Kamis, 15 Okt 2026
light_mode

Seri HUT Madina : Mandailing Melahirkan Banyak Ulama Kharismatik (1)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 8 Mar 2017
  • print Cetak

Oleh : BASYRAL HAMIDI HARAHAP (In Memorial)
Sejarahwan Mandailing

Basyral Hamidi Harahap

 

Tanpa mengurangi pengormatan kepada semua ulama yang berasal dari Kabupaten Madina, penulis membatasi uraian tentang banyak ulama lainnya. Kiranya satu buku lain perlu ditulis untuk membicarakan semua ulama di Kabupaten Mandailing Natal. Penulis menyebut beberapa ulama lainnya sebagai gambaran betapa dahulu banyak ulama kharismatik di Kabupaten Madina.

Haji Abdur Rahim Sayman Rangkuti lahir bulan Oktober 1920 di Purba Baru, Mandailing. Ulama ini adalah anak pertama dari pasangan Haji Ismail gelar Malim Sayman Rangkuti dan Hajjah Aisyah Matondang. Pernikahannya dengan Hajjah Nursiah Lubis, 23 September 1943, telah dianugerahi lima pasang putera dan puteri. Pendiri Pesantren Darul Hikmah di Dalan Lidang, Kecamatan Panyabungan ini wafat dalam usia 55 tahun, pada pukul 09.00 WIB pada hari Senin tanggal 27 Januari 1975 di RSUP Padangsidimpuan. Jenazahnya dimakamkan di Dalan Lidang.

Haji Abdur Rahim Sayman Rangkuti memasuki Sekolah  Desa lima tahun. 1931, kemudian meneruskan pelajaran di Madrasah Musthafawiyah di Purbabaru, sampai tahun 1936. Atas anjuran tuan Syekh Musthafa Husein, Haji Abdur Rahim Sayman Rangkuti meneruskan pendidikannya di Madrasah Darul Ulum di Mekkah, 1937. Situasi politik dan ekonomi yang semakin sulit menjelang Perang Dunia I, mendorong Haji Abdur Rahim Sayman Rangkuti untuk Kembali ke Tanah Air pada tahun 1941.

Kariernya sebagai guru dimulai pada tahun berdiam 1942, yang berlanjut selama 28 tahun, 1970, di Madrasah Musthafawiyyah.

Syekh Abdul Malik bin Abdullah (1850-1910) berasal dari Muaramais, terkenal sebagai Baleo Natal. Puluhan tahun berdian di Natal mengembangkan agam Islam di sana. Syekh Abdul Malik bin Abdullah adalah murid Syekh Abdul Fattah. Pada usia muda hijjarh ke Hutasiantar untuk memenuhi permintaan Yang Dipertuan Hutasiantar agar mengajar di sana. Muridnya datang dari berbagai penjuru di sekitar Hutasiantar dan Panyabungan. Tuan Syekh Abdul Malik mengajar sampai Padangsidimpuan, Sipirok, Padang kawas dan Daludalu.

Ulama besar ini menikah di Hutasiantar, melahirkan seorang putera bernama Abdul Syukur. Syekh Abdul Malik naik haji tiga kali untuk sekaligus menambah ilmunya. Sebagian besar usianya dihabiskan mengajar di Natal sampai wafatnya dalam usia 75 tahun dan dimakamkan di Pemakaman Bukit Kayu Aro di bagian timur Natal. Pada tanggal 17 Desember 2003 penulis menziarahi makan Syekh Abdul Malik. Beberapa makam ada di sekitar makmnya yang dikelilingi tembok dan pagar besi.

Ilmu yang diajarkannya di Natal meliputi antara lain tafsir dan tasawuf. Buku-buku terkenal yang dipakainya antara lain: Tafsir Al Ghazali. Syawi, Jalalain dan Ihya Ulumuddin karya filosof Al Ghazali. Buku-buku berbahasa Melayu antara lain: Sabilul Muhtadin, Mathla’ul Badrain dan Syrus Salikin.

