Rabu, 19 Agu 2026
light_mode

Menakar Urgensi Sekolah Rakyat di Madina

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
  • print Cetak

 

Oleh: Subuh Iskandar Batubara
Pegiat di GEREP INSTITUTE (Pusat Kajian Mandailing Natal)

 

Frasa itu kembali mengapung di tahun-tahun belakangan ini. Yang sempat tenggelam dari memori kita, namun tetap tersimpan di lembar sejarah. Frasa itu adalah Sekolah rakyat. Sekolah yang pada masanya diperuntukkan bagi kaum bumiputra, sebagai konsekwensi logis dari Politik Etis pemerintah Kolonial Belanda pada masanya.

Sekedar berbagi ingatan sejarah, politik etis adalah antitesis dari cultuurstelsel (sistem tanam paksa yang diterapkan oleh pemerintah Kolonial Belanda). Sehingga banyak kalangan yang menyebut politik etis ini adalah politik balas budi pihak Kolonial terhadap kaum bumiputera, atau rakyat jajahan, yang nota bene sudah dieksploitasi selama ratusan tahun lamanya.

Conrad Deventer, seorang politisi Belanda yang berpikiran progresif, dengan sangat tajam mengkritik kebijakan tanam paksa. Kritikan tersebut dia tuangkan dalam buku Een Eereschuid (Utang Kehormatan). Karena kritikan dalam buku tersebut maka lahirlah  tiga program utama pemerintah Kolonial. Dikenal sebagai Trias Van Deventer, yaitu irigasi, emigrasi dan edukasi.

Konon, kebijakan pertama dan kedua – irigasi dan emigrasi – disalahgunakan pihak Belanda. Mereka membangun irigasi hanya di perkebunan-perkebunan milik Belanda saja. Melakukan emigrasi atau pemindahan penduduk juga hanya ke daerah perkebunan untuk tetap dijadikan sebagai pekerja rodi.

Dari ketiga program tersebut yang tergolong berhasil adalalah kebijakan edukasi. Karena kebijakan inilah kemudian lahir cikal bakal sekolah Bumiputera, yang di kemudian hari berubah nama menjadi Sekolah Rakyat. Para alumni awal  Sekolah Rakyat ini pulalah kelak yang mempelopori pergerakan kemerdekaan Republik Indonesia.

Sekolah Rakyat di Masa Sekarang

Pendidikan berfungsi sebagai instrumen untuk mewujudkan keseimbangan atau kebebasan”. Itu kata Paulo Freira (seorang filsuf, pemerhati dan kritikus dunia pendidikan) dalami bukunya yang terkenal “Pedagogy of Opressed”.

Setali tiga uang dengan ungkapan sang filsuf, maka kemudian pemerintah dalam hal ini Kementerian Sosial mencetuskan berdirinya Sekolah Rakyat. Karena sekali lagi, mengutip Paulo Freira, tanpa pendidikan kehidupan yang setara dan berkeadilan tidak akan tercapai. Juga, tanpa pendidikan masyarakat tidak akan terbebaskan dari mata rantai kemiskinan. Ungkapan tersebut juga memang relevan dengan visi sekolah rakyat. Yaitu, mencetak agen perubahan pada setiap keluarga miskin, melalui pendidikan berkualitas guna memutus transmisi kemiskinan antar generasi (halaman Kementerian Sosial).

Dari visi Sekolah Rakyat, sepertinya pemerintah faham bahwa lokomotif utama pemutus rantai kemiskinan adalah pendidikan. Lalu, dalam konteks Sekolah Rakyat, negara harus hadir, untuk memfasilitasi masyarakat miskin demi bisa mengecap pendidikan. Di titik ini program tersebuti baik belaka adanya. Asesment ini diperkuat dengan angka kemiskinan yang masih tergolong tinggi di negara kita. BPS mencatat tahun 2025, tingkat kemiskinan tersebut ada di angka 8,25% dari total populasi penduduk. Artinya 23,36 juta rakyat Indonesia masih dikategorikan masyarakat miskin.

“Sekolah Rakyat tidak berfokus hanya pada pengajaran ilmu saja. Tapi juga memberdayakan orang tua siswa dan memuliakan warga kurang mampu”, kata Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, dimuat sejumlah media di Jakarta. Agus Jabo melanjutkan, penyediaan akses pendidikan bagi masyarakat miskin melalui Sekolah Rakyat adalah bentuk nyata dari upaya negara menghadirkan Keadilan Sosial, sebagaimana diamanatkan pasal 33 Undang-Undang Dasar tahun 1945.

Mandailing Natal dan Sekolah Rakyat

Catatan BPS Provinsi Sumatera Utara tahun 2025, angka Rata-rata Lama Sekolah (RLS) penduduk di Kabupaten Mandailing Natal adalah 9,22 tahun. Artinya rata-rata tingkat pendidikan masyarakat di Mandailing Natal hanya sampai jenjang Sekolah Menengah Pertama saja. Artinya juga, tingkat anak putus sekolah di kabupaten ini masihlah tinggi.

Bandingkan dengan dua kabupeten dan kota tetangga kita, Tapanuli Selatan dan Padangsidimpuan. Tapanuli Selatan misalnya, RLS di sana adalah 9,59 tahun. Sedang Kota Padangsidimpuan angkanya jauh lebih tinngi, yaitu mencapai 11,23 tahun.

