Kamis, 16 Apr 2026
light_mode

MENANAMKAN DISIPLIN SEJAK DINI

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 14 Okt 2020
  • print Cetak

Oleh : Emmi Safridah Caniago, S.Pd
Kepala TK, tinggal di Panyabungan

 

Disiplin sering menjadi masalah bagi anak-anak, terutama apabila pengertian disiplin hanya dikaitkan dan sekedar menurut perintah orang tua dan guru. Anak yang tidak menurut orang tua dan guru dikatakan tidak disiplin.

Melihat kondisi seperti ini penulis yang sehari-harinya berprofesi sebagai guru TK ingin berbagi ilmu mengenai peran serta orang tua dan guru dalam mendisiplinkan anak. Banyaknya anak-anaksekarang semau gue. Kadang tidak terkendali kenakalan dan ketidakpedulian atas aturan yang berlaku dirumah,disekolah, ataupun masyarakat.

Disiplin itu sebaiknya diterapkan sejak usia dini. Dalam pembetukan disiplin, peran orang tua dan guru sangat membantu. Disiplin merupakan upaya untuk mengerakkan, mengikuti,dan mematuhi pedoman aturan-aturan  yang telah digariskan.

Disiplin ini terkait dengan berbagai sistem, dan siapapun yang melanggarnya perlu diberikan sanksi sesuai aturan-aturan yang berlaku bagi yang membuat dan menjalankan disiplin.

Disiplin memang perlu melalui pendekatan. Pendekatan itu bukanlah suatu hukuman, tetapi pembentukan prilaku. Tujuannya untuk perubahan prilaku yang lebih baik dan bertanggung-jawab terhadap perbuatannya.

Disiplin sebetulnya tidak ada hubungannya dengan pelototan mata, ancaman, pukulan atau kekuasaan sewenang-wenang dari orang tua. Kalau disiplin diberikan dengan cara tidak menyenangkan, anak akan semakin jauh dari prilaku yang diharapkan.

Disiplin perlu ditanamkan dengan cara sejuk. Melalui pendekatan yang dapat dilakukan untuk membantu anak dalam menanamkan disiplin. Cara-cara di bawah ini mungkin dapat membantu orang tua dalam menanamkan disiplin.

  1. Tegas

Jika anda melarang anak untuk tidak melalukan sesuatu, berikan alasan yang masuk akal, jelaskan sengan cara gampang dan bimbinglah. Anak zaman sekarang pasti tidak mau menerima alasan seperti “Jangan makan didepan pintu,pantang”. Beritahu alasannya kenapa tidak boleh di depan pintu.

  1. Buatlah kesepakatan.

Anak akan meniru apa yang orang dewasa lakukan begitu juga kalau anda dan pasangan plin-plan terhadap satu keputusan. Misalnya, anda tidak setuju dia melompat lompat di tempat tidur, sementara pasangan membiarkan hal itu. Ini hanya akan membuat anak bingung dan berakibat mengabaikan larangan anda. Buatlah kesepakatan dengan suami istri semua keputusan dan sianakpun dapat bersikap.

  1. Kompromi

Anak-anak tidak selalu bisa mengatasi dan membedakan mana persoalan kecil dan mana persoalan besar. Jadi kompromi dan cobalah untuk mengerti mereka. Tindakan kompromi ini akan membuat anak merasa diawasi dan membuatnya menjadi lebih mudah menghadapi persoalan yang lebih besar lagi di kemudian hari.

  1. Nyatakan keberatan dengan jelas.

Akan lebih baik jika anda menyatakan keberatan pada tingkah laku anak dengan alasan yang jelas, seperti “berhentilah melempar lempar mainanmu. Nanti rusak, Sayang”. Daripada berteriak “Hei, jangan lempar-lempar.”

