Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

M. Sofwat Nasution, Sang Jenderal yang Religius

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 15 Agt 2019
  • print Cetak

Brigjend TNI (Purn) Sofwat Nasution

 

MUHAMMAD Sofwat Nasution. Nama ini belakangan begitu akrab bagi masyarakat Mandailing Natal (Madina), Sumut. Ia merupakan salah satu balon (bakal calon) bupati yang hendak ikut bertarung pada pilkada di kabupaten ini yang rencananya digelar pada akhir tahun 2020.

Dukungan untuk Sofwat datang silih berganti dari berbagai elemen masyarakat. Popularitasnya pun begitu cepat menjulang, unggul dibanding balon lain yang juga hendak maju pada pesta demokrasi mendatang.

Siapa sebenarnya Muhammad Sofwat Nasution?

Sofwat, begitu ia biasa disapa adalah anak keempat dari pasangan Abdul Hamid Nasution (alm) dan Nur Azikin Siregar (almh).

Sofwat dilahirkan di Panyabungan, kini ibu kota Madina, pada 1959. Tepatnya, di sebuah rumah bertingkat semi permanen yang berada tak jauh dari masjid raya Panyabungan. Masa kecil hingga tamat SMA Negeri 1 Panyabungan (1979) dihabiskan di lingkungan masjid tersebut.

Secara kebetulan, pada masa itu di seputaran masjid raya Panyabungan terdapat sejumlah tempat mengaji. Tak ayal, sejak masih kecil di dalam diri Sofwat telah terpatri pendidikan agama.

Pada sore hari setelah pulang sekolah umum, Sofwat menghabiskan waktu di pendidikan madrasah. Usai salat magrib, dilanjutkan belajar mengaji sampai beberapa kali tamat Al-Qur’an. Tak heran, di kalangan prajurit ia dikenal seorang sosok jenderal yang relegius.

Sofwat menikah dengan Irdina Salwa Lubis, SE, cucu dari Syech M. Dja’far Nasution dari Panyabungan II, Panyabungan. Sofwat, yang semasa kecilnya dikenal dengan nama Adek merupakan salah seorang cucu pemilik toko “Rising Hope” yang begitu terkenal di daerah ini pada awal kemerdekaan hingga 1990-an.

Dari buah cinta Sofwat dan Irdina lahir dua anak, yaitu: Naulia Fadilah Nasution, S.Kom. dan Nadhifa Firyal Nasution. Keduanya dilahirkan di Jakarta. Saat ini, Nadhifa sedang menuntut ilmu di Deakin University Merbourne, Australia.

Perjalanan hidup Sofwat lebih banyak dilalui di perantauan. Sebagai seorang prajurit, ia ditugaskan berpindah-pindah dari kota yang satu ke daerah lain, antara lain: Jakarta, Bandung, Loukseumawe (Aceh), Pekanbaru, Bengkulu, Singkawang (Kalbar), Ambon, Poso, dan Timor Leste.

Sofwat merupakan seorang pensiunan prajurit TNI berpangkat Brigadir Jenderal (Brigjend) dan terakhir menjabat sebagai Deputi BIN dan DAL Persandian Lemsaneg yang sudah berganti nama menjadi Badan Cyber dan Sandi Negara (BSSN).

Di Lembaga Sandi Negara, Sofwat menjabat sebagai Deputi Pembinaan dan Pengendalian Persandian. Tugas di tempat ini memberikan pengalaman bagi ayah dua putri tersebut melaksanakan tugas di sejumlah negara di Asia, Eropa, dan Amerika Serikat.