Namun mereka jeli, sangat respek terhadap program pendidikan. Dua daerah itu pengusul Sekolah Rakyat. Bahkan di Tapanuli Selatan, gedung sebagai fasilitas sekolah ini sudah hampir rampung dikerjakan, tidak mai-main nilainya. Menurut portal resmi infografis Kemenkeu Indonesia, nilai bangunan dan fasilitas Sekolah Rakyat tersebut mencapai 150 hingga 200 milyar rupiah.

Lalu, kenapa Madina tidak memanfaatkan peluang membangun sekolah Rakyat tersebut seperti halnya kabupaten/kota tetangga kita?

Apakah di daerah Mandailing Natal dengan luas wilayah 662.070 ha tidak mampu mendapatkan lokasi sekolah yang hanya seluas lebih kurang 5 hektare ?

Kita tidak tahu pasti.

Frasa Sekolah Rakyat itu kembali mengapung. Frasa yang sempat hilang dari memori kita, namun tetap tersimpan di lembaran sejarah. Di saat orang-orang ramai membicarakannya. Ketika kita kembali ingat pada ucapan-ucapan Paulo Freira, sang filsup dan kritikus dunia pendidikan. Bahwa jawaban terhadap ketidak-adilan dan pembebasan dari kemiskinan hanya pendidikan, ya pendidikan.

 

 

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bandara Madina Ditarget Beroperasi Tahun 2024

    Bandara Madina Ditarget Beroperasi Tahun 2024

    • calendar_month Rabu, 8 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kementerian Perhubungan menarget bandar udara Madina akan beroperasi tahun 2024. Bandara yang populer dengan sebutan Bandara Bukit Malintang ini akan memasuki tahap pembangunan terminal pada tahun 2023. Sedangkan pematangan lahan sudah selesai tahun ini. “Keselurahan sudah dilakukan pematangan lahan bandara,” terang Bupati Mandailing Natal (Madina), Ja’far Sukhairi Nasution di ruang kerjanya […]

  • Atika: TNI Selalu Hadir Membantu Pemerintah Daerah

    Atika: TNI Selalu Hadir Membantu Pemerintah Daerah

    • calendar_month Rabu, 23 Apr 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Padangsidimpuan (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina), Sumut Atika Azmi Utammi Nasution mengatakan TNI selama ini selalu hadir membantu pemerintah daerah dan masyarakat Bumi Gordang Sambilan. Kehadiran TNI ini, Atika, tidak hanya pada pesta demokrasi, tapi juga saat-saat masyarakat butuh bantuan. “Mulai dari penanganan covid, bencana alam, banjir bandang, pengamanan pilkada. Banyak […]

  • Ralat Nama Meranti dan Rohil di Berita Demo CPNS di Kantor Bupati Madina

    Ralat Nama Meranti dan Rohil di Berita Demo CPNS di Kantor Bupati Madina

    • calendar_month Rabu, 4 Jun 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Terkait berita http://www.mandailingonline.com/pemerintah-diam-diam-mengumumkan-dua-nama-cpns-demo-kantor-bupati-madina/ yang dilansir Mandailing Online edisi 2 Juni 2014, terjadi kekeliruan penafsiran. Di dalam berita itu ditulis “Mereka menyatakan berang, sebab tahun telah berganti tetapi pemerintah belum juga mengumumkan pemenang. Anehnya, secara diam-diam pengumuman terhadap dua nama sudah dilakukan. Kedua nama tersebut masing-masing bernama Meranti dan Rohil”. Seharusnya ditulis […]

  • Sejumlah Kabupaten-Kota di Sumut Lecehkan Pemprov Sumut dalam Penerimaan CPNS

    Sejumlah Kabupaten-Kota di Sumut Lecehkan Pemprov Sumut dalam Penerimaan CPNS

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN : Sejumlah kabupaten di Sumatera Utara tidak mengindahkan memorandum saling pengertian (MoU) dengan Pemprov Sumut dalam melaksanakan ujian penyaringan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2010. Sejumlah kabupaten sudah menyatakan diri untuk bekerjasama dengan perguruan tinggi di luar Universitas Sumatera Utara (USU) dan Universitas Negeri Medan (Unimed) dalam memeriksa hasil penyaringan CPNS. Contohnya, Kabupaten […]

  • Parsadaan Marga Batubara Terbentuk

    Parsadaan Marga Batubara Terbentuk

    • calendar_month Sabtu, 31 Agt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Parsadaan Marga Batubara terbentuk, Sabtu (21/8/2024) di Panyabungan, Mandailing Natal, Sumut. Pembentukan berlangsung di aula hotel Mariring, Panyabungan, sekaligus pemilihan dewan pembina, dewan penasihat, ketua dan jajaran eksekutif. Ketua Panitia Pembentukan, Safaruddin Batubara menyatakan bahwa embrio Parsadaan Marga Batubara ini telah lama berproses sejak beberapa bulan lalu melalui beberapa putaran musyawarah […]

  • Tokoh dan Masyarakat Mandailing Julu Deklarasi Dukung SAHATA

    Tokoh dan Masyarakat Mandailing Julu Deklarasi Dukung SAHATA

    • calendar_month Jumat, 4 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MUARASIPONGI (Mandailing Online) – Dukungan kepada pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2 Saipullah-Atika (SAHATA) terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat. Kini pernyataan dukungan kepada Paslon SAHATA disampaikan oleh tokoh Mandailing Julu, H. Burhanuddin gelar Mangaraja Datuk Rimambang dalam pertemuan dengan calon Bupati Madina nomor urut 2 Saipullah Nasution […]

expand_less