Kamis, 29 Okt 2026
light_mode

Malaysia Belajar Tangani Napi ke Indonesia

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 23 Feb 2011
  • print Cetak


Medan,

Penyebutan penjara di Indonesia dengan “pemasyarakatan” menarik perhatian pihak Maktab Penjara Kerajaan Malaysias. Mereka juga salut melaihat keterampilan warga binaan LP Klas I Tanjung Gusta Medan, khususnya dalam budidaya jangkrik.

Komandan Maktab Penjara Kerajaan Malaysia Nawawi Bin Hamid dalam kunjungannya sekaligus studi banding 54 taruna Maktab Penjara Kerajaan Malaysia atau Akademi Pemasyarakatan ke di LP Klas I Medan, Tanjung Gusta, Selasa (22/02/2011) mengatakan, mereka tertarik dengan kata “pemasyarakatan”, karena kesannya lebih baik dan bermasyarakat.

Sementara di negara serumpun itu masih menggunakan kata “penjara”, sehingga kata “penjara” itu terkesan menakutkan. “Kami tertarik dengan sebutan penjara di sini (Indonesia) dengan ‘pemasyarakatan’,” tegas Nawawi didampingi dua wakilnya, di Malaysia disebut Timbalan Komandan Maktab, yakni Marzuki dan Delber Singh.

Tak hanya tertarik dengan penyebutan nama, pihaknya juga tertarik dengan berbagai keterampilan yang dimiliki napi LP Tanjung Gusta. Salah satunya peternakan jangkrik yang kini dikembangkan para napi LP Tanjung Gusta. Bahkan para peserta studi banding sempat tercengang ketika Kepala LP Klas I Medan Samuel Purba menyampaikan paparannya soal peternakan jangkrik.

“Banyak yang dipelajari di sini dari berbagai aspek mulai dari program pembinaan/pemulihan, hingga banyaknya keterampilan di sini. Saya lihat banyak produk yang dihasilkan warga binaan. Paling menarik soal peternakan jangkrik yang ada di LP ini,” sebut Nawawi.

Katanya, ini bisa menjadi pembelajaran bagi para taruna, sehingga saat kembali ke Malaysia, budidaya jangkrik tersebut bisa disampaikan dan diterapkan. “Ini sangat menarik, selain tak perlu menggunakan teknologi canggih, juga tidak perlu menggunakan biaya besar,” ucapnya.

Disinggung mengenai kondisi LP Tanjung Gusta dengan Malaysia, menurut Nawawi, secara prosedur, tugas pegawai kedua negara tidak jauh berbeda. Begitu pula dengan pembinaan yang diberikan. “Walaupun ada perbedaan, hanya sedikit, namun tujuannya sama-sama melakukan pembinaan dan pemulihan bagi napi,” tambahnya.

Kemudian masalah over kapasitas juga menjadi permasalahan di penjara Malaysia. Bahkan ada penjara yang kapasitasnya hanya 2.000 orang diisi 6.000 orang. “Namun sekarang sudah mulai banyak dibangun penjara baru, sehingga bisa mengurangi over kapasitas tersebut,” ucap Nawawi.

Sementara Kelapa Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Sumatera Utara Baldwin Simatupang didampingi Kepala LP Klas I Medan Samuel Purba dan Humas Kemenkumham Sumut P Siagian mengatakan, pihaknya menyambut baik kunjungan pihak Maktab Penjara Kerajaan Malaysia.

Ia menerangkan, jika dibandingkan kondisi LP di Tanjung Gusta dengan Malaysia, tentunya banyak perbedaan terutama dari segi peralatan canggih. Salah satu contoh, setiap rumah sakit harus mencuci pakaian (laundry) di penjara yang memang memiliki mesin laundry.

Kemudian penjara di Malaysia memasarkan produk mereka seperti roti olahan para napi ke rumah sakit dan para pasien tidak boleh membeli roti dari luar selain roti yang diproduksi dari penjara.

Sistem itu, kata Baldwin, belum bisa dilakukan di Indonesia, padahal banyak keterampilan para napi yang menghasilkan produk berkualitas.

