Minggu, 18 Okt 2026
light_mode

Malaysia Belajar Tangani Napi ke Indonesia

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 23 Feb 2011
  • print Cetak


Medan,

Penyebutan penjara di Indonesia dengan “pemasyarakatan” menarik perhatian pihak Maktab Penjara Kerajaan Malaysias. Mereka juga salut melaihat keterampilan warga binaan LP Klas I Tanjung Gusta Medan, khususnya dalam budidaya jangkrik.

Komandan Maktab Penjara Kerajaan Malaysia Nawawi Bin Hamid dalam kunjungannya sekaligus studi banding 54 taruna Maktab Penjara Kerajaan Malaysia atau Akademi Pemasyarakatan ke di LP Klas I Medan, Tanjung Gusta, Selasa (22/02/2011) mengatakan, mereka tertarik dengan kata “pemasyarakatan”, karena kesannya lebih baik dan bermasyarakat.

Sementara di negara serumpun itu masih menggunakan kata “penjara”, sehingga kata “penjara” itu terkesan menakutkan. “Kami tertarik dengan sebutan penjara di sini (Indonesia) dengan ‘pemasyarakatan’,” tegas Nawawi didampingi dua wakilnya, di Malaysia disebut Timbalan Komandan Maktab, yakni Marzuki dan Delber Singh.

Tak hanya tertarik dengan penyebutan nama, pihaknya juga tertarik dengan berbagai keterampilan yang dimiliki napi LP Tanjung Gusta. Salah satunya peternakan jangkrik yang kini dikembangkan para napi LP Tanjung Gusta. Bahkan para peserta studi banding sempat tercengang ketika Kepala LP Klas I Medan Samuel Purba menyampaikan paparannya soal peternakan jangkrik.

“Banyak yang dipelajari di sini dari berbagai aspek mulai dari program pembinaan/pemulihan, hingga banyaknya keterampilan di sini. Saya lihat banyak produk yang dihasilkan warga binaan. Paling menarik soal peternakan jangkrik yang ada di LP ini,” sebut Nawawi.

Katanya, ini bisa menjadi pembelajaran bagi para taruna, sehingga saat kembali ke Malaysia, budidaya jangkrik tersebut bisa disampaikan dan diterapkan. “Ini sangat menarik, selain tak perlu menggunakan teknologi canggih, juga tidak perlu menggunakan biaya besar,” ucapnya.

Disinggung mengenai kondisi LP Tanjung Gusta dengan Malaysia, menurut Nawawi, secara prosedur, tugas pegawai kedua negara tidak jauh berbeda. Begitu pula dengan pembinaan yang diberikan. “Walaupun ada perbedaan, hanya sedikit, namun tujuannya sama-sama melakukan pembinaan dan pemulihan bagi napi,” tambahnya.

Kemudian masalah over kapasitas juga menjadi permasalahan di penjara Malaysia. Bahkan ada penjara yang kapasitasnya hanya 2.000 orang diisi 6.000 orang. “Namun sekarang sudah mulai banyak dibangun penjara baru, sehingga bisa mengurangi over kapasitas tersebut,” ucap Nawawi.

Sementara Kelapa Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Sumatera Utara Baldwin Simatupang didampingi Kepala LP Klas I Medan Samuel Purba dan Humas Kemenkumham Sumut P Siagian mengatakan, pihaknya menyambut baik kunjungan pihak Maktab Penjara Kerajaan Malaysia.

Ia menerangkan, jika dibandingkan kondisi LP di Tanjung Gusta dengan Malaysia, tentunya banyak perbedaan terutama dari segi peralatan canggih. Salah satu contoh, setiap rumah sakit harus mencuci pakaian (laundry) di penjara yang memang memiliki mesin laundry.

Kemudian penjara di Malaysia memasarkan produk mereka seperti roti olahan para napi ke rumah sakit dan para pasien tidak boleh membeli roti dari luar selain roti yang diproduksi dari penjara.

Sistem itu, kata Baldwin, belum bisa dilakukan di Indonesia, padahal banyak keterampilan para napi yang menghasilkan produk berkualitas.

Sementara Samuel Purba menambahkan, pihaknya bangga LP Klas I Medan diprioritaskan sebagai lokasi studi banding negara lain.

