Sabtu, 27 Jun 2026
light_mode

Mikrofon Mati di Ruang Paripurna: Wibawa DPRD Tersandung Hal Sepele

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
  • print Cetak

 

Oleh: Tim Mandailing Epicentrum

 

Di ruang sidang paripurna, seorang anggota dewan berbicara menyampaikan pendapat. Namun suara itu tersendat—bukan karena argumennya lemah, melainkan karena mikrofon (mic) di mejanya mati.

Kelihatannya sepele. Tapi justru dari hal-hal kecil seperti inilah kualitas sebuah lembaga bisa terbaca.

Sebab dalam dunia kelembagaan, fasilitas bukan sekadar alat bantu teknis. Ia adalah bagian dari penghormatan terhadap forum, terhadap fungsi representasi, dan terhadap martabat lembaga itu sendiri.

Dan ketika mic mati di ruang sidang resmi DPRD, publik berhak bertanya: apa sebenarnya yang sedang tidak bekerja di Sekretariat DPRD Madina?

 

Tapi Mentalitas Pelayanan

Jangan buru-buru menyederhanakan ini sebagai gangguan teknis biasa.

Karena rapat paripurna bukan acara dadakan.

Ia terjadwal, resmi, dan menyangkut fungsi politik yang sangat penting.

Artinya, seluruh perangkat:

* sound system,
* meja sidang,
* dokumen,
* hingga dukungan teknis,

seharusnya sudah dipastikan siap sebelum sidang dimulai.

Kalau mic anggota dewan mati saat forum berjalan, itu menunjukkan satu hal: ada kelemahan dalam budaya kesiapan kerja.

 

Sekretariat DPRD Bukan Sekadar Administrasi

Banyak yang masih memahami Sekretariat DPRD sebatas kantor administrasi. Padahal perannya jauh lebih strategis.

Sekretariat adalah:

* tulang punggung teknis lembaga,
* penjamin kelancaran fungsi DPRD,
* sekaligus wajah profesionalisme parlemen daerah.

Ketika dukungan teknis lemah, yang terlihat buruk bukan hanya sekretariat—tetapi lembaga DPRD secara keseluruhan.

Dan publik tidak membedakan itu.

 

Hal Kecil yang Membuka Masalah Besar

Mic mati sebenarnya bisa dibaca sebagai simbol.

Simbol bahwa:

* detail kurang diperhatikan,
* standar kerja belum disiplin,
* dan pengawasan internal belum ketat.

Hari ini mic mati.
Besok bisa dokumen terlambat.
Lusa bisa agenda strategis kacau karena koordinasi lemah.

Masalah kelembagaan selalu dimulai dari pembiaran terhadap hal-hal kecil.

 

Di Sini Ujian Kepemimpinan Administratif

Dalam konteks ini, sorotan tidak bisa hanya diarahkan ke petugas teknis lapangan. Persoalannya menyentuh manajemen sekretariat secara keseluruhan.

Figur seperti Aprizal Nasution tentu memahami bahwa wibawa lembaga tidak hanya dijaga lewat pidato dan forum resmi, tetapi juga lewat kualitas dukungan teknis sehari-hari.

Karena publik menilai profesionalisme bukan dari slogan, melainkan dari pengalaman nyata yang mereka lihat:

* rapat berjalan tertib atau tidak,
* fasilitas siap atau tidak,
* forum terhormat atau justru terlihat semrawut.

 

Jangan Biasakan Ketidakseriusan

Masalah terbesar birokrasi sering bukan kegagalan besar, tetapi kebiasaan memaklumi gangguan kecil.

“Cuma mic.”
“Cuma kabel.”
“Cuma teknis.”

Padahal dari “cuma” itulah perlahan tumbuh budaya kerja yang longgar dan tidak presisi.

Dan lembaga publik yang kehilangan presisi, perlahan kehilangan wibawa.

 

Yang Dibutuhkan: Standar, Bukan Alasan

Sekretariat DPRD Madina perlu bergerak dari pola reaktif ke pola profesional:

* pengecekan perangkat sebelum sidang,
* tim teknis siaga penuh,
* evaluasi rutin fasilitas rapat,
* SOP penanganan gangguan saat forum berlangsung.

Ini bukan soal kemewahan.
Ini standar minimum kelembagaan.

Penutup

Ruang sidang paripurna adalah tempat suara rakyat dipresentasikan melalui wakilnya.

