Senin, 17 Agu 2026
light_mode

Cinta Rakyat kepada Indonesia: Jangan Biarkan Bertepuk Sebelah Tangan

  • account_circle Dina Syarifah Nasution
  • calendar_month 29 menit yang lalu
  • print Cetak

 

Oleh: Dina Syarifah Nasution, M.Pd
Dosen STAIN Madina / Pegiat di GEREP INSTITUTE

 

Di tengah berbagai keterbatasan hidup, ada pemandangan yang sesungguhnya sangat mengharukan setiap kali Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tiba. Para orang tua rela mengeluarkan uang untuk membiayai anak-anak mereka mengikuti berbagai kegiatan perayaan kemerdekaan. Ada yang membeli pakaian, perlengkapan lomba, makanan, hingga berbagai kebutuhan lainnya.

Mungkin hari ini kantong mereka berkurang. Bahkan, bisa jadi besok belum tentu masih ada banyak uang yang tersisa. Namun mereka tetap tersenyum dan berkata, “tidak apa-apa, yang penting anak-anak senang merayakan kemerdekaan.”

Di balik kesederhanaan itu ada keyakinan yang begitu besar: rezeki tidak hanya datang dari apa yang ada di tangan, tetapi dari kekuasaan Allah SWT.

Bukankah kemerdekaan Indonesia sendiri adalah sebuah perjalanan panjang yang penuh perjuangan dan pengorbanan? Pada akhirnya, bangsa ini berdiri sebagai negara merdeka atas perjuangan para pahlawan dan atas kehendak serta kuasa Allah SWT. Karena itu, cinta kepada Indonesia bagi rakyat kecil bukan sekadar kata-kata. Mereka membuktikannya dengan pengorbanan, meskipun dalam kesederhanaan.

Rakyat rela berkorban untuk negeri ini. Mereka bekerja, membayar pajak, mendidik anak-anak, menjaga lingkungan, mengikuti upacara, memasang bendera, dan merayakan kemerdekaan dengan kemampuan yang mereka miliki.

Maka sudah sepatutnya cinta rakyat itu dibalas dengan cinta dari para pemimpin dan para pelayan masyarakat.

Para pejabat negara, pemimpin daerah, dan seluruh penyelenggara pemerintahan hendaknya menyadari bahwa jabatan bukanlah kesempatan untuk memperkaya diri, melainkan amanah untuk mengabdi. Bangunlah Indonesia dengan kejujuran. Jauhkan negeri ini dari korupsi, kolusi, dan nepotisme. Jangan biarkan kepentingan pribadi mengalahkan kepentingan rakyat.

Rakyat kecil mungkin tidak memiliki kekuasaan besar. Mereka mungkin tidak memiliki akses ke ruang-ruang pengambilan keputusan. Tetapi merekalah yang terus menjaga api kecintaan kepada Indonesia tetap menyala.

Jangan biarkan cinta rakyat kepada bangsanya menjadi cinta yang bertepuk sebelah tangan.

Ketika rakyat rela mengeluarkan uang terakhir yang mereka miliki demi membuat anak-anak mereka merasakan kebahagiaan dalam merayakan kemerdekaan, maka negara juga harus hadir memberikan rasa aman, keadilan, kesejahteraan, pendidikan yang baik, serta masa depan yang lebih cerah bagi mereka.

Kemerdekaan bukan hanya tentang bebas dari penjajahan. Kemerdekaan juga harus berarti bebas dari ketidakadilan, bebas dari keserakahan, bebas dari korupsi, dan bebas dari segala bentuk penyalahgunaan kekuasaan.

Mari kita jadikan peringatan kemerdekaan tahun ini sebagai momentum untuk kembali bertanya kepada diri sendiri: sudahkah kita benar-benar mencintai Indonesia dengan cara yang nyata?

Untuk rakyat, teruslah mencintai negeri ini dengan ketulusan.

Untuk para pemimpin, balaslah cinta itu dengan pengabdian.

Untuk para pejabat dan pelayan masyarakat, jagalah amanah dengan kejujuran.

Dan untuk kita semua, mari terus percaya bahwa Indonesia yang lebih baik bukanlah sesuatu yang mustahil selama kita mau bekerja, berjuang, dan menjaga negeri ini bersama-sama.

Jayalah negeriku. Jayalah Indonesiaku.

