Kamis, 16 Apr 2026
light_mode
Tak Berkategori

Kebun Kopi Mandailing Mulai Berkembang di Ulu Pungkut

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 3 Mei 2013
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Perkebunan kopi di Desa Simpang Banyak Julu dan Desa Simpang Banyak Jae Kecamatan Ulu Pungkut Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terus menggeliat.

Dorongan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Madina terhadap warga di dua desa ini sejak tahun 2007 merangsang gairah penduduk mengembangkan kopi Mandailing di kawasan itu.

“Animo warga untuk berkebun kopi ini tumbuh sejak tahun 2007 lalu,” ungkap warga Simpang Banyak, Mursal didampingi temannya, Irwadi menjawab wartawan, Jum’at (3/5).

Kopi Mandailing sempat booming pada era 1840-an di daratan Eropa ketika kolonial Belanda menggalakkan penduduk Mandailing berkebun kopi di tanah Mandailing. Meski produk biji kopi meredup sejak Indonesia merdeka, namun nomenklatur kopi Mandailing hingga kini masih mendominasi produk bubuk kopi di berbagai negara.

Mursal mengungkapkan, munculnya kembali gairah berkebun kopi di kalangan penduduk dua desa itu bermula dari bantuan Dinas Kahutanan Perekebunan Madina seluas 50 hektar berlokasi di Payabolak, Desa Simpang Banyak Julu. Semuanya perkebunan yang dikelola warga.

Selanjutnya, kebun kopi di dua desa tersebut mencapai 160 hektar berada di beberapa lokasi. Dan peluang ke depan masih tinggi mengingat lahan kosong masih luas, terutama lahan-lahan yang berada di sepanjang jalan raya dari Desa Simpang Banyak Jae hingga ke perbatasan Sumatra Barat yang diperkirakan mencapai 800 hektar.

“Kalau untuk produksi rata-rata kopi di Desa Simpang Banyak sekitar 450 kilo gram per bulan per hektar yang dipanen setiap 10 hari. Dengan kata lain, dalam sekali penen mencapai 150 kilo gram per hektar,” katanya.

Harga kopi di tingkat petani saat ini lagi turun, sekitar 10.000 rupiah per kilo gram. Sebelumnya sudah sempat mencapai 22.000 rupiah per kilo gram pada bulan Oktober- Desember 2012 lalu.

Sementara itu, Kadis Kehutanan Perkebunan Madina, Mara Ondak melalui Kasi Perekebunan A.Yasir Lubis SP mengatakan, program bentuan dari pemerintah untuk kebun kopi Mandailing dimulai pada Tahun 2007 dengan tujuan selain untuk mengembalikan kejayaan kopi Mandailing juga untuk meningkatkan eknomi masyarakat.

Dikatakannya, pada awal program tersebut dimulai, tidak saja di Simpang Banyak, melainkan juga di beberapa daerah seperti Desa Pagur Kecamatan Panyabungan Timur yang juga mulai menikmati hasilnya.

“Pengembangan budidaya perkebunan kopi mandailing ini ada kebanggaan tersendiri bagi kita, karena kopi mandailing bergerak bangkit meskipun secara bertahap. Sebab dari penelitian. kopi mandailing yang asli dari tanah Mandailing cita rasanya jauh beda dengan “kopi Mandailing” dari daerah lain. Hal itu karena unsur tanahnya dan iklimnya, jadi kita berharap kedepannya kopi Mandailing benar-benar berasal dari tanah Mandailing Natal,” harapnya. (mar)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Kata Jubir KPK Terkait Pengeledahan di Madina

    Ini Kata Jubir KPK Terkait Pengeledahan di Madina

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA-Mandailing Online : Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) sejak jum”at 4/6 2026 melakukan penggeledahan di 2 tempat di Madina. Kediaman Kepala Dinas PUPR Madina Elpianti Harahap di Desa Gunung Tua Panggorengan dan Kantor Dinas PUPR di komplek perkantoran Bupati di bukit payaloting aek godang parbangunan. Penggeledahan tersebut diduga rentetan atas Operasi Tangan (OTT) pengusaha/kontraktor […]

  • Lagi, Mitra Manindo Bedah Rumah Warga

    Lagi, Mitra Manindo Bedah Rumah Warga

    • calendar_month Senin, 24 Okt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SIABU (Mandailing Online) – Koperasi Mitra Manindo (KMM) kembali melakukan bedah rumah milik warga. Rumah yang dibedah adalah milik Sahronia, warga Lingkungan V, Kelurahan Siabu, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara. Peletakan batu pertama berlangsung Senin (24/10/2022). Sahronia anggota KMM. Ia menjadi anggota sejak tahun 2014 lalu hingga saat ini. Berdasarkan proses […]

  • Rebecca Pacari Anak Medan

    Rebecca Pacari Anak Medan

    • calendar_month Sabtu, 27 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Penyanyi Rebecca akhirnya mengakui sudah punya kekasih. Mengaku serius pacaran dan ingin menikah, penyanyi yang punya banyak tato ini masih merahasiakan identitas pujaan hatinya. “Sudah ada, bahkan kita sudah bertemu keluarga masing-masing,” kata Rebeccan Meski serius bukan berarti Rebecca ingin menikah cepat. Kekasih Rebecca yang kabarnya berdarah Kanada dan Medan itu juga belum mau mengajak […]

  • PPP Usung Fadly Jadi Wagub Sumut

    PPP Usung Fadly Jadi Wagub Sumut

    • calendar_month Selasa, 1 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mendukung kadernya, Ketua DPW Sumut, Fadly Nurza,l sebagai calon wakil gubernur mendampingi Gatot Pujo Nugroho, bila Syamsul Arifin sudah divonis bersalah. “Kita welcome, sangat mendukung. Dan itu memang hak PPP. Kami partai pengusung pasangan Syampurno dan sangat berkesempatan mengajukan calon,” kata Ketua DPP PPP, Hasrul Azwar usai menutup […]

  • Dinas Perdagangan Madina dan Mahasiswa Akan Mendata di Pasar Tradisional dan Pasar Rakyat

    Dinas Perdagangan Madina dan Mahasiswa Akan Mendata di Pasar Tradisional dan Pasar Rakyat

    • calendar_month Kamis, 23 Jan 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekitar 10 mahasiswa dari dua perguruan tinggi melakukan magang dan praktikum di Dinas Perdagangan Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut. Para mahasiswa akan melakukan pendataan pluktuasi jumlah pedagang di seluruh pasar tradisional dan pasar rakyat yang ada di Madina. Dua perguruan tinggi itu adalah STAIN Madina yang mengirim 6 mahasiswa smester 8 […]

  • Etika Berpendapat Melihat Budaya Lokal dari Sudut Pandang yang Berbeda

    Etika Berpendapat Melihat Budaya Lokal dari Sudut Pandang yang Berbeda

    • calendar_month Senin, 30 Jan 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan kecil : ASKOLANI NASUTION Budayawan Mandailing Opini, tesis, atau apapun namanya bukan hal yang aneh dalam tradisi ilmiah. Setiap orang diberi kebebasan untuk menyampaikan gagasan dan pemikirannya terhadap suatu fakta, asumsi, atau kecenderungan tertentu; sepanjang didukung dengan klausal atau kerangka berpikir yang teruji. Dan ketika hal itu dituliskan dalam bentuk karya ilmiah, baik populer […]

expand_less