Syekh Sulaiman Al-Kholidy (1842-1917) berasal dari Hutapungkut, putera seorang pendekar bernama Japagar. Pendekar ini kelak menjadi pandai besi dan wafat di Sipirok. Syekh sulaiman Al-Kholidy adalah murid ulama tarikat Naqsyabandiyah, syekh Abdul wahab Rokan di Sumatera Timur. Syekh Sulaiman Al-Kholidy pernah belajar pada guru besar tarikat Naqsyabandiyah, Syekh sulaiman Zuhdi silsilah ke-33 tarikat ini di Jabal Kubeis di Mekkah.

Murid-muridnya antara lain Syekh Hasyim Rinjau Batu, Syekh abdul Majid Tanjung Larangan, Muara Sipongi, Syekh Ismail dari Muara Sipongi, Syekh Muhammad Saman dari Kampung Sungai Jaring, Bukittinggi dan Syekh Muhammad Baqi, puteranya sendiri. Para muridnya mengembangkan tarikat Naqsabandiyah di daerah mereka masing-masing.

Syekh Abdul Hamid seorang ulama Fiqh yang juga berasal dari Hutapungkut, pernah mengajar di Masjidil Haram. Ketika ualam yang keras menentang tarikat Naqsabandiyah kembali ke Hutapungkut, Syekh Sulaiman Al-Kholidy sedang mengembangkan tarikat itu di Hutapungkut. Namun, pergaulan kedua ulama besar ini tetap akrab sebagai sesama penganjur Islam.

Syekh Sulaiman Al-kholidy wafat dalam usia 75 tahun dan dimakamkan di Hutapungkut.

Syekh Abdul Muthalib Manyabar (1874-1937) adalah seorang yang gigih dalam hidup dan menuntut ilmu. Ia seorang piatu. Ayahnya Japidondang. Masa kecilnya dihabiskan sebagai penggemabal kerbau-kerbau milik Jamaniangi di padang rumput Siladang. Pada usia 12 tahun merantau ke Deli mengikuti abangnya, Abdul Latif. Ia bekerja sebagai penyabit rumput untuk makanan kuda bendi yang ketika itu menjadi angkutan umum di Medan. Usahanya meningkat bersama abangnya. Mereka menjual kain ke perkebunan-perkebunan di Tanah Deli. Pada usia 17, 1864, ia naik haji atas biaya sendiri dari hasil tabungan usahanya sendiri.

Selama 10 tahun, 1864-1874, belajar di Mekkah dan menjadi musafir menziarahi Baitul Maqdis. Ia belajar tariqat Naqsabandiyah di Jabal Qubeis. Syekh Abdul Muthalib Manyabar bermukim 50 tahun di Mekkah. Ia menikah dengan perempuan Aceh yang bermukim di Mekkah, yang melahirkan 6 putera puterinya dan isteri keduanya dari Manambin yang dinikahinya di Kelang, Tanah semenanjung, melahirkan 2 orang anak. Ia mendirikan rumah di Mekkah yang sampai kini masih ada. Ulama yang seringkali pulang kampung ini kembali dan menatap di Manyabar pada tahun 1923bersama seluruh keluarganya.

Ulama tarikat ini menyebarkan agama di daerah Mandailing, khususnya Barbaran, Hutabargot, Mompang Jae, Lar, Tambangan, Simangambat, Bangkudu, Raorao dan Siladang.ulama inilah yang menemukan mata air di Aek Banir yang digunakan untuk bersuci mengambil wudh sebelum shalat. Sehingga penduduk di daerah itu yang sebelumnya tidak menunaikan shalat dengan alasan karena ketiadaan air, akhirnya dapat melaksanakan shalat dalam keadaan suci. (bersambung / dikutip dari buku Madina Madani)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masih Mengambang Pelaksanaa DAK Pendidikan Taput 2011

