Selasa, 21 Jul 2026
light_mode

Mandailing Online di Era Online

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 12 Agt 2016
  • print Cetak

Catatan : Dahlan Batubara
Pemimpin Redaksi Mandailing Online

Dahlan Batubara

Dahlan Batubara

Perubahan itu teramat cepat, sangat cepat seperti revolusi. Hingga lima tahun lalu, orang mengikuti berita itu dengan membaca media cetak atau koran atau majalah. Tetapi sejak 3 tahun lalu, jumlah pembaca media cetak menurun drastis, sebaliknya pembaca online meningkat tajam, bahkan teramat tajam.

Mereka beralih ke online karena lebih mudah, lebih cepat, lebih simpel. Membaca berita via online bisa dilakukan kapan saja, dimana saja, dalam situasi apapun, yang penting ada jaringan sinyal.

Mereka membaca berita dan informasi lainnya dari heand phone (HP) atau laptop atau komputer. Dan HP menjadi alat mayoritas di perubahan pola baca itu. Tidak saja di kota besar, di kota kecil seperti Sidempuan, Gunung Tua, Sibuhuan, Panyabungan atau Kotanopan saja, mayoritas jenis ponsel yang terjual di toko-toko heand phone adalah jenis yang beraplikasi internet.

Penduduk yang tinggal di desa terpencil hingga desa yang dekat dengan ibukota kecamatan sudah memakai HP yang memiliki fitur internet. HP tak lagi hanya sebatas nelefon atau SMS-an lagi, telah berkembang pada kebutuhan informasi dan hiburan.

“Revolusi” itu ternyata tak hanya pada pola baca, tetapi juga terjadi di dunia industri digital. Nokia yang agak “lambat” telah digilas oleh Samsung, Oppo maupun Vivo. Black Berry tenang-tenang saja. Lalu ada produk-produk murah dari China membanjiri pasar yang memanjakan konsumen HP dengan fitur-fitur lengkap.

Lalu bagaiaman televisi? Televisi hanya mayoritas mengangkat berita yang  berskala nasional, forsi daerah kurang. Makanya mengikuti perkembangan daerah atau Sumatera Utara  memalui HP menjadi trend masa kini.

Media online telah menjelma sebagai media  terbanyak pembaca atau pemirsanya di seluruh penjuru dunia. Dampaknya, olplah susut, iklan susut. Tahun 2009 lalu grup surat kabar terkemuka di dunia Chicago Tribune sudah menyatakan bangkrut. The New York Times yang begitu hebat, sedang di ambang jurang yang sama. Utangnya yang hampir jatuh tempo mendekati Rp 40 triliun, sedangkan dana yang siap baru Rp 4 triliun. The New York Times kini  masih hidup karena menyewakan ruangan di gedungnya sehingga masih bisa terbit walau tertatih-tatih.

Di Indonesia, Serikat Penerbit Suratkabar Indonesia pernah mengungkapkan pandangan bahwa televisi dan internet tidak akan membunuh media cetak. Pandangan ini menjadi benang merah pada Seminar Media Industry Outlook 2010 sebagaimana diberitakan Kompas, 20 Januari 2010. Tetapi, hanya berselang lima tahun sejak pernyataan itu diungkapkan, sudah beberapa media cetak yang akhirnya gulung tikar.

Per 31 Oktober 2015, satu lagi media cetak yang harus tutup, diusia yang masih belia. Ialah Harian Bola yang khusus mengusung konsep olahraga utamanya sepakbola. Harian Bola menyusul rekan-rekannya yang lain, yang tutup lebih awal, misalnya Soccer yang tutup di 2014.

Beberapa anak usaha Kompas Gramedia juga tercatat ada yang ditutup, seperti Majalah Fortune. Lalu, Harian Jurnal Nasional juga mengalami masalah tragis. Per 1 November 2014 lalu, media ini juga harus tutup usia dan berubah seutuhnya menjadi media online.

Di Sulawesi Selatan, juga tercatat ada dua media cetak yang harus tutup di 2015. Keduanya masih berusia sangat muda, yakni Koran Celebes dan Koran Inilah Sulsel.

Perubahan cara baca dari cetak ke online itu tak dapat dibendung. Media online menyediakan platform berita dan informasi yang lebih murah, mudah, lebih cepat.

Lalu, selain menerbitkan edisi cetak, perusahaan surat kabar di Sumatera Utara yang berbasis di Medan pun mau tak mau harus juga meluncurkan media online mengiringi edisi cetaknya.

Meski media online telah “diserbu”, bukan berarti perusahaan media online berbahagia. Tetapi, justru menghadapi persoalan pula. Pembaca tidak membayar kepada perusahaan media online, tetapi kepada provider internet. Persoalan lainnya : bermunculan media online yang kurang keredibel, kurang dipercaya. Kondisi itu memunculkan penurunan kepercayaan publik kepada media online; seperti nila yang mengotori media online yang berjuang untuk kredibel.

