Jumat, 16 Okt 2026
light_mode

RI terancam krisis penduduk dan pangan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
  • print Cetak


JAKARTA- Kesejahteraan tampaknya menjadi kondisi yang kian musykil bagi masyarakat Indonesia. Pasalnya, kondisi ini masih terasa jauh panggang dari api. Malah kini Indonesia tengah dibayangi ancaman ledakan penduduk.

Menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) ancaman ledakan penduduk itu sangat nyata jika Indonesia gagal membuat desain induk kependudukan yang tepat dan tertata. Kepala BKKBN, Sugiri Syarif, bahkan mewanti-wanti, berdasarkan hasil sensus 2010, penduduk Indonesia bertambah 32,5 juta jiwa, dengan rata-rata pertumbuhan 1,49%.

Angka itu tentu saja masih tetap besar. Artinya, dengan laju pertumbuhan pada angka tersebut, diprediksi jumlah penduduk Indonesia pada 2045 mendatang akan menjadi sekitar 450 juta jiwa. Itu artinya, dari 20 penduduk dunia, satu di antaranya adalah orang Indonesia.

Tentu saja naif bila kondisi seperti itu dianggap membanggakan. Jumlah penduduk yang besar namun tidak produktif, secara otomatis akan menjadi beban pemerintah. Pemerintah harus lebih agresif menyediakan anggaran untuk kesehatan, pendidikan, pangan sandang, papan, yang dibutuhkan masyarakat. Artinya, ke depan, kerja pemerintah begitu berat dan menantang.

Sementara semua tahu, daya tampung dan daya dukung lingkungan justru menunjukkan arah yang paradoks. Alam dan lingkungan bergerak ke arah yang makin tidak ideal. Yang terlihat nyata hanyalah masalah.

Lihatlah fakta ini: lingkungan yang rusak, sampah, banjir, kemacetan, kesulitan untuk mengakses udara dan air bersih, sementara isu perubahan iklim yang berdampak kepada terjadinya bencana kian kuat terbaca.

Apalagi bila awas akan data yang dilansir jurnal terkemuka Foreign Policy, baru-baru ini. Di sana tertera jelas, betapa dunia ke depan akan rawan pergolakan karena krisis pangan. Menurut ekonom yang kini Presiden Earth Policy Institute, Lester R Brown, ke depan, pergolakan dunia lebih banyak akibat kebutuhan akan pemenuhan pangan.

Brown mengungkap data, mengawali tahun baru harga gandum tetap tinggi di Inggris. Ketika harga pangan yang tinggi juga menyebabkan kerusuhan di Tunisia, dengan terjungkalnya Presiden Zine El Abidine Ben Ali yang telah berkuasa 23 tahun lamanya, prediksi Brown pun menemukan momentum kebenarannya.

Kini, manakala semua persoalan itu begitu terpampang jelas di depan mata, seharusnya, sebagaimana dinyatakan Ketua BKKBN, pemerintah harus segera membuat cetak biru strategi apa yang akan dipakai untuk mengatasinya.

Strategi kependudukan, sebagaimana teori klasik Robert Malthus, tentu akan selalu berjalin kelindan dengan pangan. Di sinilah perlunya pemerintah yang tegas, efektif dan berwawasan ke depan, untuk memobilisasi dan mendayagunakan segala sumber daya untuk menjawabnya.

Hentikan segala persoalan yang sebenarnya hanya jadi aksesori yang melenakan kepekaan akan masalah. Ini masalah yang jelas sudah ada di depan mata. Dan jelas, perlu seorang pemimpin yang visioner untuk menjawabnya.
Sumber : Waspada

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Saparuddin Haji Lubis: Strategi 60-10 Hingga Program Kopi Menyelamatkan Petani Karet

    Saparuddin Haji Lubis: Strategi 60-10 Hingga Program Kopi Menyelamatkan Petani Karet

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  Membangun Madina itu bukan soal bisa atau tidak bisa, tetapi kuncinya adalah apakah kita semua mau bersama-sama membangun Madina? Itu kalimat calon bupati Madina Saparuddin Haji Lubis yang menjadi perhatian audiens dalam penyampaian visi misi calon bupati sebagai satu dari rangkaian tahapan penjaringan calon kepala daerah yang diselenggarakan PKB Madina […]

  • DPRD Sumut Desak PTPN 4 dan Bank Mandiri Transparan di Batahan, Madina

    DPRD Sumut Desak PTPN 4 dan Bank Mandiri Transparan di Batahan, Madina

    • calendar_month Jumat, 15 Jan 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Anggota Komisi B DPRD Sumut, H. Fahrizal Efendi Nasution,SH meminta PTPN 4 menyerahkan hak rakyat Batahan, Mandailing Natal. Politisi asal Madina ini juga mendesak Bank Mandiri membuka data pencairan uang senilai Rp. 84 M yang dipakai untuk pembiayaan operasional kebun KUD Pasar Baru Batahan seluas 1.700 – 1.726 Ha. Apalagi semenjak dini, KUD Pasar […]

  • 100 Lebih Anak di Madina di Sirkumsisi

    100 Lebih Anak di Madina di Sirkumsisi

    • calendar_month Selasa, 29 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ) ada 100 san anak di Kecamatan Naga Juang dan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) hari ini selasa 29/8/2023 di Sirkumsisi atau Khitanan. selain khitanan anak, ada juga pelayanan kesehatan gratis pada masyarakat kurang mampu dan operasi bibir sumbing. kegiatan ini berlangsung di dua Puskesmas yakni Puskesmas Naga Juang […]

  • Harga Daging, Infrastruktur dan Peternak Lokal

    Harga Daging, Infrastruktur dan Peternak Lokal

    • calendar_month Rabu, 8 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tahun 2012 lalu saya dikontrak satu lembaga, menyurvey kebutuhan daging di Mandailing Natal (Madina), hasilnya : dalam sepekan Madina membutuhkan 25 ekor lembu. Lembu itu didatangkan dari Sumbar atau Bengkulu (beberapa tahun sebelumnya didatangkan dari kawasan Padang Lawas, tetapi karena tambah mahal akhirnya pedagang beralih ke Sumbar dan Bengkulu). Itu bukan sapi impor, melainkan sapi […]

  • PMII Madina Minta Aparat Hukum Periksa Dugaan Korupsi Dana BOK Dinkes

    PMII Madina Minta Aparat Hukum Periksa Dugaan Korupsi Dana BOK Dinkes

    • calendar_month Selasa, 19 Agt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Bendahara: Itu Bentuk Uang Terimakasih PANYABUNGAN (Mandailing Online) – PC PMII Madina meminta dan mendesak Kejaksaan dan juga Polres Madina memeriksa secepatnya Bendahara Biaya Operasional Kesehatan (BOK) Dinas Kesehatan Mandailing Natal (Madina). Desakan itu terkait adanya dugaan pemotongan sebesar 20 % per Puskesmas terhadap dana BOK Tahun 2014 sebesar sekitar 2,1 milyar rupiah. “Berdasarkan data […]

  • Sekda Madina : Solat Jum’at Belum Ditiadakan

    Sekda Madina : Solat Jum’at Belum Ditiadakan

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Solat Jum’at masih dilangsungkan di seluruh masjid di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Itu ditegaskan Sekretaris Daerah Kabupaten Madina, Gozali Pulungan dalam acara Zikir dan Do’a Istigostah yang dihadiri ummat muslim di masjid agung Nur Ala Nur, Panyabungan, Jum’at (20/3/2020). Gozali menyatakan hingga saat ini belum ada kebijakan meniadakan solat Jum’at […]

expand_less