Selasa, 21 Jul 2026
light_mode

MERANTAU KE TANAH DELI

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 22 Sep 2013
  • print Cetak

Oleh: Basyral Hamidi Harahap

Perjalanan Tuanku Tambusai yang berperang melawan Belanda melintasi pegunungan Bukit Barisan (Mandailing, Angkola, Padang Lawas dan Kota Pinang)kemudian dipandang sebagian penting dalam sejarah migrasi orang Mandailing. Jalur perjalanan itu kemudian dipakai para perantau sebagai jalur pertama ke Sumatera Timur. Gelombang kedua migrasi orang Mandailing dalam jumlah besar terjadi pada tahun 1840-an. Ketika itu perkebunan belum dibuka di Sumatera Timur. Sejak itu migrasi orang Mandailing terus berlanjut. (Pelly, 1994:42,55).

Tanah Deli atau Tano Doli yang kini lebih populer dengan Medan, adalah daerah rantau utama orang Mandailing-Angkola. Para perantau awal Mandailing-Angkola tampil di Medan sebagai guru, guru agama, kerani, kadhi atau pedagang. Pembauran mereka dengan masyarakat Melayu tidak mengalami kesulitan, karena terutama adanya persamaan agama. Keturunan mereka ditambah dengan para migran yang terus berdatangan sejak akhir abad XIX telah membentuk suatu komunitas tersendiri di Medan.

Hubungan mereka yang erat dengan kalangan feodal Melayu menempatkan mereka pada kedudukan yang terhormat di kalangan masyarakat. Banyak diantara mereka yang menjadi pejabat pejabat agama kesultanan. Salah satu bukti kehadiran mereka di Medan ialah adanya beberapa perkampungan orang-orang Mandailing dan Tanah Wakaf Mandailing di sungai mati, tidak jauh dari lingkungan Mesjid Raya Medan dan Istana Maimoon.

Keberhasilan perantau Mandailing di pesisir Sumatera Timur antara lain karena : kesamaan dalam agama dan keyakinan dengan suku Melayu, pendidikan yang lebih baik dengan suku Melayu, dan kurangnya persaingan kelompok-kelompok etnis lain.

Dalam hal ini perantau Mandailing memiliki dua keuntungan, yaitu; 1. Simpati kesultanan kesultanan Melayu, dan 2. Posisi ekonomik mereka yang lebih lama. (Castles,1972:187;Pelly,1994:61).

Perantau yang semakin banyak dengan berbagai latar belakang pendidikan dan profesi pada tahun 1982 membentuk perkumpulan bernama Himpunan Keluarga Tapanuli Selatan (HIMKATAPSEL).

Perkumpulan ini memegang peranan penting dalam mengangkat marwah orang Mandailing-Angkola, misalnya sebagai panitia pengusul Hamonangan Harahap alias Tuanku Tambusai menjadi Pahlawan Nasional pada tahun 1995. Hal yang sama dilakukan perkumpulan ini pada bulan Februari 1998 sebagai pengusul agar Haji Adam Malik ditetapkan menjadi Pahlawan Nasional.

Anggaran dasar perkumpulan ini dibuat oleh Notaris Ny. Sartutiyasmi Agoeng Iskandar, S.H., Notaris di Medan pada hari sabtu tanggal 12 Juni 1982. Penulis memuat dokumen ini, sebagai contoh bagaimana orang Mandailing- Angkola mengelola suatu perkumpulan. Jika disimak sungguh-sungguh, tanpak adanya kesadaran untuk menangkal konflik.

Pada bagian awal anggaran awal dimuat sebuah Deklarasi yang berisi uraian tentang filosofi pembentukan perkumpulan ini. HIMKATAPSEL juga tidak menunjukkan aktivitas yang secara berkesinambungan melaksanakan tugas untuk mencapai tujuan yang sudah di gariskan dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. Kepengurusannya hampir tidak mengalami perubahan selama 16 tahun sejak didirikan pada tahun 1982. Program kerjanya terbengkalai, lebih-lebih banyak di antara pengurusnya yang sudah uzur atau meninggal dunia.

