Rabu, 15 Jul 2026
light_mode

Mantan Koruptor Jadi Caleg Bikin Dilematis

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 15 Mar 2013
  • print Cetak

mantan koruptor15313

JAKARTA, (MO) – Direktur Bidang Politik dan Jaringan Indonesian Human Rights Committee for Social Justice, Ridwan Darmawan, menilai Undang-undang yang membolehkan mantan narapidana korupsi dan narkoba bisa maju menjadi Calon Legislatif 2014 memang membuat dilematis.

“Di satu sisi, itu hak politik setiap orang sesuai prinsip HAM, di sisi lain kondisi penegakan hukum bagi koruptor juga belum maksimal,” kata dia dalam pesan singkat kepada Okezone, Jumat (15/3/2013).

Menurut Ridwan, kondisi nasional memang sedang darurat korupsi. Dia mengatakan aturan Komisi pemilihan Umum (KPU) soal mantan narapidana korupsi dan narkoba, meski membuat miris, namun sudah sesuai Undang-Undang Pemilu Nomor 8 Tahun 2013.

“Apa boleh buat. Tinggal bagaimana parpol dan rakyat pemilihnya yang mempraktekkannya di lapangan. Jika Parpolnya antikorupsi, sebaiknya jangan calonkan mantan koruptor. Jika rakyatnya cerdas, jangan pilih caleg mantan koruptor,” ungkapnya.

Apalagi, Ridwan melanjutkan, Mahkamah Konstitusi juga sudah mengeluarkan putusan yang menguatkan keberadaan undang-undang ketika diuji materi.

“Dalam Putusan tersebut MK menyatakan pasal pelarangan bagi mantan napi mencalonkan diri jadi caleg dinyatakan inkonstitusional bersyarat (conditionally unconstitutional),” kata Ridwan seraya menyatakan bahwa syarat yang ditetapkan MK memang antara lain, berlaku berbatas waktu hanya lima tahun sejak terpidana selesai menjalani masa hukuman.

Seperti diketahui, KPU memperbolehkan mantan narapidana, tak terkecuali napi kasus korupsi dan narkoba, maju menjadi Anggota Dewan. Salah satu syaratnya, harus bebas lima tahun sebelum pemilihan digelar.

KPU mengklaim mantan narapidana berhak maju berdasarkan Undang-undang Pemilu No. 8 Tahun 2012.(viva)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lagi, Unimed kecolongan ijazah palsu

    Lagi, Unimed kecolongan ijazah palsu

    • calendar_month Kamis, 19 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Belum lagi usai pengungkapan otak pelaku ijazah palsu di Universitas Negeri Medan (Unimed) yang ditangani Polsek Percut Sei Tuan, kini kembali ditemukan dari tangan seseorang yang hendak melegalisir ijazah tersebut. Modus kejahatan dengan cara menawarkan ijazah palsu bukan rahasia. Pemberi layanan ini pun bersikap bak ‘malaikat’ dengan menawarkan ijazah ‘bodong’ bagi mereka yang […]

  • Oprit Jembatan Nagajuang Terancam Amblas

    Oprit Jembatan Nagajuang Terancam Amblas

    • calendar_month Kamis, 28 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oprit Jembatan Nagajuang Terancam Amblas :  Oprit jembatan Nagajuang  (Jembatan Abdul Hakim Ritonga) di Desa Jambur Padang Matinggi, Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal, yang dibangun pada 2005-2007 terancam hamblas akibat luapan sungai Batang Gadis. Bagi pengguna kenderaan roda 4 dihimbau untuk lebih berhati-hati.(MO).

  • Tersangka  Penikamam Anak-anak, Pecandu Ganja

    Tersangka Penikamam Anak-anak, Pecandu Ganja

    • calendar_month Rabu, 18 Nov 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAMBANGAN (Mandailing Online) : Tersangka pelaku penikaman terhadap dua bocah di Desa Simangambat Tambangan, ditengarai mengalami gangguan jiwa akibat kecanduan mengisap ganja. Kepala Desa Simangambat  Tambangan, Asrin menjawab wartawan, Rabu (18/11) menyatakan tersangka Syahril diduga stres karena sudah lama mengkonsumsi narkoba jenis ganja. “Sebab setahu kita, beberapa tahun lalu, kondisi tersangka masih sehat. Mungkin inilah salah […]

  • Armada Sampah Kurang, Dilema Menuju Kota Panyabungan Bersih (bagian 1)

    Armada Sampah Kurang, Dilema Menuju Kota Panyabungan Bersih (bagian 1)

    • calendar_month Selasa, 10 Agt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Menjadikan kota Panyabungan benar-benar bersih dari sampah nampaknya masih jauh dari target yang diinginkan pasangan Sukhairi-Atika. Meski di awal-awal pemerintahan baru ini telah menunjukkan grafik kian bersihnya ibukota kabupaten itu, namun Bupati Mandailing Natal (Madina), Sukhairi Nasution dan Wakil Bupati, Atika Azmi Utammi Nasution nampaknya masih harus memeras otak agar harapan kota Panyabungan bebas sampah […]

  • Dugaan Korupsi Desa Digital di Madina. Kejari Periksa Sejumlah ASN , Vendor Terjadwal Minggu Depan

    Dugaan Korupsi Desa Digital di Madina. Kejari Periksa Sejumlah ASN , Vendor Terjadwal Minggu Depan

    • calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA -Mandailing Online : Usai memanggil dan memeriksa Kadis dan mantan Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa ( PMD) terkait dugaan perbuatan pidana korupsi pengadaan perangkat desa digital (smart village) tahun 2023. Pekan ini, penyidik tindak pidana khusus ( Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Mandailing Natal (Madina) akan memanggil dan memeriksa sejumlah kepala desa dan pihak pelaksana atau […]

  • Anas Urbaningrum: Demokrat Sumut Harus Tetap Terbaik

    Anas Urbaningrum: Demokrat Sumut Harus Tetap Terbaik

    • calendar_month Kamis, 4 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Parapat, Partai Demokrat Sumut harus tetap menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia. Untuk itu seluruh kader agar tetap menjaga komitmen dan kebersamaan untuk membesarkan partai dalam upaya memberikan pelayanan yang terbaik bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Disamping itu kader Partai Demokrat, baik itu provinsi dan kabupaten/kota harus berperan sebagai partai pendukung pemerintah, meskipun kepala daerahnya […]

expand_less