Minggu, 6 Sep 2026
light_mode

Otak Pembakar Hutan Masih Disidik

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 2 Jul 2013
  • print Cetak

JAKARTA – Polri masih mendalami otak pelaku di balik kebakaran hutan di Riau yang mengakibatkan bencana asap. Saat ini, Polri telah menetapkan 24 tersangka dari 17 laporan (LP) yang masuk.

“Polda Riau masih mencari pelaku yang menyuruh melakukan pembakaran. Pendalaman hasil pemeriksaan dilakukan untuk memperkuat penyidikan,” kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Ronny F Sompie, saat ditemui seusai acara HUT Bhayangkara di Lapangan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Senin (1/7).

Menurut Ronny, dari 17 laporan itu, 12 LP tengah dalam sidik dan 5 LP dalam lidik. “Jumlah tersangka ada 24 orang, di mana di Bengkalis ada 6 tersangka, Dumai 2 tersangka, di Rokan Hilir ada 11 tersangka, di Siak ada 3 tersangka, dan di Pelalawan ada 2 tersangka,” jelas Ronny.

Terkait keterlibatan warga negara asing (WNA), Ronny meminta untuk menunggu hasil pemeriksaan. “Nanti kita tunggu kemungkinan adanya keterlibatan WNA. Jadi sangat bergantung dari hasil pemeriksaan,” ujar Ronny.

Sementara itu, menurut Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Pol Boy Rafli kebakaran hutanAmar, penyidik Polda Riau masih mendalami apakah pembakaran lahan yang dilakukan tersangka itu atas suruhan perusahaan ataukah atas inisiatif para pelaku sendiri. “Kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari para tersangka,” ujar Boy.

Sebelumnya, penyidik Polda Riau juga telah memeriksa lima perusahaan yang diduga terlibat dalam pembakaran lahan tersebut.

Jerat Korporasi

Dosen hukum lingkungan Universitas Indonesia (UI), Andri Gunawan Wibisana, menilai Indonesia tidak pernah serius dalam menangani kasus pembakaran hutan yang dilakukan terkait pembukaan lahan baru. Pelaku-pelaku yang ditangkap baru sebatas perorangan tanpa berani menyentuh korporasi yang sebenarnya paling bertanggung jawab.

“Yang diseret hanya kroco-kroconya, paling hanya satu dua yang sampai ke pimpinannya. Padahal kita sudah sangat lama memiliki aturan hukum yang memungkinkan penghukuman sampai pada korporasinya,” kata Andri dalam diskusi bertema “Asap dan Jati Diri Bangsa” di Jakarta, Senin.

Dia juga menyesalkan perkembangan yang terjadi dalam kasus pembakaran hutan di Provinsi Riau beberapa waktu lalu. Fokus yang dibahas adalah terlontarnya permintaan maaf oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada Singapura dan Malayasia terkait asap yang dinilai sebagian orang merendahkan harga diri bangsa. Substansi terpenting adalah kenapa terjadi kebakaran berulang dan bagaimana penegakan hukumnya seakan dilupakan dalam perdebatan masyarakat.

“Seharusnya yang dikritik kegagalan pemerintah melakukan pengelolaan lingkungan dengan baik. Bagaimana pemerintah melakukan pendekatan hukum dalam pembakaran hutan,” tandas dia.

Padahal, sambung Andri, pembakaran hutan merupakan persoalan yang sangat serius agar tidak sampai terus berulang. Dia mengatakan pembakaran hutan telah membuat Indonesia menjadi kontributor terbesar ketiga gas rumah kaca di dunia setelah Amerika Serikat dan China. Apabila Amerika dan China melepaskan gas rumah kaca menjadi uang karena terkait energi, sementara Indonesia tidak menjadi apa-apa. “Dan itu juga kriminal,” tegas dia.