Sementara Samuel Purba menambahkan, pihaknya bangga LP Klas I Medan diprioritaskan sebagai lokasi studi banding negara lain.

Terlebih, ketika pihak Maktab Penjara Kerajaan Malaysia tertarik dengan budidaya jangkrik yang dilakukan warga binaannya.

Katanya, budidaya jangkrik itu idenya juga muncul dari pihak LP pimpinannya. Selain gampang dan tidak memerlukan biaya besar, jangkrik-jangkrik itu dijual ke pasar sebagai pakan hewan seperti burung dan ikan. (BS-021)
Sumber : Beritasumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Apa Kabar Islam Politik?

    Apa Kabar Islam Politik?

    • calendar_month Selasa, 24 Apr 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        Oleh : Lukman Hakiem* Hubungan antara Islam di Indonesia dan politik modern bisa ditelusuri ‘bermula’ pada awal abad 18 M. Kala itu, di belahan Barat terjadi revolusi industri dan Revolusi Prancis. Imbasnya tentu saja mengalir ke tanah Hindia Belanda selaku jajahan kongsi dagang Belanda, yakni VOC. Kedua revolusi itu merengut segalanya. Bahkan, revolusi […]

  • DCS Dapil 2 PKP Madina

    DCS Dapil 2 PKP Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 2 PKP Madina

  • Intel Melayu, Belajarlah Kepada Zulkifli Lubis Muda (bagian 2-selesai)

    Intel Melayu, Belajarlah Kepada Zulkifli Lubis Muda (bagian 2-selesai)

    • calendar_month Jumat, 10 Feb 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Zulkifli Lubis tak punya gelar segambreng macam Ph.D., atau master dari kampus-kampus bergengsi. Kuliah di sebuah kampus saja tidak pernah. Pendidikan SMA-nya pun tak jelas, kerena Perang Pasifik telah menutup sekolah pemuda cerdas ini. Dia menghabiskan masa mudanya di zaman Jepang untuk belajar jadi intel militer dan tak melanjutkan SMA-nya. "Sejak awal 1943 ia juga […]

  • Bupati Madina: Perbanyak Aktivitas Positif di Masjid

    Bupati Madina: Perbanyak Aktivitas Positif di Masjid

    • calendar_month Jumat, 3 Nov 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina), Sumut, Ja’far Sukhairi Nasution meresmikan masjid Ali Haromain, Lingkungan VI, Kelurahan Kotasiantar, Kecamatan Panyabungan, Jumat (3/11/2023) Hadir antara lain Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Lubis; Wakil Ketua DPRD Madina Erwin Nasution; sejumlah kepala OPD Pemkab Madina, camat Panyabungan, Danramil 13 Panyabungan, perwakilan Polres Madina, Lurah Kotasiantar Muhammad […]

  • Legenda Si Penguasa Kerangkeng, Akankah Kebenaran Terungkap?

    Legenda Si Penguasa Kerangkeng, Akankah Kebenaran Terungkap?

    • calendar_month Minggu, 30 Jan 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik Sadis! Horor! Tidak Manusiawi! Itulah sederatan kata-kata yang pastinya muncul di benak setiap orang yang telah mengetahui kasus seorang bupati salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Utara. Kisah tragis yang dikabarkan menimpa anak manusia dalam satu ruangan illegal bersama rantai kerangkeng yang sampai pemberitaan terkini belum ada […]

  • Gegara Takdiberi Uang, Seorang Anak Nekat Bakar Rumah Orangtua nya di Panyabungan

    Gegara Takdiberi Uang, Seorang Anak Nekat Bakar Rumah Orangtua nya di Panyabungan

    • calendar_month Minggu, 6 Apr 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Seorang anak diduga dengan sengaja membakar rumah kediaman orang tuanya di Desa Panyabungan Jae, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Perbuatan itu dia lakukan lantaran tak diberi uang, Minggu (6/04/2025). Dugaan tersebut diperkuat dengan kesaksian Bakti, salah satu tetangga korban. Dia mengatakan sempat mendengar keributan antara Fajar (19 tahun) dengan Aisyah […]

expand_less