    Masih Mengambang Pelaksanaa DAK Pendidikan Taput 2011

    • calendar_month Selasa, 15 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TARUTUNG : Dana Alokasi Khusus (DAK ), bidang pendidikan Kabupaten Tapanuli Utara tahun anggaran 2011 masih ngambang pelaksanaannya. Karena sampai sekarang belum ada keluar Petunjuk pelaksanaan serta Petunjuk teknisnya ( Juklak dan Juknis ). Pernyataan ini diutarakan oleh Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Kekayaan dan Asset Daerah ( DIPENLOKA ) Kabupaten Tapanuli Utara James Simanjuntak beberapa […]

  • Dahlan Hasan Diusul Mencalon Bupati Madina

    Dahlan Hasan Diusul Mencalon Bupati Madina

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebanyak 19 elemen masyarakat yang tergabung dalam Forum Masyarakat Mandailing Natal Bersatu (FMMNB) meminta Bupati Mandailing Natal (Madina) Dahlan Hasan Nasution untuk bersedia menjadi calon bupati Kabupaten Madina priode 2016-2020. Elemen-elemen tersebut antara lain ulama, tokoh adat, tokoh agama, karang taruna, mahasiswa madina, etnis Jawa, etnis Minang, etnis Toba, naposo […]

  • 83 Persen Pendidikan Honorer K2 di Bawah SMA

    83 Persen Pendidikan Honorer K2 di Bawah SMA

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pemerintah Daerah diwajibkan meningkatkan kompetensi Honorer Kategori Dua (K2). Pasalnya, Honorer K2 saat ini didominasi lulusan di bawah SMA. “Data yang kami punya, 83 persen honorer K2 berpendidikan di bawah SMA. Ini sangat memprihatinkan karena seorang guru harus meningkatkan kompetensinya agar kualitas pendidikan siswa juga meningkat,” kata Asdep Koordinasi Kebijakan Penyusunan Evaluasi Program […]

  • Jakfar Lubis Asal Madina Utusan Sumut Lomba Kopetensi Siswa Tingkat Nasional

    Jakfar Lubis Asal Madina Utusan Sumut Lomba Kopetensi Siswa Tingkat Nasional

    • calendar_month Jumat, 20 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Jakfar Lubis siswa kelas XI SMK Negeri 2 Panyabungan menjadi utusan Sumatera Utara di Lomba Kopetensi Siswa (LKS) bidang Kabinet Making tingkat Nasional. Jakfar Lubis diberangkatkan Sekretaris Daerah Kabupaten Mandailing Natal, Syafei Lubis, Jum’at (20/5/2016) dari perkantoran Pemkab Madina  menuju Malang, Jawa Timur lokasi Lomba Kopetensi Siswa. Lomba tingkat nasional itu […]

  • 2026 RSUD Panyabungan Akan Buka 6 Layanan Baru Termasuk Jantung

    2026 RSUD Panyabungan Akan Buka 6 Layanan Baru Termasuk Jantung

    • calendar_month Jumat, 29 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online )- Direktur Utama Rumah Sakit Adam Malik Medan dr.Zainal Safri,SP datangi RSUD Panyabungan dalam rangka penandatangan kesepakatan pengampuan layanan prioritas di RSUD Panyabungan Jum’at 29/9/2023. dr.Zainal Safri beserta rombongan disambut Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi didampingi Kepala RSUD Panyabungan dr.Rusly Pulungan dan Kadis Kesehatan Madina dr. Faisal Situmorang. Perlu diketahui bahwa […]

  • Gordang Sambilan Siantona

    Gordang Sambilan Siantona

    • calendar_month Senin, 27 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Grup Gordang Sambilan Martondi dari Desa Siantona, Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Mandailing Natal, tampil tadi sore di pondok taman Al-Munawaroh, Jalan Lingkar, Panyabungan, Senin (28/8). Pertunjukan dikesempatan ini menonjolkan Saleot, alat musik tiup yang terbuat dari gabungan tanduk kerbau dengan tempurung kelapa. Pondok taman Al-Munawaroh secara rutin mempertunjukkan atraksi Gordang Sambilan dari […]

expand_less