Rabu, 7 Okt 2026
light_mode

BANDARA DI TENGAH JALAN ASPAL (bagian 3-selesai)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
  • print Cetak

 

BELAJAR DARI SUSI AIR: JANGAN SAMPAI MADINA MENGULANG SIKLUS LAMA DENGAN WAJAH BARU

 

Oleh: Tim Mandailing Epicentrum

 

Subsidi Bisa Membuka Jalur, Tapi Tidak Bisa Menggantikan Ekosistem

 

Ada pelajaran mahal yang seharusnya tidak dilupakan Madina.

Dulu kawasan Tabagsel pernah mencoba membangun konektivitas udara melalui Susi Air.

Rute Aek Godang–Kualanamu sempat hidup dengan dukungan subsidi beberapa pemerintah daerah.

Tetapi perlahan semuanya seperti hilang tanpa pembahasan mendalam.

Dan di sinilah masalah pembangunan kita sering terjadi:

terlalu cepat meresmikan, terlalu lambat mengevaluasi.

Padahal pertanyaan pentingnya sangat banyak:

* mengapa rute itu berhenti?
* apakah okupansi rendah?
* apakah pasar tidak terbentuk?
* apakah integrasi moda gagal?
* atau karena terlalu bergantung pada subsidi?

Semua itu seharusnya menjadi bahan pelajaran sebelum Madina kembali membuka babak baru bersama Lion Air.

Karena subsidi memang bisa:

* menyalakan mesin,
* membuka jalur,
* dan memancing pasar awal.

Tetapi subsidi tidak bisa menjadi napas selamanya.

Kalau:

* ekonomi kawasan tidak tumbuh,
* wisata tidak bergerak,
* logistik tidak hidup,
* dan mobilitas bisnis tidak berkembang,

maka penerbangan akan kembali rapuh.

Dan ketika subsidi berhenti, rute ikut limbung.

Itulah sebabnya JB AH Nasution tidak boleh dilihat sebagai proyek tunggal.

Ia harus menjadi bagian dari:

desain besar konektivitas regional Sumatera bagian barat.

Artinya:

* bandara hidup,
* moda darat tetap kuat,
* logistik bergerak,
* wisata tumbuh,
* dan ekonomi rakyat ikut naik.

Kalau semua itu berjalan, maka pesawat tidak lagi bergantung penuh pada subsidi politik.

Ia akan hidup karena memang dibutuhkan pasar.

Sebab sejarah sudah memberi peringatan.

Pesawat bisa datang dengan tepuk tangan.
Rute bisa dibuka dengan optimisme.
Pejabat bisa berfoto dengan bangga.

Tetapi tanpa fondasi ekonomi dan integrasi transportasi yang matang, semuanya bisa kembali sunyi.

Dan kalau itu terjadi lagi, maka Madina bukan kekurangan landasan pacu.

Melainkan kekurangan keberanian untuk membangun ekosistem transportasi yang benar-benar utuh.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Festival Makkobar di Sidimpuan Perlu Dilakukan Saban Tahun

    Festival Makkobar di Sidimpuan Perlu Dilakukan Saban Tahun

    • calendar_month Jumat, 7 Okt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIDIMPUAN (Mandailing Online) – Warga berharap Pemko Sidimpuan tetap melaksanakan Festival Makkobar Marpantun Margondang dan Manortor di tahun-tahun mendatang. Festival Makkobar Marpantun Margondang dan Manortor yang berlansung tanggal 5 hingga 6 Oktober kemarin sangat diapresiasi warga Sidimpuan. Festival itu diikuti 29 grup peserta dari kalangan pelajar, Naposo/Nauli Bulung dan mahasiswa berusia 17-30 tahun. Festival yang […]

  • Gatot tolak pemekaran Sumteng?

    Gatot tolak pemekaran Sumteng?

    • calendar_month Senin, 28 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Pasca dilantik sebagai Gubernur Sumatera Utara (Sumut), kinerja Gatot Pujo Nugroho selaku pucuk pimpinan di Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut), kerap menuai kritik. Mulai dari minus komunikasi, hingga beragam kebijakan Gatot yang dinilai menyalah dan arogan, karena tidak berdasarkan atas mekanisme yang semestinya. Salah satunya yakni, terkait tidak masuknya Provinsi […]

  • HATA MANDAILING

    HATA MANDAILING

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Jasinaloan   Di wilayah Propinsi Sumatera Utara dapat dijumpai beberapa kelompok etnis. Salah satu diantaranya adalah Orang Mandailing. Di samping memiliki adat-istiadatnya sendiri, Orang  Mandailing juga memiliki bahasa ibunya yang disebut Hata (Bahasa) Mandailing. Bahasa Mandailing memiliki kekhasan, baik dari segi bentuk, proses pembentukan kata, makna kata maupun berdasarkan ragam pemakaiannya.  Dalam hal ini, penulis […]

  • Coret Calon Titipan & Bermasalah

    Coret Calon Titipan & Bermasalah

    • calendar_month Rabu, 22 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Jurnalis Muslim Club (JMC) dan Forum Jurnalis Peduli Anak (FJPA) meminta Komisi A DPRD Sumut mewaspadai adanya calon titipan pemerintah dan calon yang masih tersandung masalah hukum di Polda Sumut, ketika melakukan fit and propertes terhadap 15 calon komisioner Komisi Informasi (KIP) Provinsi Sumut. Permintaan itu disampaikan Pengurus JMC dan FJPA Fakhruddin Pohan kepada […]

  • Kota Panyabungan Semrawut

    Kota Panyabungan Semrawut

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Sejak Kabupaten Madina mekar dari Kabupaten Tapsel tahun 1998 lalu, kondisi jalinsum Kota Panyabungan masih tetap seperti dulu. Di kiri kanan badan jalan akan terlihat angkutan umum berjejer mencari penumpang. Kondisi ini terlihat dari depan ruko di sekitar KPU Madina di Jalan Merdeka Kelurahan Jayu Jati.  Angkutan Desa di pasar lama terlihat mobil angkutan terlihat  […]

  • Komisi I DPRD Tinjau SDN 099 Proyek Batang Gadis, Kasek: Kasihan Anak-anak

    Komisi I DPRD Tinjau SDN 099 Proyek Batang Gadis, Kasek: Kasihan Anak-anak

    • calendar_month Selasa, 9 Nov 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Komisi I DPRD Madina pada Selasa (9/11) meninjau SDN 099 Proyek Batang Gadis yang belakangan viral di media sosial karena belum tersentuh pembangunan pascakebakaran 2 tahun lalu. Zubaidah Nasution, Hamdani, Zainal Abidin, dan Asmaruddin tiba di lokasi sekitar pukul 09.00 WIB. Dari pantauan awak media, setidaknya ada 6 ruangan yang hangus […]

expand_less