Ketua Komisi I DPR, Mahfudz Siddiq, menambahkan 52 persen kebakaran hutan itu memang untuk perluasan lahan baru yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar dari Singapura dan Malaysia. Karena itu, sejak tahun 2009, dalam konvensi perubahan iklim, semua negara, khususnya Indonesia, diminta menguranginya dari efek rumah kaca dan kebakaran hutan itu. (koran-jakarta)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Kakao Turun 2.000/Kg

    Harga Kakao Turun 2.000/Kg

    • calendar_month Rabu, 31 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Harga kakao kering turun di tingkat petani dalam beberapa hari terakhir. Penurunan harga diprediksi pengaruh kualitas pengeringan biji kakao yang rendah akibat musim penghujan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). “Penjualan di tingkat petani mengalami penurunan sekitar 2.000 rupiah per kilo gram, dari harga semula 19.000 menjadi 17.000 rupiah,” ungkap Halim Nasution […]

  • Segera Blokir Konten LGBT di YouTube

    Segera Blokir Konten LGBT di YouTube

    • calendar_month Selasa, 21 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Khadijah Nelly, M.Pd Akademisi dan Pemerhati Sosial Masyarakat Sangat disayangkan baru-baru ini publik kembali dihebohkan dengan adanya tayangan di laman YouTube anak tontonan konten homo (LGBT). Terang saja sejumlah ulama, tokoh masyarakat pun bersuara. Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) turut menyoroti dugaan adanya video bernuansa lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) […]

  • Sidik: "Ibu dan Anak Tewas di Tangan Perampok"

    Sidik: "Ibu dan Anak Tewas di Tangan Perampok"

    • calendar_month Senin, 20 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kasus perampokan berujung maut terjadi di Mandailing Natal, Sumatera Utara. Seorang Ibu dan Anak ditemukan tewas mengenaskan pada minggu petang di rumahnya dalam kondisi bersimbah darah. Jenazah Sakinah Rangkuti (81) dan Anaknya Halimun (54) langsung di bawa ke kamar Jenazah RSUD Panyabungan untuk diotopsi. Hasil otopsi menunjukkan kedua korban tewas akibat senjata tajam. Pembunuhan ini […]

  • MBG UNTUK 3B: BUKAN SEKADAR MAKANAN GRATIS, TETAPI INVESTASI MASA DEPAN

    MBG UNTUK 3B: BUKAN SEKADAR MAKANAN GRATIS, TETAPI INVESTASI MASA DEPAN

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        Oleh: Wahyuni Sari Zein Lubis, S. Tr. Gz dan Prof. Dr. Helmizar, SKM, M. Biomed Program Studi Magister Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas   Program Makan Bergizi Gratis atau MBG tidak boleh dipahami hanya sebagai kegiatan membagikan makanan. Lebih dari itu, MBG adalah upaya besar untuk memperbaiki kualitas gizi masyarakat, terutama […]

  • Mengenal Bahasa Mandailing (bagian 1)

    Mengenal Bahasa Mandailing (bagian 1)

    • calendar_month Kamis, 17 Nov 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Basyral Hamidi Harahap (in memoriam) LANGGAM BICARA Langgam bicara orang Mandailing disebut pantis, irama dan intonasinya disebut landung, lemah lembut dan berirama yang diucapkan dengan nada yang rendah. Cara bertutur seperti ini merupakan pengaruh lingkungan Mandailing yang subur. Banyak pohon dan kurang berangin. Sehingga dengan suara yang bernada rendah sudah cukup untuk berbicara atau […]

  • 7 Tersangka Tambang Emas Ilegal di Madina 1 Orang Diantaranya Pemilik

    7 Tersangka Tambang Emas Ilegal di Madina 1 Orang Diantaranya Pemilik

    • calendar_month Selasa, 4 Jun 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online) : Polres Mandailingnatal ( Madina) telah menetapkan 7 orang tersangka dalam kasus tambang emas ilegal di Kecamatan Kota Nopan. Ke 7 tersangka itu 1 diantaranya sebagai pemilik alat berat. Mereka saat ini di tahan di Mapolres Madina. Ketujuh tersangka adalah SB sebagai pemilik alat berat, JH ( 33 th) warga desa […]

expand_less