Pak Nasution, begitu ia biasa disapa di lingkungan prajurit, merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1985. Selanjutnya mengikuti Seskoad Bandung (1998), yang merupakan pendidikan tertinggi bagi TNI-AD dan ia juga telah mengikuti Sesko TNI pada 2008, yang merupakan pendidikan tertinggi di TNI. Pada tahun 2013 Sofwat yang dikenal selalu berpikir efektif, kerja keras tuntas dan bertindak tegas, mengikuti pendidikan Lemhanas (Lembaga Ketahanan Nasional). Di pendidikan inilah bertemunya militer dan sipil secara bersama-sama mendapat pendidikan wawasan, baik secara nasional maupun internasional. Ilmu yang didapat di Lemhanas diharapkan turut mendukung kepemimpinan Sofwat jika Allah SWT. ,kelak meridhoinya menjadi bupati Madina periode 2020-2025.

foto saat dinas di Kopassus sebagai komandan upacara HUT Kopassus

 

Selama mengabdi di lingkungan militer, Sofwat mendapat sejumlah penghargaan, antara lain dari Presiden RI berupa Bintang Kartika Eka Paksi Nararya Prestasi, Bintang Kartika Eka Paksi Nararya, dan bintang Yudha Darma.

Sebagai seorang prajurit lulusan Akmil, Sofwat dididik dan ditempa menjadi seorang pemimpin atau komandan secara berjenjang. Mulai dari Dan Ton, Dan Ki, Dan Yon serta Dan Grup. Selain itu, pemimpin di staf, berdinas di intelijen dan berdinas di kewilayahan dengan menjabat Komandan Kodim serta Komandan Korem.

Sebelumnya, Sofwat bertugas di satuan tempur Kopassus selama sekitar 22 tahun dan di Kostrad sebagai pasukan tempur terbesar di TNI AD. Sofwat pernah menjabat komandan Kodim dan komandan Korem. Sehingga pernah mencicipi pengalaman masuk dalam Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah), baik saat menjabat sebagai komandan Korem di Provinsi Bengkulu, juga ketika menjabat komandan Kodim di Pekanbaru .

foto sebagai nara sumber di salah satu pemerintahan daerah ketika masih berdinas di Lembaga Sandi Negara sebagai deputi Pembinaan dan Pengendalian Persandian.

 

Dengan demikian sedikit banyaknya ia telah memiliki pengalaman dan wawasan terkait strategi memajukan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sofwat juga berkirprah di bidang sosial. Saat ini ia tercatat sebagai wakil ketua umum I DPP Ikanas (Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Nasution) dan ketua umum DPP Pasmada (Dewan Pimpinan Pusat Parsadaan Alumni SMA Negeri Sada) Panyabungan.

Melalui aktivitas di organisasi kemasyarakatan itu, Sofwat memiliki perhatian memajukan Madina. Pada masa pembentukan Pasmada, sebagai ketua panitia ia berhasil menggalang dana untuk membangun masjid di lingkungan SMA Negeri 1 Panyabungan. Dalam tenggang waktu sekitar satu bulan, para alumni berhasil mengumpulkan uang untuk membangun masjid. Bangunan tempat ibadah tersebut diharapkan mampu membentuk serta meningkatkan keimanan pala pelajar di sekolah itu.

foto Sofwat Nasution diupa-upa saat purma tugas di acara pengajian Pasmada

Pada acara-acara tertentu di Jakarta, Sofwat sering memberi masukan kepada bupati Madina untuk kemajuan kabupaten ini. Sofwat juga tercatat sebagai salah satu satu anggota dan pelaku bersama pendiri Koperasi Mitra Manindo (KMM). Saat ini, koperasi ini memiliki sekitar 4.000 anggota yang tersebar di sejumlah kecamatan di Madina.

