Rabu, 9 Sep 2026
light_mode

Cinta Rakyat kepada Indonesia: Jangan Biarkan Bertepuk Sebelah Tangan

  • account_circle Dina Syarifah Nasution
  • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
  • print Cetak

 

Oleh: Dina Syarifah Nasution, M.Pd
Dosen STAIN Madina / Pegiat di GEREP INSTITUTE

 

Di tengah berbagai keterbatasan hidup, ada pemandangan yang sesungguhnya sangat mengharukan setiap kali Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tiba. Para orang tua rela mengeluarkan uang untuk membiayai anak-anak mereka mengikuti berbagai kegiatan perayaan kemerdekaan. Ada yang membeli pakaian, perlengkapan lomba, makanan, hingga berbagai kebutuhan lainnya.

Mungkin hari ini kantong mereka berkurang. Bahkan, bisa jadi besok belum tentu masih ada banyak uang yang tersisa. Namun mereka tetap tersenyum dan berkata, “tidak apa-apa, yang penting anak-anak senang merayakan kemerdekaan.”

Di balik kesederhanaan itu ada keyakinan yang begitu besar: rezeki tidak hanya datang dari apa yang ada di tangan, tetapi dari kekuasaan Allah SWT.

Bukankah kemerdekaan Indonesia sendiri adalah sebuah perjalanan panjang yang penuh perjuangan dan pengorbanan? Pada akhirnya, bangsa ini berdiri sebagai negara merdeka atas perjuangan para pahlawan dan atas kehendak serta kuasa Allah SWT. Karena itu, cinta kepada Indonesia bagi rakyat kecil bukan sekadar kata-kata. Mereka membuktikannya dengan pengorbanan, meskipun dalam kesederhanaan.

Rakyat rela berkorban untuk negeri ini. Mereka bekerja, membayar pajak, mendidik anak-anak, menjaga lingkungan, mengikuti upacara, memasang bendera, dan merayakan kemerdekaan dengan kemampuan yang mereka miliki.

Maka sudah sepatutnya cinta rakyat itu dibalas dengan cinta dari para pemimpin dan para pelayan masyarakat.

Para pejabat negara, pemimpin daerah, dan seluruh penyelenggara pemerintahan hendaknya menyadari bahwa jabatan bukanlah kesempatan untuk memperkaya diri, melainkan amanah untuk mengabdi. Bangunlah Indonesia dengan kejujuran. Jauhkan negeri ini dari korupsi, kolusi, dan nepotisme. Jangan biarkan kepentingan pribadi mengalahkan kepentingan rakyat.

Rakyat kecil mungkin tidak memiliki kekuasaan besar. Mereka mungkin tidak memiliki akses ke ruang-ruang pengambilan keputusan. Tetapi merekalah yang terus menjaga api kecintaan kepada Indonesia tetap menyala.

Jangan biarkan cinta rakyat kepada bangsanya menjadi cinta yang bertepuk sebelah tangan.

Ketika rakyat rela mengeluarkan uang terakhir yang mereka miliki demi membuat anak-anak mereka merasakan kebahagiaan dalam merayakan kemerdekaan, maka negara juga harus hadir memberikan rasa aman, keadilan, kesejahteraan, pendidikan yang baik, serta masa depan yang lebih cerah bagi mereka.

Kemerdekaan bukan hanya tentang bebas dari penjajahan. Kemerdekaan juga harus berarti bebas dari ketidakadilan, bebas dari keserakahan, bebas dari korupsi, dan bebas dari segala bentuk penyalahgunaan kekuasaan.

Mari kita jadikan peringatan kemerdekaan tahun ini sebagai momentum untuk kembali bertanya kepada diri sendiri: sudahkah kita benar-benar mencintai Indonesia dengan cara yang nyata?

Untuk rakyat, teruslah mencintai negeri ini dengan ketulusan.

Untuk para pemimpin, balaslah cinta itu dengan pengabdian.

Untuk para pejabat dan pelayan masyarakat, jagalah amanah dengan kejujuran.

Dan untuk kita semua, mari terus percaya bahwa Indonesia yang lebih baik bukanlah sesuatu yang mustahil selama kita mau bekerja, berjuang, dan menjaga negeri ini bersama-sama.

