Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Tambang Rakyat vs Pemda Lemah Visi (bagian 1)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 14 Des 2019
  • print Cetak

 

Rakyat penambang saat unjukrasa di DPRD Madina, Kamis (12/12/2019).

 

Oleh : Dahlan Batubara

 

Negara itu didirikan oleh rakyat.

Negara didirikan bertujuan menyelenggarakan pemenuhan-pemenuhan kebutuhan rakyat.

Kebutuhan rakyat itu salahsatunya adalah lapangan kerja.

Negara dapat dikatakan gagal ketika negara tak mampu menyediakan lapangan kerja untuk rakyat.

Ketika rakyat mampu menciptakan pekerjaan untuk dirinya, maka negara harus melindungi pekerjaan yang diciptakan rakyat itu.

Bupati sebagai kepala penyelenggara negara di tingkat kabupaten harus melindungi, melancarkan, mengatur agar pekerjaan yang diciptakan rakyat itu dapat berlangsung nyaman dan aman.

Tetapi, bupati yang menghalangi atau mengancam pekerjaan yang diciptakan rakyat, maka bupati tersebut adalah bupati lemah visi.

Atau bupati yang tak memiliki enterpreneurship.

Bupati yang demikian adalah bupati yang tak memiliki solusi-solusi.

Pertambangan emas yang diselenggarakan rakyat di Hutabargot dan Nagajuang serta di kawasan lain Mandailing Natal adalah lapangan kerja yang diciptakan rakyat.

Rakyat berhasil menciptakan lapangan kerja untuk mereka ditengah kegagalan pemerintah daerah menyediakan lapangan kerja untuk rakyatnya.

Aksi unjukrasa ribuan rakyat penambang ke DPRD Madina, Kamis (12/12/2019) lalu adalah akibat kegelisahan rakyat.

Mereka gelisah karena lapangan kerja yang menjadi sandaran hidup keluarga mereka telah menghadapai ancaman penutupan oleh negara.

Mereka menunut Pemkab Madina selaku penyelanggara negara di tingkat kabupaten agar menerbitkan aturan-aturan tambang rakyat alias regulasi.

Regulasi yang memberikan keamanan dan kenyamanan berusaha.

Tuntutan rakyat penambang itu sah. Karena kenyamanan berusaha melalui regulasi adalah hak rakyat yang mendasar.

Unjukrasa rakyat penambang itu juga telah memberikan gambaran bahwa pemerintah kabupaten telah gagal memberikan kenyamanan berusaha bagi rakyat.

Pemerintah kabupaten gagal menerbitkan regulasi untuk melindungi lapapangan kerja yang diciptakan rakyat.

Tuntutan agar ditetapkan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) adalah tuntutan logis.

Sebab, WPR adalah alas dasar bagai lahirnya regulasi-regulasi lanjutan dalam rangka melindungi dan kenyamanan berusaha bagi rakyat penambang.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pembangkit Listrik Panas Bumi Diusulkan Pindah ke Sitinjak

    Pembangkit Listrik Panas Bumi Diusulkan Pindah ke Sitinjak

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Mandailing Natal diminta mencoba mempertimbangkan pemindahan konsentrasi pembangunan pembangkit listrik panas bumi ke kawasan Sitinjak dan Batang Natal sekitar. Demikian dikatakan tokoh pemuda Panyabungan Selatan, Tan Gozali kepada Mandailing Online, kemarin  di Panyabungan. Alasannya, bahwa di kawasan Sitinjak juga terdapat ditemukan potensi panas bumi yang tak kalah dari potensi […]

  • Terkait Riksus Dinas Perdagangan Madina, Inspektorat Mintai Keterangan Juru Pungut Retribusi, Temuan BPK-RI Sudah Ditindak Lanjuti

    Terkait Riksus Dinas Perdagangan Madina, Inspektorat Mintai Keterangan Juru Pungut Retribusi, Temuan BPK-RI Sudah Ditindak Lanjuti

    • calendar_month Senin, 3 Jun 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online) : Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) kembali meraih prestasi dengan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Opini WTP ini diraih berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2023 oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Perwakilan Sumatera Utara ( BPK RI ). Didapatkannya raihan WTP oleh Pemkab Madina […]

  • Hut Bhayangkara : " Dalam Perjalanannya Polri Hadapi banyak Tantangan

    Hut Bhayangkara : " Dalam Perjalanannya Polri Hadapi banyak Tantangan

    • calendar_month Rabu, 4 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kapuas (MO) – Upacara memperingati HUT Bhayangkara ke 66 pada Minggu 1/7 kemarin yang dilaksanakan Polres Kapuas berlangsung dengan khidmat. Selain dihadiri Bupati Kapuas Ir. HM Mawardi MM beserta unsur pimpinan Muspida juga dihadiri sejumlah kepala SKPD, para purnawirawan Polri, tokoh masyarakat, Organisasi masyarakat dan sejumlah anggota LSM. Kapolri Jenderal Timur Pradopo dalam amanatnya yang […]

  • Ada Jaksa Masuk Sekolah di Madina

    Ada Jaksa Masuk Sekolah di Madina

    • calendar_month Jumat, 14 Feb 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ) Jaksa Masuk Sekolah menjadi salah satu program Kejaksaan Negeri Mandailing Natal ( Madina ). SMK Negeri 1 Panyabungan menjadi lokasi pertama pelaksanaan agenda tersebut. Kegiatan Penyuluhan Hukum melalui program Jaksa Masuk Sekolah itu berlangsung Kamis 13/2/2024. Jupri Wandry Banjarnahor, S.H., M.H., selalu Kepala Seksi Intelijen Kejari Madina bersama Yamofuzo Telaumbanua, […]

  • Paslon Harun-Ichwan Resmi Daftarkan Gugatan Perselisihan Pilkada Madina ke MK

    Paslon Harun-Ichwan Resmi Daftarkan Gugatan Perselisihan Pilkada Madina ke MK

    • calendar_month Kamis, 5 Des 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ) – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Harun Mustafa Nasution – M. Ichwan Husein Nasution daftarkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait perselisihan Hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Gugatan ini jelas tercantum dalam website MK, Kamis (5/11/2024). Pengajuan gugatan ini dibenarkan oleh Ketua Tim Pemenangan Paslon Harun-Ichwan […]

  • Saipullah-Atika Terlihat Lebih Faham Fiskal Daerah Dibanding Harun-Ichwan

    Saipullah-Atika Terlihat Lebih Faham Fiskal Daerah Dibanding Harun-Ichwan

    • calendar_month Jumat, 22 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PALUTA (Mandailing Online) – Paslon Saipullah-Atika dinilai lebih memahami keterbatasan fiskal daerah dibanding paslon Harun-Ichwan saat debat publik Pilkada Madina 2024 yang digelar KPU di Sapadia Hall, Gunungtua, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Kamis (14/11/2024) lalu. Pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 1, Harun Mustafa – Ichwan (ON […]

expand_less