Jumat, 6 Nov 2026
light_mode

MENANAMKAN DISIPLIN SEJAK DINI

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 14 Okt 2020
  • print Cetak

Oleh : Emmi Safridah Caniago, S.Pd
Kepala TK, tinggal di Panyabungan

 

Disiplin sering menjadi masalah bagi anak-anak, terutama apabila pengertian disiplin hanya dikaitkan dan sekedar menurut perintah orang tua dan guru. Anak yang tidak menurut orang tua dan guru dikatakan tidak disiplin.

Melihat kondisi seperti ini penulis yang sehari-harinya berprofesi sebagai guru TK ingin berbagi ilmu mengenai peran serta orang tua dan guru dalam mendisiplinkan anak. Banyaknya anak-anaksekarang semau gue. Kadang tidak terkendali kenakalan dan ketidakpedulian atas aturan yang berlaku dirumah,disekolah, ataupun masyarakat.

Disiplin itu sebaiknya diterapkan sejak usia dini. Dalam pembetukan disiplin, peran orang tua dan guru sangat membantu. Disiplin merupakan upaya untuk mengerakkan, mengikuti,dan mematuhi pedoman aturan-aturan  yang telah digariskan.

Disiplin ini terkait dengan berbagai sistem, dan siapapun yang melanggarnya perlu diberikan sanksi sesuai aturan-aturan yang berlaku bagi yang membuat dan menjalankan disiplin.

Disiplin memang perlu melalui pendekatan. Pendekatan itu bukanlah suatu hukuman, tetapi pembentukan prilaku. Tujuannya untuk perubahan prilaku yang lebih baik dan bertanggung-jawab terhadap perbuatannya.

Disiplin sebetulnya tidak ada hubungannya dengan pelototan mata, ancaman, pukulan atau kekuasaan sewenang-wenang dari orang tua. Kalau disiplin diberikan dengan cara tidak menyenangkan, anak akan semakin jauh dari prilaku yang diharapkan.

Disiplin perlu ditanamkan dengan cara sejuk. Melalui pendekatan yang dapat dilakukan untuk membantu anak dalam menanamkan disiplin. Cara-cara di bawah ini mungkin dapat membantu orang tua dalam menanamkan disiplin.

  1. Tegas

Jika anda melarang anak untuk tidak melalukan sesuatu, berikan alasan yang masuk akal, jelaskan sengan cara gampang dan bimbinglah. Anak zaman sekarang pasti tidak mau menerima alasan seperti “Jangan makan didepan pintu,pantang”. Beritahu alasannya kenapa tidak boleh di depan pintu.

  1. Buatlah kesepakatan.

Anak akan meniru apa yang orang dewasa lakukan begitu juga kalau anda dan pasangan plin-plan terhadap satu keputusan. Misalnya, anda tidak setuju dia melompat lompat di tempat tidur, sementara pasangan membiarkan hal itu. Ini hanya akan membuat anak bingung dan berakibat mengabaikan larangan anda. Buatlah kesepakatan dengan suami istri semua keputusan dan sianakpun dapat bersikap.

  1. Kompromi

Anak-anak tidak selalu bisa mengatasi dan membedakan mana persoalan kecil dan mana persoalan besar. Jadi kompromi dan cobalah untuk mengerti mereka. Tindakan kompromi ini akan membuat anak merasa diawasi dan membuatnya menjadi lebih mudah menghadapi persoalan yang lebih besar lagi di kemudian hari.

  1. Nyatakan keberatan dengan jelas.

Akan lebih baik jika anda menyatakan keberatan pada tingkah laku anak dengan alasan yang jelas, seperti “berhentilah melempar lempar mainanmu. Nanti rusak, Sayang”. Daripada berteriak “Hei, jangan lempar-lempar.”

  1. Beri anak pilihan.

Ahli menyarankan jika anak mengobrak abrik buku yang ada di ruang keluarga, anda dapat mengatakan”Maukah kamu berhenti dan membaca saja di kamarmu?” Jika dia tak memperdulikan perkataan anda, dengan cara lembut namun tegas, anda dapat membimbingnya ke kamar dan mengatakan bahwa dia dapat kembali ke ruang keluarga jika mau mendengarkan kata-kata anda.

