Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Mandailing Natal Awal Tahun 1900

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 7 Jun 2022
  • print Cetak

Catatan: Askolani Nasution
Budayawan

Tanggal 11 Januari 1859, Asisten Residen Mandailing Angkola, A.P. Godon pensiun. Ia kemudian digantikan oleh B. Zellner. Tanggal 13 Juni 1860, Zelner digantikan oleh W.A. Henny. Mr. Henny kemudian digantikan oleh P. Severijn pada tanggal 10 Desember 1860. Pergantian itu karena Henny diangkat sebagai sekretaris Gubernur Militer Sumatera.

Tanggal 29 April 1861, Severijn digantikan oleh K.J. Jellenghaus. Tanggal 18 Juni 1862, K.J. Jellenghaus digantikan oleh A. Pruijs van der Hoeven.

Tambang emas pertama kali ditemukan di Manambin tanggal 17 Juli 1860. Pada musim yang sama, tambang timah juga ditemukan di Pinyongek, kawasan Oeloe Muara Sipongi. Selain timah, emas juga ditemukan di kawasan Muara Sipongi. Temuan tambang itu menandai awal eksploitasi emas di Mandailing yang dilakukan oleh Belanda.

Tahun 1862, Willem Iskander mendirikan Kweekschool di Tano Bato. Sekolah itu merupakan sekolah guru ketiga yang berdiri di Hindia Belanda setelah Kweekschool Surakarta dan Kweekschool Bukit Tinggi.

Tahun 1879, sekolah itu dipindahkan ke Padang Sidimpuan. Perpindahan itu terutama karena meninggalnya Willem Iskander. Selain itu juga karena Padangsidimpuan dijadikan sebagai ibu kota Afdeling Mandheling an Ankola sejak tahun 1871.

Tahun 1885 bentuk pemerintahan kolonial berubah lagi. Residen Mandailing Natal berdiri sendiri, lepas dari Residen Air Bangis. Ibukotanya di Padangsidimpuan.

Setelah Belanda menguasai seluruh Tapanuli, dibentuklah Residen Tapanuli. Pusat pemerintahan dipindahkan dari Padang Sidimpuan ke Sibolga tahun 1906. Mandailing berada di bawah Afdeeling Mandailing Angkola.

Natal disiapkan menjadi kota pelabuhan penting untuk ekspor komoditas perkebunan. Selain karena telah menjadi pelabuhan dagang penting bagi bangsa Cina, Arab, Portugis, India, dan Inggris sejak ratusan tahun sebelumnya, Muara Singkuang dan Natal juga menghubungkan sungai-sungai besar di Mandailing. Sungai-sungai besar itu, selain  menjadi sumber pertanian dan perkebunan, juga menjadi sarana lalu lintas jalan sebelum dibangunnya Jalan Pos Mandailing – Air Bangis tahun 1901. Karena itu, Multatuli ditugaskan di Natal sebagai Controlir Natal.

Askolani Nasution

Penetapan Natal sebagai kota pelabuhan utama, juga berkaitan dengan pemberlakuan sistem Tanam Paksa di kawasan ini. Dengan sistem sewa tanah bagi petani dan kewajiban menanam tanaman perkebunan, Mandailing tumbuh menjadi kawasan perkebunan ekspor utama. Kopi menjadi andalan komoditi utama dari daerah Mandailing, dan cengkeh menjadi komoditi utama pesisir Pantai Barat. Komoditi lainnya adalah lada, pala, dan rempah lain.

Kolonialisme membawa munculnya pendidikan modern di kawasan Mandailing Angkola. Kweekschool Tanobato yang berdiri tahun 1862 secara pesat melahirkan guru-guru profesional. Karena itu juga pemerintah kolonial segera membuka sekolah-sekolah baru. Selain karena Politik Etis, juga untuk menutupi kebutuhan pamong pemerintahan kolonial. Panyabungan, Padang Sidimpuan, dan Sipirok tumbuh menjadi pusat pendidikan penting, hal yang tidak terbayangkan sebelum adanya kolonialisme.

Sebanyak 16 sekolah berdiri di kawasan Mandailing Angkola. Di Mandailing berdiri di Tano Bato, Panyabungan, Kotanopan, Muara Soma, Gunung Baringin, Huta Godang, dan Manambin. Selebihnya ada di Padang Sidimpuan, Simapilapil, Batu Nadua, Sipirok, Pargarutan, Batang Toru, dan Sibuhuan.

Tahun 1920, berdiri HIS Kotanopan. Dibanding dengan sekolah-sekolah sebelumnya, HIS sudah sampai kelas enam. Untuk menampung lulusan HIS, juga didirikan MULO Padang Sidimpuan tahun 1932, setingkat SMP. Pendidikan mendorong mobilitas sosial, percampuran kebudayaan, dan tentu juga tumbuhnya kalangan terpelajar yang mendorong kesadaran bangsa merdeka.

Sarana prasarana umum juga berkembang pesat. Terutama setelah dibukanya jalur transportasi dari Panyabungan, Padang Sidimpuan, Natal, Sibolga, dan Bukit Tinggi. Lancarnya distribusi barang, membuat harga-harga turun drastis. Ekonomi tumbuh pesat.

