Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Ketika Anatra Tak Hiraukan Nyawa Penumpang, Siapa Bertangungjawab?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 20 Jan 2014
  • print Cetak

Kecelakaan demi kecelakaan yang merenggut nyawa penumpang angkutan umum Anatra di Mandailing Natal (Madina) terus terjadi. Jika dirunut, kecelakaan umumnya terjadi di pagi jam berangkat anak-anak ke sekolah, siang aplusan murid sekolah dan sore pulang sekolah.

Dan para korban, selain penumpang dewasa dan kenderaan lain yg kontra dengan Anatra, juga didominasi pelajar.

Peristiwa Anatra meneyeruduk tebing jalan di jalur Lintas Sumatera (jalinsum) titik Saba Purba sekitar dua pekan lalu juga menewaskan seorang santri Mustofawiyah Purba Baru. Jauh sebelumnya, seorang ibu rumah tangga yang mengantar anaknya ke sekolah harus meregang nyawa akibat sepeda motornya laga kambing dengan Anatra di titik Dalan Lidang.

Hari ini (Senin, 20/1/2014) seorang ibu rumah tangga di Desa Lumban Pinasa, Siabu harus meregang nyawa dihimpitan badan Anatra akibat sepeda motor yang dikendarai anak perempuannya tabrakan dengan Anatra.

Sungguh ironi. Sudah menjadi pemandangan rutin tiap hari angkutan umum Anatra ugal-ugalan berkecepatan bak peluru meliuk-liuk menyalib kenderaan lain tanpa memikirkan keselamatan umum.

Parahnya, anak-anak sekolah justru banyak bergelayut terayun-ayun hanya mengandalkan pegangan tangan di luar bodi kenderaan ditengah kecepatan tinggi kenderaan.

Di mata supir, anak-anak sekolah sepertinya sudah tak memiliki nyawa. Penumpang itu seolah buah tomat yang tak berharga.

Umpatan pengguna jalan raya juga sudah rutinitas sehari-hari terhadap supir angkutan umum Anatra yang ugal-ugalan di jalan raya.

Ini harus dihentikan, jika kita masih mengharagia nyawa dan masa depan para anak sekolah. Para orang tua juga sudah lama “jantungan” memikirkan keselamatan anaknya. Mereka tak punya kenderaan pribadi, hanya mengandalkan jasa angkutan umum bagi anak-anak mereka.

Sikap tak bertangungjawab para supir ini tak bisa dihentikan para orang tua. Karena para orang tua tak memiliki asosiasi sebagai kekuatan tekan menghentikan tabiat para supir.

Lalu kepada siapa mereka berharap? Hemat kita, pihak Organda (Organisasi Angkutan Daerah), Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resort, para pemilik angkutan adalah pihak-pihak paling terkait dengan ini. Ketiga pihak ini harus memiliki kesatuan kebijakan yang integral dalam meredam tabiat para supir angkutan umum penumpang tersebut.

Ketiga pihak itu memiliki peran vital dan daya tekan terhadap para supir. Saatnya harus dimulai, saatnya kita memikirkan keselamatan para penumpang yang umumnya didominasi anak-anak sekolah. Kami, para orang tua menunggu. (Pemimpin Redaksi)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bayi Dijual di Tengah Beban Hidup  Mahal, Kemana Fitrah Ibu?

    Bayi Dijual di Tengah Beban Hidup  Mahal, Kemana Fitrah Ibu?

    • calendar_month Minggu, 1 Sep 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Dewi Soviariani Ibu dan Pemerhati Umat Seorang ibu sejatinya memiliki fitrah untuk menyayangi buah hati yang dilahirkannya. Sembilan bulan mengandung telah terjalin ikatan batin yang kuat dalam diri seorang ibu. Sang buah hati adalah harapan yang dinantikan lahir dengan selamat, sehat hingga bertumbuh besar. Namun sayang, kondisi tak lazim harus dirasakan oleh seorang bayi […]

  • Warga Muara Ngungsi ke Masjid dan Madrasah

    Warga Muara Ngungsi ke Masjid dan Madrasah

    • calendar_month Rabu, 22 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Penduduk Desa Muara Batang Angkola, Siabu, Mandailing Natal sempat mengungsi menyusul ketinggian banjir mencapai 1 meter. Masjid dan gedung madrasah yang ada di desa itu menjadi tempat pengungsian. Pemukiman desa ini yang paling parah oleh terjangan banjir di kawasan Siabu karena Desa Muara Batang Angkola berada persis di zona pertemuan dua […]

  • Nomor Ujian CPNS Dibagikan Kantor Pos

    Nomor Ujian CPNS Dibagikan Kantor Pos

    • calendar_month Selasa, 29 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (Manailing Onine) – Terkait tahapan proses penyaringan CPNS Kabupaten Mandailing Natal (Madina), pihak Kantor Pos tengah mengirim nomor ujian peserta kepada masing-masing pelamar. “Saat ini sudah membagikan nomor peserta ujian CPNS ke alamat masing-masing pelamar, disesuaikan dengan alamat pada lamaran peserta,” kata Kepala Kantor Pos Panyabungan, Ramli Siregar menjawab wartawan, Senin (28/10/2013). Dijelaskannya, ada […]

  • Rakyat Tertindas Akibat Pemimpinnya Tidak Ahli

    Rakyat Tertindas Akibat Pemimpinnya Tidak Ahli

    • calendar_month Jumat, 3 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Khutbah Ustaz Yahyauddin Nasution di Mesjid Agung Panyabungan   Panyabungan ( MO)- Figur pimpinan yang tidak tepat salah satu penyebab munculnya ketidakadilan pada berbagai aspek, sehingga rakyat berada pada posisi tertindas. Ketidakberesan urusan pemerintahan diakibatkan dipimpin oleh pemimpin yang bukan ahlinya. Demikian inti khutbah khatib Jum’at Ustaz  H.Yahyauddin Nasution, Lc di mesjid agung An-Nur, […]

  • Ini Progres Pembangunan Jembatan Natal-Batahan

    Ini Progres Pembangunan Jembatan Natal-Batahan

    • calendar_month Selasa, 12 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    NATAL( Mandailing Online )- Jemabatan Natal – Batahan dipastikan selesai Akhir November 2023 . Kondisi saat ini rangka baja sudah terpasang dan dipastikan belum ada kendala. Hal ini dijelaskan PPK ( Pejabat Pembuat Komitmen ) 3.4 PJN III Sumut Rachmad, ST, MT kepada Bupati Mandailing ( Madina ) Natal H.M.Ja’far Sukhairi Nasution saat meninjau progres […]

  • Menemukan Peradaban dalam Prasasti Sorik Marapi

    Menemukan Peradaban dalam Prasasti Sorik Marapi

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan : Askolani Nasution Ketika melihat dokumen “Prasasti Sorik Marapi” saya segera berpikir banyak hal, hal yang saya tahu juga menjadi pikiran para arkeolog yang mendalami prasasti ini : 1) Di mana pusat peradaban sekitar Gunung Sorik Marapi, sehingga prasasti itu diletakkan di puncak gunung tertinggi di Kabupaten Mandailing Natal itu? 2) Untuk masyarakat mana […]

expand_less