Minggu, 19 Apr 2026
light_mode

Pemimpin, Perubahan dan Nilai Agama, Kajian Terhadap Visi Misi Yusuf-Imron (bagian 1)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 15 Sep 2015
  • print Cetak

Oleh : Asmaryadi Lubis, M.Pd

 

Setiap kalian adalah pemimpin. Setiap pemimpin akan dimintai pertanggung-jawaban atas kepemimpinannya. (HR. Bukhari dan Muslim)

Globalisasi merupakan keharusan sejarah. Kita tidak bisa menghindarinya dan lari dari perkembangan dan kemajuan zaman. Kita hanya bisa mengendalikannya, itu pun kalau memiliki keberanian. Dan untuk menjadi seorang pemberani tentunya membutuhkan kekuatan dan ketangguhan pribadi. Bila tidak, kita hanya akan menjadi obyek atau bahkan hanya sekedar kuli atau pekerja kasar bagi mereka yang memiliki kekuatan tersebut.

Era globalisasi menimbulkan dampak yang demikian dahsyat bagi kehidupan utamanya kehidupan sosial. Sangat jelas bisa melahirkan berbagai problematika di antaranya adalah persaingan yang semakin tajam bahkan terkesan yang kuat akan mendominasi yang lemah. Perubahan adalah perputaran dan tidak hanya konstan akan tetapi bisa menjelma menjadi pesat, radikal, serentak dan pervasif (meresap atau merembes).

Persaingan dan perubahan, merupakan sesuatu yang ada dan natural dalam kehidupan manusia bahkan mulai dari awal penciptaan manusia dimana sperma akan saling bersaing dengan jumlah yang mencapai jutaan. Sperma yang menjadi pemenang akan membuahi ovum maka mulailah terjadi perubahan. Mulai jadi mudgoh berubah menjadi janin, dan pada saatnya akan dilahirkan. Dan perubahan tersebut terus berlanjut, mulai dari bayi, anak-anak, remaja, pemuda, dewasa, dan seterusnya. Hal ini membuktikan, bahwa kehidupan mengajarkan kepada kita, persaingan dan perubahan adalah suatu kepastian yang datangnya dari Allah SWT, Sang Pencipta.

Pada era persaingan dan perubahan, kesuksesan tidak dapat dirancang dengan “bagaimana caranya”. Namun, peluang-peluang keberhasilan hanya akan didapat oleh pribadi-pribadi yang mampu menemukan dan mengembangkan kepemimpinan dalam dirinya. Pada umumnya lebih sukar untuk mengubah budaya dalam masyarakat yang sudah matang daripada menciptakannya dalam sebuah tatanan yang baru. Seorang pemimpin memerlukan pengetahuan dan keterampilan yang cukup banyak untuk memahami budaya dalam sebuah lingkup masyarakat yang sudah dewasa dan mampu mengimplementasikan perubahan tersebut dengan berhasil.

Tuntutan adanya perubahan dalam sebuah masyarakat menjadi sebuah kebutuhan bagi seorang pemimpin yang transformasional. Salah satu ciri dan karakteristik pemimpin transformasional adalah dimulai dengan adanya perubahan, diikuti oleh penciptaan sebuah visi yang baru, dan kemudian pelembagaan perubahan itu sendiri.

Kepemimpinan memainkan peranan yang sigifikan dalam sebuah usaha mewujudkan perubahan. Berhasil tidaknya usaha tersebut, salah satunya ditentukan oleh sumber daya yang ada. Di samping itu faktor yang sangat berperan penting adalah faktor kepemimpinan. Peran utama kepemimpinan adalah mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pengembangan tersebut merupakan suatu kegiatan mengadakan perubahan secara berencana yang mencakup suatu diagnosa secara sistematis terhadap tujuan yang ingin diwujudkan. Seorang pemimpin harus ikut aktif dalam mengatur pelaksanaan kegiatan usaha mewujudkan perubahan tersebut.

Asmaryadi Lubis, M.Pd

Asmaryadi Lubis, M.Pd

Keberhasilan atas usaha mewujudkan suatu perubahan sebagian besar ditentukan oleh kualitas kepemimpinannya atau pengelola dan komitmen yang harus terus dijaga. Kepemimpinan merupakan suatu hal yang seharusnya dimiliki oleh seorang pemimpin. Akhir-akhir ini banyak yang membicarakan tentang krisis kepemimpinan, ini dikarenakan karena kurangnya kepercayaan masyarakat serta rendahnya kualitas seorang pemimpin sehingga tidak ada sesuatu perubahan pun yang terlihat dalam mengemban amanah dan tanggung jawabnya sebagai seorang pemimpin.

