Rabu, 22 Apr 2026
light_mode

Mandailing Natal Awal Tahun 1900

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 7 Jun 2022
  • print Cetak

Catatan: Askolani Nasution
Budayawan

Tanggal 11 Januari 1859, Asisten Residen Mandailing Angkola, A.P. Godon pensiun. Ia kemudian digantikan oleh B. Zellner. Tanggal 13 Juni 1860, Zelner digantikan oleh W.A. Henny. Mr. Henny kemudian digantikan oleh P. Severijn pada tanggal 10 Desember 1860. Pergantian itu karena Henny diangkat sebagai sekretaris Gubernur Militer Sumatera.

Tanggal 29 April 1861, Severijn digantikan oleh K.J. Jellenghaus. Tanggal 18 Juni 1862, K.J. Jellenghaus digantikan oleh A. Pruijs van der Hoeven.

Tambang emas pertama kali ditemukan di Manambin tanggal 17 Juli 1860. Pada musim yang sama, tambang timah juga ditemukan di Pinyongek, kawasan Oeloe Muara Sipongi. Selain timah, emas juga ditemukan di kawasan Muara Sipongi. Temuan tambang itu menandai awal eksploitasi emas di Mandailing yang dilakukan oleh Belanda.

Tahun 1862, Willem Iskander mendirikan Kweekschool di Tano Bato. Sekolah itu merupakan sekolah guru ketiga yang berdiri di Hindia Belanda setelah Kweekschool Surakarta dan Kweekschool Bukit Tinggi.

Tahun 1879, sekolah itu dipindahkan ke Padang Sidimpuan. Perpindahan itu terutama karena meninggalnya Willem Iskander. Selain itu juga karena Padangsidimpuan dijadikan sebagai ibu kota Afdeling Mandheling an Ankola sejak tahun 1871.

Tahun 1885 bentuk pemerintahan kolonial berubah lagi. Residen Mandailing Natal berdiri sendiri, lepas dari Residen Air Bangis. Ibukotanya di Padangsidimpuan.

Setelah Belanda menguasai seluruh Tapanuli, dibentuklah Residen Tapanuli. Pusat pemerintahan dipindahkan dari Padang Sidimpuan ke Sibolga tahun 1906. Mandailing berada di bawah Afdeeling Mandailing Angkola.

Natal disiapkan menjadi kota pelabuhan penting untuk ekspor komoditas perkebunan. Selain karena telah menjadi pelabuhan dagang penting bagi bangsa Cina, Arab, Portugis, India, dan Inggris sejak ratusan tahun sebelumnya, Muara Singkuang dan Natal juga menghubungkan sungai-sungai besar di Mandailing. Sungai-sungai besar itu, selain  menjadi sumber pertanian dan perkebunan, juga menjadi sarana lalu lintas jalan sebelum dibangunnya Jalan Pos Mandailing – Air Bangis tahun 1901. Karena itu, Multatuli ditugaskan di Natal sebagai Controlir Natal.

Askolani Nasution

Penetapan Natal sebagai kota pelabuhan utama, juga berkaitan dengan pemberlakuan sistem Tanam Paksa di kawasan ini. Dengan sistem sewa tanah bagi petani dan kewajiban menanam tanaman perkebunan, Mandailing tumbuh menjadi kawasan perkebunan ekspor utama. Kopi menjadi andalan komoditi utama dari daerah Mandailing, dan cengkeh menjadi komoditi utama pesisir Pantai Barat. Komoditi lainnya adalah lada, pala, dan rempah lain.

Kolonialisme membawa munculnya pendidikan modern di kawasan Mandailing Angkola. Kweekschool Tanobato yang berdiri tahun 1862 secara pesat melahirkan guru-guru profesional. Karena itu juga pemerintah kolonial segera membuka sekolah-sekolah baru. Selain karena Politik Etis, juga untuk menutupi kebutuhan pamong pemerintahan kolonial. Panyabungan, Padang Sidimpuan, dan Sipirok tumbuh menjadi pusat pendidikan penting, hal yang tidak terbayangkan sebelum adanya kolonialisme.

Sebanyak 16 sekolah berdiri di kawasan Mandailing Angkola. Di Mandailing berdiri di Tano Bato, Panyabungan, Kotanopan, Muara Soma, Gunung Baringin, Huta Godang, dan Manambin. Selebihnya ada di Padang Sidimpuan, Simapilapil, Batu Nadua, Sipirok, Pargarutan, Batang Toru, dan Sibuhuan.

Tahun 1920, berdiri HIS Kotanopan. Dibanding dengan sekolah-sekolah sebelumnya, HIS sudah sampai kelas enam. Untuk menampung lulusan HIS, juga didirikan MULO Padang Sidimpuan tahun 1932, setingkat SMP. Pendidikan mendorong mobilitas sosial, percampuran kebudayaan, dan tentu juga tumbuhnya kalangan terpelajar yang mendorong kesadaran bangsa merdeka.

Sarana prasarana umum juga berkembang pesat. Terutama setelah dibukanya jalur transportasi dari Panyabungan, Padang Sidimpuan, Natal, Sibolga, dan Bukit Tinggi. Lancarnya distribusi barang, membuat harga-harga turun drastis. Ekonomi tumbuh pesat.