Bersamaan dengan itu, berbagai lapangan kerja baru juga berkembang, bahkan jenis pekerjaan yang tidak terduga sebelumnya. Misalnya sebagai kerani (juru tulis), pamong, kuli panggul, rumah makan, bahkan rumah-rumah penginapan. Jenis pekerjaan itu sebelumnya tak dikenal.

Tahun 1880 sarana umum dan pemerintahan juga makin banyak. Selain kantor pemerintah, ada juga sekolah, rumah sakit, garnisum militer, kantor poilisi kolonial, penjara, gedung pengadilan, rumah dinas, kantor POS dan Telegraf, pasar, bahkan sarana air bersih.

Lengkapnya berbagai fasilitas umum tersebut juga dipengaruhi makin banyaknya orang Eropah yang bermukim di kawasan Mandailing Angkola. Selain para pejabat pemerintah kolonial, ada juga pedagang, investor kopi, peneliti, jurnalis, dan wisatawan.

Kolonialisme juga membawa pola hidup sehat. Selain sarana rumah sakit, kebersihan kampung juga didorong. Termasuk sarana sanitasi. Pemerintah kolonial juga mendorong vaksinasi berbagai penyakit seperti malaria, lepra, tetanus, dan flu.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Partai Beringin Karya Rekom Dahlan-Aswin

    Partai Beringin Karya Rekom Dahlan-Aswin

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Partai Beringin Karya (Berkarya) pimpinan Muhdi PR merekomendasikan pasangan Dahlan-Aswin sebagai balon bupati/wakil bupati Madina. Dokumen rekomendasi itu diserahkan di D’San Hotel, Panyabungan, Kamis (27/8/2020) kepada pasangan Dahlan Hasan Nasution – H Aswin Parinduri. Penyerahan dilakukan oleh Sekretaris Partai Beringin Karya Kabupaten Madina, Sutan Paimatua Lubis didampingi anggota DPRD Madina dari […]

  • MK Terima Gugatan Sukhairi-Atika

    MK Terima Gugatan Sukhairi-Atika

    • calendar_month Rabu, 17 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) –  Permohonan gugatan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Madina, H.M Ja’far Sukhairi Nasution Atika Azmi Utammi Nasution (SUKA) diterima Mahkamah Konstitusi (MK). Dengan demikian permohonan perkara dengan register nomor : 86/PHP.BUP-XIX/2021 Kabupaten Mandailing Natal (Madina) memasuki tahapan sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan saksi dan ahli. Demikian di sampaikan Tim Kuasa Hukum […]

  • Sekilas Budaya Mandailing (Bagian 2)

    Sekilas Budaya Mandailing (Bagian 2)

    • calendar_month Minggu, 27 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Z Pangduan Lubis (in memoriam) Masuknya penjajahan atau pemeritahan kolonial Belanda ke Mandailing terjadi pada waktu Belanda sedang berperang dengan Kaum Paderi di Minangkabau pada tahun 1830-an. Sebelum Belanda masuk ke Mandailing, beberapa tahun lamanya Kaum Paderi sudah lebih dahulu menguasai Mandailing. Salah satu tujuan penting dari Kaum Paderi menguasai Mandailing ialah untuk […]

  • NasDem Ogah Bela Mantan Sekjen yang Jadi Tersangka Kasus Suap

    NasDem Ogah Bela Mantan Sekjen yang Jadi Tersangka Kasus Suap

    • calendar_month Sabtu, 17 Okt 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Partai NasDem tampaknya sudah tak mau bersentuhan lagi dengan Patrice Rio Capella dan kasus suap penanganan perkara di Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Tinggi Sumut yang menjeratnya. Buktinya, partai pimpinan Surya Paloh itu ogah memberi bantuan hukum kepada sang mantan sekretaris jenderal. Ketua DPP NasDem, Taufik Basari mengatakan, pihaknya tidak mungkin memberi bantuan hukum […]

  • Ledakan Keras di Sibolga, 3 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

    Ledakan Keras di Sibolga, 3 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

    • calendar_month Senin, 24 Jan 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    SIBOLGA (Mandailing Online) – Sebuah ledakan terjadi di Tangkahan Baringin, Jalan KH Ahmad Dahlan, Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga, Sumatera Utara (Sumut), Senin (24/1). Akibatnya 3 orang dilarikan ke rumah sakit. Ledakan keras tersebut terjadi di sebuah gudang. Suara ledakan membuat warga di sana geger. Bahkan warga yang bermukim tak jauh dari […]

  • Amru Siap Gantikan Syamsul

    Amru Siap Gantikan Syamsul

    • calendar_month Senin, 29 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Mantan Bupati Mandailing Natal Amru Helmi Daulay SH yang kini Wakil Ketua DPD I Partai Golkar Sumatera Utara menyatakan kesiapan dirinya memimpin Golkar Sumut jika mendapat restu dari DPP dan dukungan DPD II Golkar se Sumut. Namun demikian, Amru mengaku tidak terlalu ngotot untuk mengisi kekosongan pimpinan Golkar Sumut pada saat ini. Hal itu […]

expand_less