Rabu, 22 Apr 2026
light_mode

Buntut Kontes Homoseks di Sidimpuan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 24 Feb 2016
  • print Cetak
Safaruddin Haji (Akong)

Safaruddin Haji (Akong)

Akong : LGBT Perusak Moral, Budaya dan Agama

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kontes homoseks di Padang Sidempuan baru-baru ini menuai kecaman.

Kontes itu dinilai cenderung kepada upaya melestarikan budaya kebebasan Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender (LGBT). Padahal, LGBT ini selain bertentangan dengan konstitusi di NKRI, juga akan merusak moral dan budaya masyarakat serta kesehatan manusia.

Kontes serupa pernah terjadi di Mandailing Natal sekitar tahun 2004 lalu, namun dibubarkan oleh gabungan tokoh masyarakat, ulama dan masyarakat dan ratusan santri, mengakibatkan panitia dan kontestan serta hadirin kabur berlarian.

Tokoh masyarakat Madina, Saparuddin Haji kepada wartawan, Rabu (24/2) mengatakan, LGBT merupakan penyakit sosial yang perlu disikapi dengan baik, karena LGBT bisa merusak moral, merusak budaya dan norma-norma ajaran agama.

Apalagi, LGBT ini bertentangan dengan semua ajaran agama yang ada di Indonesia.

“LGBT ini sudah jelas melanggar konstitusi dan falsafah negara kita yang termaktub pada Pancasila, sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Semua agama yang diakui di negara kita tidak membenarkan adanya penganut LGBT, karena dalam ajaran agama hanya ada dua jenis gen, yaitu pria dan wanita,” katanya.

“Meskipun dalam agama kita ada yang disebut khunsa atau mempunyai dua alat kelamin, itupun secara agama orang tersebut dilihat dari kecenderungannya, kalau karakternya cenderung kepada laki-laki, maka tidak diperbolehkan lagi masuk pada dunia kaum wanita,” imbuhnya.

“Intinya, LGBT ini dapat merusak moral, budaya, dan agama yang dapat merusak kenyamanan dan kondusifitas masyarakat. Hal ini perlu disikapi semua pihak terutama Pemerintah, bahwa LGBT bukan untuk diberdayakan, tetapi untuk disadarkan dan dibina,” ungkap tokoh yang akrap disapa ‘Akong’ itu.

Lebih jauh dijelaskannya, apabila ada upaya pemberdayaan LGBT, maka dikhawatirkan terjadi konflik sosial, agama dan keresahan bagi seluruh masyarakat. Karena, keberadaan LGBT ini sudah lama meresahkan masyarakat, karena dianggap tidak layak terhadap budaya daerah di Tabagsel.

Ia juga menyebut, keberadaan LGBT ini berpengaruh pada moral generasi muda sehingga generasi ke depan tidak bermental baik lagi.

“Kita kasihan jika generasi kita mentalnya tidak kuat, bagaimana nanti masa depan mereka. Semua harus dikaji, begitu jugalah maunya pemerintah daerah agar tidak mudah mengeluarkan izin apapun halnya jika itu bertentangan dengan konstitusi, budaya dan merusak moral generasi kita,” ucapnya.

Akong juga mengimbau kepada kepala daerah dan pemangku kebijakan khususnya di Tabagsel agar lebih protektif dalam persoalan LGBT.

“Dan Muspida bersama pemangku kebijakan daerah lainnya diharap berembuk mencari solusi supaya LGBT ini tidak dibiarkan mempengaruhi masyarakat dan meracuni pikiran generasi muda, semua pihak diharap tidak membiarkan LGBT ini berkembang, tetapi mencari cara memberikan kesadaran bagi mereka,” ujar Akong.

Selain itu, Akong mengungkapkan, semua pihak harus berperan  untuk mengantisipasi perkembangan LGBT ini, salah satunya adalah melalui peran lembaga keagamaan untuk mencari dan menggali akar penyebab seseorang menjadi LGBT, sehingga muncul penanggulangan terhadap pengidap LGBT ini melalui pendekatan agama dan ilmu jiwa. Selain itu, peran orangtua sangat diperlukan,” ujarnya.

“Semua lembaga khususnya lembaga keagamaan diharap melahirkan strategi agar dapat menanggulangi komunitas LGBT, dan khusus kepada orangtua supaya lebih intens mengawasi dan memperkuat fondasi moral dan mental anak-anak agar tidak tergoda oleh komunitas LGBT. Begitu juga peran lembaga pendidikan, guru diharap memberikan pendidikan ekstra kurikuler terkait LGBT. Karena ini demi menyelamatkan budaya daerah dan generasi bangsa ke depan,” himbaunya.

