Senin, 14 Sep 2026
light_mode

Habluminallah Vs Habluminannas, Kesenjangan Antara Kesalehan Ritual dan Kesalehan Moral-Sosial

  • account_circle Susanti Hasibuan, MA.Hum
  • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
  • print Cetak

Penulis: Susanti Hasibuan, MA.Hum
Dosen Prodi Manajemen Dakwah
STAIN Mandailing Natal

Secara Bahasa habluminllah merupakan hubungan vertikal antara manusia dengan Allah, hubungan ini sifatnya lurus tegak yang menghubungkan langsung antara hamba dengan peciptanya, sedangkan habluminannas adalah hubungan horizontal antara manusia dengan manusia lainnya.

Selama ini, kita beranggapan bahwa jika hubungan manusia dengan Allah baik, yang tercermin dalam ritual ibadah seperti solat, puasa, zakat dan lain-lain, maka secara otomatis hubungan manusia tersebut juga akan baik dengan manusia lainnya. Kalau habluminallah sudah baik, maka habluminannasnya juga baik.

Sayangnya hal tersebut tidak menjadi serta merta, faktanya hubungan antara manusia dengan Tuhan sebagai penciptanya baik, belum tentu hubungannya dengan manusia menjadi otomatis baik. Sama seperti halnya dalam kehidupan sosial, beberapa manusia ditemukan bahwa ibadahnya baik, solat puasa dan zakatnya baik, namun masih melakukan kejahatan-kejahatan sosial yang melibatkan manusia, seperti korupsi, berzina, menipu orang, zolim dan kurang berempati terhadap kesulitan orang lain.

Nyatanya hubungan antara manusia dengan Tuhannya serta hubungan manusia dengan manusia lainnya adalah dua hal berbeda, dua hubungan yang berbeda. Dasar pemahaman yang melandasinya juga berbeda. Hubungan antara manusia dengan Tuhannya adalah hubungan yang dibangun karena azas kebutuhan yaitu penghambaan terhadap sang pencipta. Hubungan ini hadir dari rasa butuh terhadap sesuatu yang lebih kuat dan memiliki kuasa.

Sedangkan hubungan antara manusia dengan manusia lainnya meskipun lebih natural, namun disisipi ego sosial. Adanya keinginan mendominasi, keinginan terlihat lebih baik dibanding dengan yang lain, adanya keserakahan dan kerakusan pada kesenangan dunia.

Sebegitu besarnya ego sosial yang tertanam dalam diri manusia, sehingga tidak dapat diakomodir dan ditaklukkan meski dengan cinta kepada Tuhan sebagai pencipta.

Bisa jadi hal tersebut dikarenakan hubungan cinta kepada sang Khalik sebagai pencipta tidak terrefleksikan dengan baik dalam kehidupan sosial antara manusia. Ritual ibadah yang dibangun manusia untuk mengkukuhkan cinta yang vertikal ternyata masih sekedar ritual fisik saja, tidak benar-benar terinternalisasi dalam diri yang tercermin dalam kehidupan sosial. Maka dalam Surah Al-ma’un Allah menyebutkan kata “kedustaan agama” kepada orang-orang yang beriman, namun masih menghardik anak yatim, mengabaikan solat, tidak memberi makan pada anak yatim, berbuat riya dan enggan memberikan pertolongan.

Dengan kata lain: kesalehan tidak cukup diukur dari intensitas ibadah ritual, tetapi juga dari sejauh mana keberadaan seseorang memberikan manfaat bagi orang lain. Karena jika ritual agama dilaksanakan hanya sebagai rutinitas belaka, bukan menjadi wahana bertransformasi diri maka kesolehan sosial tidak akan benar- benar terwujud. Karena kesalehan ritual harus berbanding lurus dengan kesalehan moral sosial.
Terima Kasih.

