Rabu, 22 Apr 2026
light_mode

Kadin Sumut : 600 Perda Hambat Dunia Usaha dan Laju Investasi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 14 Apr 2016
  • print Cetak
Ivan Batubara

Ivan Batubara

MEDAN (Mandailing Online) – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Utara, Ivan Iskandar Batubara mengungkap sebanyak 600 peraturan daerah di Sumut menghambat dunia usaha dan laju investasi.

Peraturan daerah yang sering berubah-ubah juga menjadi penyebab ketidakjelasan dan ketidakpastian bagi dunia usaha.

Selama ini, lanjutnya, setiap ganti kepala daerah atau rezim pemerintahan maka berubah lagi aturan itu, sehingga tidak ada kepastian dan pengusaha menjadi korban.

“Dari ketidakpastian itu ada pihak-pihak yang diuntungkan. Itu musuh bersama entrepreneur. Ini yang harus dilawan,” tegasnya dalam forum dialog yang diselenggarakan Kadin dan Pemprovsu, Rabu (13/4) di Medan.

Karena itulah, peraturan daerah (Perda) yang menghambat laju perjuangan pengusaha harus dicabut. Kalau investasi terhambat maka lapangan kerja juga terhambat.

“Ini kepentingan lapangan kerja dan kesempatan anak-anak bersama kita. Apalagi saat ini tingkat pengangguran tinggi. Karena itu, kita juga perlu sertifikat kompetensi segera,” ungkapnya.

Pihaknya sudah membuat list terkait perda yang menghambat laju pengusaha. Sekitar 600 perda di Sumut, terutama perda soal retribusi dan pemungutan biaya genset.

“Yang terinventarisir itu ada 600 di Sumut. Kita minta dihapuskan. Kami menilai itu bukan aturan, tetapi kebijakan yang tidak bijak. Beban biaya genset ini akan dibebankan lagi kepada harga,” imbuhnya.

Jika 600 perda tersebut dicabut, Ivan yakin ada kenyamanan dan kepastian berusaha. “Kita bisa kompetitif dan berdaya saing, kita mau membangun mall saja harus pakai genset lalu dikutip retribusi. Padahal hak dia sebagai pengusaha tidak diberi. Inikan tidak logis,” tuturnya.

“Angle-nya selama ini salah, seolah-olah kita mencari kemudahan, bukan ini. Kita mau kejelasan saja dan kepastian terkait biaya, mutu dan waktu serta konsistensi dari peraturan itu sendiri. Itu saja,” kata Ivan.

Salah satu perda adalah perda genset yang mewajibkan pengusaha pemakai genset membayar retribusi, ditengah tak jelasnya sumber daya listrik yang dihasilkan negara.

Selain tidak sesuai dengan langkah pemerintah pusat yang mengeluarkan berbagai kebijakan memberikan kemudahan-kemudahan juga bisa membuat investasi di Sumut tidak menarik dan usaha pengusaha terganggu.

“Penghapusan perda yang menghambat semakin dinilai mendesak mengingat ada era MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) yang membuat persaingan semakin berat,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumut, Edy Irwansyah mengatakan perda genset memang memberatkan pengusaha.

Apalagi, katanya, perda itu melibatkan aparat kepolisian/kejaksaan untuk menghukum pengusaha yang tidak melaporkan penggunaan dan membayar retribusi genset.

Di sisi lain, Kepala Badan Penanaman Modal dan Promosi (BPMP) Sumut Purnama Dewi mengakui dalam rapat dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memang disepakati perlunya penghapusan segala perda yang menghambat pergerakan dunia usaha dan termasuk upaya menarik investasi.

Secara nasional, seperti yang ditegaskan Presiden Joko Widodo, ada sekitar 3.226 perda yang harus dihapus baik itu peraturan yang tidak tepat atau bertolak belakang dengan UU dan sebagainya.

Purnama Dewi menegaskan untuk memudahkan investasi masuk ke Sumut sudah diterbitkan Perda No 2 Tahun 2015 tentang Pemberian Insentif dan Kemudahan Penanaman Modal.

Kemudian ada juga Peraturan Gubernur Nomor 4 Tahun 2015 tentang Pelimpahan Kewenangan Penerbitan izin Penanaman Modal, Kewenangan Provinsi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei kepada Kepala Administrator KEK Sei Mangkei

“Ada juga langkah lain yakni penggabungan organsiasi peringkat daerah antara BPMP Provinsi Sumut dengan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Provinsi Sumut,” katanya.