  1. Beri anak pilihan.

Ahli menyarankan jika anak mengobrak abrik buku yang ada di ruang keluarga, anda dapat mengatakan”Maukah kamu berhenti dan membaca saja di kamarmu?” Jika dia tak memperdulikan perkataan anda, dengan cara lembut namun tegas, anda dapat membimbingnya ke kamar dan mengatakan bahwa dia dapat kembali ke ruang keluarga jika mau mendengarkan kata-kata anda.

  1. Beri Peringatan

Jika anak tahu aturan yang telah anda buat pada usia anak tertentu yang perlu anda lakukan adalah bertanya pada saat dia melakukan pelanggaran. Dia langsung akan merasa segan pada anda. Jika anda buat batas peringatandengan hitungan, sehingga anak akan belajar untuk segera bersikap setelah anda memberi peringatan.

  1. Beri tahu dampak buruk dari perbuatannya.

Jangan lupa jelaskan dengan jelas dan sederhana apa yang dilakukan  dan kenapa, misalnya “Mama simpan pisaunya ya, bisa melukai tanganmu.”

  1. Hadapi Rengekan

Katakan pada anak untuk tidak merengek saat meminta sesuatu dan tegaskan bahwa anda tidak akan mengabulkan permintaanya jika dia merengek kecuali dia minta dengan manis dan sopan.

  1. Perlihatkan contoh yang baik.

Anak anda adalah makhluk yang belajar meniru. Jadi sewaktu-waktu anak melihat cara anda, dia akan meniru yang anda lakukan.

Bagaimana pula peran guru dalam mendisiplinkan anak usia dini? Usia 4-6 tahun merupakan masa peka bagi anak-anak. Anak mulai sensitif untuk menerima berbagai upaya perkembangan seluruh potensi anak. Masa peka adalah masa terjadinya pematangan fungsi-fungsi fisik dan psikis yang meresfon stimulasi yang diberikan oleh lingkungan.

Masa ini merupakan masa untuk meletakkan dasar pertama dalam pemgembangan kemampuan fisik, kognitif, bahasa, sosial, emosional, konsep diri disiplin, kemandirian, seni,dan nilai-nilai agama. Untuk itu diperlukan situasi stimulasi yang sesuai dengan kebutuhan anak agar pertumbuhan dan perkembangan anak tercapai secara optimal.

Peranan guru saat ini diperlukan dalam pengembangan potensi anak usia dini. Upaya pengembangan ini dilakukan melalui kegiatan bermain sambil belajar dan belajar seraya bermain. Dengan bermain anak memilih kesempatan, menemukan, mengekspresikan, perasaan, berkreasi secara menyenangkan dan anak mengenal dirinya sendiri, orang lain, dan lingkungannya.

Dengan ini peranan guru dalam menanamkan disiplin pada anak usia dini bisa dilihat melalui dua perkembangan yaitu:

  1. Pengembangan pembiasaan.

Dalam pengembangan pembiasaan meliputi perkembangan moral dan nilai-nilai agama serta pengembangan sosial emosional dan kemandirian. Sebagai contoh sehari-hari yang penulis tanamkan yaitu: cara berdoa, sopan santun, melaksanakan tata tertib sekolah, menjaga lingkungan cara mandiri dan bergaul.

  1. Pengembangan kemampuan dasar.

Dalam kemampuan dasar merupakan kegiatan yang dipersiapkan oleh guru yang meningkatkan kemampuan dasar meliputi: berbahasa, kognitif, fisikmotorik, seni.

Dengan kita mengetahui bagaimanakah disiplin itu bisa ditanamkan kepada anak usia dini oleh orang tua dan guru, maka penerapan disiplin ini sangan membatu bagi sianak, orang tua, dan guru. Bagi sianak, anak semakin tahu apa arti disiplin bagi mereka, semakin termotifikasi untuk melakukan sesuatu yang merupakan hasil pemikirannya sendiri dari pada harus mengikuti perintah orang lain, percaya diri dan bisa menyesuaikan dengan lingkungannya dan sianak menjadi siap menyongsong masa depan. Orang tua dan guru semakin terbantu oleh kedisiplinan anak. ***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pendidikan Harus Tanamkan Budaya Anti Korupsi

