Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Mandailing Natal Awal Tahun 1900

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 7 Jun 2022
  • print Cetak

Catatan: Askolani Nasution
Budayawan

Tanggal 11 Januari 1859, Asisten Residen Mandailing Angkola, A.P. Godon pensiun. Ia kemudian digantikan oleh B. Zellner. Tanggal 13 Juni 1860, Zelner digantikan oleh W.A. Henny. Mr. Henny kemudian digantikan oleh P. Severijn pada tanggal 10 Desember 1860. Pergantian itu karena Henny diangkat sebagai sekretaris Gubernur Militer Sumatera.

Tanggal 29 April 1861, Severijn digantikan oleh K.J. Jellenghaus. Tanggal 18 Juni 1862, K.J. Jellenghaus digantikan oleh A. Pruijs van der Hoeven.

Tambang emas pertama kali ditemukan di Manambin tanggal 17 Juli 1860. Pada musim yang sama, tambang timah juga ditemukan di Pinyongek, kawasan Oeloe Muara Sipongi. Selain timah, emas juga ditemukan di kawasan Muara Sipongi. Temuan tambang itu menandai awal eksploitasi emas di Mandailing yang dilakukan oleh Belanda.

Tahun 1862, Willem Iskander mendirikan Kweekschool di Tano Bato. Sekolah itu merupakan sekolah guru ketiga yang berdiri di Hindia Belanda setelah Kweekschool Surakarta dan Kweekschool Bukit Tinggi.

Tahun 1879, sekolah itu dipindahkan ke Padang Sidimpuan. Perpindahan itu terutama karena meninggalnya Willem Iskander. Selain itu juga karena Padangsidimpuan dijadikan sebagai ibu kota Afdeling Mandheling an Ankola sejak tahun 1871.

Tahun 1885 bentuk pemerintahan kolonial berubah lagi. Residen Mandailing Natal berdiri sendiri, lepas dari Residen Air Bangis. Ibukotanya di Padangsidimpuan.

Setelah Belanda menguasai seluruh Tapanuli, dibentuklah Residen Tapanuli. Pusat pemerintahan dipindahkan dari Padang Sidimpuan ke Sibolga tahun 1906. Mandailing berada di bawah Afdeeling Mandailing Angkola.

Natal disiapkan menjadi kota pelabuhan penting untuk ekspor komoditas perkebunan. Selain karena telah menjadi pelabuhan dagang penting bagi bangsa Cina, Arab, Portugis, India, dan Inggris sejak ratusan tahun sebelumnya, Muara Singkuang dan Natal juga menghubungkan sungai-sungai besar di Mandailing. Sungai-sungai besar itu, selain  menjadi sumber pertanian dan perkebunan, juga menjadi sarana lalu lintas jalan sebelum dibangunnya Jalan Pos Mandailing – Air Bangis tahun 1901. Karena itu, Multatuli ditugaskan di Natal sebagai Controlir Natal.

Askolani Nasution

Penetapan Natal sebagai kota pelabuhan utama, juga berkaitan dengan pemberlakuan sistem Tanam Paksa di kawasan ini. Dengan sistem sewa tanah bagi petani dan kewajiban menanam tanaman perkebunan, Mandailing tumbuh menjadi kawasan perkebunan ekspor utama. Kopi menjadi andalan komoditi utama dari daerah Mandailing, dan cengkeh menjadi komoditi utama pesisir Pantai Barat. Komoditi lainnya adalah lada, pala, dan rempah lain.

Kolonialisme membawa munculnya pendidikan modern di kawasan Mandailing Angkola. Kweekschool Tanobato yang berdiri tahun 1862 secara pesat melahirkan guru-guru profesional. Karena itu juga pemerintah kolonial segera membuka sekolah-sekolah baru. Selain karena Politik Etis, juga untuk menutupi kebutuhan pamong pemerintahan kolonial. Panyabungan, Padang Sidimpuan, dan Sipirok tumbuh menjadi pusat pendidikan penting, hal yang tidak terbayangkan sebelum adanya kolonialisme.

Sebanyak 16 sekolah berdiri di kawasan Mandailing Angkola. Di Mandailing berdiri di Tano Bato, Panyabungan, Kotanopan, Muara Soma, Gunung Baringin, Huta Godang, dan Manambin. Selebihnya ada di Padang Sidimpuan, Simapilapil, Batu Nadua, Sipirok, Pargarutan, Batang Toru, dan Sibuhuan.

Tahun 1920, berdiri HIS Kotanopan. Dibanding dengan sekolah-sekolah sebelumnya, HIS sudah sampai kelas enam. Untuk menampung lulusan HIS, juga didirikan MULO Padang Sidimpuan tahun 1932, setingkat SMP. Pendidikan mendorong mobilitas sosial, percampuran kebudayaan, dan tentu juga tumbuhnya kalangan terpelajar yang mendorong kesadaran bangsa merdeka.

Sarana prasarana umum juga berkembang pesat. Terutama setelah dibukanya jalur transportasi dari Panyabungan, Padang Sidimpuan, Natal, Sibolga, dan Bukit Tinggi. Lancarnya distribusi barang, membuat harga-harga turun drastis. Ekonomi tumbuh pesat.