Terlebih, ketika pihak Maktab Penjara Kerajaan Malaysia tertarik dengan budidaya jangkrik yang dilakukan warga binaannya.

Katanya, budidaya jangkrik itu idenya juga muncul dari pihak LP pimpinannya. Selain gampang dan tidak memerlukan biaya besar, jangkrik-jangkrik itu dijual ke pasar sebagai pakan hewan seperti burung dan ikan. (BS-021)
Sumber : Beritasumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Contohlah Istri Bupati Tanah Longsor

    Contohlah Istri Bupati Tanah Longsor

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Dahlan Batubara Namanya Eka Dessy Dahlia. Dia adalah istri Raja Pege, bupati Kabupaten Tanah Longsor. Meski istri seorang bupati, Eka tak mau melibatkan diri dalam pemerintahan kabupaten. Dia tak mau memanfaatkan jabatan suaminya itu menimbun harta bagi keluarganya. Toh, gaji suaminya sudah lebih dari cukup untuk keluarga. Eka tak mau jabatan ketua PMI. […]

  • Pembakar Barak PT Sorikmas Mining Diimbau Menyerah

    Pembakar Barak PT Sorikmas Mining Diimbau Menyerah

    • calendar_month Selasa, 31 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Aksi demo penolakan tambang oleh ratusan warga Desa Hutagodang Muda, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Ahad (29/05/2011) berujung bentrok. Salah seorang warga, Solatia (19), tertembak. Sejumlah fasilitas perusahaan tambang emas PT Sorikmas Mining dibakar warga. Pasca peristiwa tersebut, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro langsung turun ke Madina, Senin (30/05/2011). Kunjungan […]

  • Andi Kembali Diancam Fatori

    Andi Kembali Diancam Fatori

    • calendar_month Selasa, 7 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIANTAR- Kontributor Trans TV Andi Siahaan kembali mendapat ancaman dari Kapolresta Siantar AKBP Fatori SIk, Minggu (5/12) pagi. Kabar ini diketahui melalui berita yang beredar ke email sejumlah wartawan di Siantar. Dalam email tersebut, Andi mengatakan bahwa Fatori mengancam akan menghabisi nyawanya jika keluar dari tahanan. “Sekitar pukul 8.10 WIB, Minggu (5/12), Fatori mendatangi ruang […]

  • Jembatan Tambangan Hampir Rampung

    Jembatan Tambangan Hampir Rampung

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAMBANGAN (Mandailing Online) – Pembangunan jembatan Tambangan sudah hampir rampung. Semua kerangka jembatan sudah berdiri kokoh. Jembatan itu menghubungkan desa-desa di kawasan seberang Tambangan dengan kawasan Laru yang berada di jalur jalan lintas Sumatera. Kawasan laru dan seberang Tambangan berada di Kecamatan Tambangan, Mandailing Natal, Sumut. Pembangunan jembatan ini terbilang dramatis. Pada tahun 2018 saat […]

  • “AYAH” DAN “IBU” DALAM BAHASA ARAB: ADA MAKNA DI BALIK KATA

    “AYAH” DAN “IBU” DALAM BAHASA ARAB: ADA MAKNA DI BALIK KATA

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • account_circle Nur Ainun Ritonga
    • 0Komentar

    Oleh: Nur’ainun Ritonga Dosen Bahasa dan Sastra Arab STAIN Mandailing Natal   Bahasa Arab bukan sekedar bahasa yang kaya akan kosa kata (Mufrodat). Di balik sebuah kata sering kali terdapat makna yang menarik untuk dikaji. Salah satunya dapat kita temukan dalam kata yang berkaitan dengan “anak”, “ayah” dan “ibu”. Dalam bahasa Arab terdapat kata ولد […]

  • Atika Nasution Salurkan Masker ke Pedagang

    Atika Nasution Salurkan Masker ke Pedagang

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Atika Azmi Utammi Nasution, B.AppFin, MFin menyalurkan bantuan masker kepada para pedagang sejak tanggal 14 hingga 17 April 2020 dalam upaya melindungi pedagang dari Covid-19. Bantuan masker kepada pedagang ini memperlihatkan ketajaman perspektif Atika pada sektor ekonomi di Mandailing Natal. Pantauan wartawan di pasar lama Panyabungan, Jum’at (17/4) Atika didampingi kader […]

expand_less