Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode

Formulasi ”Negeri Beradat Dan Taat Beribadat” dalam Menentukan Pemimpin Madina

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 11 Jul 2019
  • print Cetak

Raja Bangun Nasution

Oleh : Raja Bangun Nasution

 

Konsekuensi Madina sebagai serambi Mekkah-nya Sumatera Utara harus mengedepankan prinsip-prinsip Islam dalam kehidupan sehari-sehari. Begitu juga ketika menentukan pemimpin lima tahun ke depan.

Bahwa Madina akan melaksanakan pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang tahapannya direncanakan akan dimulai September mendatang.

Islam memandang bahwa kepemimpinan memiliki posisi yang sangat strategis dalam terwujudnya masyarakat yang berada dalam Baldatun Thoyyibatun Wa Robbun Ghofur (Qs. 34 : 15), yaitu masyarakat Islami yang dalam sistem kehidupannya menerapkan prinsip-prinsip Islam.

Kepemimpinan dalam Islam tidak dibenarkan jika terdiri dari orang-orang zalim, fasik, nifaq, kufur dan syirik. Apabila terdapat seorang pemimpin yang seperti ini dalam Islam, maka eksistensi kepemimpinannya akan batal, tidak sah dan tidak memperoleh ketajallian Allah, syafa’at Rasul-Nya, serta restu penghuni bumi.

Memilih seorang pemimpin adalah bagian dari urusan dunia sekaligus akhirat. Memilih pemimpin bagian dari urusan agama yang sangat penting. Islam tidak mengenal dikotomi atau sekulerisasi yang memisahkan antara dunia dan akhirat, termasuk dalam memilih pemimpin.

Contoh paling ideal pemimpin Islam tentu saja Nabi Muhamad Saw. Ia merupakan seorang yang memimpin dengan hati. “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah”. (QS Al-Ahzab:21).

Islam mengenal empat sifat yang mutlak dimiliki oleh seorang pemimpin. Sifat ini menjadi sebuah keharusan untuk membentuk tatanan masyarakat. Jika salah satu dari keempatnya hilang, maka bisa dipastikan akan terjadi kekacauan. Korbannya, lagi-lagi, adalah masyarakat.

Adapun empat sifat itu ialah Siddiq (Jujur), Amanah (Tidak berkhianat), Tabligh (komunikatif/santun bertata bahasa) dan Fatonah (Visioner).

Sidiq, saat ini dapat diartikan sebagai integritas, orang yang berintegritas berarti bertingkah laku sesuai dengan ucapannya.

Amanah. Berarti memiliki kredibilitas. Tidak hanya jujur, tetapi juga harus dapat dipercaya. -Tabligh artinya komunikatif. Bagi pemimpin seharusnya dapat menyampaikan pesan dengan baik. Mampu menyesuaikan ketika komunikasi dengan kaum intlektual dan orang awam.

Fatonah artinya cerdas. Pemimpin hendaknya mengemukakan konsep yang cerdas. Mengerti apa yang harus dipersiapkan untuk bekal generasi yang akan datang.

Empat indikator ini harus menjadi tolak ukur untuk menentukan siapa pemimpin Madina lima tahun mendatang.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Reinventing Government: Saatnya Pemkab Madina Menjadi Motor Kebangkitan Ekonomi Daerah

    Reinventing Government: Saatnya Pemkab Madina Menjadi Motor Kebangkitan Ekonomi Daerah

    • calendar_month Minggu, 20 Jul 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Irwan Daulay Pemerhati Pembangunan Daerah Ekonomi nasional tengah mengalami kelesuan yang serius. Dalam situasi seperti ini, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) harus lebih sigap membaca kondisi perekonomian warganya, kelesuan ekonomi harus segera diantisipasi. Solusi tercepat tidak sekedar menunggu uluran tangan dari pemerintah pusat, melainkan dengan menciptakan produktivitas dan ekspansi pasar baru di tingkat lokal […]

  • Buaya di Sungai Kunkun Sudah Memangsa Manusia, Pemda Harus Tegas

    Buaya di Sungai Kunkun Sudah Memangsa Manusia, Pemda Harus Tegas

    • calendar_month Senin, 28 Mei 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      NATAL (Mandailing Online) – Pemerintah Mandailing Natal dan pihak keamanan diminta segera melakukan langkah-langkah penting dalam upaya mengamankan warga dari serangan buaya di Sungai Kunkun. Peristiwa serangan buaya terhadap Desimawati Halawa, warga Dusun Bulung Gadung, Desa Sundutan Tigo, Kecamatan Natal, Minggu (27/5) sore sangat memprihatinkan. Korban meninggal dunia akibat serangan buaya di sungai itu. […]

  • Atika Dukung Paslon 1 Harun- Ichwan Jadi Bupati Madina Berikutnya

    Atika Dukung Paslon 1 Harun- Ichwan Jadi Bupati Madina Berikutnya

    • calendar_month Jumat, 11 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  Dukungan pada Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Harun Mustafa Nasution dan Ichwan Husein Nasution terus bergulir dari akar rumput. Petani asal Desa Pagur, Panyabungan Timur Yakni Nur Atika Hannum (40) yang akrab disapa Atika serta emak emak lainnya pastikan dukungan pada Paslon nomor urut 1 (Satu) Jum’at. (11/10/2024). Dijelaskan Atika […]

  • Malaysia Punya Data Base Mualaf

    Malaysia Punya Data Base Mualaf

    • calendar_month Selasa, 10 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    KUALA LUMPUR  –  Departemen Pembangunan Islam Malaysia (JAKIM) berencana meluncurkan e-Muallaf tahun depan. E-Muallaf ini merupakan data base mualaf di seluru Malaysia. “Tujuan memiliki data base ini adalah mendeteksi mualaf yang mengaku telah bersyahadat beberapa kali. Di luar itu, ada update informasi mualaf yang bisa diketahui,” kata  Wakil Direktur JAKIM , Datuk Razali Shahabudin seperti […]

  • Ta’aruf Mahasiswa Baru STAIM

    Ta’aruf Mahasiswa Baru STAIM

    • calendar_month Sabtu, 22 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Calon mahasiswa baru diharapan tidak menyia-nyiakan kesempatan belajar, karena untuk mendapat kesempatan ini tidaklah mudah. Mahasiswa dituntut memiliki kemampuan, wawasan dan kepribadian yang jujur karena kejujuran merupakan landasan diri untuk menjadi profesional sejati. Hal ini diakatakan Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina), Drs Dahlan Hasan Nasution, Kamis (20/9) ketika membuka kegiatan masa […]

  • Pemda Harus Libatkan Pelaku Usaha di Penyusunan Kebijakan Daerah

    Pemda Harus Libatkan Pelaku Usaha di Penyusunan Kebijakan Daerah

    • calendar_month Jumat, 20 Sep 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah daerah harus melibatkan kalangan pelaku usaha dalam setiap perumusan kebijakan pembangunan daerah, terutama sektor ekonomi. Kebijakan dan program pembangunan daerah yang hanya berdasar asumsi birokrat semata akan berakibat tidak singkronnya kebijakan dengan kondisi rill yang dihadapi masyarakat. Sebaliknya, jika setiap perumusan kebijakan ekonomi berdasar dari masukan para pelaku usaha maka […]

expand_less