Dengan motto, “Merajut Asa Mewujudkan Madina yang Madani”, Sofwat sudah siap untuk mengabdi bagi tanah kelahirannya. Karena itu, Sofwat berharap doa dan dukungan semua pihak agar niat baik yang sudah tertanam di dalam hati mendapat ridho serta barokah dari Allah SWT. (Akhiruddin Matondang)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komnas HAM selidiki kasus penganiayaan jurnalis

    Komnas HAM selidiki kasus penganiayaan jurnalis

    • calendar_month Minggu, 28 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pekanbaru, (MO)- Tim yang terdiri atas dua anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) langsung turun ke Provinsi Riau untuk menyelidiki kasus penganiayaan terhadap jurnalis dan warga yang dilakukan oknum TNI AU di lokasi jatuhnya pesawat Hawk 200. Tim yang terdiri atas Plt Kabag Pengaduan Eko Dahana dan Penyelidik Pelanggaran HAM Firdiansyah, melakukan pemeriksaan […]

  • Kinerja Polisi Sumut Memprihatinkan

    Kinerja Polisi Sumut Memprihatinkan

    • calendar_month Minggu, 26 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Banyaknya kasus kekerasan dan perampokan di Sumatera Utara akhir-akhir ini, dinilai akibat kelalaian dan melemahnya kinerja Kepolisian Sumut. Hal itu disampaikan Ketua Keluarga Besar Mahasiswa Mandailing Natal (KB Mahsiswa Madina) Musliadi Nasution SPdI melalui telepon, Ahad (26/09/2010). Dikatakan, pihaknya sangat prihatin melihat kinerja Kepolisian Sumut karena masih banyak kasus yang belum bisa dituntaskan yang terjadi […]

  • GERAKAN AMAL “KOIN CINTA UNTUK KARNIAWAN NASUTION”

    GERAKAN AMAL “KOIN CINTA UNTUK KARNIAWAN NASUTION”

    • calendar_month Rabu, 27 Jul 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    (Balita Malang Lahir Tanpa Anus, Usus Terburai Dan Tanpa Testis) Oleh : Nurhakimah Lubis, S.Pd.I Ada ungkapan sindiran dan protes sosial “Orang Miskin Dilarang Sakit” yang sudah akrab ditelinga kita. Sebuah realitas miris yang berbanding lurus dengan kenyataan pahit yang dialami Karniawan Nasution (balita Malang dengan usia 15 bulan asal Desa Muara bangko Kec. Ranto […]

  • Program Seribu Jamban Dari Koramil 14 Kotanopan, Dapat Pujian

    Program Seribu Jamban Dari Koramil 14 Kotanopan, Dapat Pujian

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      TAMBANGAN (Mandailing Online) – Program pembangunan Seribu Jamban di Kecamatan Pakantan, Muara Sipongi, Ulu Pungkut, Kotanopan dan Tambangan yang dilaksanakan Koramil 14 Kotanopan, mendapat pujian. Pengamat Pembangunan Madina, Rahman Ali Asgor Dalimunte, Selasa (25/8) menyatakan salut kepada Danramil Kapten Takbir Dahilu beserta Koramil 14 Kotanopan yang begitu serius melaksanakan program itu dalam sebulan terakhir. […]

  • Kereta Api Pasar Malam Terguling, Lima Anak Luka

    Kereta Api Pasar Malam Terguling, Lima Anak Luka

    • calendar_month Minggu, 3 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, (MO) – Lima anak mengalami luka ringan dan memar setelah gerbong kereta api mainan di pasar malam, Jalan Bilal Ujung, Brayan Darat, Medan, Sumatera Utara, yang mereka naiki terguling, Sabtu (02/02/2013) sekitar pukul 21.00 WIB. Informasi yang diperoleh, saat kejadian ada lima anak dan satu orang dewasa, Anto, yang ikut dalam wahana tersebut. Setelah […]

  • Kebijakan Publik Harus Berdasarkan Data Relevan

    Kebijakan Publik Harus Berdasarkan Data Relevan

    • calendar_month Kamis, 23 Sep 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Untuk mencapai “Akselerasi Pembangunan Menuju Mandailing Natal yang Mandiri, Kompetitif, Berkeadilan dan Bermanfaat” sebagai visi Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) di bawah kepemimpinan H. M. Ja’far Sukhairi Nasution dan Atika Azmi Utammi Nasution kebijakan publik yang diambil harus berdasarkan data yang relevan. Hal itu disampaikan Wakil Bupati Madina Atika Azmi […]

expand_less