Selasa, 6 Okt 2026
light_mode

Mikrofon Mati di Ruang Paripurna: Wibawa DPRD Tersandung Hal Sepele

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
  • print Cetak

 

Oleh: Tim Mandailing Epicentrum

 

Di ruang sidang paripurna, seorang anggota dewan berbicara menyampaikan pendapat. Namun suara itu tersendat—bukan karena argumennya lemah, melainkan karena mikrofon (mic) di mejanya mati.

Kelihatannya sepele. Tapi justru dari hal-hal kecil seperti inilah kualitas sebuah lembaga bisa terbaca.

Sebab dalam dunia kelembagaan, fasilitas bukan sekadar alat bantu teknis. Ia adalah bagian dari penghormatan terhadap forum, terhadap fungsi representasi, dan terhadap martabat lembaga itu sendiri.

Dan ketika mic mati di ruang sidang resmi DPRD, publik berhak bertanya: apa sebenarnya yang sedang tidak bekerja di Sekretariat DPRD Madina?

 

Tapi Mentalitas Pelayanan

Jangan buru-buru menyederhanakan ini sebagai gangguan teknis biasa.

Karena rapat paripurna bukan acara dadakan.

Ia terjadwal, resmi, dan menyangkut fungsi politik yang sangat penting.

Artinya, seluruh perangkat:

* sound system,
* meja sidang,
* dokumen,
* hingga dukungan teknis,

seharusnya sudah dipastikan siap sebelum sidang dimulai.

Kalau mic anggota dewan mati saat forum berjalan, itu menunjukkan satu hal: ada kelemahan dalam budaya kesiapan kerja.

 

Sekretariat DPRD Bukan Sekadar Administrasi

Banyak yang masih memahami Sekretariat DPRD sebatas kantor administrasi. Padahal perannya jauh lebih strategis.

Sekretariat adalah:

* tulang punggung teknis lembaga,
* penjamin kelancaran fungsi DPRD,
* sekaligus wajah profesionalisme parlemen daerah.

Ketika dukungan teknis lemah, yang terlihat buruk bukan hanya sekretariat—tetapi lembaga DPRD secara keseluruhan.

Dan publik tidak membedakan itu.

 

Hal Kecil yang Membuka Masalah Besar

Mic mati sebenarnya bisa dibaca sebagai simbol.

Simbol bahwa:

* detail kurang diperhatikan,
* standar kerja belum disiplin,
* dan pengawasan internal belum ketat.

Hari ini mic mati.
Besok bisa dokumen terlambat.
Lusa bisa agenda strategis kacau karena koordinasi lemah.

Masalah kelembagaan selalu dimulai dari pembiaran terhadap hal-hal kecil.

 

Di Sini Ujian Kepemimpinan Administratif

Dalam konteks ini, sorotan tidak bisa hanya diarahkan ke petugas teknis lapangan. Persoalannya menyentuh manajemen sekretariat secara keseluruhan.

Figur seperti Aprizal Nasution tentu memahami bahwa wibawa lembaga tidak hanya dijaga lewat pidato dan forum resmi, tetapi juga lewat kualitas dukungan teknis sehari-hari.

Karena publik menilai profesionalisme bukan dari slogan, melainkan dari pengalaman nyata yang mereka lihat:

* rapat berjalan tertib atau tidak,
* fasilitas siap atau tidak,
* forum terhormat atau justru terlihat semrawut.

 

Jangan Biasakan Ketidakseriusan

Masalah terbesar birokrasi sering bukan kegagalan besar, tetapi kebiasaan memaklumi gangguan kecil.

“Cuma mic.”
“Cuma kabel.”
“Cuma teknis.”

Padahal dari “cuma” itulah perlahan tumbuh budaya kerja yang longgar dan tidak presisi.

Dan lembaga publik yang kehilangan presisi, perlahan kehilangan wibawa.

 

Yang Dibutuhkan: Standar, Bukan Alasan

Sekretariat DPRD Madina perlu bergerak dari pola reaktif ke pola profesional:

* pengecekan perangkat sebelum sidang,
* tim teknis siaga penuh,
* evaluasi rutin fasilitas rapat,
* SOP penanganan gangguan saat forum berlangsung.

Ini bukan soal kemewahan.
Ini standar minimum kelembagaan.

