Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Ahbabun Nabi Mandailing Natal Kutuk Presiden Parancis

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 2 Nov 2020
  • print Cetak

Abuya Muhammad Ibrahim Rusli Al Makky

PANYABUNGAN (Mandailing Online)Majelis Shalawat Ahbabun Nabi SAW, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menilai Presiden Prancis Emmanuel Macron telah melakukan kecerobohan yang disengaja untuk melukai hati umat Islam dan membuktikan dia sangat dangkal dalam memaknai toleransi, kebebasan dan keberagaman.

“Sangat lumrah apabila umat Islam marah, karna Macron telah menghina agama dan Nabi Muhammad SAW. Pernyataan Macron sangat melukai hati umat Islam diaeluruh dunia. Umat Islam harus melakukan perlawanan, setidaknya bersama-sama untuk memboikot produk buatan Francis yang beredar di Indonesia” tegas Rois Syuriah Majelis Shalawat Ahbabun Nabi SAW, Abuya Muhammad Ibrahim Rusli Al Makky dalam siaran pers yang diterima redaksi Mandailing Online, Senin (2/11/2020) menyikapi polemik Macron dan Umat Islam.

Abuya menyatakan bahwa Majelis Shalawat Ahbabun Nabi mengecam dan mengutuk pernyataan Presiden Francis tersebut, dan meminta Macron untuk mencabut pernyataannya dan meminta maaf kepada seluruh umat Islam di dunia.

“Pelecehan Macron terhadap Nabi Muhammad dan agama Islam, tidak dapat dibenarkan dari sisi apapun. Pernyataan tersebut sangat tak berdasar, provokatif , tendensius, menggelorakan islamophobia dan memiliki dampak buruk bagi perdamaian dunia,” ujar Abuya Rusli yang alumnus Ma’had Shalatiyah, Makkah ini.

Di kesempatan yang sama, Amiir (ketua) Majelis Shalawat Ahbabun Nabi, Ustad Abdul Aziz Hasibuan menambahkan, pernyataan Macron yang mengaitkan terorisme dengan Islam adalah propoganda murahan yang sangat jauh dari fakta yang ada.

Ustad Abdul Aziz Hasibuan

“Terorisme tak ada kaitan dengan agama apapun. Apalagi Islam adalah ajaran yg rahmatan lil alamin. Islam adalah agama rahmah yang damai, toleran dan menghargai keyakinan pemeluk  agama lainnya” tambah Ustad Azis.

Dijelaskan, Macron adalah potret pemimpin buruk di dunia yang melecehkan agama dan pemimpin agama dengan alasan kebebasan berekspresi.

“Macron adalah pemimpin yang bisa menyeret dunia kepada kekacauan dan permusuhan yang berkepanjangan. Dia telah menyulut api yang akan membakar dirinya sendiri. Macron ini sangat tidak memahami makna toleransi dan kerukunan antar umat beragama” ujar Ustad Aziz yang alumnus pesantren Musthafawiyah Purba Baru ini.

Ditambahkan, kebebasan berpendapat tidak boleh melampaui batas dan kebablasan karena setiap orang atau komunitas memiliki kebebasan yang sama. Apalagi sampai melecehkan keyakinan dan pemimpin agama lain.

“Kebebasan tanpa batas justru melahirkan kekacauan bagi kemanusiaan dan perdamaian dunia. Oleh sebab itu, kebebasan harus dimaknai sebagai sikap toleran kepada yang lain, menghormati perbedaan, dan tidak berbuat sesuatu yang mencederai pihak lain,” ujar pengusaha Toko Arafah ini.

Ditambahkan Ustad Azis, pihaknya mendukung MUI yang meminta umat Islam untuk memboikot produk Francis yang beredar di Indonesia sebagai bentuk solidaritas dan protes atas pernyataan Macron tersebut.

Beberapa hari terakhir,  umat Islam di seluruh dunia marah akibat pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menyebut kartun Nabi Muhammad yang diterbitkan majalah Charlie Hebdo sebagai bentuk kebebasan berekspresi di negaranya. Selain itu Macron juga menyatakan masa depan Prancis hendak dirampas oleh Islam garis keras/ekstrimisme.

