Minggu, 11 Okt 2026
light_mode

Mandailing Natal Awal Tahun 1900

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 7 Jun 2022
  • print Cetak

Catatan: Askolani Nasution
Budayawan

Tanggal 11 Januari 1859, Asisten Residen Mandailing Angkola, A.P. Godon pensiun. Ia kemudian digantikan oleh B. Zellner. Tanggal 13 Juni 1860, Zelner digantikan oleh W.A. Henny. Mr. Henny kemudian digantikan oleh P. Severijn pada tanggal 10 Desember 1860. Pergantian itu karena Henny diangkat sebagai sekretaris Gubernur Militer Sumatera.

Tanggal 29 April 1861, Severijn digantikan oleh K.J. Jellenghaus. Tanggal 18 Juni 1862, K.J. Jellenghaus digantikan oleh A. Pruijs van der Hoeven.

Tambang emas pertama kali ditemukan di Manambin tanggal 17 Juli 1860. Pada musim yang sama, tambang timah juga ditemukan di Pinyongek, kawasan Oeloe Muara Sipongi. Selain timah, emas juga ditemukan di kawasan Muara Sipongi. Temuan tambang itu menandai awal eksploitasi emas di Mandailing yang dilakukan oleh Belanda.

Tahun 1862, Willem Iskander mendirikan Kweekschool di Tano Bato. Sekolah itu merupakan sekolah guru ketiga yang berdiri di Hindia Belanda setelah Kweekschool Surakarta dan Kweekschool Bukit Tinggi.

Tahun 1879, sekolah itu dipindahkan ke Padang Sidimpuan. Perpindahan itu terutama karena meninggalnya Willem Iskander. Selain itu juga karena Padangsidimpuan dijadikan sebagai ibu kota Afdeling Mandheling an Ankola sejak tahun 1871.

Tahun 1885 bentuk pemerintahan kolonial berubah lagi. Residen Mandailing Natal berdiri sendiri, lepas dari Residen Air Bangis. Ibukotanya di Padangsidimpuan.

Setelah Belanda menguasai seluruh Tapanuli, dibentuklah Residen Tapanuli. Pusat pemerintahan dipindahkan dari Padang Sidimpuan ke Sibolga tahun 1906. Mandailing berada di bawah Afdeeling Mandailing Angkola.

Natal disiapkan menjadi kota pelabuhan penting untuk ekspor komoditas perkebunan. Selain karena telah menjadi pelabuhan dagang penting bagi bangsa Cina, Arab, Portugis, India, dan Inggris sejak ratusan tahun sebelumnya, Muara Singkuang dan Natal juga menghubungkan sungai-sungai besar di Mandailing. Sungai-sungai besar itu, selain  menjadi sumber pertanian dan perkebunan, juga menjadi sarana lalu lintas jalan sebelum dibangunnya Jalan Pos Mandailing – Air Bangis tahun 1901. Karena itu, Multatuli ditugaskan di Natal sebagai Controlir Natal.

Askolani Nasution

Penetapan Natal sebagai kota pelabuhan utama, juga berkaitan dengan pemberlakuan sistem Tanam Paksa di kawasan ini. Dengan sistem sewa tanah bagi petani dan kewajiban menanam tanaman perkebunan, Mandailing tumbuh menjadi kawasan perkebunan ekspor utama. Kopi menjadi andalan komoditi utama dari daerah Mandailing, dan cengkeh menjadi komoditi utama pesisir Pantai Barat. Komoditi lainnya adalah lada, pala, dan rempah lain.

Kolonialisme membawa munculnya pendidikan modern di kawasan Mandailing Angkola. Kweekschool Tanobato yang berdiri tahun 1862 secara pesat melahirkan guru-guru profesional. Karena itu juga pemerintah kolonial segera membuka sekolah-sekolah baru. Selain karena Politik Etis, juga untuk menutupi kebutuhan pamong pemerintahan kolonial. Panyabungan, Padang Sidimpuan, dan Sipirok tumbuh menjadi pusat pendidikan penting, hal yang tidak terbayangkan sebelum adanya kolonialisme.

Sebanyak 16 sekolah berdiri di kawasan Mandailing Angkola. Di Mandailing berdiri di Tano Bato, Panyabungan, Kotanopan, Muara Soma, Gunung Baringin, Huta Godang, dan Manambin. Selebihnya ada di Padang Sidimpuan, Simapilapil, Batu Nadua, Sipirok, Pargarutan, Batang Toru, dan Sibuhuan.

Tahun 1920, berdiri HIS Kotanopan. Dibanding dengan sekolah-sekolah sebelumnya, HIS sudah sampai kelas enam. Untuk menampung lulusan HIS, juga didirikan MULO Padang Sidimpuan tahun 1932, setingkat SMP. Pendidikan mendorong mobilitas sosial, percampuran kebudayaan, dan tentu juga tumbuhnya kalangan terpelajar yang mendorong kesadaran bangsa merdeka.