Kalau dihubungkan dengan kondisi sekarang ini yakni pemilihan kepala daerah secara serentak di Indonesia, memang banyak calon yang mengajukan diri, namun masyarakat masih banyak yang tidak tahu dan bahkan tidak perduli siapa yang akan dipilihnya. Demikian juga halnya dengan pilkada yang akan dilangsungkan di Mandailing Natal pada tanggal 9 Desember mendatang. Hal ini terlihat dengan banyaknya pameo yang mengatakan “ah sarupo na doi, leng naso adong pembangunan, leng naso adong do parubahan.” Hal ini mengindikasikan bahwa masyarakat sudah merasa bosan dengan keadaan yang sama tanpa adanya perubahan, seolah masyarakat sudah tidak “betah” sehingga masyarakat menginginkan perubahan, untuk mewujudkan keberhasilan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan dalam sistem dan tatanan kehidupan sosial masyarakat.

Kalau dikaitkan dengan lingkungan yang ada, maka dalam kepemimpinan saat ini sangat diperlukan kemampuan pemimpin untuk menyesuaikan dengan perubahan. Kepemimpinan dan penyesuaian terhadap perubahan yang ada merupakan tantangan terbesar masa kini bagi seorang pemimpin. Peranan seorang pemimpin dalam hubungan antar masyarakat sangat terkait dengan gaya kepemimpinan yang ditampilkannya. Seorang pemimpin diharapkan dapat menampilkan gaya kepemimpinan segala situasi tergantung kondisi dan situasi. Kunci kepemimpinan yang efektif terlihat dari visi-misi yang menjadi dasar acuan seorang pemimpin dalam mengemban amanah serta tanggung jawabnya, serta usaha yang akan dilakukan demi mancapai harapan-harapan masyarakat yang menyandangkan “harapan besar” di pundak seorang pemimpin.

Maka tentu saja menjadi hal yang sangat vital untuk meletakkan pondasi keagamaan yang kuat dalam menghadapi tantangan transformasi zaman yang sedemikian hebat itu sehingga mampu memperpendek rentang waktu yang selama ini disekat oleh demografi dan geografi. Keagamaan mutlak dan wajib untuk diprioritaskan jika memang kita bersepakat bahwa wajah Mandailing Natal kedepan akan diisi dengan kedamaian, keagungan, kesederhaan yang berakhlaqul karimah tentunya. Mandailing Natal yang dikenal dengan negeri “serambi mekkah” dan ada juga yang menjulukinya sebagai negeri ” beribu santri” harus dapat berbenah dan menyongsong masa depan yang “uswatun khasanah” dengan pendekatan peningkatan keagamaan karena memang harus diakui dalam lembaran sejarah bahwa negeri yang namanya pernah disebutkan patih Gajah Mada dalam sumpah palapa telah banyak menggoreskan peradaban-peradaban baru dalam dunia Islam Indonesia dengan melahirkan banyak puluham ulama terkenal yang bukan hanya diakui dalam ruang lingkup regonal bahkan sampai dunia internasional. Inilah fakta sejarah yang tidak bisa dinafikan bahwa Mandailing Natal dahulunya adalah gudang dari para ulama.

Mandailing Natal hari ini sangat jauh berbeda dengan Mandailing Natal sebelum dimekarkan dengan kabupaten Tapanuli Selatan. Hari ini kita berbangga hati bahwa kemajuan pembangunan sudah sedemikian pesat sebagai hasil nyata kiprah H. Amru Daulay, SH sebagai bupati yang tela meletakkan dasar-dasar pembangunan. Namun hari ini juga kita merasa miris dengan semakin banyaknya penyimpangan (deviasi) yang terjadi dalam segmen kehidupan sosial masyarakat ditandai dengan semakin banyaknya peredaran narkoba begitu juga dengan asusila lainnya. Kita tentunya sangat memprihatinkan ini, namun sebagai anak sah yang lahir dari rahim bumi Mandailing Natal maka tidak tepat jika kita hanya prihatin dan mengutuk semata namun harus berani berbuat dan mencari jalan keluarnya (problem solving) guna menuntaskan ini secara bertahap.

Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Mandailing Natal Nomor urut satu (Drs. H.M.Yusuf Nasution, M.Si dan H. Imron Lubis, S.Pd, MM) yang sudah puluhan tahun mengabdi dibirokrasi dan juga aktif dilingkungan sosial masyarakat menyadari sepenuhnya bahwa tanggungjawab untuk meningkatkan keagaaman ini merupakan hal yang sangat prinsipil dan tidak bisa ditawar-tawar lagi. Dan karena itu, bagi mereka tentu saja ini adalah ibadah dan perjuangan karena menyangkut tentang masa depan generasi muda yang kelak akan menjadi pemegang tongkat esetafet kepemimpinan berikutnya. Dilandasi dengan semangat perjuangan untuk perbaikan moralitas, mereka berdua memasukkan upaya peningkatan kehidupan keagamaan ini kedalam visi misi yakni “terwujudnya masyarakat yang mandiri, berakhlak mulia dan sejahtera”. (bersambung)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengakuan blak-blakan anak buah Klewang soal seks bebas
    Tak Berkategori

    Pengakuan blak-blakan anak buah Klewang soal seks bebas

    • calendar_month Jumat, 17 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pekan  Baru – Pengungkapan jaringan geng motor di bawah komando Mardirianto alias Anto Klewang (58) masih terus dikembangkan jajaran Polresta Pekanbaru. Berselang dua hari setelah menangkap enam siswa anggota geng motor, kini giliran dua remaja perempuan berinisial Yn (15) dan Um (16) ditangkap di rumahnya, Rabu (15/5). Saat diwawancara merdeka.com, kamis (15/5) di polresta pekanbaru, […]

  • Nama-nama 26 Anggota DPRD Madina Yang Mengajukan Hak Interpelasi

    Nama-nama 26 Anggota DPRD Madina Yang Mengajukan Hak Interpelasi

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dokumen usulan hak interpelasi kepada bupati Mandailing Natal (Madina) resmi diajukan oleh 26 anggota DPRD Madina kepada pimpinan DPRD Madina, Rabu (10/12) di gedung dewan. Dalam dokumen usulan hak interpelasi bernomor 170/837/DPRD/2014 tertanggal 10 Desember 2014 itu, nama-nama yang menandatangani adalah : 1. As Imran Khaitamy Daulay (Fraksi Golkar), […]

  • AGROBISNIS PEPAYA RUNDING

    AGROBISNIS PEPAYA RUNDING

    • calendar_month Jumat, 3 Mei 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Agrobisnis itu menjanjikan. Bisa bikin kaya. Jadi bos, alias memiliki karyawan, alias pengusaha di sektor pertanian. Kaum milenial pedesaan harus mengarah ke agrobisnis. Bukan menunggu lowongan kerja yang maha sulit itu. Yang bikin putus asa itu. Semua bisa. Yang sarjana. Yang tamat SMA. Atau tamatan SMP atau SD. Bahkan yang tak tamat SD pun. Mari […]

  • Menantu Rahudman Dan Keponakan Sekda Tak Lulus CPNS

    Menantu Rahudman Dan Keponakan Sekda Tak Lulus CPNS

    • calendar_month Minggu, 26 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN: Benarkah terjadi ‘permainan’ dalam seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemko Medan? Benarkah pengumuman ‘ditukangi’ untuk meluluskan orang-orang tertentu? Tidak hanya Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Medan Lahum Lubis, SH, MM yang bersikukuh kalau pengumuman dilakukan sesuai prosedur. Tapi, Walikota Medan Drs H Rahudman Harahap, MM juga mengungkapkan, Pemko Medan saat mengumumkan kelulusan […]

  • Guru Honor Berdemo di DPRD dan Kantor Bupati Madina

    Guru Honor Berdemo di DPRD dan Kantor Bupati Madina

    • calendar_month Rabu, 27 Mar 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Guru honorer yang merasa dirugikan pada saat pengumuman seleksi penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)  kembali gelar unjuk rasa. Pembatalan nilai seleksi kompetensi teknis tambahan (SKTT) kembali jadi tuntutan pengunjuk rasa Rabu,(27/03/2024). Didepan gedung DPRD Madina, para pengunjuk rasa meminta Bupati H.M.Jakfar Sukhairi Nasution membatalkan nilai SKTT dan mengembalikan hasil pada […]

  • Polisi Temukan 4 Ladang Ganja

    Polisi Temukan 4 Ladang Ganja

    • calendar_month Rabu, 5 Apr 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tim dari Polres Madina dan Brimob Poldasu menemukan 4 ladang ganja di kawasan perbukitan Tor Sihite, Panyabungan Timur. Kapolres Mandailing Natal (Madina), AKBP Rudi Rifani dalam siaran persnya, Rabu (5/4/2017) menyatakan tim melakukan penyisiran sejak hari Minggu (2/4). Tanaman ganja yang ditemukan di empat lokasi itu berjumlah total sekitar 2.000 […]

expand_less