Kamis, 16 Apr 2026
light_mode

Ketika Mahasiswa Angkat Bicara, Akankah Pemerintah Berlapang Dada?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 3 Jul 2021
  • print Cetak

Oleh: Nahdoh Fikriyyah Islam
Dosen dan Pengamat Politik

Kalangan kampus kini kembali sedang menjadi sorotan. Pasca pemberitaan meme BEM UI yang bertuliskan The King of Lip Service.  Seperti diberitakan oleh gelora.co, Minggu (27/06/2021) bahwa Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI), Leon Alvinda Putra telah memberikan penjelasan terkait hal tersebut.

Penjelasan tersebut disampaikan Ketua BEM UI, Leon Alvinda Putra, secara virtual kepada KompasTV, Leon mengatakan bahwa infografis berisi gambar meme yang diunggah melalui akun Twitter @Bemui_Official tersebut adalah  bentuk kritik kepada Presiden Jokowi.

Cuitan itu kini sedang viral dan mendapatkan banyak apresiasi serta dukungan. Baik dari kalangan aktifis, politis, intelektual juga mahasiwa sendiri. Mereka menilai, bahwa kritik tersebut adalah nafas baru bagi dunia kampus setelah cukup lama bungkam. Bahkan, Presiden Jokowi sendiri memberikan komentar positif terkait hal itu.

Persoalannya kemudian adalah, kini mulai muncul beberapa kritikan dari mahasiswa dan kampus berbeda sebagai bentuk dukungan terhadap aksi BEM UI tersebut. Sebut saja BEM USU (Universitas Sumatera Utara).

Masih dilansir dari gelora.co (29/06/2021), Presiden Mahasiswa USU, Muhammad Rizki Fadillah mengatakan bahwa BEM USU hadir bersama dengan BEM UI untuk tetap menyuarakan kritik yang dijalankan sesuai dengan koridor selaku mahasiswa.

Rizki pun membeberkan sejumlah janji Jokowi yang tak terwujud. Seperti revisi UU ITE yang tidak menjadi prioritas Prolegnas, pasal karet UU ITE yang sudah banyak memakan sekitar 800-an kasus, semakin dilemahkannya KPK, dan rentetan janji lainnya. Ia juga memastikan BEM USU akan tetap menjaga solidaritas antarsesama mahasiswa dalam memberikan kritikan kepada pemerintah. Sebab, inilah yang menjadikan mahasiswa sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.

Tidak itu saja, muncul panggilan revolusi Indonesia 2021 dari PB HMI. Bahkan, organisasi mahasiswa ini juga menyatakan agar Presiden Jokowi gentlemen. Jika memang tidak sanggup memimpin, untuk apa bertahan, hanya menambah susah rakyat. Kritikan yang senada juga muncul dari mahasiwa UGM yang menyatakan bahwa Presiden Jokowi adalah juara ketidaksesuain antara omongan dan kenyataan.

Kembalinya suara mahasiswa tentu membawa angin segar bagi dunia kampus yang melahirkan generasi krtitis, berani, dan independen. Keberanian yang muncul dari dalam diri mahasiswa adalah salah satu bukti lahirnya kesadaran untuk turut serta berpartisipasi dalam memberikan sumbangan perubahan bagi negeri. Sebagai simbol kebanggaan mahasiswa yang dikenal dengan istilah The Agent of Change.

Seluruh elemen masyarakat harus memberikan dukungan terhadap kebangkitan mahasiswa yang sebelumnya sempat redup. Dan diharapkan, tidak ada judgment sepihak sehingga membuat generasi muda terpecah dan tidak maksimal dalam memberikan suara serta perjuangan mereka sebagai generasi penerus di masa depan. Jiwa-jiwa kritis dan pemberani harus didukung dan diarahkan agar tidak salah jalur.

Hanya saja, pertanyaan utamanya adalah, apakah pemerintah kini mampu berlapang dada menerima suara-suara krtitis generasi muda ini? atau malah sebaliknya? Karena sebelumnya, mahasiswa telah dibungkam bersuara dengan UU ITE serta propaganda radikalisme/ekstreimisme. Sanksinya tidak tanggung-tanggung, penjara dan eksekusi final dari kampus.

Padahal, pemerintah sendiri pernah mengaku rindu didemo, atau mengakui bahwa krtitik adalah kebebasan berdemokrasi, dan sebagainya. Tetapi tindakan yang diambil untuk menanggapi kritik ataupun demo malah dijawab dengan kedzaliman.

Masyarakat kini sedang menunggu kepastian sikap pemerintah, yaitu kesesuaian antara ucapan dan perbuatan.  Sehingga gelar The King of Lip Service tersebut bisa dibantahkan. Karena penyematan gelar-gelar tersebut oleh mahasiswa bukanlah tanpa bukti melainkan sudah dikumpulkan sebagai referensi akurat yang bisa dipertanggungjawabkan.

Ketidaksiapan pemerintah dalam menerima kritik tidak lepas dikarenakan kinerja yang sudah berjalan nyata terlihat miskoneksi antara yang diumumkan dengan realitas yang diterima. Pemerintah sebagai pelaku terduga lip service tersebut bisa jadi mengakui hak kritik namun tidak siap menerima kebenaranannya.

