Senin, 19 Okt 2026
light_mode

Mengenal Bahasa Mandailing (bagian 1)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 17 Nov 2016
  • print Cetak

Oleh: Basyral Hamidi Harahap (in memoriam)

Almarhum Basyral Hamidi Harahap

Almarhum Basyral Hamidi Harahap

LANGGAM BICARA

Langgam bicara orang Mandailing disebut pantis, irama dan intonasinya disebut landung, lemah lembut dan berirama yang diucapkan dengan nada yang rendah. Cara bertutur seperti ini merupakan pengaruh lingkungan Mandailing yang subur. Banyak pohon dan kurang berangin.

Sehingga dengan suara yang bernada rendah sudah cukup untuk berbicara atau bahkan untuk memanggil orang di kejauhan. Orang juga menyebut langgam bicara orang Mandailing  lambok mangalangoi, lemah lembut namun melagu.

Langgam bicara orang Mandailing juga disebut bergaya diplomatis. Mereka sangat perasa dengan timbang rasa yang kuat, sehingga seringkali mereka tidak mengucapkan kata tidak. Sebagai gantinya mereka mengucapkan kata-kata lain yang bermakna  tidak dengan nada khas ditambah dengan bahasa tubuh.

Langgam bicara orang Barumun, Sosa, Sosopan adalah campuran langgam bicara orang Angkola dan Mandailing. Lingkungannya pun mirip dengan kedua wilayah itu. Orang Mandailing sejak berabad-abad sudah berdiam di wilayah  Barumun, Sosa, dan Sosopan.

Uraian singkat di atas hanya informasi tentang variasi langgam bicara orang Mandailing. Variasi langgam bicara ini sangat terasa apabila kerabat dari berbagai daerah itu hadir dan berbicara dalam forum adat siriaon maupun siluluton.

Selain bahasa percakapan sehari-hari, bahasa daerah Mandailing juga memiliki kata-kata yang hanya dipakai dalam peristiwa dan saat-saat tertentu. Misalnya ada yang disebut bahasa parkapur, yaitu bahasa yang dipakai oleh pawang kapur dalam mencari pohon-pohon kayu kapur besar yang berisi kapur.

Bahasa ini juga dipakai oleh pencari hasil hutan yang memiliki banyak kata tabu di hutan-hutan belantara. Kata kamper atau kamfer atau camphor berasal dari kata kapur itu.

Ada pula bahasa partondung, bahasa tabas dan bahasa andung. Bahasa partondung atau bahasa sibaso dipakai oleh datu untuk melakukan suatu pekerjaan. Bahasa tabas atau bahasa datu dipakai oleh datu berupa mantra-mantra yang dibacanya ketika mengobati orang sakit.

Selain itu ada lagi bahasa bura atau bahasa jampolak yaitu bahasa kasar yang terucap ketika sedang marah atau mengejek. Bahasa puraga yaitu bahasa sehari-hari atau bahasa hasomalon.

Bahasa adat yang dipakai dalam forum-forum adat adalah bahasa sastra yang sarat berisi kata-kata kunci  nilai-nilai budaya. Bahasa aling-alingan yaitu bahasa yang penuh basa-basi, tamsilan atau sindiran, misalnya tamu yang sedang kehausan atau ingin agar minumannya ditambah oleh tuan atau nyonya rumah, maka tamu tersebut mengatakan bahwa udara sangat panas, dan lain-lain.

Bahasa turi-turian yang dipakai oleh penutur kisah-kisah sastra lama yang menggunakan segala gaya bahasa yang ada sesuai dengan jalan ceritanya.  Bahasa turi-turian dapat dipadankan dengan bahasa Dalang dalam pewayangan Jawa dan Sunda.

Bahasa marhata balik semacam bahasa prokem yang membalik, mengubah letak huruf dalam setiap kata, misalnya poso-poso menjadi osop-osop, bayo menjadi oyab, dan lain-lain. Bahasa ini dipakai oleh kelompok tertentu, misalnya remaja.

Penulis pernah mendengar bahasa ini diucapkan secara fasih oleh inang-inang yang berasal dari Tapanuli Selatan yang sedang berdagang di atas kapal dalam pelayaran dari Belawan ke Tanjung Priok.

Mereka naik di Tanjung Pinang dalam rangka perjalanan mereka berdagang Singapura-Jakarta. Secara leluasa mereka  bercakap-cakap dalam bahasa ini  di depan petugas  pabaen yang tidak memahami bahasa sandi itu.