    Pendidikan Harus Tanamkan Budaya Anti Korupsi

    • calendar_month Senin, 29 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    YOKYAKARTA :Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi Chandra Hamzah mengatakan dunia pendidikan harus berperan tanamkan budaya anti korupsi. “Efektivitas penegakan hukum tidak hanya ditentukan oleh aparatnya, tetapi juga ditentukan oleh produk hukum dan budaya masyarakat untuk mematuhi hukum. Dunia pendidikan berperan untuk mengajarkan budaya patuh hukum,” katanya saat menjadi pembicara seminar nasional `Peran Korupsi terhadap Dehumanisasi Pendidikan […]

  • Dukungan Arus Bawah Untuk Bobby Nasution Jadi Sumut Satu Mengalir Dari Madina

    Dukungan Arus Bawah Untuk Bobby Nasution Jadi Sumut Satu Mengalir Dari Madina

    • calendar_month Sabtu, 1 Jun 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ): Dukungan pada Bobby Afib Nasution untuk mencalonka diri jadi Gubernur Sumatera Utara mulai mengalir. Di Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) ratusan masyarakat mengatasnamakan dari Posko Bobby Madina Point menggelar konvoi di jalur tengah lintas sumatera. Ada 367 Kendaraan berbagai jenis yang Gelar Konvoi Bersama itu. Mereka mengaku siap mendukung […]

  • Komisaris Pacific Fortune Management Ditahan

    Komisaris Pacific Fortune Management Ditahan

    • calendar_month Selasa, 31 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Korupsi Kas Daerah Pemkab Batubara Jakarta – Penyidik bagian Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan penahanan terhadap tersangka baru kasus dugaan korupsi dana kas daerah Pemkab Batubara, Sumatera Utara. Tersangka tersebut bernama Rachman Hakim selaku Komisaris PT Pacific Fortune Management. Rachman telah menjalani pemeriksaan di Gedung Bundar Kejagung, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Senin (30/5) […]

  • BNPT Belum Pastikan Perampok Toko Emas Teroris

    BNPT Belum Pastikan Perampok Toko Emas Teroris

    • calendar_month Jumat, 20 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    JAKARTA, – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengakui dari beberapa indikasi yang terlihat, memang ada kemungkinan perampokan sejumlah toko emas di beberapa kota di Sumut dilakukan oleh kelompok teroris tertentu. Hanya saja indikasi tersebut belum cukup untuk dijadikan bukti untuk mengatakan perampokan toko emas yang terjadi di Pulo Brayan Medan dan di Tembung, Deli Serdang […]

  • Pertumbuhan Transportasi di Mandailing Masa Kolonial

    Pertumbuhan Transportasi di Mandailing Masa Kolonial

    • calendar_month Kamis, 2 Jun 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Askolani Nasution Budayawan Tanggal 15 Desember 1847, Belanda menggalakkan kebijakan tanaman kopi di kawasan Mandailing Angkola. Asisten Residen A.P. Godon melibatkan pemerintahan raja-raja tradisional untuk memobilisasi budi daya kopi secara massal. Pemerintah kolonial memaksa setiap penduduk untuk menanam kopi dan hasilnya wajib dijual kepada Belanda dengan harga yang sudah ditetapkan pemerintah. Tetapi sampai […]

  • Istana Tunggang Bosar Ulosi Sultan Palembang

    Istana Tunggang Bosar Ulosi Sultan Palembang

    • calendar_month Jumat, 10 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAPSEL- Istana Tunggang Bosar Kesultanan Dasa Nawalu Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) diberi kehormatan untuk mangulosi Sultan Palembang, Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin dan permaisuri di acara parade kirab agung di Festival Keraton Nusantara VII tanggal 26-28 Nopember di Benteng Kuto Besak, Palembang. Selain Sultan Palembang, juga diulosi Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin, Kapolda Sumsel Irjen […]

expand_less