10 Mahasiswa Asal Sumut Raih Gelar Lc di Universitas Al-Ahgaff, Yaman
- account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
- calendar_month 5 menit yang lalu
- print Cetak

Delapan dari 10 mahasiswa asal Sumut yang diwisuda
Laporan: M. Ghani Nasution
Tim media IPSU, Yaman
TARIM, YAMAN (Mandailing Online) –
Sepuluh mahasiswa asal Sumatera Utara, Indonesia berhasil meraih gelar Licence (Lc) di Universitas Al-Ahgaff, Tarim, Hadhramaut, Yaman.
Mereka diwisuda dalam prosesi wisuda ke-27 Fakultas Syariah dan Hukum, Kamis (16/4/2026) di Aula Mahsun, Tarim. Total 208 mahasiswa dari berbagai negara yang diwisuda di kesempatan berbahagia itu.
Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Atas perkembangan tersebut, Ketua Ikatan Pelajar Sumatera Utara (IPSU) di Yaman, Rizki Siregar berpendapat bahwa kondisi ini menunjukkan meningkatnya minat generasi muda Sumut untuk menempuh pendidikan tinggi di luar negeri, khususnya di Yaman. Beliau melanjutkan bahwa hal ini tidak lepas dari peran aktif para alumni di tengah masyarakat.
“Ada satu hal yang membuat saya sangat senang setiap kali menyaksikan wisuda di Al-Ahgaff, yaitu bertambahnya jumlah wisudawan asal Sumut setiap tahunnya. Dari sini kita bisa tahu bahwa minat generasi muda masyarakat kita untuk menempuh pendidikan di Yaman semakin meningkat. Saya yakin ini semua tidak lepas dari peran abanganda-abanganda kita yang sudah alumni,” ungkap Rizki.
Para wisudawan asal Sumatera Utara tahun ini, berasal dari Kabupaten/Kota yang berbeda. Mereka adalah sebagai berikut:
Muhammad Jano Hasibuan, Lc. – Padang Lawas
Muhammad fikri Almunawwir Rangkuti, Lc. – Deli Serdang
Muhammad Syahputra, Lc. – Medan
Muhammad Rais Akbar Rambe, Lc. – Medan
Arif Maulana Daulay, Lc. – Deli Serdang
Habiburrahman, Lc. – Medan
Irfansyah Siregar, Lc. – Labuhan Batu
Amar Ma’ruf, Lc. – Padangsidimpuan
Muhammad Arif, Lc. – Medan
H. Ahmad Yusuf Nasution, Lc. – Mandailing Natal
Sepuluh wisudawan tersebut, resmi diwisuda setelah menempuh program akademik wajib selama 10 semester. Perjuangan mereka untuk sampai di titik ini tidak mudah. Karena selain masa studi yang cukup panjang, jam perkuliahan setiap harinya juga tergolong padat. Ditambah sistem ujian yang sangat ketat, menuntut mereka untuk meningkatkan kedisiplinan dan kesungguhan dalam belajar setiap harinya.

Rektor Universitas Al-Ahgaff, Prof. Dr. Al-Habib Abdullah bin Muhammad Baharun, menyampaikan sambutan di hadapan wisudawan
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa sampai di titik ini. Kalau diingat-ingat, mulai dari awal masuk Universitas Al-Ahgaff sampai saat ini, perjuangan dan pengorbanan yang telah dilalui tidaklah mudah. Jam masuk yang padat, mata kuliahnya juga cukup berat, belum lagi bentar-bentar ujian. Selain itu, menahan rindu selama lima tahun, itu juga bukanlah hal yang mudah bagi saya,” ujar Muhammad Jano Hasibuan, wisudawan asal Padang Lawas, Sumut, peraih penghargaan Hafiz Qur’an 30 juz.
Usai menyelesaikan pendidikan selama lima tahun, kini mereka bersiap untuk kembali ke daerahnya masing-masing. Dengan berbekal ilmu yang telah diperoleh, para wisudawan asal Sumut diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam memajukan daerahnya, terutama dalam membina umat dan menguatkan nilai-nilai keislaman.
- Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

