Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

MERANTAU KE TANAH DELI

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 22 Sep 2013
  • print Cetak

Oleh: Basyral Hamidi Harahap

Perjalanan Tuanku Tambusai yang berperang melawan Belanda melintasi pegunungan Bukit Barisan (Mandailing, Angkola, Padang Lawas dan Kota Pinang)kemudian dipandang sebagian penting dalam sejarah migrasi orang Mandailing. Jalur perjalanan itu kemudian dipakai para perantau sebagai jalur pertama ke Sumatera Timur. Gelombang kedua migrasi orang Mandailing dalam jumlah besar terjadi pada tahun 1840-an. Ketika itu perkebunan belum dibuka di Sumatera Timur. Sejak itu migrasi orang Mandailing terus berlanjut. (Pelly, 1994:42,55).

Tanah Deli atau Tano Doli yang kini lebih populer dengan Medan, adalah daerah rantau utama orang Mandailing-Angkola. Para perantau awal Mandailing-Angkola tampil di Medan sebagai guru, guru agama, kerani, kadhi atau pedagang. Pembauran mereka dengan masyarakat Melayu tidak mengalami kesulitan, karena terutama adanya persamaan agama. Keturunan mereka ditambah dengan para migran yang terus berdatangan sejak akhir abad XIX telah membentuk suatu komunitas tersendiri di Medan.

Hubungan mereka yang erat dengan kalangan feodal Melayu menempatkan mereka pada kedudukan yang terhormat di kalangan masyarakat. Banyak diantara mereka yang menjadi pejabat pejabat agama kesultanan. Salah satu bukti kehadiran mereka di Medan ialah adanya beberapa perkampungan orang-orang Mandailing dan Tanah Wakaf Mandailing di sungai mati, tidak jauh dari lingkungan Mesjid Raya Medan dan Istana Maimoon.

Keberhasilan perantau Mandailing di pesisir Sumatera Timur antara lain karena : kesamaan dalam agama dan keyakinan dengan suku Melayu, pendidikan yang lebih baik dengan suku Melayu, dan kurangnya persaingan kelompok-kelompok etnis lain.

Dalam hal ini perantau Mandailing memiliki dua keuntungan, yaitu; 1. Simpati kesultanan kesultanan Melayu, dan 2. Posisi ekonomik mereka yang lebih lama. (Castles,1972:187;Pelly,1994:61).

Perantau yang semakin banyak dengan berbagai latar belakang pendidikan dan profesi pada tahun 1982 membentuk perkumpulan bernama Himpunan Keluarga Tapanuli Selatan (HIMKATAPSEL).

Perkumpulan ini memegang peranan penting dalam mengangkat marwah orang Mandailing-Angkola, misalnya sebagai panitia pengusul Hamonangan Harahap alias Tuanku Tambusai menjadi Pahlawan Nasional pada tahun 1995. Hal yang sama dilakukan perkumpulan ini pada bulan Februari 1998 sebagai pengusul agar Haji Adam Malik ditetapkan menjadi Pahlawan Nasional.

Anggaran dasar perkumpulan ini dibuat oleh Notaris Ny. Sartutiyasmi Agoeng Iskandar, S.H., Notaris di Medan pada hari sabtu tanggal 12 Juni 1982. Penulis memuat dokumen ini, sebagai contoh bagaimana orang Mandailing- Angkola mengelola suatu perkumpulan. Jika disimak sungguh-sungguh, tanpak adanya kesadaran untuk menangkal konflik.

Pada bagian awal anggaran awal dimuat sebuah Deklarasi yang berisi uraian tentang filosofi pembentukan perkumpulan ini. HIMKATAPSEL juga tidak menunjukkan aktivitas yang secara berkesinambungan melaksanakan tugas untuk mencapai tujuan yang sudah di gariskan dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. Kepengurusannya hampir tidak mengalami perubahan selama 16 tahun sejak didirikan pada tahun 1982. Program kerjanya terbengkalai, lebih-lebih banyak di antara pengurusnya yang sudah uzur atau meninggal dunia.