Tetapi sekalipun demikian, sekali-sekali organisasi ini masih melakukan kegiatan mengangkat marwah masyarakat Tapanuli Selatan. Pengurus organisasi ini mengusulkan pengukuhan dua tokoh yang berasal dari Tapanuli Selatan untuk menjadi Pahlawan Nasional, yaitu Hamonangan Harahap yang terkenal dengan nama Tuanku Tambusai dan Haji Adam Malik. (dikutip dari buku Madina Madani 2004)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ibu Bunuh Anak Kandung, Buah dari Demokrasi

    Ibu Bunuh Anak Kandung, Buah dari Demokrasi

    • calendar_month Rabu, 16 Des 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Radayu Irawan, S.Pt Tinggal di Padangsidimpuan Lagi, dan terus berulang. Bak buih di lautan. Kali ini kasus pembunuhan anak kandung berasal dari Kabupaten Nias Utara, Provinsi Sumatera Utara. Ibu muda (30) berinisial MT tega membunuh ketiga anak balitanya yang berinisial YL (5), SL (4), dan DL (2). Ketiganya tewas dalam keadaan leher tergorok. […]

  • Objek Wisata Sampuraga Mengecewakan, Perlu Perhatian Pemerintah

    Objek Wisata Sampuraga Mengecewakan, Perlu Perhatian Pemerintah

    • calendar_month Kamis, 30 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (MO) – Tokoh masyarakat Kecamatan Panyabungan Barat, Salamuddin mendesak Pemkab Madina, Kamis (30/8) untuk lebih memperhatikan kesinambungan objek wisata Sampuraga yang terletak di Desa Sirambas Kecamatan Panyabungan Barat. Kondisi fisik objek wisata Sampuraga sudah bertahun-tahun memprihatinkan akibat kurang penanganan menyebabkan banyak pengunjung kecewa dan tak mau kembali mengunjunginya. “Lokasinya bersemak, becek, tempat untuk duduk-duduk […]

  • Jalan Amblas :

    Jalan Amblas :

    • calendar_month Senin, 1 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jalan Amblas : Jalan penghubung Panyabungan Gunung Baringin dititik Sidaing amblas. Minimnya parit jalan membuat jalan menuju ibu kota Panyabungan Timur ini banyak yang rusak.(Hol)

  • MUI Madina Godok Fatwa Soal Laki Berparas Wanita

    MUI Madina Godok Fatwa Soal Laki Berparas Wanita

    • calendar_month Selasa, 13 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online) –  banyaknya kaum laki laki yang berlagak layaknya sebagai wanita membuat ke khawatiran masyarakat sehingga Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) berinisiatif menggodok Fatwa tentang  hukum laki laki berlagak wanita. Ketua MUI Madina H.Muhammad Natsir pada wartawan mengatakan,  majelis Fatwa MUI Madina tengah menggodok melalui muzakaroh bagaimana hukumnya terkait banyaknya […]

  • Bupati Pimpin Upacara Hari KORPRI

    Bupati Pimpin Upacara Hari KORPRI

    • calendar_month Selasa, 29 Nov 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Jafar Sukhairi Nasution meminta anggota Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) makin meningkatkan profesionalisme dan integritas untuk memberikan daya dorong bagi percepatan pembangunan Madina yang mandiri, kompetitif, berkeadilan, dan bermartabat. “Saya mengingatkan kepada kita semua bahwa tujuan reformasi birokrasi bukan hanya untuk menciptakan sosok birokrasi yang profesional, […]

  • Galian Perpipaan Proyek SPAM Bernilai 671 Juta Rupiah Di Desa Hutarimbaru Diduga Tidak Sesuai Bestek

    Galian Perpipaan Proyek SPAM Bernilai 671 Juta Rupiah Di Desa Hutarimbaru Diduga Tidak Sesuai Bestek

    • calendar_month Senin, 10 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ) peroyek Sistem Penyediaan Air Minum ( SPAM ) jaringan perpipaan di Desa Hutarimbaru, Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara baru tahap penggalian pipa dan pembangunan bak penampung air, padahal proyek bernilai kontrak Rp.671.055.000 yang bersumber dana APBD Mandailing Natal tahun 2023 itu akan berakhir kontrak nya di bulan […]

expand_less