Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Ketika Anatra Tak Hiraukan Nyawa Penumpang, Siapa Bertangungjawab?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 20 Jan 2014
  • print Cetak

Kecelakaan demi kecelakaan yang merenggut nyawa penumpang angkutan umum Anatra di Mandailing Natal (Madina) terus terjadi. Jika dirunut, kecelakaan umumnya terjadi di pagi jam berangkat anak-anak ke sekolah, siang aplusan murid sekolah dan sore pulang sekolah.

Dan para korban, selain penumpang dewasa dan kenderaan lain yg kontra dengan Anatra, juga didominasi pelajar.

Peristiwa Anatra meneyeruduk tebing jalan di jalur Lintas Sumatera (jalinsum) titik Saba Purba sekitar dua pekan lalu juga menewaskan seorang santri Mustofawiyah Purba Baru. Jauh sebelumnya, seorang ibu rumah tangga yang mengantar anaknya ke sekolah harus meregang nyawa akibat sepeda motornya laga kambing dengan Anatra di titik Dalan Lidang.

Hari ini (Senin, 20/1/2014) seorang ibu rumah tangga di Desa Lumban Pinasa, Siabu harus meregang nyawa dihimpitan badan Anatra akibat sepeda motor yang dikendarai anak perempuannya tabrakan dengan Anatra.

Sungguh ironi. Sudah menjadi pemandangan rutin tiap hari angkutan umum Anatra ugal-ugalan berkecepatan bak peluru meliuk-liuk menyalib kenderaan lain tanpa memikirkan keselamatan umum.

Parahnya, anak-anak sekolah justru banyak bergelayut terayun-ayun hanya mengandalkan pegangan tangan di luar bodi kenderaan ditengah kecepatan tinggi kenderaan.

Di mata supir, anak-anak sekolah sepertinya sudah tak memiliki nyawa. Penumpang itu seolah buah tomat yang tak berharga.

Umpatan pengguna jalan raya juga sudah rutinitas sehari-hari terhadap supir angkutan umum Anatra yang ugal-ugalan di jalan raya.

Ini harus dihentikan, jika kita masih mengharagia nyawa dan masa depan para anak sekolah. Para orang tua juga sudah lama “jantungan” memikirkan keselamatan anaknya. Mereka tak punya kenderaan pribadi, hanya mengandalkan jasa angkutan umum bagi anak-anak mereka.

Sikap tak bertangungjawab para supir ini tak bisa dihentikan para orang tua. Karena para orang tua tak memiliki asosiasi sebagai kekuatan tekan menghentikan tabiat para supir.

Lalu kepada siapa mereka berharap? Hemat kita, pihak Organda (Organisasi Angkutan Daerah), Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resort, para pemilik angkutan adalah pihak-pihak paling terkait dengan ini. Ketiga pihak ini harus memiliki kesatuan kebijakan yang integral dalam meredam tabiat para supir angkutan umum penumpang tersebut.

Ketiga pihak itu memiliki peran vital dan daya tekan terhadap para supir. Saatnya harus dimulai, saatnya kita memikirkan keselamatan para penumpang yang umumnya didominasi anak-anak sekolah. Kami, para orang tua menunggu. (Pemimpin Redaksi)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • PNS Jakarta Diberi Jatah 9 Hari Libur Lebaran

    PNS Jakarta Diberi Jatah 9 Hari Libur Lebaran

    • calendar_month Rabu, 17 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Itu merupakan jumlah keseluruhan libur tanggal merah, cuti bersama, dan akhir pekan. Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada lebaran tahun ini akan mendapat jatah libur selama sembilan hari. Pemprov memutuskan cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1432 Hijriah yakni pada 29 Agustus, 1 dan 2 September 2011. Bila ditambah dengan libur […]

  • Visi Misi Calon Bupati/Wakil Bupati Yusuf Nasution-Imron Lubis

    Visi Misi Calon Bupati/Wakil Bupati Yusuf Nasution-Imron Lubis

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      (Bagian 1 dari 3)   Latar belakang Kesejahteraan masyarakat adalah kata kunci indikator keberhasilan pembangunan. Kesejahteraan memiliki dimensi : 1.) Kesejahetraan yang dimiliki oleh segenap komponen masyarakat secara berkeadilan; 2.) Kesejahteraan yang betul – betul mampu mendorong terbentuknya pondasi ekonomi yang kuat dan berkesinambungan; 3.) Kesejahteraan yang mampu mengurangi jurang antara miskin dan kaya; […]

  • Kantor Desa Tanjung Julu di Panyabungan Timur Tak Terawat dan Mubazir

    Kantor Desa Tanjung Julu di Panyabungan Timur Tak Terawat dan Mubazir

    • calendar_month Senin, 23 Jun 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Online) Tujuan dibangunnya kantor desa tentu sebagai pusat pelayanan publik ditingkat desa dimana tempat warga desa dapat mengurus berbagai kebutuhan administratif seperti pembuatan KTP, akte kelahiran. Selain itu kantor desa juga berfungsi sebagai pusat informasi bagi warga desa, tempat mereka dapat memperoleh informasi tentang program-program pemerintah, kebijakan desa. Namun hal ini seolah […]

  • BAHASA MANDAILING (1)

    BAHASA MANDAILING (1)

    • calendar_month Minggu, 30 Mar 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Z Pengaduan Lubis Pada waktu belakangan ini mulai dikembangkan oleh orang-orang tertentu suatu konsep yang salah mengenai bahasa yang digunakan oleh masyarakat Mandailing. Mereka menyebut bahasa yang digunakan oleh masyarakat Mandailing sebagai bahasa Angkola Mandailing. Secara cultural sebenarnya tidak ada bahasa Angkola Mandailing. Karena kalau kita tanyakan kepada orang Mandailing bahasa apa yang […]

  • Tambang Rakyat vs Pemda Lemah Visi (bagian 1)

    Tambang Rakyat vs Pemda Lemah Visi (bagian 1)

    • calendar_month Sabtu, 14 Des 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        Oleh : Dahlan Batubara   Negara itu didirikan oleh rakyat. Negara didirikan bertujuan menyelenggarakan pemenuhan-pemenuhan kebutuhan rakyat. Kebutuhan rakyat itu salahsatunya adalah lapangan kerja. Negara dapat dikatakan gagal ketika negara tak mampu menyediakan lapangan kerja untuk rakyat. Ketika rakyat mampu menciptakan pekerjaan untuk dirinya, maka negara harus melindungi pekerjaan yang diciptakan rakyat itu. […]

  • Sungai Aek Mata Meluap

    Sungai Aek Mata Meluap

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sungai Aek Mata meluap menyebabkan jalan protokol di jantung kota Panyabungan digenangi air berakibat terganggunya arus lalu lintas, Jum’at (8/5). Sejauh ini belum ada laporan kasus perumahan penduduk diterjang arus sungai, meski air sempat masuk ke kawasan pemukiman di sepanjang bantaran sungai. Sungai yang membelah kota Panyabungan ini meluap akibat […]

expand_less