Minggu, 30 Agu 2026
light_mode

Tempat Bersejarah di Madina Diminati Wisatawan Malaysia

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 23 Nov 2016
  • print Cetak

Komplek Bagas Godang di Huta Nagodang, Ulu Pungkut

Komplek Bagas Godang di Huta Nagodang, Ulu Pungkut

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tempat-tempat bersejarah di Kabupaten Mandailing sangat diminati wisatawan keturunan Mandailing Malaysia.

Hal itu diungkapkan pemandu perjalanan travel, Dahlan Batubara kepada wartawan di Panyabungan, Rabu (23/11/2016) di Panyabungan.

“Yang paling diminati itu adalah lokasi peninggalan sejarah seperti Bagas Godang, makam raja-raja. Peringkat kedua adalah perkampungan asli Mandailing dimana mayoritas rumah-rumah penduduknya belum  tersentuh arsitektur Eropa maupun arsitektur modern.  Peringkat ketiga yng diminati adalah kawasan yang alami,” ungkapnya.

Bagas Godang yang diminati antara lain, Bagas Godang di Huta Nagodang Ulu Pungkut; Bagas Godang di Panyabungan Tonga.

“Menurut penilaian mereka, daya pikat Bagas Godang di Huta Nagodang lebih tinggi dibanding Rumah Gadang Pagaruyung di Sumatera Barat. Hanya saja, tidak adanya perhatian dan tingkat promosi yang rendah yang dilakukan pemerintah Sumatera Utara menyebabkan kemasyhuran Bagas Godang Huta Nagodang ditelan oleh Rumah Gadang Pagaruyung karena dikelola dengan baik dan dipromosikan secara sistematis oleh pemerintah Sumatera Barat,” ujar Dahlan.

Untuk tahun 2016 ini, Dahlan menyatakan membawa rombongan Mandailing Malaysia ke Pakantan, karena di Pakantan juga banyak ditemukan Bagas Godang yang tak kalah daya pikatnya dengan Bagas Godang Huta Nagodang di Ulu Pungkut.

Untuk perkampungan asli Mandailing yang belum banyak disentuh arsitektur modern dan Eropa, ditemukan di beberapa kawasan Ulu Pungkut dan kawasan Sibanggor.

“Rumah-rumah berkolong dan berdinding papan serta style jendela yang bukan arsitektur Eropa menjadi daya pikat bagi mereka,” sebut Dahlan yang juga pemimpin redaksi Mandailing Online ini.

Sementara, untuk kategori kawasan alami, yang diminati adalah kawasan Sibanggor, terutama Sibanggor Julu. Kawasan ini sangat eksotis.     

Selain ketiga kategori di atas, menyaksikan tabuhan Gordang Sambilan dan pagelaran tarian Tor-tor menjadi permintaan rutinitas setiap rombongan Mandailing Malaysia ke Mandailing Natal.

Dahlan Batubara yang juga perwakilan Ikatan Mandailing Malaysia Indonesia (IMAMI) di Madina ini menyabutkan, kunjungan rombongan kaum Mandailing di Malaysia ke kabupaten Mandailing Natal menjadi program rutinitas tahunan, setelah program Mulak Tu Huta digalakkan tahun 2012 lalu.

“Program Mulak Tu Huta itu merupakan paket wisata ke tanah leluhur yang digalakkan oleh IMAMI Malaysia di kalangan keturunan Mandailing ,” sebut Dahlan.

Sejauh ini, kendala yang dihadapi dalam promosi wisata, menurut Dahlan, kesulitannya adalah infrastruktur jalan.

“Jalan menuju lokasi-lokasi wisata itu sangat sempit, termasuk beberaa titik jembatan. Mencapai Sibanggor, Ulu Pungkut dan Pakantan itu tak bisa mengendarai bus wisata besar. Jika wisatawan keliling di Sumatera Utara itu memakai bus besar, maka ketika jadwal memasuki Madina, terutama untuk kaswasan Ulu Pungkut, Sibanggor dan Pakantan harus ditukar dengan bus kecil. Ini tentu akan sengat menyulitkan biro travel,” ungkap Dahlan.

“Jalanan yang sempit itu juga diperparah dengan kondisi badan jalan yang memiliki lobang-lobang. Kondisi itu menyebabkan banyak di antara wisawatan itu mengalami nyeri  tubuh setelah kembali ke hotel. Bahkan sepulang di Malaysia masih juga ditemukan kasus nyeri  pinggang pasca kunjungan ke tanah leluhur,” imbuh Dahlan.