  1. Beri Peringatan

Jika anak tahu aturan yang telah anda buat pada usia anak tertentu yang perlu anda lakukan adalah bertanya pada saat dia melakukan pelanggaran. Dia langsung akan merasa segan pada anda. Jika anda buat batas peringatandengan hitungan, sehingga anak akan belajar untuk segera bersikap setelah anda memberi peringatan.

  1. Beri tahu dampak buruk dari perbuatannya.

Jangan lupa jelaskan dengan jelas dan sederhana apa yang dilakukan  dan kenapa, misalnya “Mama simpan pisaunya ya, bisa melukai tanganmu.”

  1. Hadapi Rengekan

Katakan pada anak untuk tidak merengek saat meminta sesuatu dan tegaskan bahwa anda tidak akan mengabulkan permintaanya jika dia merengek kecuali dia minta dengan manis dan sopan.

  1. Perlihatkan contoh yang baik.

Anak anda adalah makhluk yang belajar meniru. Jadi sewaktu-waktu anak melihat cara anda, dia akan meniru yang anda lakukan.

Bagaimana pula peran guru dalam mendisiplinkan anak usia dini? Usia 4-6 tahun merupakan masa peka bagi anak-anak. Anak mulai sensitif untuk menerima berbagai upaya perkembangan seluruh potensi anak. Masa peka adalah masa terjadinya pematangan fungsi-fungsi fisik dan psikis yang meresfon stimulasi yang diberikan oleh lingkungan.

Masa ini merupakan masa untuk meletakkan dasar pertama dalam pemgembangan kemampuan fisik, kognitif, bahasa, sosial, emosional, konsep diri disiplin, kemandirian, seni,dan nilai-nilai agama. Untuk itu diperlukan situasi stimulasi yang sesuai dengan kebutuhan anak agar pertumbuhan dan perkembangan anak tercapai secara optimal.

Peranan guru saat ini diperlukan dalam pengembangan potensi anak usia dini. Upaya pengembangan ini dilakukan melalui kegiatan bermain sambil belajar dan belajar seraya bermain. Dengan bermain anak memilih kesempatan, menemukan, mengekspresikan, perasaan, berkreasi secara menyenangkan dan anak mengenal dirinya sendiri, orang lain, dan lingkungannya.

Dengan ini peranan guru dalam menanamkan disiplin pada anak usia dini bisa dilihat melalui dua perkembangan yaitu:

  1. Pengembangan pembiasaan.

Dalam pengembangan pembiasaan meliputi perkembangan moral dan nilai-nilai agama serta pengembangan sosial emosional dan kemandirian. Sebagai contoh sehari-hari yang penulis tanamkan yaitu: cara berdoa, sopan santun, melaksanakan tata tertib sekolah, menjaga lingkungan cara mandiri dan bergaul.

  1. Pengembangan kemampuan dasar.

Dalam kemampuan dasar merupakan kegiatan yang dipersiapkan oleh guru yang meningkatkan kemampuan dasar meliputi: berbahasa, kognitif, fisikmotorik, seni.

Dengan kita mengetahui bagaimanakah disiplin itu bisa ditanamkan kepada anak usia dini oleh orang tua dan guru, maka penerapan disiplin ini sangan membatu bagi sianak, orang tua, dan guru. Bagi sianak, anak semakin tahu apa arti disiplin bagi mereka, semakin termotifikasi untuk melakukan sesuatu yang merupakan hasil pemikirannya sendiri dari pada harus mengikuti perintah orang lain, percaya diri dan bisa menyesuaikan dengan lingkungannya dan sianak menjadi siap menyongsong masa depan. Orang tua dan guru semakin terbantu oleh kedisiplinan anak. ***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jakfar Sukhairi (memegang mikrofon) dan disebelahnya Atika Azmi Utammi Nasution dalam temu pers, Sabtu (24/4/2021)