Bersamaan dengan itu, berbagai lapangan kerja baru juga berkembang, bahkan jenis pekerjaan yang tidak terduga sebelumnya. Misalnya sebagai kerani (juru tulis), pamong, kuli panggul, rumah makan, bahkan rumah-rumah penginapan. Jenis pekerjaan itu sebelumnya tak dikenal.

Tahun 1880 sarana umum dan pemerintahan juga makin banyak. Selain kantor pemerintah, ada juga sekolah, rumah sakit, garnisum militer, kantor poilisi kolonial, penjara, gedung pengadilan, rumah dinas, kantor POS dan Telegraf, pasar, bahkan sarana air bersih.

Lengkapnya berbagai fasilitas umum tersebut juga dipengaruhi makin banyaknya orang Eropah yang bermukim di kawasan Mandailing Angkola. Selain para pejabat pemerintah kolonial, ada juga pedagang, investor kopi, peneliti, jurnalis, dan wisatawan.

Kolonialisme juga membawa pola hidup sehat. Selain sarana rumah sakit, kebersihan kampung juga didorong. Termasuk sarana sanitasi. Pemerintah kolonial juga mendorong vaksinasi berbagai penyakit seperti malaria, lepra, tetanus, dan flu.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Generasi Taat Syariat, Radikal?

    Generasi Taat Syariat, Radikal?

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Siti Rima Sarinah Kerusakan remaja yang mengarahkan pada dekadensi moral yang sangat parah tengah dialami oleh remaja saat ini. Setiap hari kita dipertontonkan berbagai macam pola tingkah remaja yang membuat orang tua dan masyarakat mengelus dada melihat tingkah pola generasi bangsa ini yang semakin memprihatinkan. Bullying, tawuran, narkoba, dan pergaulan bebas, menjadi tren gaya […]

  • Anggota DPRD Bantah Memperkosa

    Anggota DPRD Bantah Memperkosa

    • calendar_month Senin, 29 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Kuasa Hukum Anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) BEH, Ridwan Rangkuti SH MH, membantah kliennya memperkosa TH. Diduga laporan palsu yang dibuat korban hanya berniat memeras BEH. “Kami menduga TH dan PH, oknum LSM yang menggiring pengaduan tersebut diduga bertujuan ingin memeras BEH,” ujar Ridwan Rangkuti di Panyabungan, Ahad (28/11/2010). Sebab, berdasarkan pemeriksaan TKP […]

  • Rapat Terkait PETI, Dandim 0212/TS Minta Polisi Terbuka, Wakil Bupati Bantah Terima Hasil PETI

    Rapat Terkait PETI, Dandim 0212/TS Minta Polisi Terbuka, Wakil Bupati Bantah Terima Hasil PETI

    • calendar_month Kamis, 4 Apr 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online): Letkol Inf Amrizal Nasution Dandim 0212/TS meminta penertipan tambang emas ilegal tidak hanya di aliran sungai batang gadis di kota nopan saja, tetapi harus dilakukan secara merata di Kabupaten Mandailing Natal. ” rapat kita ini bukan rapat Forkopincam ( Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan, tetapi rapat melibatkan Forkopimda ( Forum Komunikasi Pimpinan […]

  • LPI Tantang PSSI di Pengadilan

    LPI Tantang PSSI di Pengadilan

    • calendar_month Sabtu, 8 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pengurus Liga Primer Indonesia (LPI) menantang Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk memidanakan LPI terkait pendirian dan penyelenggaraan kompetisi sepak bola antarklub. “Silakan saja (mengajukan, Red) pengaduan pidana. Tapi, kami sudah ajukan ke berwajib. Kami tidak mengerti pasalnya mana yang mau digunakan. Kami siap menghadapi itu,” ujar General Manager LPI, Arya Abhiseka, […]

  • Sejumlah Titik Jalur Jembatan Merah-Muarasoma Rusak

    Sejumlah Titik Jalur Jembatan Merah-Muarasoma Rusak

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      BATANG NATAL (Mandailing Online) – Jalur Jembatan Merah – Batang Natal di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) termasuk yang terdampak bencana. Sejumlah titik mengalami kerusakan. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara harus kerja keras menangnaninya karena berstatus jalan provinsi. Banyak titik yang amblas akibat tergerus air. Kerusakan pada badan jalan ini mengakibatkan kendaraan bertonase berat, termasuk truk […]

  • MTQ dan Festival Seni Qasidah ke XXIV Madina, Panyabungan Juara Umum

    MTQ dan Festival Seni Qasidah ke XXIV Madina, Panyabungan Juara Umum

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dan festival seni Qasidah ke-XXIV tingkat Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut berakhir, Senin (24/2/2025). Kegiatan yang berlokasi di pelataran masjid Nur Ala Nur, Panyabungan dari 21 hingga 24 Februari itu ditutup secara resmi oleh Asisten I Setdakab Madina Syahnan Pasaribu. MTQ ini merupakan salah satu rangkaian dalam […]

expand_less