tokoh-tokoh agama ini harus rutin dilaksanakan minimal sekali dalam sebulan. Pertemuan itu tidak harus dilaksanakan di hotel-hotel.  “Pertemuan ini bisa dilakukan di masjid, gereja, kuil maupun vihara,” sarannya.

Sementara itu Walikota Medan Rahudman Harahap dalam sambutannya mengatakan untuk mengantisipasi terjadinya teror bom di kota ini  bukan hanya tanggungjawab aparat keamanan semata tetapi tanggung jawab seluruh lapisan, termasuk tokoh-tokoh agama. Untuk itu harus tercipta kebersamaan yang dibangun melalui silaturahmi.

Menurut Walikota, kebersamaan itu selama ini sudah terjalin dengan baik berkat kerjasama antar tokoh agama yang tergabung dalam FKUB. Dengan FKUB ini seluruh umat beragama yang ada  di Ibukota Provinsi Sumatera Utara ini hidup saling berdampingan, menghormati dan damai.

“Untuk menjaga kekondusifan ini, FKUB juga telah memberikan pelatihan kepada relawannya sehingga bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat yang hidup dalam keanekaragaman baik suku maupun agama ini untuk tetap hidup saling rukun dan damai,” jujar Walikota. (BS-024)

Sumber : beritasumut.com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Riadi Husnan: Empat Sektor Bagi Perluasan Lapangan Kerja Baru

    Riadi Husnan: Empat Sektor Bagi Perluasan Lapangan Kerja Baru

    • calendar_month Selasa, 31 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO)-Anggota DPRD Madina dari PKS, H.Riadi Husnan menilai pemerintahan Hidayat-Dahlan belum memperlihatkan secara kongkrit terobosan bagi perluasan lapangan kerja bari di Mandailing Natal (Madina). Kepada Mandailing Online di gedung DPRD Madina, Riadi melihat setidaknya ada 4 sektor  yang memerlukan terobosan-terobosan bagi perluasan lapangan kerja baru. Terobosan-terobosan itu terkait dengan pertumbuhan ekonomi serta merangsang munculnya […]

  • MANDAILING DALAM LINTASAN SEJARAH (5)

    MANDAILING DALAM LINTASAN SEJARAH (5)

    • calendar_month Kamis, 21 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    oleh : Z. Pangaduan Lubis Pasukan Belanda Memasuki Mandailing Pada tanggal 29 November 1833, pasukan Belanda yang melarikan diri dari Rao meninggalkan Limau Manis menuju Desa Tamiang. Pasukan Belanda tiba di Desa Tamiang pada tanggal 02 Desember 1833 dan mereka bertangsi di sebuah mesjid (Radjab, 1964: 297). Selanjutnya pasukan Belanda membangun perbentengan di Singengu untuk […]

  • Menteri Agama Lantik Torkis Lubis Ketua STAIN Madina

    Menteri Agama Lantik Torkis Lubis Ketua STAIN Madina

    • calendar_month Kamis, 22 Mar 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      JAKARTA (Mandailing Online) – Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin resmi melantik Dr. H. Torkis Lubis, Lc., D.E.S.S sebagai Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Mandailing Natal. Torkis Lubis dilantik di kantor Kementerian Agama RI, Jl. Lapangan Banteng Barat 3-4 Jakarta, Selasa (20/03/2018) bersama 5 ketua dan rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) lainnya. […]

  • Istri Menggandeng Nama Suami, Bolehkah?

    Istri Menggandeng Nama Suami, Bolehkah?

    • calendar_month Kamis, 21 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jika ini bertujuan mengubah nasab maka dilarang. Polemik di atas pernah memanas pada 2008. Ketika itu, seseorang mengajukan pertanyaan ke Lembaga Fatwa Dar al-Ifta Mesir perihal boleh tidaknya perempuan yang telah menikah menggunakan nama suami atau keluarga suami di belakang nama sang istri. Pemandangan ini banyak dijumpai dalam tradisi negara-negara Barat. Wacana ini pun menjadi […]

  • Penyanyi Senior Diana Nasution Meninggal Dunia

    Penyanyi Senior Diana Nasution Meninggal Dunia

    • calendar_month Jumat, 4 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 5Komentar

    JAKARTA, – Penyanyi senior Diana Nasution meninggal dunia di Rumah Sakit Gading Pluit, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat, 4 Oktober 2013 pada pukul 00.45 WIB. Sebelum menghembuskan napas terakhir, ibunda dari penyanyi Marcello Tahitoe alias Ello itu sempat dikabarkan kritis. Kabar duka tersebut didapat dari kerabat sekaligus presenter Thessa Kaunang. “Iya benar. Sekarang mama dan […]

  • Pansus DPRD Madina: Manajemen SMGP Cendrung Eksklusif

    Pansus DPRD Madina: Manajemen SMGP Cendrung Eksklusif

    • calendar_month Rabu, 10 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Anggota DPRD Madina, Arsidin Batubara menilai manajemen PT SMGP cendrung eksklusif. Penilaian itu disampaikan Arsidin di Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Pansus DPRD dengan pihak SMGP di gedung dewan, Rabu (10/3/2021). Dia menyatakan masyarakat Mandailing Natal sejatinya adalah masyarakat yang santun dan ramah. Kerelaan keluarga korban tewas pada tragedi keracunan H2S […]

expand_less