Jumat, 5 Jun 2026
light_mode

Lopo Kopi Dotek: Ruang Sosial Serasa Ngampus

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
  • print Cetak

 

Goresan Ringan: Ludfan Nasution
Jurnalis/pengamat, tinggal di Kotasiantar, Panyabungan

 

Di banyak tempat di Mandailing dan Tapanuli bagian selatan lainnya, lopo kopi (lepau/warung kopi) bukan sekadar tempat minum kopi. Ia adalah ruang sosial kecil tempat pikiran bertemu, beradu, lalu berpisah tanpa perlu diputuskan siapa yang benar.

Di sana kopi sering disajikan dalam bentuk yang khas: kental, pekat, pahit dan manis menyatu. Sebagian orang menyebutnya kopi dotek. Bubuk kopi yang agak banyak, air tidak terlalu longgar, gula secukupnya—hasilnya segelas kopi dengan tubuh yang tebal dan rasa yang berlapis.

Kopi seperti ini jarang diminum terburu-buru. Ia diseruput perlahan, memberi waktu bagi lidah dan pikiran untuk bekerja bersamaan.

Biasanya kopi dotek hadir pada dua momen: pagi sebelum kerja dimulai dan malam setelah aktivitas selesai. Pagi hari, ia seperti mesin penggerak pikiran. Malam hari, ia berubah fungsi menjadi teman rehat, teman cerita, dan kadang teman merenung.

Ludfan Nasution

Sering terjadi sebuah adegan sederhana: sisa pedas makan malam masih terasa di lidah, lalu masuk kopi dotek panas. Jika kebetulan ada rokok kesukaan, suasana itu bagi sebagian orang terasa seperti “syurga kecil dunia”.

Namun sebenarnya yang paling menarik dari lopo kopi bukanlah kopinya, melainkan percakapannya.

Topik-topik di meja kopi sering muncul dari hal sederhana. Seseorang melempar pertanyaan atau pendapat. Kadang tentang politik daerah, kadang tentang adat, kadang tentang ekonomi kampung, kadang pula sekadar soal kehidupan sehari-hari.

Yang menarik, topik-topik itu jarang sekali benar-benar selesai.

Satu orang memancing gagasan. Yang lain menimpali. Beberapa menit kemudian muncul bantahan. Suasana sempat memanas, lalu tiba-tiba berubah arah karena ada cerita baru atau orang baru datang. Diskusi pun berpindah.

Di lopo kopi, gagasan tidak selalu dicari kesimpulannya. Ia lebih sering dilemparkan untuk menguji pikiran kawan. Seperti batu kecil yang dilempar ke kolam, riaknya menyebar ke berbagai arah.

Justru karena tidak dituntaskan, gagasan itu sering terbawa pulang oleh masing-masing orang.

Mungkin malam itu topiknya tidak selesai. Tapi keesokan hari seseorang masih memikirkannya. Di situlah lopo kopi menjalankan fungsi yang sering tidak disadari: menanam benih pikiran dalam masyarakat.

Warung kopi semacam ini bisa disebut sebagai universitas rakyat yang paling sederhana. Tidak ada kurikulum, tidak ada dosen, tidak ada jadwal resmi. Yang ada hanya kopi, percakapan, dan pengalaman hidup yang saling dipertukarkan.

Kopi dotek sendiri seolah menjadi metafora kecil dari kehidupan sosial itu: pahit dan manis hadir bersamaan, kental dan tidak tergesa-gesa.

Di meja kopi, orang tidak selalu mencari kemenangan dalam debat. Yang lebih penting adalah menjaga percakapan tetap hidup.

Dan selama kopi masih mengepul di cangkir, percakapan seperti itu tampaknya akan terus ada—dengan atau tanpa kesimpulan.***

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menteri Desa: PKKPM adalah Solusi Nyata Atasi Kemiskinan

    Menteri Desa: PKKPM adalah Solusi Nyata Atasi Kemiskinan

    • calendar_month Senin, 2 Nov 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kemiskinan merupakan masalah krusial yang harus segera diatasi. Sebab, kemiskinan menghambat terwujudnya kesejahteraan bangsa. Namun menyelesaikan masalah kemiskinan bukan perkara mudah. Berbagai upaya penanggulangan kemiskinan yang berlangsung selama ini belum menghasilkan capaian sebagaimana yang diharapkan. Terobosan pun perlu dilakukan. “Pengentasan kemiskinan saat ini memasuki periode krusial. Sebab untuk menghadapi sasaran  penduduk miskin di […]

  • Empat Orang Keluar Dari Fraksi Golkar Plus

    Empat Orang Keluar Dari Fraksi Golkar Plus

    • calendar_month Jumat, 27 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kisruh DPRD Madina PANYABUNGAN, Gelombang aksi para anggota DPRD Madina tidaksaja melayangkan mosi tidak percaya kepada Ketua DPRD Madina, As Imran KahytamiDauay, SH. Aksi keluar dari Fraksi Gokar Plus juga terjadi, pada Jum’at (27/1). Sebanyak 4 orang anggota Fraksi Gokar Plus melayangkan surat pernyataan keluardari fraksi itu yang dibacakan pada rapat paripurna DPRD Madina, Jum’at […]

  • Pemkab Madina Sampaikan Rancangan KUA PPAS 2023

    Pemkab Madina Sampaikan Rancangan KUA PPAS 2023

    • calendar_month Jumat, 11 Nov 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mulai membahas rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) tahun anggaran 2023. Pembahasaan tersebut dimulai setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madina melalui Wakil Bupati (Wabup) Madina Atika Azmi Utammi Nasution menyampaikan rancangan KUA PPAS tahun 2023 pada rapat Badan […]

  • Siapapun Presiden Indonesia, Pembangunan Tetap Kewajiban Pemerintah

    Siapapun Presiden Indonesia, Pembangunan Tetap Kewajiban Pemerintah

    • calendar_month Senin, 4 Mar 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kewajiban membangun Indonesia dari pusat hingga daerah tetap berada di pundak pemerintah, siapapun presidennya. Itu dikatakan Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Mandailing Natal, Erwin Efendi Lubis menjawab Mandailing Online, Minggu (3/3/2019) di sekretariat DPC Gerindra Madina, Panggorengan, Panyabungan. Dia menghimbau agar masyarakat objektif memahami pembangunan negara maupun pembangunan daerah. Di sisi […]

  • Harga Sayur Mayur di Panyabungan Kembali Normal

    Harga Sayur Mayur di Panyabungan Kembali Normal

    • calendar_month Selasa, 8 Jul 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bulan Ramadan membawa berkah bagi pedagang sayur mayur di beberapa pasar tradisional yang ada di Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Di minggu pertama Ramadan harga kembali normal, bahkan sebagian ada yang mengalami tren naik. Demikian disampaikan Patimah, pedagang sayur mayur di Pusat Pasar Pagi Gunungtua, Senin (7/7/2014). “Sebelum memasuki bulan […]

  • Prof. Todung: SMGP Jangan Abaikan Hak Madina, Harus Tunduk pada Aturan

    Prof. Todung: SMGP Jangan Abaikan Hak Madina, Harus Tunduk pada Aturan

    • calendar_month Rabu, 5 Okt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Prof. Todung Mulia Lubis menyatakan PT SMGP jangan mengabaikan penduduk sekitar. Pun juga harus tunduk kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Di sisi lain, Todung berpendapat bahwa keberadaan perusahaan SMGP di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara sejalan dengan kebijakan pemerintah tentang transisi energi melalui Energi Baru Terbarukan (EBT). Itu dikatakan Todung […]

expand_less