Sarana prasarana umum juga berkembang pesat. Terutama setelah dibukanya jalur transportasi dari Panyabungan, Padang Sidimpuan, Natal, Sibolga, dan Bukit Tinggi. Lancarnya distribusi barang, membuat harga-harga turun drastis. Ekonomi tumbuh pesat.

Bersamaan dengan itu, berbagai lapangan kerja baru juga berkembang, bahkan jenis pekerjaan yang tidak terduga sebelumnya. Misalnya sebagai kerani (juru tulis), pamong, kuli panggul, rumah makan, bahkan rumah-rumah penginapan. Jenis pekerjaan itu sebelumnya tak dikenal.

Tahun 1880 sarana umum dan pemerintahan juga makin banyak. Selain kantor pemerintah, ada juga sekolah, rumah sakit, garnisum militer, kantor poilisi kolonial, penjara, gedung pengadilan, rumah dinas, kantor POS dan Telegraf, pasar, bahkan sarana air bersih.

Lengkapnya berbagai fasilitas umum tersebut juga dipengaruhi makin banyaknya orang Eropah yang bermukim di kawasan Mandailing Angkola. Selain para pejabat pemerintah kolonial, ada juga pedagang, investor kopi, peneliti, jurnalis, dan wisatawan.

Kolonialisme juga membawa pola hidup sehat. Selain sarana rumah sakit, kebersihan kampung juga didorong. Termasuk sarana sanitasi. Pemerintah kolonial juga mendorong vaksinasi berbagai penyakit seperti malaria, lepra, tetanus, dan flu.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Madina Produsen Ganja Terbesar Kedua di Indonesia

    Madina Produsen Ganja Terbesar Kedua di Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 13 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) untuk tahun anggaran 2013 diharapkan lebih memprioritaskan pemberantasan narkoba dan penyakit malaria untuk menunjang visi misi dari Bupati HM Hidayat Batubara. Prioritas anggaran itu terkait dengan data yang diungkap Bupati Madina HM Hidayat Batubara melalui Wakil Bupati Dahlan Hasan, Juli lalu, bahwa berdasarkan survei, kabupaten […]

  • Andi Kembali Diancam Fatori

    Andi Kembali Diancam Fatori

    • calendar_month Selasa, 7 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIANTAR- Kontributor Trans TV Andi Siahaan kembali mendapat ancaman dari Kapolresta Siantar AKBP Fatori SIk, Minggu (5/12) pagi. Kabar ini diketahui melalui berita yang beredar ke email sejumlah wartawan di Siantar. Dalam email tersebut, Andi mengatakan bahwa Fatori mengancam akan menghabisi nyawanya jika keluar dari tahanan. “Sekitar pukul 8.10 WIB, Minggu (5/12), Fatori mendatangi ruang […]

  • Amerika Will Take Over Gaza, Adakah Penguasa Mulim Berani Melawan?

    Amerika Will Take Over Gaza, Adakah Penguasa Mulim Berani Melawan?

    • calendar_month Jumat, 14 Feb 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Mariani Siregar, M.Pd.I Dosen Pendidikan Islam Sombong! Angkuh! Biadab! Bengis! Kata-kata yang layak dilayangkan kepada Amerika khususnya Donald Trump. Andai masih ada kata yang lebih kasar dari kata-kata tersebut, jauh lebih layak disematkan kepada sosok yang  berlagak pahlwan, tetapi sesungguhnya adalah perampok dan penjajah yang bertopengkan retorika. Ucapan-ucapannya bak sihir mampu mempengaruhi penguasa negara-negara […]

  • Karikatur Bincang Pilihan Calon Bupati Madina

    Karikatur Bincang Pilihan Calon Bupati Madina

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Karikatur Bincang Pilihan Calon Bupati Madina

  • PKB-Gerindra Madina Siap Sukseskan Koalisi Prabowo-Muhaimin

    PKB-Gerindra Madina Siap Sukseskan Koalisi Prabowo-Muhaimin

    • calendar_month Sabtu, 13 Agt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dua partai politik di Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara membulatkan komitmen menyukseskan koalisi Prabowo-Muhaimin menyongsong Pilpres 2024. Kedua partai politik itu adalah DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Madina dan DPC Gerindra Madina. Komitmen itu tercuat di acara mengikuti Deklarasi Koalisi PKB-Gerindra dari Sentul International Convention Centre yang tayang daring secara nasional, […]

  • Mahalnya Rasa Aman, Penculikan Anak Merajalela

    Mahalnya Rasa Aman, Penculikan Anak Merajalela

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Herliana Tri M Maraknya kasus penculikan di negeri ini merupakan alarm PR keamanan yang belum terselesaikan. “Mahalnya” rasa aman menjadikan  pemilik uang saja yang dapat mendampingi buah hati dengan babysitter yang siap mengawal ke mana pun buah hati akan bermain. Mencuatnya kasus penculikan balita berinisial BR yang hilang sempat menghebohkan publik. Penculikan BR bermula […]

expand_less