Negeri indah tempat matahari terbit setiap harinya. Negeri yang kaya akan budaya, alam, dan manusia-manusia yang mencintainya dengan segenap hati.

Dirgahayu Republik Indonesia.
Merdeka!

  • Penulis: Dina Syarifah Nasution
  • Editor: Dahlan Batubara

Rekomendasi Untuk Anda

  • Alasan Sakit, Ali Makmur Gagal Dieksekusi

    Alasan Sakit, Ali Makmur Gagal Dieksekusi

    • calendar_month Rabu, 29 Jan 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kejaksaan Negeri Panyabungan kembali gagal melakukan eksekusi terhadap Ali Makmur Nasution Alias Jaganding salah seorang anggota DPRD Mandailing Natal (Madina). Pasalnya, pria yang divonis 2 tahun penjara oleh Mahkamah Agung itu disebut masih dirawat di RSU Bunda Tamrin, Medan. Kuasa hukum Ali Makmur Nasution, Elpi Juni Samudra Dalimunthe,SH.MH di gedung Kejaksaan […]

  • Swansea Depak MU dari Piala FA

    Swansea Depak MU dari Piala FA

    • calendar_month Senin, 6 Jan 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MANCHESTER – Tuan rumah Manchester United (MU) di depak keluar dari Piala FA setelah mengalami kekalahan 1-2 dari Swansea City. Tragisnya lagi kekalahan ini sekaligus menjadi kekalahan kelima dan kekalahan kedua secara beruntun MU di kandang sendiri.   Setelah bermain imbang 1-1 di babak Pertama, MU justru melanjutkan laga dengan bermain seperti kehilangan tenaga. Serangan […]

  • Pro Kontra Tambang Emas Ilegal Terus Bergulir, Seribuan Massa Unjukrasa ke DPRD Madina

    Pro Kontra Tambang Emas Ilegal Terus Bergulir, Seribuan Massa Unjukrasa ke DPRD Madina

    • calendar_month Rabu, 13 Sep 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pro kontra terhadap keberadaan tambang emas illegal di perbukitan Hutabargot, Mandailing Natal terus bergulir. Setelah beberapa waktu lalu massa sejumlah organisasi pemuda dan mahasiswa melakukan  unjukrasa menolak tambang illegal, kini, hari ini massa pro tambang melakukan unjukrasa balasan. Lebih seribu massa yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Peduli Tambang (AMPT) melakukan […]

  • M. Sofwat Nasution, Sang Jenderal yang Religius

    M. Sofwat Nasution, Sang Jenderal yang Religius

    • calendar_month Kamis, 15 Agt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MUHAMMAD Sofwat Nasution. Nama ini belakangan begitu akrab bagi masyarakat Mandailing Natal (Madina), Sumut. Ia merupakan salah satu balon (bakal calon) bupati yang hendak ikut bertarung pada pilkada di kabupaten ini yang rencananya digelar pada akhir tahun 2020. Dukungan untuk Sofwat datang silih berganti dari berbagai elemen masyarakat. Popularitasnya pun begitu cepat menjulang, unggul […]

  • Harga Udang Masih Tinggi

    • calendar_month Kamis, 30 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN.(Mandailing Online) – Harga udang di Pasar Baru Panyabungan, Kabupaten Madina masih tinggi dalam dua bulan terakhir. Tingginya harga ini dipicu minimnya tangkapan nelayan akibat musim hujan, terang bulan. Selain itu, para nelayan sering enggan melaut khawatir adanya badai. Sementara permintaan masyarakat terhadap udang tetap tinggi. Pantauan harga di Pasar Baru Panyabungan, Selasa (28/5/2013), udang […]

  • Malaysia Babat Habis Hutan RI

    Malaysia Babat Habis Hutan RI

    • calendar_month Selasa, 4 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Anggaran Ludes, Kemenhut Batasi Operasi JAKARTA- Cukong-cukong Malaysia semakin giat melancarkan operasi penggundulan hutan ilegal di wilayah Indonesia. Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan menyatakan, tindak kejahatan kehutanan dan pembalakan liar meningkat tajam pada Desember. Kejadian itu karena para pelaku ilegal logging tahu bahwa kementerian sudah tidak memilki anggaran untuk operasi pengawasan hutan. “Pengambilan kayu dilakukan dengan […]

expand_less