Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Kepala Daerah Abal-Abal

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 15 Mei 2019
  • print Cetak

Amir Hamdani Nasution

*Coretan Ramadan : AMIR HAMDANI NASUTION
Aktivis Yayasan Rumah Konstitusi Indonesia

 

Sekitar empat tahun silam, ada catatan kecil perihal kepala daerah hasil pilkada serentak 2015 yang masih rapi tersimpan dalam jejak digital pribadi.

Intinya begini, bahwa kerap terjadi dalam bentangan fakta pasca pilkada di berbagai daerah: rakyat ditinggalkan secara perlahan-lahan oleh pasangan kepala daerah (KDH)/wakil kepala daerah yang sudah menduduki kursi jabatan orang nomor satu di daerah masing-masing. Tembok pemisah itu perlahan-lahan didesain, utamanya melalui jalur birokrasi.

Lebih parahnya, apalagi KDH tersebut sudah termasuk golongan incumbent yang diduga mengidap potensi “impoten” dalam mengelola pemerintahan daerah sebagaimana harapan rakyat, sehingga layak disematkan gelar KDH abal-abal.

Lalu, seperti apa ciri-ciri KDH abal-abal versi tulisan ini? Pertama, apabila potensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah ternyata bisa mencukupi kebutuhan untuk melakukan program-program yang pro rakyat, namun alokasi anggaran tersebut kebanyakan untuk belanja pegawai, “wara-wiri pejabat”, kegiatan fiktif dan perjalanan dinas selama 360 hari dalam masa anggaran tahun berjalan.

Kedua, hal ini bisa dicek melalui grafik peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) per tahun dari daerah tersebut. Apabila indeks tersebut “nyaman” berada di jajaran paling bawah atau kita sebutlah berada di rangking bawah dibandingkan dengan kab/kota lain dalam provinsi tersebut. Tak lain dan tak bukan, alamat sesat mindset KDH tersebut.

Ketiga, masih ada gak isu suap dan korupsi dalam proses pelelangan jabatan/mutasi jabatan? Jika ada, tentu penyakit ini merupakan salah satu indikator yang sangat menentukan kadar integritas KDH yang bersangkutan. Kesejahteraan masyarakat akan menjadi sesuatu yang mustahil, apabila pemimpinnya masih bergelimang dalam kolam kotor yang berisi uang haram, uang suap jabatan dan uang suap proyek. Tipe pemimpin seperti ini biasanya lebih dominan “menjilat yang katanya atasannya” daripada mengabdi untuk atasannya sendiri yakni demos.

Keempat, mari cek grafik penilaian audit keuangan pemerintahan daerah versi BPK. Apabila opini BPK tersebut masih wajar dengan pengecualian (WDP) atau disclaimer (tidak memberikan pendapat) dari tahun ke tahun. Indikasi nyatanya ada masalah yang didiamkan tanpa dicari solusi. Didiamkan bertahun-tahun. Tanpa penyelesaian yang serius.

Menjelang puasa Ramadhan ini, semoga kita terhindar dari KDH abal-abal yang hanya mementingkan nafsu politiknya, selera kelompoknya dan kepentingan elitnya. ***

*Coretan kecil sebelum Ramadhan 1440 H

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peradi : Perintah Bupati Madina Larang Berlangganan Surat Kabar Melawan UU Pers

    Peradi : Perintah Bupati Madina Larang Berlangganan Surat Kabar Melawan UU Pers

    • calendar_month Kamis, 3 Mar 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua Peradi Tabagsel Ridwan Rangkuti menilai bupati Madina Dahlan Hasan Nasution melawan UU Pers saat menerbitkan surat edaran kepada SKPD tidak berlangganan surat kabar Malintang Pos. “Munculnya surat edaran bupati Madina kepada semua pimpinan SKPD yang melarang berlangganan surat kabar Malintang Pos merupakan bentuk dan cerminan bahwa bupati Madina tidak siap […]

  • Dua Supir ALS Tersangka

    Dua Supir ALS Tersangka

    • calendar_month Jumat, 1 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Kepolisian menetapkan tersangka terhadap supir I dan II Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) tujuan Medan-Bengkulu yang masuk jurang di Kawasan Aek Latong, kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), menewaskan 19 orang penumpangnya pada Sabtu (25/6) lalu. “Saat ini supir I bernama Unggul dan supir II, Rahmat masih diburu pihak kepolisian di wilayah Sumut […]

  • DAK2 Madina 470.230 Jiwa Untuk Pemilu 2014

    DAK2 Madina 470.230 Jiwa Untuk Pemilu 2014

    • calendar_month Kamis, 6 Des 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Jumlah DAK2 di Kabupaten Mandailing Natal berjumlah 470.230 orang, terdiri dari laki – laki sebanyak 227.809 dan perempuan 242.421 orang. Data Agregat Kependudukan Per Kecamatan (DAK2) merupakan data base penduduk untuk kebutuhan Pemilihan Umum 2014 nanti. Data ini merupakan hal mendasar dalam pemilu anggota DPR, DPD, dan DPRD yang didasarkan pada […]

  • Sumut Sepakat Suarakan Lantang Rebut Saham Jepang di Inalum

    Sumut Sepakat Suarakan Lantang Rebut Saham Jepang di Inalum

    • calendar_month Senin, 14 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    MEDAN, – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan 10 kabupaten/kota se kawasan Danau Toba dan Asahan sepakat untuk bersama memperjuangkan 58,88 persen saham Jepang di PT Inalum. Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan yang dilaksanakan di Hotel JW Mariott Medan, Sabtu (12/10/2013). “Pemprov Sumut dan Pemerintah kabupaten/kota sepakat berjuang menyuarakan hal yang sama,” ujar Gubernur Sumut Gatot […]

  • Kapolres Madina Berganti

    • calendar_month Sabtu, 1 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Jabatan Kepala Polisi Resort (Kapolres) Mandailing Natal (Madina) berganti. Kursi kapolres yang selama ini diduduki AKBP Achmad Fauzi Dalimunthe S.Ik, kini digantikan oleh AKBP Mardiaz Kusin Dwihananto, S.Ik. Ahmad Fauzi Dalimunthe kini menduduki jabatan Kapolres Kabupaten Labuhan Batu. Dia memimpin Polres Madina sekitar 2 tahun. Sementara Mardiaz Kusin sebelumnya menjabat Kapolres […]

  • Infrastruktur Masih Mendominasi Usulan Reses

    Infrastruktur Masih Mendominasi Usulan Reses

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pembangunan infrastruktur dan peningkatan irigasi pertanian merupakan poin terbanyak yang diajukan oleh konstituen di Daerah Pemilihan Madina V meliputi Kecamatan Siabu, Bukit Malintang, Panyabungan Utara, Naga Juang dan Huta Bargot. Aspirasi itu tercuat dalam acara reses anggota DPRD Madina Suandi Hasibuan. Menjawab Mandailing Online usai reses di Desa Huraba, Siabu, […]

expand_less