Sontak pernyataan Macron tersebut memantik kecaman dan menyulut protes umat Islam di seluruh dunia, termasuk protes keras dari  Kabupaten Madina yang dikenal dengan julukan “Serambi Makkah” Sumatera Utara.

Sumber : rilis
Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Demo CPNS Diwarnai Aksi Tabur Bunga dan Berkemah di Kantor Bupati Madina

    Demo CPNS Diwarnai Aksi Tabur Bunga dan Berkemah di Kantor Bupati Madina

    • calendar_month Senin, 2 Jun 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Aksi Demonstrasi para pelamar CPNS Kabupaten Mandailing Natal (Madina) formasi tahun 2013 di kantor bupati Madina, Senin (2/6/2014) diiringi dengan aksi tabur bunga. Para pengunjukrasa bergantian menaburkan bunga terhadap foto Plt Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution yang dipajang di depan pintu masuk kantor bupati. Penaburan bunga itu disebut sebagai ungkapan duka […]

  • Kejari Buka Layanan Pengaduan

    Kejari Buka Layanan Pengaduan

    • calendar_month Selasa, 4 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Guna memerangi kasus korupsi, Kejaksaan Negeri Medan membuka layanan pengaduan kasus korupsi Tahun 2011 ini. Bagi masyarakat yang menemukan adanya bukti kecurangan silahkan melapor ke Kejari Medan. “Jadi kalau menemukan adanya indikasi silahkan melapor kepada pihak kejaksaan. Namun demikian laporan tersebut harus dilengkapi dengan bukti-bukti kongkrit supaya pengaduan langsung ditindaklanjuti,” kata Kasi Pidsus Kejari […]

  • Bendera Merah Putih Kurang Laku

    Bendera Merah Putih Kurang Laku

    • calendar_month Jumat, 15 Agt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bendera Merah Putih kurang diminati di Mandailing Natal (Madina). Hal itu tergambar dari menurunnya omzet penjualan bendera ini yang dialami sejumlah pedagang bendera di Panyabungan menjelang HUT RI tahun ini. Tak tanggung tanggung, penurunannya hingga 60 persen. Seorang penjual bendera, Ruslan Ependi (30), Jum’at (15/08/2014) mengaku mengalami penurunan yang cukup signifikan […]

  • Tunjangan staf Madina tak dibayar?

    Tunjangan staf Madina tak dibayar?

    • calendar_month Kamis, 16 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah ( APBD ) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengalami depisit anggaran mencapai Rp45 miliar lebih. Sehingga terancang anggaran tunjangan staf sebesar Rp250 ribu per bulan yang tinggal beberapa bulan lagi bakal terancam tidak dibayar. Bahkan beberapa proyek juga tidak terlaksana akibat ketersedian anggaran. “Kami sangat resah akibat tidak dibayarkannya tunjangan staf […]

  • Warga Sipolu Polu Grebek Rumah Diduga Tempat Transaksi Narkoba

    Warga Sipolu Polu Grebek Rumah Diduga Tempat Transaksi Narkoba

    • calendar_month Senin, 31 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ) -puluhan warga Aek Lapan, Kelurahan Sipolu Polu, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, Minggu malam 30/7/2023 menggrebek sebuah rumah yang diduga menjadi tempat transaksi narkoba. Sayangnya saat di grebek, rumah tersebut dalam keadaan kosong, hanya saja ada 2 orang remaja di temukan disebuah pondok sawah tidak jauh dari lokasi penggrebekan. Saat […]

  • Dinas Perdagangan Madina dan Mahasiswa Akan Mendata di Pasar Tradisional dan Pasar Rakyat

    Dinas Perdagangan Madina dan Mahasiswa Akan Mendata di Pasar Tradisional dan Pasar Rakyat

    • calendar_month Kamis, 23 Jan 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekitar 10 mahasiswa dari dua perguruan tinggi melakukan magang dan praktikum di Dinas Perdagangan Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut. Para mahasiswa akan melakukan pendataan pluktuasi jumlah pedagang di seluruh pasar tradisional dan pasar rakyat yang ada di Madina. Dua perguruan tinggi itu adalah STAIN Madina yang mengirim 6 mahasiswa smester 8 […]

expand_less