Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Pemkab Madina dan PT. ALN Kangkangi Putusan PTUN Medan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 30 Des 2013
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Korwil VII Tabagsel LIRA Sumut, Madina Abdul Muis Pulungan menyatakan heran melihat belum adanya tindaklanjut putusan PTUN Medan terkait gugatan KP USU.

Dalam putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan memerintahkan kepada Bupati Mandailing Natal (Madina) pihak terkait dengan objek sengketa untuk menunda pelaksanaan Surat Keputusan Bupati Madina Hidayat Batubara No. 525/575/K/2012 Tanggal 26 Nopember 2012 tentang Izin Lokasi bagi PT ALN seluas + 5.600 Ha di Desa Tabuyung, Suka Makmur dan Singkuang II Kecamatan Muara Batang Gadis.

Putusan PTUN Medan ini terkait gugatan Koperasi pengembangan Universitas Sumatera Utara (KP USU) terhadap kebijakan Pemkab Madina yang tak memperpanjang izin lokasi KP USU yang berlanjut keluarnya izin lokasi bagi PT ALN di atas lahan KP USU tersebut.

“Harusnya Pemkab Mandailing Natal melalui Dinas Kehutanan dan Perkebunan menghentikan kegiatan PT. ALN karena tidak mempunyai dasar untuk mengusahai lahan yang ditunjuk dalam izin lokasi itu, apalagi izin lokasi bukan izin perintah membuka lahan,” imbuhnya, Senin (30/12/2013) dalam rilis pers.

Namun, lanjut Muis, aneh bin ajaib, baik Pemkab Madina maupun PT. ALN tidak mengindahkan putusan PTUN tersebut, sementara presiden RI saja sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan wajib mematuhi putusan PTUN, karena sesuai Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara RI No. 115/M.PAN/4/2003 Tanggal 9 April 2003 memerintahkan kepada setiap pejabat tata usaha yang digugat agar mematuhi dan menaati putusan PTUN.

Menurut Muis, berdasar informasi yang diterima, bahwa PT. ALN telah memanfaatkan centeng-centeng di desa itu untuk merusak portal KP. USU dan membuat portal di jalan umum menuju lokasi KP. USU, melarang masuk bahan bakar minyak dan sembako serta keluar masuk anak sekolah yang menyebabkan karyawan yang bekerja di KP. USU tidak bisa melakukan akatifitas.

“Sekalipun untuk memasukkan sembilan bahan pokok atau mengantar anak ke sekolah, meskipun sudah dilaporkan hingga saat ini, tidak ada tindakan dari aparat penegak hukum maupun pemkab Mandailing Natal,” katanya.

Belakangan, lanjut Muis, hari Kamis, 19 Desember 2013 yang dihadiri oleh oknum kepala desa Tabuyung, oknum kepala desa Singkuang II dan oknum pj. kepala desa Suka Makmur dan PT. ALN telah melakukan penanaman perdana di lahan yang bermasalah itu.

“Ini merupakan tindakan pembangkangan kepada hukum oleh aparat pemerintah walaupun di tingkat desa dan bibit konflik yang jika dibiarkan akan menyebabkan terjadinya konflik horizontal dikalangan masyarakat. Sungguh aneh di negara hukum ini ada perilaku atau perbuatan main hakim sendiri. “Hukum Rimba”, tetapi aparat yang berwenang belum mengambil langkah hokum,” tandas Muis.

Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bayangan di Ujung Lorong

    Bayangan di Ujung Lorong

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Karya : Leli Marito Kereta api menuju Jakarta berwarna biru tua dipadu jingga berhenti tepat di depan mata. Kedatangan kereta itu seakan mengunggah perih di hati. Malam mulai sepi, hanya beberapa penumpang yang berdiri di peron menunggu kereta berangkat. Kupeluk erat tubuh kekar berwarna coklat, membenamkan wajahku tepat di dadanya yang bidang. Tanganya yang […]

  • Perjalanan Ikan Jurung Keramat, Danau Siais Dan Aek Batangtoru

    Perjalanan Ikan Jurung Keramat, Danau Siais Dan Aek Batangtoru

    • calendar_month Sabtu, 23 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Menyusuri Pedalaman Tapsel Ikan Jurung Keramat, Danau Siais, dan Aek Batang Toru Sebuah keajaiban bertahan selama hampir satu abad di desa Rianiate, Kecamatan Padangsidimpuan Barat, Tapanuli Selatan. Ribuan ikan jurung berukuran sampai 50 cm dengan berat mencapai 2 kg lebih, hidup liar dalam sebuah sungai kecil dan dangkal yang mengalir di belakang rumah penduduk. Bila […]

  • Kenaikan Harga Cabe, Di Duga Ulah Si Tengkulak

    Kenaikan Harga Cabe, Di Duga Ulah Si Tengkulak

    • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan: Minggu – minggu terakhir ini beralatan dapur bernama cabe menjadi perhatian. Benda unik berwarna merah ini, sejak awal tahun 2011 menjadi perbincangan masyarakat Kabupaten mandailing Natal ini. Cabe pun jadi ulasan media massa . Pasalnya, rasa pedas yang menyertai rasanya, ternyata berimbas pada harganya yang kian naik di awaltahum 2011 ini. Benda unik yang […]

  • KPU Madina Wujudkan Website Akses Bagi Penyandang Disabilitas

    KPU Madina Wujudkan Website Akses Bagi Penyandang Disabilitas

    • calendar_month Sabtu, 18 Mar 2017
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    Panyabungan, Mandailing Online Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mandailing Natal (Madina) resmi meluncurkan Website Aksesibilitas berbasis suara pertama di Indonesia. Peluncuran Website tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua KPU Madina, Agus Salam yang berlangsung di Aula KPU Madina pada tanggal 14 maret 2017. Perubahan ini dibuat untuk mendukung program website Akses KPU untuk Kaum berkebutuhan khusus/Disabilitas. […]

  • Pemindahan Pedagang Untuk Tata Kota Panyabungan yang Nyaman dan Bersih

    Pemindahan Pedagang Untuk Tata Kota Panyabungan yang Nyaman dan Bersih

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Jalan keliling kawasan pasar lama Panyabungan selama ini kumuh dan sumpek merusak citra ibu kota Kabupaten Mandailing Natal (Madina) itu. Di sisi lain, kota Panyabungan sebagai wajah ibu kota kabupaten harus berbenah, menata diri menuju kota yang nyaman dan bersih. Kekumuhan jalan kelilinng itu akibat aktivitas pasar tidak teratur, jorok […]

  • Polrestabes Bandung periksa 12 saksi terkait sekte seks

    • calendar_month Senin, 3 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BANDUNG,- Polrestabes Bandung sampai saat ini telah memeriksa 12 saksi untuk dimintai keterangannya terkait beredarnya surat perintah ritual seks bebas (Sekte Seks Bebas) yang menyantumkan 10 nama PNS di Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Bandung. “Saksi-saksi yang sudah dimintai keterangannya diantaranya adalah NUn,PNS Perpusda Kota Bandung, GL putra NU dan adik GL. Semuanya kita […]

expand_less