Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Mantan Koruptor Jadi Caleg Bikin Dilematis

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 15 Mar 2013
  • print Cetak

mantan koruptor15313

JAKARTA, (MO) – Direktur Bidang Politik dan Jaringan Indonesian Human Rights Committee for Social Justice, Ridwan Darmawan, menilai Undang-undang yang membolehkan mantan narapidana korupsi dan narkoba bisa maju menjadi Calon Legislatif 2014 memang membuat dilematis.

“Di satu sisi, itu hak politik setiap orang sesuai prinsip HAM, di sisi lain kondisi penegakan hukum bagi koruptor juga belum maksimal,” kata dia dalam pesan singkat kepada Okezone, Jumat (15/3/2013).

Menurut Ridwan, kondisi nasional memang sedang darurat korupsi. Dia mengatakan aturan Komisi pemilihan Umum (KPU) soal mantan narapidana korupsi dan narkoba, meski membuat miris, namun sudah sesuai Undang-Undang Pemilu Nomor 8 Tahun 2013.

“Apa boleh buat. Tinggal bagaimana parpol dan rakyat pemilihnya yang mempraktekkannya di lapangan. Jika Parpolnya antikorupsi, sebaiknya jangan calonkan mantan koruptor. Jika rakyatnya cerdas, jangan pilih caleg mantan koruptor,” ungkapnya.

Apalagi, Ridwan melanjutkan, Mahkamah Konstitusi juga sudah mengeluarkan putusan yang menguatkan keberadaan undang-undang ketika diuji materi.

“Dalam Putusan tersebut MK menyatakan pasal pelarangan bagi mantan napi mencalonkan diri jadi caleg dinyatakan inkonstitusional bersyarat (conditionally unconstitutional),” kata Ridwan seraya menyatakan bahwa syarat yang ditetapkan MK memang antara lain, berlaku berbatas waktu hanya lima tahun sejak terpidana selesai menjalani masa hukuman.

Seperti diketahui, KPU memperbolehkan mantan narapidana, tak terkecuali napi kasus korupsi dan narkoba, maju menjadi Anggota Dewan. Salah satu syaratnya, harus bebas lima tahun sebelum pemilihan digelar.

KPU mengklaim mantan narapidana berhak maju berdasarkan Undang-undang Pemilu No. 8 Tahun 2012.(viva)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • TOR-TOR NAPOSO BULUNG

    TOR-TOR NAPOSO BULUNG

    • calendar_month Sabtu, 6 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Tiga pasangan muda mudi menarikan tarian Tor-tor Naposo Bulung, sebuah tarian tradisional dari Mandailing, satu pagelaran seni budaya Mandailing di panggung pasar baru Panyabungan, Mandailing Natal, baru-baru ini. Tarian tor-tor merupakan sebuah kesenian rakyat Mandailing serta kekayaan budaya Indonesia yang harus dilestarikan. Pemerintah daerah diharapkan meningkatkan kelembagaan kesenian tradisional sebagai salah satu upaya mempertahankan dan […]

  • RAPBN 2016 Makin Liberal

    RAPBN 2016 Makin Liberal

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    (Target Pajak Digenjot, Beban Rakyat Ditambah) Presiden Jokowi telah menyampaikan Nota Keuangan dan RAPBN 2016 kepada DPR. RAPBN 2016 disusun berdasarkan asumsi makro: pertumbuhan 2016 5,5-6%; inflasi 4% plus-minus 1%; nilai tukar dolar AS Rp 13.000-13.400; suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) 3 bulan sebesar 4-6%; angka pengangguran 5,2-5,5%; angka kemiskinan 9-10%; rasio gini 0,39 […]

  • Wacana Amandemen UUD 1945 dan Urgensinya

    Wacana Amandemen UUD 1945 dan Urgensinya

    • calendar_month Rabu, 1 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Halvionata Auzora Siregar Putra Batang Natal. Saat ini kuliah di Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh / Kader HMI Cabang Lhokseumawe   Seminggu yang lalu ketua MPR RI, Bambang Soesatyo mewacanakan tentang amandemen UUD 1945 dengan menambah Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) dan menambah kewenangan MPR untuk menyetujui rancangan dari PPHN tersebut dengan payung hukum yaitu Tap […]

  • Dina Kayla Masih Perkuat “Biola Na Mabugang 2”

    Dina Kayla Masih Perkuat “Biola Na Mabugang 2”

    • calendar_month Senin, 6 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO)- Meski sudah menyandang status istri, Dina Kayla direncanakan masih akan ikut membintangi film “Biola Na Mabugang 2”. Kepastian itu dikatakan Sutradara “Biola Na Mabugang”, Askolani Nasution, di Panyabungan, Senin (6/2). Kehadiran Dina Kayla di film ke dua ini masih sangat diperlukan karena alur cerita di “Biola Na Mabugang 2” akan menampilkan tokoh wanita […]

  • Keluarga Miskin, Bayi Keluar Usus Belum Dioperasi

    Keluarga Miskin, Bayi Keluar Usus Belum Dioperasi

    • calendar_month Selasa, 19 Jan 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) : Seorang balita malang Rizky Wasiah di Desa Huraba II, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal mengalami kelainan sejak lahir, yakni usus keluar dari perut. Bayi usia 10 bulan dari pasangan Saiman Nasution dengan Nina Sari ini telah dibawa orang tuanya ke RSU Panyabungan, lalu ke RSU Pringadii Medan, tetapi biaya yang tak […]

  • Sosok Atika di Mata Milenial Desa Tambangan Tonga

    Sosok Atika di Mata Milenial Desa Tambangan Tonga

    • calendar_month Minggu, 3 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAMBANGAN (Mandailing Online) – Kecerdasan dan dan prestasi yang ditorehkan Atika Azmi Utammi Nasution selama menjadi wakil bupati Mandailing Natal (Madina) menjadikan dirinya sebagai panutan kalangan milenial di Desa Tambangan Tonga, Kecamatan Tambangan. Itu sebabnya, sejumlah generasi milenial di Desa Tambangan Tonga itu menginginkan calon wakil bupati Madina nomor urut 2 itu melanjutkan karier politik […]

expand_less