    Sukhairi: Tidak Ada Lagi 01, 02, 03 Mari Bersama Membangun Madina

    • calendar_month Sabtu, 24 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – “Tidak ada lagi 01, 02, 03. Kita semua saudara dan kami juga sangat ingin dukungan dalam membangun Mandailing Natal ini bersama”. Itu ditegaskan HM Jakfar Sukhairi Nasution di kediamannya, Pasar Lama Panyabungan, Sabtu malam (24/4/2021) dalam temu pers. Pasangan HM Jakfar Sukhairi Nasution-Atika Azmi Utammi Nasution, B.AppFin.MFin memenangi Pilkada Madina usai […]

  • Bawaslu Harus Revisi Panwaslu

    Bawaslu Harus Revisi Panwaslu

    • calendar_month Selasa, 11 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan,Ketua DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) As Imran Khaitami menyatakan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) harus merevisi seluruh anggota Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kepala Daerah (Panwaslukada) Madina, sebelum pemungutan suara ulang dilaksanakan. “Saya khawatir, apabila Bawaslu tidak merevisi anggota panwaslu dalam menghadapi pemiluka ulang nanti, kemungkinan besar hasilnya kembali tidak baik dan lagi-lagi merugikan masyarakat […]

  • PT SMGP Bagikan Sembako Kepada Anak Yatim dan Lansia

    PT SMGP Bagikan Sembako Kepada Anak Yatim dan Lansia

    • calendar_month Selasa, 21 Jun 2016
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – PT Sorik Marapi Geothermal Power adakan pembagian sembako di 30 desa yang tersebar di 3 kecamatan yakni Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Kecamatan Puncak Sorik Marapi dan Kecamatan Panyabungan Selatan pada Senin,(20/6). Kegiatan Safari Ramadhan berupa pembagian paket sembako  sejumlah 1.550 paket kepada anak yatim dan orang tua lanjut usia (jompo)  di […]

  • Apa Kabar Koperasi Indonesia

    Apa Kabar Koperasi Indonesia

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    (Refleksi Hari Koperasi Nasional ke-79)   Oleh: Moechtar Nasution Penggiat GEREP INSTITUTE (Pusat Kajian Mandailing Natal)   Koperasi di Indonesia mengalir dalam arus sejarah yang penuh dengan idealisme, harapan, sekaligus ironi. Sejak awal kemerdekaan, institusi ini kerap dipuja dalam pidato di berbagai mimbar sebagai representasi nyata dari kebersamaan dan pilar utama ekonomi kerakyatan. Namun, jika […]

  • RSUD dan Polres Madina Jadi Juara Lomba Kebersihan Antar OPD dan Intansi Vertikal

    RSUD dan Polres Madina Jadi Juara Lomba Kebersihan Antar OPD dan Intansi Vertikal

    • calendar_month Sabtu, 19 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online )- Dalam memeriahkan HUT ke 78 RI di Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) Dinas Lingkungan Hidup ( DLH) melakukan lomba kebersihan antar Intasi OPD dan Vertikal. Perlombaan keberihan itu pun di menangkan oleh RSUD Panyabungan sebagai Juara I, disusul peringkat II BKPSDM, kemudian Sekretariat DPRD Madina peringkat ke III. Untuk juara […]

  • Siswa Harus Belajar di Kantor Sekolah, SDN 139 Sirambas Butuh Satu Ruangan Kelas Baru

    Siswa Harus Belajar di Kantor Sekolah, SDN 139 Sirambas Butuh Satu Ruangan Kelas Baru

    • calendar_month Sabtu, 11 Nov 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN BARAT (Mandailing Online) – Akibat kekurangan ruang belajar, pihak SD Negeri 139 Desa Sirambas, Kecamatan Panyabungan Barat, Mandailing Natal harus memindahkan sebagian  pelajar kelas VI ke ruang kantor sekolah. Pemindahan itu dilakukan karena jumlah siswa kelas VI yang saat ini berjumlah 46 orang atau melebihi kapasitas untuk satu lokal yang standarnya hanya 32 orang. […]

expand_less