Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Tempat Bersejarah di Madina Diminati Wisatawan Malaysia

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 23 Nov 2016
  • print Cetak

Komplek Bagas Godang di Huta Nagodang, Ulu Pungkut

Komplek Bagas Godang di Huta Nagodang, Ulu Pungkut

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tempat-tempat bersejarah di Kabupaten Mandailing sangat diminati wisatawan keturunan Mandailing Malaysia.

Hal itu diungkapkan pemandu perjalanan travel, Dahlan Batubara kepada wartawan di Panyabungan, Rabu (23/11/2016) di Panyabungan.

“Yang paling diminati itu adalah lokasi peninggalan sejarah seperti Bagas Godang, makam raja-raja. Peringkat kedua adalah perkampungan asli Mandailing dimana mayoritas rumah-rumah penduduknya belum  tersentuh arsitektur Eropa maupun arsitektur modern.  Peringkat ketiga yng diminati adalah kawasan yang alami,” ungkapnya.

Bagas Godang yang diminati antara lain, Bagas Godang di Huta Nagodang Ulu Pungkut; Bagas Godang di Panyabungan Tonga.

“Menurut penilaian mereka, daya pikat Bagas Godang di Huta Nagodang lebih tinggi dibanding Rumah Gadang Pagaruyung di Sumatera Barat. Hanya saja, tidak adanya perhatian dan tingkat promosi yang rendah yang dilakukan pemerintah Sumatera Utara menyebabkan kemasyhuran Bagas Godang Huta Nagodang ditelan oleh Rumah Gadang Pagaruyung karena dikelola dengan baik dan dipromosikan secara sistematis oleh pemerintah Sumatera Barat,” ujar Dahlan.

Untuk tahun 2016 ini, Dahlan menyatakan membawa rombongan Mandailing Malaysia ke Pakantan, karena di Pakantan juga banyak ditemukan Bagas Godang yang tak kalah daya pikatnya dengan Bagas Godang Huta Nagodang di Ulu Pungkut.

Untuk perkampungan asli Mandailing yang belum banyak disentuh arsitektur modern dan Eropa, ditemukan di beberapa kawasan Ulu Pungkut dan kawasan Sibanggor.

“Rumah-rumah berkolong dan berdinding papan serta style jendela yang bukan arsitektur Eropa menjadi daya pikat bagi mereka,” sebut Dahlan yang juga pemimpin redaksi Mandailing Online ini.

Sementara, untuk kategori kawasan alami, yang diminati adalah kawasan Sibanggor, terutama Sibanggor Julu. Kawasan ini sangat eksotis.     

Selain ketiga kategori di atas, menyaksikan tabuhan Gordang Sambilan dan pagelaran tarian Tor-tor menjadi permintaan rutinitas setiap rombongan Mandailing Malaysia ke Mandailing Natal.

Dahlan Batubara yang juga perwakilan Ikatan Mandailing Malaysia Indonesia (IMAMI) di Madina ini menyabutkan, kunjungan rombongan kaum Mandailing di Malaysia ke kabupaten Mandailing Natal menjadi program rutinitas tahunan, setelah program Mulak Tu Huta digalakkan tahun 2012 lalu.

“Program Mulak Tu Huta itu merupakan paket wisata ke tanah leluhur yang digalakkan oleh IMAMI Malaysia di kalangan keturunan Mandailing ,” sebut Dahlan.

Sejauh ini, kendala yang dihadapi dalam promosi wisata, menurut Dahlan, kesulitannya adalah infrastruktur jalan.

“Jalan menuju lokasi-lokasi wisata itu sangat sempit, termasuk beberaa titik jembatan. Mencapai Sibanggor, Ulu Pungkut dan Pakantan itu tak bisa mengendarai bus wisata besar. Jika wisatawan keliling di Sumatera Utara itu memakai bus besar, maka ketika jadwal memasuki Madina, terutama untuk kaswasan Ulu Pungkut, Sibanggor dan Pakantan harus ditukar dengan bus kecil. Ini tentu akan sengat menyulitkan biro travel,” ungkap Dahlan.

