Senin, 5 Okt 2026
light_mode

Siapa Bilang “Sekda Planga Plongo” dan “Bupati Keong”? (bagian 1 dari 3 tulisan)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
  • print Cetak

MELACAK ARAH CAP “SEKDA PLANGA-PLONGO” DAN “BUPATI KEONG”

Oleh: Tim Peci Manajemen

 

Dalam beberapa hari terakhir dunia maya khsusnya di facebook muncul postingan yang mengkritisi pemerintah daerah. Bentuk kritiknya berupa simbol dan sifat tertentu terhadap figur bupati dan sekda. Lantas bagaimana menyikapi topik-topik ini?

 

Ketika Kritik Berubah Menjadi Simbol Politik

Dalam politik, kritik yang paling berbahaya bukan kritik yang panjang. Bukan pula kritik yang disampaikan dalam seminar atau forum resmi.
Yang paling berbahaya adalah kritik yang berhasil berubah menjadi simbol.

Belakangan, ruang publik (medsos) mulai diwarnai dua cap yang cukup keras. Sekretaris daerah disebut “planga-plongo”. Sementara bupati diberi julukan “keong”.
Awalnya hanya terdengar sebagai obrolan warung kopi.

Postingan di Facebook yang mengkritisi bupati

 

Kemudian muncul dalam grup percakapan. Kini mulai tampil secara terbuka di media sosial melalui poster dan unggahan yang secara langsung menyasar pimpinan pemerintahan daerah.
Pertanyaannya bukan apakah cap tersebut benar.
Pertanyaannya adalah:
mengapa cap itu mulai menemukan pendengarnya?

Sebab, dalam komunikasi politik, tidak semua kritik mampu hidup lama. Sebuah label hanya bertahan apabila menemukan ruang sosial yang membuatnya terasa masuk akal bagi sebagian orang.

Di titik ini, istilah “planga-plongo” dan “keong” sesungguhnya sedang menyampaikan satu pesan yang sama.

Bahwa sebagian masyarakat mulai mempertanyakan kecepatan dan efektivitas pemerintahan.
Tentu saja persepsi belum tentu sama dengan kenyataan.

Tetapi dalam politik, persepsi yang dibiarkan tumbuh tanpa jawaban sering kali berubah menjadi kenyataan politik baru.
Karena itu, pemerintah tidak perlu sibuk mencari siapa yang pertama mengucapkannya.

Yang lebih penting adalah memahami mengapa istilah itu mulai beredar.

Apakah karena komunikasi pemerintahan kurang kuat?

Apakah karena hasil pembangunan belum cukup terlihat?

Ataukah karena ada pihak-pihak tertentu yang sedang membangun opini?
Bisa jadi semuanya sekaligus.

Postingan di facebook yang mengkritisi sekda dengan sifat tertentu

Namun satu hal pasti.
Simbol lahir ketika ada ruang kosong.
Dan ruang kosong itu hanya bisa ditutup oleh kinerja yang terlihat dan komunikasi yang meyakinkan.

Maka sesungguhnya, persoalan terbesar bukanlah siapa yang menyebut sekda planga-plongo atau bupati keong.
Yang jadi masalah adalah mengapa simbol tersebut mulai menemukan rumahnya di ruang publik. (bersambung)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Soal Teror Harimau, Pemkab Jangan Takut Tersandung Hukum

    Soal Teror Harimau, Pemkab Jangan Takut Tersandung Hukum

    • calendar_month Rabu, 3 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Mandailing Natal (Madina) diharapkan jangan ragu-ragu menerbitkan kebijakan tentang membunuh harimau yang telah meneror dan membunuh manusia di Kecamatan Muara Batang Gadis. Baik bupati maupun wakil bupati tidak akan tersandung hukum ketika menerbitkan surat keputusan tentang memburu harimau yang telah menelan korban jiwa manusia. Sudah hampir 7 tahun teror harimau […]

  • Permintaan Katering di Panyabungan Meningkat

    Permintaan Katering di Panyabungan Meningkat

    • calendar_month Rabu, 5 Des 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Permintan katering jenis kue-kuean dan nasi meningkat dalam sebulan terakhir di kota Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal. Peningkatan permintaan umumnya berasal dari organisasi masyarakat, organisasi partai politik dan sekolah-sekolah yang melakukan kegiatan maupun acara internal. Kondisi ini menggambarkan meningkatnya tren katering serta sebagai gambaran makin menggeliatnya sektor sosial politik dan sosial kemasyarakatan […]

  • Bansos Sumut di Madina Terkendala Indomie

    Bansos Sumut di Madina Terkendala Indomie

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Hingga kini Pemkab Madina belum mampu menuntaskan penyaluran bansos tahap I dari Pemprov Sumut di Kecamatan Panyabungan, Madina. Pemkab Madina menyatakan pasokan Indomie belum cukup, penyebab kendala penyaluran. Mie instan merek Indomie dijadikan salah satu bahan pangan dalam paket bantuan sosial (bansos) itu selain beras, minyak makan dan gula putih. “Indomie […]

  • Ridwan Rangkuti: Para Pembisik Supaya Jangan Menyesatkan Bupati

    Ridwan Rangkuti: Para Pembisik Supaya Jangan Menyesatkan Bupati

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Tabagsel, H.Ridwan Rangkuti SH.MH, Jum’at (14/11/2014) menghimbau orang-orang yang ada dilingkaran bupati Madina supaya tidak membisikkan data-data sesat agar kebijakan bupati Madina Dahlan Hasan tidak sesat. Itu dikatakannya menjawab wartawan terkait keluarnya surat keputusan Bupati Mandailing Natal (Madina) Dahlan Hasan Nasution yang membubarkan atau […]

  • Baru Diaspal Sudah Mulai Mengelupas

    Baru Diaspal Sudah Mulai Mengelupas

    • calendar_month Selasa, 26 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Pembangunan jalan menuju Kecamatan Panyabungan Timur perlu dipertanyakankan. Sebab, baru diaspal, terlihat ada yang sudah terkelupas. Demikian pantauan MedanBisnis di Panyabungan Timur, Jumat (22/10). Aspal yang terkelupas mulai terlihat dari titik 2+950 yang baru beberapa hari dilaksanakan penghamparan aspalnya. Dari pengakuan masyarakat setempat, jalan Panyabungan Timur yang baru dikerjakan itu sering dilewati truk pengangkut […]

  • Video Ucapan Selamat Pelantikan Sukhairi Atika dari BAKD Kecamatan Kotanopan

    Video Ucapan Selamat Pelantikan Sukhairi Atika dari BAKD Kecamatan Kotanopan

    • calendar_month Jumat, 23 Jul 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Klik di sini >>>>   VID-20210723-WA0029

expand_less