Jumat, 17 Jul 2026
light_mode
Tak Berkategori

Camat dan Tokoh Masyarakat Dukung Renegosiasi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 29 Apr 2013
  • print Cetak

Ketua DPRD teken 290413PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Selain Muspida, dukungan juga muncul dari sejumlah camat terhadap upaya renegosiasi kontrak karya PT.Sorikmas Mining bagi menyelesaikan perseteruan antara masyarakat Naga Juang dengan pihak perusahaan.

Dalam dokumen deklarasi para camat dan tokoh masyarakat tertanggal 25 April 2013 itu,m pertama, menyatalkan bahwa para tokoh masyarakat dan camat mendukung sepenuhnya upaya yang dilakukan Tim Terpadu Provinsi Sumatera Utara dengan pemerintah Kabupaten Mandailing Natal untuk mengusulkan kepada pemerintah pusat penghentian sementara aktivitas kontrak karya PT. Sorikmas Mining di Kabupaten Mandailing Natal.

Kedua, bahwa selama dalam proses penyelesaian renegoisasi yang diusulkan Tim Terpadu dalam menindaklanjuti Keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 3 Tahun 2012 dan selama dalam proses pengusulan dan pelaksanaan penghentian aktivitas PT. Sorikmas Mining tersebut, mereka siap mengikuti sistem dan mekanisme pemerintah sesuai perundang-udangan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ketiga, mereka berjanji dan bertanggung jawab menjaga dan mengamankan dengan tidak melaksanakan aktivitas penambangan liar dan tidak memasuki kawasan konsesi kontrak karya PT. Sorikmas Mining di Kabupaten Mandailing Natal jika sudah dihentikan sementara waktu sampai selesainya proses renegoisasi secara menyeluruh.

Keempat, mereka akan menjaga dan menciptakan situasi dan kondisi keamanan dan ketertiban yang kondusif di Kabupaten Mandailing Natal tanpa melakukan demontrasi serta tidak terpengaruh dengan provokasi, agitasi, dan intimidasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dan tidak menginginkan Kabupaten Mandailing Natal aman, damai, sejahtera, dan kondusif serta terkendalikan dengan baik.

Kelima, mendorong percepatan renegoisasi dan penyelesaian menyeluruh permasalahan yang menimbulkan konflik berkepanjangan antara PT. Sorikmas Mining dengan masyarakat Kabupaten Mandailing Natal.

Para camat yang meneken adalah Camat Naga Juang, Juli Erianti Pulungan; Camat Siabu, Syamsi,S.Sos; Camat Panyabungan Utara, Rainal, S.Sos; Camat Bukit Malintang, Adek Ghozali Damanik; Camat Ulu Pungkut, M.Jhohan, S.Sos; Camat Batang Natal, Syafaruddin Lubis.

Sementara masyarakat Naga Juang yang menandatangani adalah Zainal Abidin Simbolon, H. Nuraman Ritonga, Kombang Ritonga, A.Simamora, Sadikin S, J. Pardede, Ali Atas, Marasutan, Fitramansyah Ritonga, Usron Ritonga, Gilton Simangunsong, Tumpak Purba, Marahlot dan Ahmad Sofyan.

Masyarakat Siabu meliputi Baginda Martua, Ahmad Padil dan Andi Maulana. Dari Panyabungan Utara meliputi Idham Kholid, Makmur BS, Salohot Siagian, Lukman Hasibuan, Syarifuddin S dan Joni Saragih.

Dari Kecamatan Bukit Malintang meliputi Milhan Batubara, Amir Hamzah. Dari Ulu Pungkut adalah Iswar Matondang dan Abdul Mubin. Dari Batang Natal meliputi Ardan Yusri dan H. Mardin. (dab)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pers di Daerah Tidak Mati, Tapi Banyak yang Bunuh Diri Pelan-Pelan

    Pers di Daerah Tidak Mati, Tapi Banyak yang Bunuh Diri Pelan-Pelan

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Muhammad Ludfan Nasution*   Selamat Hari Kebebasan Pers. Saya sempat lupa, kemarin (3 Mei 2026) adalah hari kebebasan pers dunia. Banyak orang bicara tentang itu. Salah satunya, budayawan yang punya latar belakang jurnalistik, Askolani Nasution menurunkan artikel pendek: “Pers Kontekstual”. Dia menggali fakta: “Kalau lembaga pers tidak ada, apakah langit akan runtuh? Ya, […]

  • Pelestarian Warisan Budaya Mandailing (2)

    Pelestarian Warisan Budaya Mandailing (2)

    • calendar_month Sabtu, 11 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Z. Pangaduan Lubis (in memoriam) Sistem Religi Masuknya penjajahan atau pemeritahan kolonial Belanda ke Mandailing terjadi pada waktu Belanda sedang berperang dengan Kaum Paderi di Minangkabau pada 1830-an. Sebelum Belanda masuk ke Mandailing, beberapa tahun lamanya Kaum Paderi sudah lebih dahulu menguasai Mandailing. Salah satu tujuan penting dari Kaum Paderi menguasai Mandailing ialah […]

  • SI RARA

    SI RARA

    • calendar_month Jumat, 19 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    I tandai homu dope le Si Rara? Ninna, najolo ompung ni ompungnia alak naro juo dei sian Aek Nabara, ro alai sabara mamota-mota arangan dohot rura sampe tu paya-paya na ilambung ni Gunungtua. Dung tolap tu Huta Sabariba, nida alai mada sada amporik Ambaroba atia martata-tata paida-ida ulok Sa manolon Si Bodak na mata, sangkot […]

  • Polres Madina Amankan 7.500 Pohon Ganja Siap Panen

    Polres Madina Amankan 7.500 Pohon Ganja Siap Panen

    • calendar_month Senin, 16 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    40 anggota Polres Mandailing Natal (Madina) foto bersama di lokasi ladang ganja di Tor Sihite, Desa Rao-rao, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Madina. Kapolres Madina melalui Wakapolres Kompol Hariyamoko didampingi Kasat Narkoba AKP Hendra dan Kabag Ops Kompol Syarifuddin Lubis di Mapolres Madina, Panyabungan, Sabtu (14/01/2012) menjelaskan, pihaknya kembali menemukan 7.500 batang ganja siap panen di atas […]

  • Jalan Seperti Kubangan Kerbau

    Jalan Seperti Kubangan Kerbau

    • calendar_month Rabu, 6 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BATAHAN Kondisi jalan lintas penghubung 18 desa di Kecamatan Batahan sangat memprihatinkan. Pasalnya, hingga saat ini jalan tersebut belum diaspal dan sangat menyulitkan transportasi warga, baik dari Batahan ke Kecamatan Sinunukan maupun Batahan ke Natal. Kepada METRO, Minggu (3/4), sejumlah warga merasa mereka dianaktirikan oleh pemerintah. Akibat kondisi ini, warga merasa kesulitan dalam menjalankan usahanya, […]

  • Foto Prewedding, Apakah Boleh Dalam Islam?

    Foto Prewedding, Apakah Boleh Dalam Islam?

    • calendar_month Jumat, 29 Okt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Ummu Taqiyya Ativis dakwah/mompreneur, tinggal di Tapanuli Utara   Sudah tidak asing lagi bukan mendengar kata “Prewedding“? Prewedding mempunyai arti pranikah atau sebelum pernikahan. Laki-laki dan perempuan yang ingin menikah tak jarang mengabadikan momen sebelum nikah dengan acara foto yang disebut foto prewedding. Hal ini semakin menjadi trend di kalangan pasangan yang hendak menikah. […]

expand_less