Dan ketika suara itu bahkan terganggu oleh mic yang mati, maka yang sebenarnya terganggu bukan sekadar komunikasi—tetapi marwah lembaga itu sendiri.

Karena pada akhirnya, publik akan menilai secara sederhana: jika hal kecil saja tidak siap, bagaimana publik bisa yakin pada hal-hal yang lebih besar? ***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bode Tanjung : Kapasitas Imran Khaytami Diragukan Pimpin Madina

    Bode Tanjung : Kapasitas Imran Khaytami Diragukan Pimpin Madina

    • calendar_month Kamis, 11 Jul 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) : As Imran Khaytami Daulay dinilai belum layak untuk jabatan bupati Madina saat ini. Itu diungkapkan Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Mandailing Natal (Madina), Bode Tanjung kepada Mandailing Online, Kamis (11/7/2019) melalui sambungan telefon seluler. Penilaian itu diutarakan Bode menyusul kemunculan nama As Imran Khaytami Daulay untuk maju sebagai calon […]

  • Wakil Bupati Sumbangkan Gaji 6 Bulan

    Wakil Bupati Sumbangkan Gaji 6 Bulan

    • calendar_month Rabu, 12 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 8Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Untuk kelancaran proses pembangunan Taman Pendidikan Qur’an Izzuddin, Wakil Bupati Mandailing Natal Dahlan Hasan Nasution akan menyumbangkan gajinya. Jumlah gaji yang akan disumbangkannya adalah gaji selama enam bulan. Itu diutarakan Dahlan Hasan pada acara penamatan Taman Pendidikan Qur’an Izzuddin di Gang Abadi, Kelurahanan Kayu Jati, Panyabungan, Selasa (11/6). Dalam kesempatan itu, […]

  • Kondisi Jalan di Kecamatan Yang Memprihatinkan dan Janji-janji Bupati Madina

    Kondisi Jalan di Kecamatan Yang Memprihatinkan dan Janji-janji Bupati Madina

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kondisi jalan di beberapa kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) masih memprihatinkan, bahkan sebagian masih terisolir, sehingga sangat diharapkan kepada Pemkab Madina dibawah kepemimpinan Drs.Dahlan Hasan Nasution untuk menjadi salah satu prioritasnya. “Seperti yang kita lihat di Desa Kumpulan Setia kecamatan Hutabargot yang tidak mendapat sentuhan pembangunan infrastruktur […]

  • IPHI Sidimpuan Apresiasi Kinerja Polisi Basmi Tindak Kriminal

    IPHI Sidimpuan Apresiasi Kinerja Polisi Basmi Tindak Kriminal

    • calendar_month Senin, 9 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    P. Sidimpuan, Keberhasilan yang ditunjukkan Polres Padangsidimpuan dibawah kepemimpinan AKBP Andi Syahriful Taufik dalam mengungkap dan menangkap para pelaku tindak kriminal tanpa pandang bulu merupakan suatu hal yang layak diapresiasi. Demikian dikatakan, ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kota P. Sidimpuan H Martua Raja Harahap kepada Analisa di P. Sidimpuan, Jumat (6/1). Dikatakan, kewaspadaan dan […]

  • MARSIDAO-DAO (episode 26)

    MARSIDAO-DAO (episode 26)

    • calendar_month Jumat, 3 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Nanisuratkon : Dahlan Batubara Sogot ni ari, Siti mambangkit gule na madung masak tingon uali i dalian tataring i. Isonduksa indahan tu pinggan Si Siti dohot si Poso nagiot mangan manyogot marayak kehe tu sikolana. “Naron dung muli sikola, alap anggimu tu ompung Rosma an da, Inang,” ningna arop boruna. “Olo, Umak. Ompung […]

  • Merdeka Ketika Pemerintah Tersinggung

    Merdeka Ketika Pemerintah Tersinggung

    • calendar_month Jumat, 17 Agt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Askolani Nasution   Bayangan kita tentang merdeka adalah ketika semua warga negara mendapat jaminan hidup yang layak: rumah yang layak sebagaimana sepatutnya rumah, makan yang layak, jaminan kesehatan dan hari tua, jaminan memperoleh pendidikan yang layak, dan jaminan mengekspresikan hak-hak politiknya. Seluruh item itu dibahasakan dua hal: menjadi jaminan memperoleh pekerjaan yang layak […]

expand_less