Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Kebijakan Sertifikasi Guru Tak Meningkatkan Mutu, Uang Negara Triliyunan Terbuang

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 20 Okt 2014
  • print Cetak

 

 

BATANG NATAL (Mandailing Onlne) – Program pendanaan terhadap guru bersertifikasi dinilai tak memiliki output fositif, bahkan negara dirugikan triliyunan rupiah, sebab antara guru yang bersertifikasi dengan guru non sertifikasi tak ada bedanya, masa jam mengajar tetap sama.

Uang triliyunan yang dikucurkan kepada para guru sertifikasi ini pun menjadi semacam uang berfoya-foya ditengah tidak munculnya dampak peningkatan kualitas pendidikan dari program sertifikasi ini.

Demikian dikatakan salah seorang guru sekolah dasar di Kecamatan Batang Natal, Mandailing Natal kepada Mandailing Online, Senin (20/10/2014).

“Sejauh ini yang saya alami dan saya lihat bahwa tidak ada peningkatan kualitas pendidikan oleh program guru bersirtifikasi ini, sebab antara antara guru yang bersertifikasi dengan guru non sertifikasi tak ada bedanya,” kata pria yang tak mau namanya ditulis ini.

Menurutnya, awalnya program sertifikasi yang dilandasi Undang-undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen ini bertujuan meningkatkan kinerja para guru. Tetapi 3 tahun kemudian telah menjurus pada penambahan kesejahteraan guru. Guru yang disertifikasi maka jam mengajarnya wajib 24 jam seminggu.

“Anehnya kepala sekolah dan pengawas terlebih dahulu lolos untuk disertifikasi, padahal jam mengajar kepala sekolah hanya 6 jam per minggu, sementara pengawas tidak punya jam mengajar sama sekali. Sanggat jelas program ini disalahgunakan,” ungkapnya.

Dikatakannya, lahirnya kebijakan ini hanya menguntungkan dosen dan guru berijazah SLTA karena guru berijazah SLTA dapat dibina kesajarnaannya.

“Lalu bagaimana nasib guru berijazah SLTA yang juga memiliki pengabdian sama. Bukankah ijazah sarjana hanya selembar kertas yang belum tentu pemiliknya memiliki intelektual yang memadai,” ujarnya.

Sebab, lanjutnya, sudah menjadi rahasia umum bahwa ijazah sarjana belum menjamin seseorang memiliki isi kepala bermutu sarjana.

Oleh karenanya, dia meminta kepada pemerintah untuk meninjau ulang kebijakan ini, dan melakukan evaluasi.

 

Peliput: Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • SI-GOTAP ULU

    SI-GOTAP ULU

    • calendar_month Selasa, 5 Sep 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Dr. M. Daud Batubara, MSi Si-Gotap Ulu, merupakan kata yang cukup mengerikan dan dirasakan sebagai ancaman bagi anak-anak di masa sekitar 60 sampai 70-an. Karena kata ini berasal Gotap (bahasa Mandailing) artinya potong atau penggal, sedang ulu artinya kepala. Bila kata ini digabungkan, artinya menjadi penggal kepala. Sedangankan penggunaan kata Si pada awal kata […]

  • BAHASA DAN AKSARA MANDAILING (bagian 2 selesai)

    BAHASA DAN AKSARA MANDAILING (bagian 2 selesai)

    • calendar_month Senin, 2 Apr 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh : ASKOLANI NASUTION Budayawan   TATA BAHASA MANDAILING Pada tahun 1861, HN Van Der Tuuk, ahli tata bahasa Belanda, menulis buku “Stukken in het Mandailingsch”, tulisan ilmiah pertama tentang bahasa Mandailing yang terbit di Amsterdam. Melalui buku itu, bahasa Mandailing  dikenal secara luas. Bahasa Mandailing memiliki banyak perbedaan dengan bahasa daerah lainnya di […]

  • Kuasa Hukum Pemkab Tapteng Desak KPK Usut Ketua DPRD

    Kuasa Hukum Pemkab Tapteng Desak KPK Usut Ketua DPRD

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Hubungan Pemkab Tapanuli Tengah (Tapteng) dengan Ketua DPRD Tapteng, Bakhtiar Ahmad Sibarani, memanas. Dari persoalan proyek, berpotensi merembet ke kasus suap sengketa pilkada Tapteng yang sudah menyeret Bonaran Situmeang. Kuasa Hukum Pemkab Tapteng, Roder Nababan, berencana segera mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mendesak agar Bakhtiar diusut dalam dugaan keterlibatan dia dalam kasus […]

  • Pj Bupati Madina: Aktifkan siskamling

    Pj Bupati Madina: Aktifkan siskamling

    • calendar_month Kamis, 7 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Untuk mencegah masuknya jaringan teroris dan kejahatan lainnya ke wilayah Kabupaten Mandailing Natal, Pj Bupati Madina, Aspan Sopian Batubara menghimbau masyarakat khususnya para kepala desa, supaya mengaktifkan lagi pos ronda malam maupun sistem keamanan lingkungan (siskamling). Itu dikatakannnya saat melakukan silaturrahmi dengan masyarakat Kecamatan Batang Natal di Desa Tarlola baru-baru ini. Ia meminta […]

  • Sungai Aek Mata dan Sungai Rantopuran Meluap

    Sungai Aek Mata dan Sungai Rantopuran Meluap

    • calendar_month Selasa, 15 Nov 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sungai Aek Mata yang membelah kota Panyabungan, Mandailing Natal meluap, Selasa sore (15/11). Luapan arus cukup mengkhawatirkan, sehingga  sekira pukul 17.00 WIB masjid di Kelurahan Panyabungan III  mengeluarkan pengumuman supaya masyarakat waspada melihat naiknya debit air sungai. Warga yang bermukim di kawasan bantaran sungai terlihat panik, karena sebagian pemukiman sudah dibanjiri […]

  • Masdoelhak Nasoetion, Kematiannya Menimbulkan Kemarahan PBB (Bagian 2 – selesai)

    Masdoelhak Nasoetion, Kematiannya Menimbulkan Kemarahan PBB (Bagian 2 – selesai)

    • calendar_month Senin, 30 Jan 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Siapa Masdoelhak? Masdoelhak adalah anak Padang Sidempoean kelahiran Siboga. Nama lengkapnya Masdoelhak Nasoetion gelar Soetan Oloan, cucu dari Soetan Abdoel Azis dari Goenoeng Toea, Mandailing. Ayah Masdoelhak bernama Nazar Samad Nasoetion gelar Mangaradja Hamonangan (lahir di Padang Sidempoean) dan ibunya bernama Namora Siti Aboer br Siregar (lahir di Padang Sidempoean). Masdoelhak, anak keenam dari tujuh […]

expand_less