Tetapi sekalipun demikian, sekali-sekali organisasi ini masih melakukan kegiatan mengangkat marwah masyarakat Tapanuli Selatan. Pengurus organisasi ini mengusulkan pengukuhan dua tokoh yang berasal dari Tapanuli Selatan untuk menjadi Pahlawan Nasional, yaitu Hamonangan Harahap yang terkenal dengan nama Tuanku Tambusai dan Haji Adam Malik. (dikutip dari buku Madina Madani 2004)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rektor UMTS Diperiksa Penyidik Tipiter

    Rektor UMTS Diperiksa Penyidik Tipiter

    • calendar_month Kamis, 9 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Rektor UMTS Michwar Zaini diperiksa penyidik Subdit Tipiter Dit Reskrimsus Polda Sumut, Rabu (8/2/2012) sebagai saksi terlapor atas dugaan data tesis palsu. Pemeriksaan Michwar Zaini itu disampaikan Kasubdit Tipiter Direktorat Reskrimsus Polda Sumut AKBP Yusuf Rizal saat ditanya Tribun terkait perkembangan kasus yang semula dilaporkan LSM Partabagsel. “Itu kita masih periksa rektornya. Pak […]

  • Kasus Kepala Babi di Musolla, Bupati Himbau Warga Tenang

    Kasus Kepala Babi di Musolla, Bupati Himbau Warga Tenang

    • calendar_month Rabu, 12 Jul 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal, Dahlan Hasan Nasution menghimbau warga tetap tenang menyikapi pelaku peletak kepala babi di depan musolla. “Persoalan ini kita serahkan saja kepada aparat penegak hukum, biarkan mereka bekerja untuk mengusut kasus ini,” kata bupati kepada wartawan di Taman Raja Batu, Selasa (11/7/2017). Dia menghimbau agar masyarakat jangan mau […]

  • DPRD Madina: PT M3 Rugikan Negara 500 Milyar

    DPRD Madina: PT M3 Rugikan Negara 500 Milyar

    • calendar_month Kamis, 12 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Jenis izin tambang yang dikantongi PT. Madina Madani Mining (M3) dengan aplikasi di lapangan diduga tak sama menyebabkan negara dirugikan sekitar 500 juta rupiah. “Seperti permasalahan IUP, yang awalnya diduga hanya berupa izin Bauksit, namun perusahaan itu telah memproduksi emas, sehingga PT M3 melakukan penambangan yang tidak sesuai dengan izin yang […]

  • Malaysia Siapkan Amnesti TKI

    Malaysia Siapkan Amnesti TKI

    • calendar_month Selasa, 30 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, – Kabar baik bagi ratusan ribu tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal di Malaysia. Negeri jiran itu merencanakan akan membuka masa amnesti atau pemutihan dokumen keimigrasian. Dengan pemutihan ini, TKI berstatus ilegal karena urusan keimigrasian bisa dipulihkan menjadi berstatus legal. Penyelenggaraan masa amnesti merupakan program yang ditunggu-tunggu oleh TKI di manapun. Khususnya di negara-negara kantong […]

  • 9 Program Ungulan Dahlan – Sukhairi

    9 Program Ungulan Dahlan – Sukhairi

    • calendar_month Selasa, 1 Des 2015
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    Di dalam visi misi pasangan calon bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution-Muhammad Jakfar Sukhairi, terdapat sembilan program unggulan yang diusung bagi pembangunan Madina ke depan. 1. MEMBANGUN PERTANIAN UNTUK KEDAULATAN PANGAN • Meningkatkan kapasitas pengetahuan, sikap, keterampilan dan jiwa kewirausahaan petani untuk memperkuat kelompok tani dan usaha pertanian. • Mengembangkan industri kereatif di pedesaan untuk meningkatkan […]

  • Wabup Madina : Petani Gagal Panen di Siabu Akan Dibantu

    Wabup Madina : Petani Gagal Panen di Siabu Akan Dibantu

    • calendar_month Selasa, 10 Jan 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  Pemkab Mandailing Natal akan mengupayakan bantuan bagi petani padi yang gagal panen di Kecamatan Siabu. Hal itu dikatakan Wakil Bupati Mandailing Natal, Jakfas Sukhairi Nasution menjawab wartawan via seluler, Selasa (10/1) terkait ratusan hektar tanaman padi yang berusia menjelang panen membusuk akibat terrendam banjir luapan Sungai Batang Angkola di sejumlah desa […]

expand_less