“Jalanan yang sempit itu juga diperparah dengan kondisi badan jalan yang memiliki lobang-lobang. Kondisi itu menyebabkan banyak di antara wisawatan itu mengalami nyeri  tubuh setelah kembali ke hotel. Bahkan sepulang di Malaysia masih juga ditemukan kasus nyeri  pinggang pasca kunjungan ke tanah leluhur,” imbuh Dahlan.

Oleh karenanya, Dahlan menghimbau pemerintah Mandailing Natal melakukan inventarisasi kembali titik kunjungan wisata di Mandailing Natal agar titik perbaikan infrastruktur jalan dapat lebih tersekala.

 

Peliput  : Maradotang Pulungan   

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Limbah Cair Tambang Emas Martabe Tetap Dibuang ke Sungai Batangtoru

    Limbah Cair Tambang Emas Martabe Tetap Dibuang ke Sungai Batangtoru

    • calendar_month Senin, 24 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) – Sisa limbah tambang emas PT G-Resource Martabe di Desa Aek Pining, Batangtoru, Tapanuli Selatan (Tapsel) tetap akan dialiri ke Sungai Batangtoru. Untuk menjamin keamanannya, pihak perusahaan siap meminumnya terlebih dulu. Tim Advance yang dikoordinir Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Sumatera Utara (Sumut) Eddy Syofian mengatakan, dari pengamatan langsung […]

  • Penarik Becak di Medan Tempo Doeloe

    Penarik Becak di Medan Tempo Doeloe

    • calendar_month Jumat, 17 Jun 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Potret seorang penarik becak di Medan (Hindia-Belanda) sekitar tahun 1925. Sumber foto: KITLV Leiden / page fb Potret Sejarah Indonesia  

  • Warga Dilatih Ambil Contoh Uji Sisa Proses Tambang Martabe

    Warga Dilatih Ambil Contoh Uji Sisa Proses Tambang Martabe

    • calendar_month Jumat, 11 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    MEDAN, (Mandailing Online)- Pertama kalinya di Indonesia, warga sekitar pertambangan diikutkan dalam pemantauan kualitas air sisa proses tambang. Hal ini dirasakan masyarakat Batangtoru dan Muara Batangtoru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Sebanyak 17 perwakilan warga dilatih mengambil contoh uji sisa proses Tambang Emas Martabe, pada 8-10 Oktober di Medan. Ke-17 perwakilan masyarakat Batangtoru dan Muara Batangtoru […]

  • Kalapas Mengaku, Napi Kabur Belum Ditemukan

    Kalapas Mengaku, Napi Kabur Belum Ditemukan

    • calendar_month Senin, 7 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online) Upaya pencarian Tahanan yang kabur dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Panyabungan nampaknya tidak maksimal. Sampai hari ini, RH napi Kasus Narkoba yang kabur pada Selasa 1/8/2023 lewat belum di temukan. Kalapas Kelas IIB Panyabungan Mustafa Kamal mengaku, petugasnya masih terus melakukan upaya pencarian bekerja sama dengan Polisi. ”  yang dilakukan selain proses […]

  • Aparat hukum gampang dibeli?

    Aparat hukum gampang dibeli?

    • calendar_month Kamis, 9 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Kasus plesiran terdakwa kasus mafia hukum, Gayus Halomoan Tambunan ke Bali, merupakan sebuah aib bagi institusi kepolisian yang tak akan terlupakan. Pasalnya Gayus sedang menjalani masa penahanan di Markas Komando (Mako) Brimob Kelapa Dua, Depok, lokasi yang mendapatkan pengawalan super ketat dari kepolisian. Namun karena pundi-pundi rupiah yang dimilikinya, Gayus berhasil ‘membeli’ beberapa […]

  • MARSIDAO-DAO (episode 17)

    MARSIDAO-DAO (episode 17)

    • calendar_month Kamis, 14 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Nanisuratkon : Dahlan Batubara “Olo, doaon ma so les iras inanta, doaon so tibu adong parsuoanna”. “Imada, mudah-mudahan les iras ma inanta, adong parsuoan, amin,” ningia. “Ancogot borngin so uecekkon ma jolo tu kahanggi, dung sidung mananktak sibodak i bagas orja ni Uda Maramis, anta dapot dalanna sanga songonjia napadena,” ning Si Imran […]

expand_less