Rabu, 2 Sep 2026
light_mode

Landasan Terbang PT SKU Diduga Ilegal

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 8 Jul 2011
  • print Cetak


Kotapinang.
Penggunaan landasan dan operasional pesawat terbang di perkebunan PT Satya Kisma Usaha (SKU) di Desa Normark, Kecamatan Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) diduga ilegal. Pasalnya, sejumlah instansi terkait di Labusel belum ada menerima permohonan ataupun mengeluarkan izin landasan terbang dan operasional pesawat terbang tersebut.
Informasi yang dihimpun, Rabu (6/7), landasan pesawat terbang di perkebunan PT SKU itu dibangun sejak tahun 2009 dan operasional pesawat terbang yang digunakan untuk pemupukan tanaman sawit perkebunan dimulai sejak tahun 2010.

Pihak perkebunan PT SKU yakni Jhon Werwin tidak bersedia ditemui oleh sejumlah wartawan yang ingin mengkonfirmasi izin landasan dan operasional pesawat terbang tersebut. “Bapak tidak bisa ditemui, beliau sedang di lapangan karena ada tamunya,” kata salahseorang Satpam PT SKU.

Begitu juga Kepala Tata Usaha PT SKU juga enggan ditemui dengan alasan masih banyak pekerjaan. Pantauan MedanBisnis, sekitar 500 meter dari kantor PT SKU ini terlihat landasan pesawat terbang di areal perkebunanan perusahaan. Landasan tersebut juga masih terlihat bekas penimbunan dan pengalihan fungsi dari tanaman sawit menjadi landasan terbang.

Kepada MedanBisnis, Kepala Dinas Perhubungan, D Rambe ketika ditemui menyebutkan, mereka belum menerima permohonan dan mengeluarkan rekomendasi operasional pesawat terbang di Perkebunan PT SKU. ”Dinas Perhubunag Labusel belum menangani oprasional pesawat terbang.
Kita masih menangani angkutan darat dan air,” kata D Rambe sembari mengarahkan ke Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) terkait izin landasan ataupun izin operasional pesawat terbang PT SKU.

Kepala KPPT Labusel, Ralikul Rahman saat ditemui diruang kerjanya menyebutkan, mereka juga belum ada menerima permohonan izin pembangunan landasan maupun operasional pesawat terbang PT SKU. ”Belum ada kita keluarkan izinnya. Permohonan juga belum ada,” kata Ralikul. (ck 15)
Sumber medanbisnisdaily.com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Apapun Ceritanya, Gatot Harus Tetap Taati Syamsul

    Apapun Ceritanya, Gatot Harus Tetap Taati Syamsul

    • calendar_month Jumat, 4 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Sebelum Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Syamsul Arifin dinonaktifkan, apapun ceritanya Wagubsu Gatot Pujo Nugroho harus tetap taat terhadap arahan Syamsul. Hal itu dikemukakan Pengamat Politik dan Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Arifin Saleh Siregar melalui telepon, Kamis (03/03/2011). Sebab sesuai ketentuan, Wakil Kepala Daerah tidak memiliki kewenangan penuh, hanya membantu Kepala Daerah. Ini […]

  • Persatuan dan Kesatuan Sebagai Modal Awal Pembangunan di Kabupaten Mandailing Natal

    Persatuan dan Kesatuan Sebagai Modal Awal Pembangunan di Kabupaten Mandailing Natal

    • calendar_month Jumat, 1 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Oleh : Maradotang Pulungan Kabupaten Mandailing Natal dikenal sebagai daerah yang majemuk, ditandai dengan banyaknya etnis, suku, agama dan budaya di dalamnya. Di sisi lain, masyarakat Mandailing Natal dikenal sebagai masyarakat multikultural, masyarakat yang anggotanya memiliki latar belakang budaya (cultural background) beragam. Kemajemukan dan multikulturalitas mengisyaratkan adanya perbedaan. Namun bila ini dikelola secara benar, kemajemukan […]

  • Naposo Bulung, BPD, LPM, PKK dan Kopdes di Madina dalam Ancaman Nihilisme!

    Naposo Bulung, BPD, LPM, PKK dan Kopdes di Madina dalam Ancaman Nihilisme!

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Tim Mandailing Epicentrum   Lembaga sosial level desa, seperti Naposo Nauli Bulung (NNB), BPD, LPM, PKK dan Kopdes nampaknya masih ada. Akan tetapi, kalau dilihat dari geliat dan vitalitasnya, semunya dalam kondisi yang lemah. Di momen 5 Mei ini, perlu memunculkan kecurigaan. Kuat dugaan, organisasi desa (ordes) itu terjebak dan dikhawatirkan kontribusinya jadi […]

  • Menkeu: Harga minyak akan stabil kembali

    Menkeu: Harga minyak akan stabil kembali

    • calendar_month Jumat, 4 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Harga minyak yang terus melambung diyakini akan kembali stabil karena kenaikan ini hanya bersifat sementara. “Memang harga naik, tapi seandainya harga itu naik kita masih menyakini sifatnya temporer. Nanti akan stabil kembali,” kata Menteri Keuangan Agus Martowardojo. Dia menambahkan, terkait anggaran, untuk harga minyak ini pihaknya masih tetap memegang asumsi dasar sebesar USD80 […]

  • Kadin Sumut : 600 Perda Hambat Dunia Usaha dan Laju Investasi

    Kadin Sumut : 600 Perda Hambat Dunia Usaha dan Laju Investasi

    • calendar_month Kamis, 14 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Utara, Ivan Iskandar Batubara mengungkap sebanyak 600 peraturan daerah di Sumut menghambat dunia usaha dan laju investasi. Peraturan daerah yang sering berubah-ubah juga menjadi penyebab ketidakjelasan dan ketidakpastian bagi dunia usaha. Selama ini, lanjutnya, setiap ganti kepala daerah atau rezim pemerintahan maka berubah […]

  • Kebijakan Sertifikasi Guru Tak Meningkatkan Mutu, Uang Negara Triliyunan Terbuang

    Kebijakan Sertifikasi Guru Tak Meningkatkan Mutu, Uang Negara Triliyunan Terbuang

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        BATANG NATAL (Mandailing Onlne) – Program pendanaan terhadap guru bersertifikasi dinilai tak memiliki output fositif, bahkan negara dirugikan triliyunan rupiah, sebab antara guru yang bersertifikasi dengan guru non sertifikasi tak ada bedanya, masa jam mengajar tetap sama. Uang triliyunan yang dikucurkan kepada para guru sertifikasi ini pun menjadi semacam uang berfoya-foya ditengah tidak […]

expand_less