Akong juga mengapresiasi semua lembaga yang menolak kegiatan dan penyebarluasan LGBT ini, seperti Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan lembaga lainnya. Karena, IT berupa tayangan siaran televisi dan media sosial dinilai sebagai akses yang mudah dan cepat penyebarluasan komunitas LGBT ini.

Peliput        : Lubis

Editor         : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tiga Situs Di Madina Diusul Menjadi Cagar Budaya

    Tiga Situs Di Madina Diusul Menjadi Cagar Budaya

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak Tympanum Novem Multimedia mengusulkan tiga titik peninggalan sejarah di Mandailing Natal (Madina) dijadikan cagar budaya. Ketiga titik itu adalah Candi Siwa di Simangambat, Bagas Godang di Huta Godang Ulu Pungkut dan Situs Padang Mardia di Huta Siantar Panyabungan. Usulan itu diajukan pihak Tympanum menyusul permohonan pertimbangan pilahan dari Dinas […]

  • Mobil Dinas Todong Akhirnya Dibawa Pulang ke Madina

    Mobil Dinas Todong Akhirnya Dibawa Pulang ke Madina

    • calendar_month Jumat, 19 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Setelah diberitakan mobil dinasnya dibawa pergi ke Pulau Jawa berbulan-bulan, akhirnya mobil dinas Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) asal Partai Demokrat Syafaruddin Anshari Nasution alias Todong cepat-cepat dibawa pulang ke Madina. “Benar mobil dinas milik Wakil Ketua DPRD Madina Syafaruddin Ansari Nasution sudah berada di DPRD Madina sekitar Senin (15/08/2011) malam,” kata […]

  • Kata Kapolda Sumut, Jadikan Pengamanan Pilkada Sebagai Ibadah

    Kata Kapolda Sumut, Jadikan Pengamanan Pilkada Sebagai Ibadah

    • calendar_month Jumat, 27 Nov 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Kapolda Sumut, Irjen (Pol) Ngadino minta anggotanya jadikan pengamanan pilkada sebagai ibadah. Hal itu ia sampaikan dalam upacara Apel pengecekan pergeseran pasukan pengamanan pilkada di halaman apel Mapolda Sumut, Jumat (27/11/2015). “Kepada para anggota agar menjalankan tugas pengamanan tersebut dengan tulus dan iklas serta menjadi ibadah untuk setiap anggota,” ungkapnya. Diakhir arahannya, Kapolda […]

  • Gelar Muscab, PPP Madina Siap Menyongsong Pemilu 2024

    Gelar Muscab, PPP Madina Siap Menyongsong Pemilu 2024

    • calendar_month Sabtu, 16 Okt 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Program partai yang jelas akan menentukan perolehan suara pada Pemilu sehingga perlu dilaksanakan musyawarah di tingkat nasional, provinsi maupun kabupaten/kota. Dewan Pengurus Cabang Partai Persatuan Pembangunan ( DPC PPP) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dalam menghadapi perhelatan Pemilu serentak tahun 2024 kembali mempersiapkan pelaksanaan program partai dan membentuk kepengurusan untuk masa bakti […]

  • Usai Nonton Debat, Fahrizal Sebut Saipullah Calon Bupati Kelas Menteri

    Usai Nonton Debat, Fahrizal Sebut Saipullah Calon Bupati Kelas Menteri

    • calendar_month Jumat, 15 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PALUTA (Mandailing Online) – Ketua DPD Partai Hanura Mandailing Natal (Madina) Fahrizal Efendi Nasution menilai wawasan dan pengalaman birokrasi calon bupati Madina nomor urut 2, H. Saipullah Nasution, boleh dibilang sudah sekelas menteri. Dia menyampaikan penilaian itu usai menonton debat publik Pilkada Madina 2024. “Wawasan dan pengalaman Saipullah itu boleh kita bilang sudah sekelas menteri,” […]

  • USU Tentukan Ranking CPNS

    USU Tentukan Ranking CPNS

    • calendar_month Rabu, 15 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, – Kepala Humas Univeristas Sumatera Utara (USU) Bisru Hafi SSos Msi mengatakan pihaknya ikut menentukan ranking peserta ujian calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang menjadi mitra kerjanya. Ranking ini akan ditembuskan ke Badan Kepegawaian Nasional (BKN) sehingga bila BKD daerah mengubahnya akan ketahuan. ”Semua berkas lembaran jawaban ini akan dinilai tim yang terdiri dari […]

expand_less