Perusahaan media online belum menemukan cara yang memadai untuk mendapatkan penghasilan dari hasil perubahan cara baca itu. Sejumlah media mencoba cara : siapa yang mengakses koran online itu harus berlangganan. Tetapi cara ini tidak efektif karena sudah terlanjur fisikologi online itu gratis. Makanya, cara lain yang dipakai masih dari sektor iklan, walau kehadiran iklan ini relatif mengganggu karena si pembaca harus meng-“close” iklan itu terlebih dahulu.

Tetapi, perusahaan-perusahaan media online tetap berusaha selalu terbit tiap hari, meski “oplahnya” dicuri provider internet itu. Termasuk media online lokal seperti Mandailing Online.

Perusahaan media online skala nasional masih agak luamayan karena perusahaan-perusaan biro iklan di Jakarta masih banyak yang mau memasang iklan di sana. Beda dengan media online lokal yang sepi dari iklan.

Itu makanya, Mandailing Online belum mampu menyajikan banyak ragam berita karena hanya satu dua wartawan yang bersedia “tak bergaji” yang mau bekerja di Mandailing Online. Karena media ini masih terus mencari bentuk pencarian pendapatannya.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Selamat Datang Caleg Baru

    Selamat Datang Caleg Baru

    • calendar_month Jumat, 3 Agt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Catatan : AKHIRUDDIN MATONDANG “Hari Gini Kalau Ada Orang yang Nggak Kamu Kenal, Tapi Tiba-Tiba Begitu Ramah, Waspadalah…90 % Dipastikan Kalo Dia Adalah Caleg.” Meme seperti kalimat di atas belakangan sering tampak di medsos, terutama facebook dan grup-grup whatsapp (WAG). Tidak itu saja, wajah medsos dalam sebulan terakhir diramaikan foto-foto para bakal calon anggota […]

  • Wartawan Posmetro Langkat Diancam Polisi

    Wartawan Posmetro Langkat Diancam Polisi

    • calendar_month Senin, 14 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    LANGKAT, (MO) – Wartawan Posmetro Medan (Grup Sumut Pos) bertugas di wilayah Kabupaten Langkat, Darwis Sinulingga, diancam Kepala Pos Lalu-lintas (Kapos Lantas) Seikarang Kecamatan Stabat, Aiptu G Samosir, Minggu (13/1) dinihari. Pengancaman terjadi saat Darwis bersama keluarganya dihadang saat pulang dari Binjai menuju Stabat. “Biasanya polisi yang merazia selalu hormat kepada masyarakat, ini tidak dia […]

  • Pengamat Hukum : Bawaslu RI Harus Selektif Memilih Anggota Bawaslu Sumut

    Pengamat Hukum : Bawaslu RI Harus Selektif Memilih Anggota Bawaslu Sumut

    • calendar_month Selasa, 27 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online) – Pengamat Hukum dari Universitas Medan Area, Nuriyono mengharapkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia (RI) bisa lebih selektif dan cermat dalam menentukan anggota Bawaslu Sumut tahun 2023-2027. Hal ini berkaitan dengan dengan ada beberapa nama calon anggota Bawaslu yang pernah melakukan pelanggaran. Salah satunya, Joko Arief Budiono yang merupakan komisioner Bawaslu […]

  • Masakan Mandailing

    Masakan Mandailing

    • calendar_month Selasa, 16 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Masakan Tradisional Mandailing 1. Gule Bulung Gadung Masakan ini salah satu masakan paling enak yang sangat di sukai orang Mandailing.ini terbuat dair daun singkong muda di tumbuk ditambah lasiak lamot (cabe rawit) serta di tambah arias,rimbang (tekokak) yang di masak bersama dengan santan kelapa.supaya masakan ini tambah enak bisa di tambahkan dengan Gulaen Sale (ikan […]

  • Bupati Madina : Mandailing Memiliki Kultur Saling Menghormati

    Bupati Madina : Mandailing Memiliki Kultur Saling Menghormati

    • calendar_month Jumat, 25 Okt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) -Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution menyatakan Mandailing memiliki kultur yang mengedepankan budaya saling menghargai dan menghormati antar sesama. Potesi itu dapat dilihat sebagai kekuatan sosial dalam menghadapi era globalisasi dan digitalisasi saat ini. Itu dikatakan Dahlan Hasan dalam pidato sambutan di seminar sehari dan talk show peningkatan wawasan kebangsaan yang […]

  • Ribuan Ha Sawah Dihantam Banjir

    Ribuan Ha Sawah Dihantam Banjir

    • calendar_month Selasa, 10 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Ribuan hektare lahan persawahan di Kecamatan Siabu rusak dihantam banjir, belum lama ini. Masing-masing lahan tersebar di Desa Sihepeng, Huraba, Simangambat dan Bonan Dolok. Peristiwa ini terungkap saat Wakil Bupati (Wabup) Mandailing Natal (Madina) Dahlan Hasan Nasution, meninjau lokasi tersebut, Senin (9/1). “Sampai sekarang lahan yang dihantam banjir ini belum bisa digunakan atau ditanami […]

expand_less