 

  • Penulis: Susanti Hasibuan, MA.Hum
  • Editor: Dahlan Batubara

Rekomendasi Untuk Anda

  • Undangan PLPG Sertifikasi Guru 2010 Mandailing Natal

    Undangan PLPG Sertifikasi Guru 2010 Mandailing Natal

    • calendar_month Senin, 13 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Undangan Mengikuti PLPG 2010 (Diknas) Tahap II (16 s.d 25 September 2010) Untuk Mandailing Natal Klik Untuk Mendownload

  • Perpres 54/2010 Disosialisasikan

    Perpres 54/2010 Disosialisasikan

    • calendar_month Rabu, 15 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Sosialisasi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah sangat penting untuk dilakukan. Karena Perpres tersebut merupakan sebagai pengganti dari Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 80 Tahun 2003 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. Hal itu disampaikan Walikota Medan Rahudman Harahap diwakili Kabag Program Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Medan Mulia […]

  • Anggota DPRD Madina Sesalkan Tidak Dilibatkan di tim Monev Perkebunan.Husni Iskandar Gamang Membayangkan Apabila Masalah Konflik Perkebunan Dibiarkan Bupati Belarut larut

    Anggota DPRD Madina Sesalkan Tidak Dilibatkan di tim Monev Perkebunan.Husni Iskandar Gamang Membayangkan Apabila Masalah Konflik Perkebunan Dibiarkan Bupati Belarut larut

    • calendar_month Minggu, 9 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online ): Anggota komisi II DPRD Madina Zainal Simbolon kritik pemerintah daerah yang tidak melibatkan Forkopimda masuk dalam tim monitoring evaluasi perkebunan di Madina. Ia menilai Pemerintah ingin bekerja sendiri sementara masyarakat yang merasa hak nya di zolimi perusahaan lebih duluan mengadu ke DPRD. ” saya kesal harusnya tim monitoring evaluasi yang […]

  • Berobat Gratis Pakai KTP Terus Berlanjut Jika SAHATA Terpilih

    Berobat Gratis Pakai KTP Terus Berlanjut Jika SAHATA Terpilih

    • calendar_month Minggu, 3 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAMBANGAN (Mandailing Online) – Berobat gratis ke Puskesmas dan rumah sakit pakai E-KTP bagi masyarakat Kabupaten Mandailing Natal (Madina) akan dilanjutkan apabila pasangan calon bupati dan wakil bupati Madina nomor urut 2, H. Saipullah Nasution dan Atika Azmi Utammi (SAHATA) terpilih sebagai pemenang di Pilkada Madina 2024. Berobat gratis itu merupakan program nasional bernama Universal […]

  • Gatot-Tengku Resmi Pimpin Sumut

    Gatot-Tengku Resmi Pimpin Sumut

    • calendar_month Selasa, 18 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    MEDAN- Pasangan H Gatot Pujo Nugroho, ST, Msi – Erry Nuradu, (Ganteng) resmi menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur, Senin (17/6) siang setelah prosesi pelantikan dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri (mendagri) Gamawan fauzi. Pasangan ini resmi menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur ke-18 Sumatera Utara. Bersama wakilnya Tengku Erry Nuradi, pasangan yang populer disebut GanTeng dilantik Menteri […]

  • Anggota Dewan: Kok Pramugari Garuda Tua-tua

    Anggota Dewan: Kok Pramugari Garuda Tua-tua

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Komisi V DPR RI mempertanyakan kenapa pramugari Garuda tua-tua dibandingkan dengan maskapai-maskapai penerbangan lainnya. Menjawab pertanyaan tersebut Direktur Utama, PT Garuda, Emirsyah Safar, menjelaskan bahwa memang hal tersebut merupakan aturan dari bagian kepagawaian Garuda. “Untuk Pramugari, berdasarkan aturan dari kepegawaiaan, ini prinsipnya sampai 56 tahun, tetapi kita tetap merekrut yang baru-baru dan saat […]

expand_less