Oleh karenanya, Dahlan menghimbau pemerintah Mandailing Natal melakukan inventarisasi kembali titik kunjungan wisata di Mandailing Natal agar titik perbaikan infrastruktur jalan dapat lebih tersekala.

 

Peliput  : Maradotang Pulungan   

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Darul Mursyid Raih Nilai Tertinggi se-Sumut

    Darul Mursyid Raih Nilai Tertinggi se-Sumut

    • calendar_month Senin, 1 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAPSEL (Mandailing Online) – Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid mendapat nilai tertinggi akreditas I se-Sumatera Utara dari Badan Akreditasi Nasional Sekolah Madrasah (BAN-SM). Perolehan nilai A dari BAN-SM ini bukan kali pertama diperoleh Darul Mursyid, melainkan sudah beberapa kali. Hanya saja, nila A yang terkandung kali ini cukup tinggi yakni 96 atau tertinggi. Kepala […]

  • JAMPI Nilai Aktifitas PETI dekat Polsek Batang Natal Rusak Marwah Polisi

    JAMPI Nilai Aktifitas PETI dekat Polsek Batang Natal Rusak Marwah Polisi

    • calendar_month Rabu, 19 Mar 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    BATANG NATAL ( Mandailing Online ): Aktifitas tambang emas ilegal atau lebih kren kata penambang istilah PETI ( pertambanan emas tanpa izin) diwilayah Hukum Polsek Batang Natal Kabupaten Mandailing Natal terus beraktifitas disejumlah titik. Dari keterangan warga sedikitnya ada 36 alat berat jenis excavator yang beroperasi melakukan penambangan terbuka di kawasan Kecamatan Batang Natal. 36 […]

  • Kasus CPNS Dilaporkan ke KPK

    Kasus CPNS Dilaporkan ke KPK

    • calendar_month Selasa, 4 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan segera melaporkan kasus dugaan suap dalam penentuan kelulusan CPNS di 33 pemkab dan pemko se Sumatera Utara Tahun 2010 ke Komisi Pemberantasan Korupsi. Hal ini dikatakan Direktur LBH Medan Nuriono di Medan, Sabtu (01/01/2011). Dijelaskannya, kasus yang sama terjadi di Pemkab Padang Lawas pada Tahun 2009 lalu. Saat itu, […]

  • Coming Soon, Lembaga Sensor Film Daerah Sumut

    Coming Soon, Lembaga Sensor Film Daerah Sumut

    • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Sumatera Utara termasuk di antara 10 provinsi yang membutuhkan keberadaan Lembaga Sensor Film. Lembaga Sensor Film Daerah Sumatera Utara segera dibentuk setelah ditandanganinya MoU antara Pemprovsu dan Lembaga Sensor Film Nasional di Ruang Beringin Kantor Gubsu,  Jumat (3/10). Penandatanganan dilakukan Sekdaprovsu Nurdin Lubis mewakili Pemerintah Provinsi Sumut dan Ketua Lembaga Sensor Film (LSF) […]

  • Sulit Atasi Hama Tikus pada Padi, Dosen IPB Bagikan Solusinya

    Sulit Atasi Hama Tikus pada Padi, Dosen IPB Bagikan Solusinya

    • calendar_month Jumat, 8 Jul 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Hama tikus saat ini masih menjadi ancaman bagi pertanian, khusunya padi. Untuk mengatasinya, telah dilakukan berbagai upaya pengendalian terpadu yang dianggap cocok agar bisa menekan kerugian. Dosen IPB University dari Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Swastiko Priyambodo mengatakan, relief Candi Borobudur menunjukkan bahwa tikus sejak dulu telah menjadi hama padi sejak dulu. Sampai dengan saat […]

  • Alhamdulillah..Mualaf Ini Tempuh 7.000 km untuk Berhaji

    Alhamdulillah..Mualaf Ini Tempuh 7.000 km untuk Berhaji

    • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MAKKAH – Seorang Mualaf asal Prancis bersama istrinya menempuh perjalanan 7.000 km untuk melaksanakan ibadah haji. Keduanya mendapat undangan dari Raja Saudi. “Ketika saya mendengar adzan untuk kali pertama, saya terguncang. Saya tidak bisa menjelaskan bagaimana situasi itu. Tapi saya ikuti suara itu dalam hati saya hingga akhirnya menuju Islam,” ucap Alexander yang kemudian mengganti […]

expand_less