Hal tersebut bisa juga dikarenakan ketakutan-ketakutan pada diri penguasa yang selama ini telah nyata terlihat lemah, tidak mampu, serta jauh dari kapabilitas pemimpin yang diharapkan. Topeng pencitraan saat kampanye semakin terkuak dan membuat masyarakat kini muak. Ketidakmampuan ditutupi dengan tangan besi menciptakan UU atau Perpres yang menjerat siapa saja yang dianggap tidak setuju atau tidak sejalan dengan kebijakan yang ada.

Begitulah kenyataan yang dirasakan langsung oleh masyarkat tidak terkecuali kalangan akademisi. Semua dilemahkan dan dibungkam dengan kekuatan dan kekuasaan  pemerintahan yang berjalan. Padahal, kritik adalah bentuk kepeduliaan dan perhatian masyarakat khususnya dari generasi muda kampus agar para pemimpin tersebut tidak lari dari jalurnya alias tegak di atas hukum yang diakui.

Aksi kritik dari kalangan masyarakat khususnya generasi muda intelektual adalah bukti bahwa kaum millennial negeri ini masih hidup dan sangat potensial untuk membangun negeri ini menuju masa depan yang lebih baik. Insyaallah. Allahu a’alam bissawab.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pematokan Batas TNBG Rugikan Prospek Kopi Mandailing

    Pematokan Batas TNBG Rugikan Prospek Kopi Mandailing

    • calendar_month Senin, 22 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pematokan tapal batas TNBG yang dilakukan BPKH Sumut dinilai merugikan upaya-upaya pengembangan kebun kopi masyarakat di Mandailing Julu. Prospek pengembangan lahan untuk perkebunan kopi bagi masyarakat Mandailing Julu, terutama di kawasan Ulu Pungkut dan Kotanopan menjadi terganggu. Padahal masa kini animo penduduk berkebun kopi sedang menggeliat di kawasan itu, seiring semakin […]

  • Anggota Badan Pemangku Adat Mandailing Julu Protes Dukungan Untuk Dahlan

    Anggota Badan Pemangku Adat Mandailing Julu Protes Dukungan Untuk Dahlan

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      KOTANOPAN (Mandailing Online) – Sejumlah angota Badan Pemangku Adat Mandailing Julu memprotes keras pimpinan lembaga itu karena telah mengarahkan lembaga untuk mendukung calon bupati Dahlan Hasan Nasution di Pilkada Madina. “Ini lembaga bukan bisa dibawa-bawa dukung mendukung calon, sebab ini lembaga adat bukan lembaga politik,” kata seorang anggota Badan Pemangku Adat Mandailing Julu bermarga […]

  • Kebijakan Blunder, Watak Asli Sistem Demokrasi

    Kebijakan Blunder, Watak Asli Sistem Demokrasi

    • calendar_month Kamis, 15 Mei 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Ross A.R Aktivis Dakwah Kota Medan Para penguasa negeri seakan bebas bertindak apapun, ironisnya para penguasa yang dimana mereka seharusnya mengeluarkan kebijakan yang adil dan tidak ada ketimpangan sosial. Namun tak heran jika para penguasa saat ini mengeluarkan kebijakan itu sesuai pesanan dan sesuai keinginan. Baru-baru ini undang-undang baru bahwa KPK dilarang menyelidiki dan […]

  • Nasib Driver Ojol Terpuruk dalam Genggaman Kapitalis

    Nasib Driver Ojol Terpuruk dalam Genggaman Kapitalis

    • calendar_month Selasa, 11 Apr 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Dewi Soviariani Ibu dan pemerhati umat Siang malam berjuang di jalan untuk mengais rupiah yang kian hari kian susah. Driver ojol makin menderita nasibnya saat potongan besar yang dilakukan oleh aplikator berlangsung sejak beberapa tahun lalu. Ibarat sapi perah, para driver ojol tersebut menjadi pelaksana teknis yang menghasilkan uang untuk disetorkan pada perusahaan aplikatornya. […]

  • 2 Orang TS Dahlan-Sukhairi Divonis 4 Bulan Kasus Politik Uang

    2 Orang TS Dahlan-Sukhairi Divonis 4 Bulan Kasus Politik Uang

    • calendar_month Kamis, 22 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pengadilan Negeri  Panyabungan, kamis (22/9) memvonis 2 personil tim sukses pasangan Dahlan-Sukhairi masing-masing 4 bulan penjara dalam kasus politik uang Pilkada Madina. Kedua orang yang mendapat vonis itu masing-masing Kasiruddin warga Simangambat Kecamatan Siabu dan Andy Riski Nasution warga Kelurahan Siabu. Hakim Ketua, Erry Irawan,SH dalam amar putusan menyatakan bahwa kasus […]

  • Karang Taruna Siabu Ambil Bagian Meriahkan Tahun Baru Islam

    Karang Taruna Siabu Ambil Bagian Meriahkan Tahun Baru Islam

    • calendar_month Selasa, 18 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    SIABU(Mandailing Online) – Menurut Ringgo Ketua Karang Taruna Kecamatan Siabu, Tahun Baru Islam adalah bentuk takzim terhadap sejarah serta budaya Islam. Sejarah yang dimaksud adalah cerita Nabi Muhammad bersama Sayidina Abu Bakar RA hijrah dari Kota Mekah ke Madinah. Momen inilah yang kemudian menentukan Tahun Baru Islam 1 Muharram. Sebagai bentuk rasa gembira dalam menyambut […]

expand_less