Penutup

Ruang sidang paripurna adalah tempat suara rakyat dipresentasikan melalui wakilnya.

Dan ketika suara itu bahkan terganggu oleh mic yang mati, maka yang sebenarnya terganggu bukan sekadar komunikasi—tetapi marwah lembaga itu sendiri.

Karena pada akhirnya, publik akan menilai secara sederhana: jika hal kecil saja tidak siap, bagaimana publik bisa yakin pada hal-hal yang lebih besar? ***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolres Sidimpuan Lantik Lima Pejabat Baru

    Kapolres Sidimpuan Lantik Lima Pejabat Baru

    • calendar_month Selasa, 8 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    P. Sidimpuan, Kapolres AKBP Andi Syahriful Taufik SIK MSi melantik sekaligus mengambil sumpah lima pejabat baru di halaman Mapolres Kota P. Sidimpuan, Senin (7/1). Dari lima yang dilantik, tiga di antaranya merupakan jabatan yang baru dibentuk di lingkungkan Polres Kota P. Sidimpuan, masing-masing Kasiwas Aiptu Irmanto, Kasium Aiptu Efendi Lubis dan Kasitipol Bripka Amran Saragih. […]

  • Hujan Masuk ke Dalam Sekolah

    Hujan Masuk ke Dalam Sekolah

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online): Memprihatinkan kondisi Gedung SMP Negeri 4 Kecamatan Muara Batang Gadis Kabupaten Mandailing Natal, karena itu seluruh masyarakat berharap Bupati Madina Cq. Kadis Pendidikan dapat melihat kondisi ril gedung pendidikan bagi masyarakat di daerah itu. Pantauan pekan lalu, terharu melihat bentuk fisik gedung sekolah yang mana lantai sudah pecah-pecah. Pintu-pintu […]

  • Bupati Madina Apresiasi Siswa MTsN Aktif Salat Berjemaah

    Bupati Madina Apresiasi Siswa MTsN Aktif Salat Berjemaah

    • calendar_month Senin, 12 Sep 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandaling Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Jafar Sukhairi Nasution mengapresiasi pelajar Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) dan Madrasah Aliah Negeri (MAN) Panyabungan telah menjalankan program berjemaah. Sukhairi terharu melihat pelajar MTsN dan MAN melakukan salat Zuhur berjemaah. Menurut Sukhairi, anak-anak ini akan membawa perubahan untuk Kabupaten Madina. “Anak-anak ini akan menjadi agen perubahan […]

  • PT Virco ‘Usir’ Anggota Dewan

    PT Virco ‘Usir’ Anggota Dewan

    • calendar_month Selasa, 29 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tinjau Perusahaan, Tak Ada Pemberitahuan SIDIMPUAN Petugas keamanan PT Virco tidak memperbolehkan tujuh anggota DPRD Padangsidimpuan yang hendak masuk ke perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan karet tersebut, Jumat (25/3). Para wakil rakyat itu hendak melakukan tinjauan lapangan seputar bocornya pipa limbah PT Virco beberapa waktu lalu. Hal ini sontak membuat gerah tujuh anggota DPRD […]

  • Gepeng Menjamur

    Gepeng Menjamur

    • calendar_month Senin, 19 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Keberadaan gelandangan dan pengemis (gepeng) bahkan orang gila (orgil) mulai terlihat dan semakin menjamur di Gunung Tua, Padang Bolak, Paluta. Keberadaan mereka sangat mengganggu ketenteraman masyarakat. Menjamurnya gepeng dan orgil ini membuat pemandangan kurang baik. Pasalnya mereka terlihat di tepat-tepat keramaian, pusat pasar, jalanan dengan wajah dan dandanan yang kurang beretika dan jotok. Dikhawatirkan apabila […]

  • Tujuh Tuntutan Rakyat Penambang

    Tujuh Tuntutan Rakyat Penambang

    • calendar_month Kamis, 12 Des 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Terdapat 7 poin tuntutan rakyat penambang emas kepada DPRD dan Pemkab Mandailing Natal (Madina). Ketujuh tuntutan itu tertuang dalam surat pernyataan yang diorasikan di halaman DPRD Madina dalam aksi unjukrasa melibatkan sekitar 5.000 orang, Kamis (12/12/2019). Poin-poin tuntutan diantaranya : Pertama : Meminta DPRD Madina untuk segera membentuk Panitia […]

expand_less