Bahasa andung, merupakan bahasa yang diucapkan dalam suasana perpisahan, misalnya andung seorang gadis sesudah akad nikah ketika hendak meninggalkan orangtuanya menuju rumah suaminya.

Atau andung mencurahkan perasaan duka ketika orangtua atau kerabat meninggal dunia. Bahasa andung sudah jarang diucapkan orang, khususnya andung menangisi orang yang meninggal. Ini merupakan pengaruh ajaran islam yang melarang meratapi orang yang meninggal. (bersambung)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • CPNS Wajib Ikuti TKD

    CPNS Wajib Ikuti TKD

    • calendar_month Kamis, 11 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA- Setiap CPNS wajib mengikuti dan lulus tes kompetensi dasar (TKD) maupun tes kompetensi bidang (TKB) sesuai bidang tugas masing-masing jabatan. Ini agar CPNS yang dihasilkan memiliki intelegensia tinggi, memiliki ketrampilan, dan keahlian sesuai tuntutan jabatan. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Azwar Abubakar mengatakan, untuk TKD metodenya seperti tahun 2012 di mana […]

  • Pemkab Madina Hentikan Tanggap Darurat Banjir

    Pemkab Madina Hentikan Tanggap Darurat Banjir

    • calendar_month Kamis, 28 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Panyabungan, (MO) – Pemkab Madina menghentikan program tanggap darurat penanganan banjir bandang yang melanda Kecamatan Panyabungan dan Kecamatan Nagajuang belum lama ini.  “Sesuai surat Bupati Madina tertanggal 14 Februari lalu, waktu tanggap darurat berakhir 27 Februari. Semua aktivitas di posko akan kita tarik mulai hari ini,” kata Risfan Juliardy Hutasuhut ST Kepala Badan Penanggulangan […]

  • Dana Beasiswa Minim, IMMAN Kecewa

    Dana Beasiswa Minim, IMMAN Kecewa

    • calendar_month Rabu, 18 Des 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PADANGSIDEMPUAN (Mandailing Online) – Organisasi mahasiswa menyatakan kecewa menyikapi minimnya dana Beasiswa Miskin Berperatasi di RAPBD Madina TA 2020. Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal (IMMAN) Padangsidempuan dalam rilis pers yang dikirim kepada Mandailing Online, Rabu (18/12/2019) mendesak DPRD Madina berjuang menaikkan dana beasiswa itu di pembahasan RAPBD sebelum ditetapkan menjadi APBD. Pada Selasa kemarin, […]

  • Kapal Api Minta Kopi Mandailing Dari Ulu Pungkut 20 Ton Per Minggu

    Kapal Api Minta Kopi Mandailing Dari Ulu Pungkut 20 Ton Per Minggu

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) –Berdasar penelitian labolatorium terhadap 30 jenis kopi dari Mandailing menunjukkan bahwa kualitas kopi Mandailing masuk peringkat kelas 1 dengan rata-rata diatas 80 %, sedangkan standar hanya 80%. Demikian diungkapkan Kasi Perkebunan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Mandailing Natal (Madina), Ahmad Yasir Lubis, Senin (10/11). “Dari hasil penelitian labolatorium dari 30 jenis kopi […]

  • Kegiatan Magrib Mengaji Mahasiswa KKN Sukses Bawa Nama Baik Kampus STAIN Madina

    Kegiatan Magrib Mengaji Mahasiswa KKN Sukses Bawa Nama Baik Kampus STAIN Madina

    • calendar_month Rabu, 28 Agt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Berantas buta huruf Al Qur’an atau Hijaiyah Mahasiswa KKN Kelompok 15 STAIN Madina Selenggarakan Program Magrib Mengaji di Pemukiman Baru 1 Desa Nagari Parit, Kecamatan Koto Balingka, Pasaman Barat, Sumatera Barat. Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat ini merupakan salah satu Program Unggulan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN) Madina yang kali ini diselenggarakan […]

  • Atika: Terimakasih Kepada Semua Pihak Tangani Dampak Bencana

    Atika: Terimakasih Kepada Semua Pihak Tangani Dampak Bencana

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    ​PANTAI BARAT (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution berterima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dan tergerak hatinya menyelamatkan warga di kawasan Pantai Barat Madina selama bencana alam melanda. ​”Terima kasih untuk semua jajaran yang sudah bekerja keras mengevakuasi warga, memastikan kebutuhan mereka tetap aman,” ujar Atika, Kamis (11/12/ […]

expand_less