Jayalah negeriku. Jayalah Indonesiaku.

Negeri indah tempat matahari terbit setiap harinya. Negeri yang kaya akan budaya, alam, dan manusia-manusia yang mencintainya dengan segenap hati.

Dirgahayu Republik Indonesia.
Merdeka!

  • Penulis: Dina Syarifah Nasution
  • Editor: Dahlan Batubara

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wakil Bupati Pastikan Bandara Mandailing Natal Rampung Akhir Tahun 2023

    Wakil Bupati Pastikan Bandara Mandailing Natal Rampung Akhir Tahun 2023

    • calendar_month Selasa, 20 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online): Atika Azmi Utami Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) menyebutkan, bandara yang terletak di Kecamatan Bukit Malintang ini akan rampung pada ahir tahun 2023. Hal ini dikatakannya saat meninjau progres pembangunan bandara Bukit Malintang, Selasa (20/6/2023). “Saat ini progres pembangunannya sudah 34 persen, dan insyaallah ahir tahun ini selesai, dan untuk beroperasinya di […]

  • Kinerja Kabupaten/Kota di Sumut, Psp Peringkat 66, Tapsel 205

    Kinerja Kabupaten/Kota di Sumut, Psp Peringkat 66, Tapsel 205

    • calendar_month Selasa, 26 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA- Kinerja kabupaten/kota di wilayah Sumut mengecewakan. Untuk tingkat kabupaten misalnya, dari 344 kabupaten se-Indonesia, tidak satu pun kabupaten di Sumut yang masuk 10 besar. Terbaik di Sumut adalah Kabupaten Tapanuli Utara yang menduduki peringkat 48 dengan skor 2,5876. Menyusul kemudian Serdang Bedagai 63 (2,5639), Langkat 103 (2,4669), Samosir peringkat 107 (skor 2,4592), Deli Serdang […]

  • Warga Banjar Losung Mengeluh, Sumber Air Bersih Bau Detergen

    Warga Banjar Losung Mengeluh, Sumber Air Bersih Bau Detergen

    • calendar_month Selasa, 26 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online). – Warga Banjar Losung di Kelurahan Kayu Jati, Mandailing Natal ( Madina) keluhkan sumber air bersih mereka yang setahun belakangan berbau detergen. Warga pun terpaksa membeli ar beraih setiap hari untuk menutupi kebutuhan minum. Sumur tua peninggalan belanda yang menjadi sumber air bersih warga banjar losung itu memang puluhan tahun telah dimanfaatkan […]

  • PN Panyabungan Jangan Main-main

    PN Panyabungan Jangan Main-main

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Pengadilan Negeri Panyabungan diminta tidak main-main dalam menyidangkan kasus pengisap ganja dengan terdakwa Heriansyah Hanzali Dalimunte (PNS), Dedek Ispansyah Siregar (PNS), Edi Syahputra (wiraswasta) dan Samsuddin Batubara (wiraswasta). Hal itu disampaikan Anggota DPRD Mandailing Natal Binsar Nasution di Gedung DPRD Madina, Rabu (24/11/2010). Dia meminta PN Panyabungan tidak main-main menyidangkan kasus ini karena kasus […]

  • Menyikapi Perubahan Musim yang Tak Menentu

    Menyikapi Perubahan Musim yang Tak Menentu

    • calendar_month Rabu, 22 Mar 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan : Rahmat Ami Putra, S.T   Indonesia merupakan suatu negara sub-tropis yang memiliki dua musim, yaitu penghujan dan kemarau. Belakangan ini pergantian antara musim kemarau dengan musim penghujan sudah mulai susah ditebak, beda dengan waktu sebelum tahun 2010-an. Musim kemarau terkadang sangat panjang, begitu juga dengan musim penghujan, sehingga sering terasa terik yang berkepanjangan […]

  • Pengadaan Bibit Dari Dana Desa di Madina Kembali Jadi Sorotan

    Pengadaan Bibit Dari Dana Desa di Madina Kembali Jadi Sorotan

    • calendar_month Selasa, 14 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ): ditahun 2024 ini, penggunaan dana desa diprioritaskan untuk mendanai pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi telah menerbitkan aturan tentang prioritas penggunaan Dana Desa Tahun 2024. Aturan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, Dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 7 […]

expand_less