Bersamaan dengan itu, berbagai lapangan kerja baru juga berkembang, bahkan jenis pekerjaan yang tidak terduga sebelumnya. Misalnya sebagai kerani (juru tulis), pamong, kuli panggul, rumah makan, bahkan rumah-rumah penginapan. Jenis pekerjaan itu sebelumnya tak dikenal.

Tahun 1880 sarana umum dan pemerintahan juga makin banyak. Selain kantor pemerintah, ada juga sekolah, rumah sakit, garnisum militer, kantor poilisi kolonial, penjara, gedung pengadilan, rumah dinas, kantor POS dan Telegraf, pasar, bahkan sarana air bersih.

Lengkapnya berbagai fasilitas umum tersebut juga dipengaruhi makin banyaknya orang Eropah yang bermukim di kawasan Mandailing Angkola. Selain para pejabat pemerintah kolonial, ada juga pedagang, investor kopi, peneliti, jurnalis, dan wisatawan.

Kolonialisme juga membawa pola hidup sehat. Selain sarana rumah sakit, kebersihan kampung juga didorong. Termasuk sarana sanitasi. Pemerintah kolonial juga mendorong vaksinasi berbagai penyakit seperti malaria, lepra, tetanus, dan flu.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Minta Tunta Penerbitan HGU Kepada PT Randy

    DPRD Minta Tunta Penerbitan HGU Kepada PT Randy

    • calendar_month Senin, 18 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    foto gedung DPRD Madina PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Ilyas Siswadi meminta pemkab menunda penerbitan HGU kepada PT. Rendy Permata Raya sebelum status lahan tuntas. Pasalnya, kondisi di lapangan diduga terjadi tumpang tindih lahan antara yang diklaim perusahaan itu dengan lahan Trans Singkuang di Kecamatan Muara Batang Gadis. […]

  • TPS 14 Mompang Jae Laksanakan PSU

    TPS 14 Mompang Jae Laksanakan PSU

    • calendar_month Sabtu, 27 Apr 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN UTARA (Mandailing Online) – Pemungutan Suara Ulang Pemilu 2019 dilakukan di TPS 14 Kelurahan Mompang Jae, Kecamatan Panyabungan Utara, Mandailing Natal, Sumut, Sabtu (27/4/2019). Pihak aparat Kepolisian, TNI, Bawaslu dan KPU Madina memantau langsung pelaksanaan coblos ulang itu. Dari 208 suara yang terdaftar dalam DPT TPS 14 tersebut ditambah DPK 21 orang,  […]

  • PKS Madina Gelar Lomba Baca Kitab Kuning

    PKS Madina Gelar Lomba Baca Kitab Kuning

    • calendar_month Sabtu, 26 Nov 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mandailing Natal, Sumut menyelenggarakan Lomba Baca Kitab Kuning tingkat kabupaten. Lomba edisi-6 ini berlangsung Sabtu hingga Selasa (26-29) di sekretariat DPD PKS Mandailing Natal, Jl. Willem Iskander, Pidoli, Panyabungan. Final berlangsung pada Senin. Lomba Baca Kitab Kuning ini adalah agenda tahunan untuk Hari Santri yang diprakarsai […]

  • Ribuan Rakyat Penambang Tuntut Pemkab Madina Terbitkan Regulasi

    Ribuan Rakyat Penambang Tuntut Pemkab Madina Terbitkan Regulasi

    • calendar_month Kamis, 12 Des 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekitar 5000 orang rakyat penambang melakukan unjukrasa ke DPRD Madina, Kamis (12/12/2019). Mereka menuntut Pemkab Mandailing Natal (Madina) melakukan pembinaan tambang rakyat, bukan membinasakan penambang. Karena ribuan kepala keluarga di Madina telah terbantu oleh rezeki dari tambang emas ditengah kegagalan pemerintah daerah menciptakan lapangan kerja untuk rakyatnya. Pemkab Madina diminta […]

  • Real Madrid jajaki peluang transfer Bale

    Real Madrid jajaki peluang transfer Bale

    • calendar_month Kamis, 1 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti, memberi sinyal awal bahwa klubnya sedang dalam pembicaraan untuk merekrut Gareth Bale. Komentar dia diucapkan menyusul adanya spekulasi bahwa Real mempersiapkan tawaran yang melebihi rekor transfer dunia, yaitu Pound 80 juta yang pernah mereka bayar untuk Cristiano Ronaldo pada 2011. Ancelotti mengatakan dalam sebuah konferensi pers di pusat pelatihan Real […]

  • Sekda Palas nyaris aniaya wartawan

    Sekda Palas nyaris aniaya wartawan

    • calendar_month Selasa, 4 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIBUHUAN – Sekda Kabupaten Padanglawas (Palas), Gusnar Hasibuan, nyaris menganiaya salah seorang wartawan di ruang kerjanya. Namun hal tersebut sempat dihindari wartawan. “Kalau tidak menghindar dan menjauh saat diserang, kemungkinan saya sudah babak belur ditinju oknum sekda itu,” ujar Sunardy, oknum wartawan, tadi malam. Dikatakan, kejadian tersebut berawal dari berita yang berjudul “Anggaran Pembinaan Keagamaan […]

expand_less