Sumber : Republika Online/Medan Bisnis

Editor    : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • PPKM Terlambat, Negara Kian Darurat

    PPKM Terlambat, Negara Kian Darurat

    • calendar_month Senin, 12 Jul 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Alfi Ummuarifah, S.Pd Guru dan Pegiat Literasi Islam di Medan Sudah terlambat. Begitulah kiranya pernyataan yang tepat dinyatakan saat ini. Hanya nama yang berubah. Namun hasilnya tetap sama. Mulai dari PSBB, PPKM terbatas, hingga PPKM Darurat. Semata-mata hanya pergantian nama. Negara tetap dalam keadaan gawat. Belum nampak gambaran penurunan kasus Covid-19 beberapa bulan ke […]

  • Wagub Erry Ngaku tak Tahu-Menahu Soal Bansos Sumut

    Wagub Erry Ngaku tak Tahu-Menahu Soal Bansos Sumut

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      JAKARTA – Wakil Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi mengaku tidak tahu-menahu masalah dana bantuan sosial Provinsi Sumatera Utara 2011-2013. Hal itu dikatakan Erry di sela-sela menjalani pemeriksaan di Pidana Khusus Kejagung, Rabu (5/8). Erry mengaku, mendapat amanah sebagai Wagub Sumut pada 2013. Sedangkan bansos yang diperiksa kejaksaan adalah tahun 2011, 2012 dan 2013. […]

  • Juguk Tondo Boto Uwaki Manungkol Isang

    Juguk Tondo Boto Uwaki Manungkol Isang

    • calendar_month Minggu, 10 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Hatiha dimarayak potang niari juguk tondo mada uwaki manungkol isang di karosi otang di barando nibagas ni ibana, pupu cukcek songon sorani kareta api namardalan, manombo mopeng-openg ulunia adop ginjang, madung adongdo dipikirannia nasungkot sanga namabiartupe uwaki itarik ramping-ramping suping inda binoto, arsak situtuma nida manurut panjaharonai. Arana dompak onmasona simbur kecek nihalak satontang namarjabatan […]

  • Pj Bupati Madina: Aktifkan siskamling

    Pj Bupati Madina: Aktifkan siskamling

    • calendar_month Kamis, 7 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Untuk mencegah masuknya jaringan teroris dan kejahatan lainnya ke wilayah Kabupaten Mandailing Natal, Pj Bupati Madina, Aspan Sopian Batubara menghimbau masyarakat khususnya para kepala desa, supaya mengaktifkan lagi pos ronda malam maupun sistem keamanan lingkungan (siskamling). Itu dikatakannnya saat melakukan silaturrahmi dengan masyarakat Kecamatan Batang Natal di Desa Tarlola baru-baru ini. Ia meminta […]

  • Jika Pemkab Mandul, Sengketa KP USU – PT ALN Akan ke KPK

    Jika Pemkab Mandul, Sengketa KP USU – PT ALN Akan ke KPK

    • calendar_month Kamis, 17 Jul 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Warga Kecamatan Muara Batang Gadis akan mengadukan kasus izin lokasi perkebunan yang tumpang tindih ke KPK jika Pemkab Mandailing Natal tak mampu menuntaskannya. Ancaman itu dicuatkan warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat MBG Bersatu, Selasa, (15/7/2014) terkait izin lokasi untuk PT ALN di atas tanah kadasteral KP USU di wilayah Kecamatan […]

  • Bupati Madina Intruksikan 12 Kecamatan Hentikan Praktek Tambang Emas Ilegal

    Bupati Madina Intruksikan 12 Kecamatan Hentikan Praktek Tambang Emas Ilegal

    • calendar_month Senin, 26 Mei 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online ): Pasca tewasnya  3 penambang emas ilegal sebulan terakhir, Bupati Madina Saipullah Nasution melalui Kadis Kominfo Ashar Paras Muda Nasution mengintruksikan kepada Camat di 12 Kecamatan untuk memastikan bahwa kegiatan penambangan tidak beroperasi lagi. ” Bupati Madina meminta kepada Camat di 12 Kecamatan untuk memastikan bahwa kegiatan penambangan tidak beroperasi lagi […]

expand_less