Jumat, 28 Agu 2026
light_mode

Selamat Datang Virus Covid Varian Baru

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 8 Feb 2021
  • print Cetak

Oleh : Alfisyah S.Pd
Guru dan Pegiat Literasi Islam

Varian baru virus covid-19 B117 yang berasal dari Inggris kini semakin menghantui negeri-negeri yang menjadi lahan subur pandemi. Boris Johnson mengatakan bahwa virus varian baru ini lebih menular dan lebih mematikan (kompas.com, 23/01/2021). Jubir satgas covid 19 menyatakan bahwa Indonesia mesti bersiap akan kemungkinan penularan virus varian baru ini.

Memang Indonesia mesti lebih khawatir seharusnya. Sebab varian lama covid19 itu telah membuat rekor di dunia. Sebab angka penularan Indonesia sudah melewati satu juta korban. Selayaknya memang tidak boleh disepelekan. Apalagi masuknya virus covid varian baru yang dikabarkan lebih berbahaya dan lebih mematikan itu. Dua kejadian ini membuka mata dunia bagaimana Indonesia belum mampu (gagal) mengatasi pandemi ini sekaligus tidak siap mengatasi munculnya varian baru tersebut. Parahnya Indonesia melalui penguasanya tetap ngeyel menerima tenaga kerja asing beberapa waktu ini. Dikabarkan sebanyak 152 TKA asal China telah tiba di Indonesia melalui bandara Soekarno Hatta beberapa hari lalu. Kebijakan ini tentu melukai masyarakat Indonesia yang sedang berjuang mati-matian melawan covid-19 saat ini. Pintu penularan virus varian baru ini terbuka bebas. Seakan Indonesia menggelar karpet merah menerima varian baru virus tersebut dengan ucapan selamat datang.

Pemerintah Indonesia nampaknya masih cuek terhadap virus varian baru ini titik gagap pandemi yang terjadi semakin membuat kacau penanggulangannya. Jika dari awal kebijakan lockdown itu diterapkan, penularan virus itu tentu bisa dikendalikan termasuk menolak masuknya warga asing yang memungkinkan semakin menularkan wabah itu. Keluar masuknya masyarakat di satu wilayah yang bercampur orang sakit dan orang sehat itulah yang menyebabkan penularan itu tidak bisa dihentikan Tentu denganmelihat angka-angka yang terus menanjak itu rasanya tak mungkin pandemi ini akan berakhir cepat. Kebijakan new normal yang tidak dilaksanakan secara komprehensif telah menyumbang kenaikan angka korban pasien covid 19 tersebut. Padahal jika lockdown itu diambil dari awal akan terpisah antara yang sakit dan yang sehat. Sementara yang sakit dilokalisasi di satu wilayah yang sehat tetap dapat melakukan kegiatan ekonomi di wilayah yang sehat itu. Roda ekonomi tetap dapat berputar tanpa ada kekhawatiran akan penularan virus tersebut. Tentu APBN negara pun harus diperbaiki titik APBN Indonesia hari ini yang defisit akibat salah kelola perekonomian di negeri ini memang sudah kasep (terlanjur).

Untuk keluar dari keadaan itu, pemerintah mesti memiliki tekad yang kuat untuk membuang sistem kapitalisme dalam kehidupan bernegara saat ini. Jika sudah dicampakkan atau dibuang, lalu langkah selanjutnya adalah mengambil sistem lain yang shahih/benar. Sistem baru yang menjadikan kekayaan negara yang tersisa tetap dimiliki dan kekayaan negara yang sudah dirampas pihak lain diminta untuk dikembalikan. Tentu negara ini harus memiliki posisi yang diperhitungkan agar disegani dan ditakuti lawan. Posisi itu merupakan posisi yang menjadikan masyarakat Indonesia dapat mengembalikan pada keadaannya semula dahulu. Saat semua sumber daya alam masih dimiliki secara utuh harus dikelola sendiri tanpa campur tangan asing. Jika sudah ditangani asing, namun masih banyak untuk bisa diselamatkan harus diminta kembali. Sebab saat ini sudah banyak aset negara yang dikuasai asing (sekitar 90%). Meskipun demikian jumlah yang tersisa (10%) dari kekayaan negara ini masih bisa diselamatkan jika negara berkomitmen menerapkan sistem ekonomi yang mandiri tangguh dan meniadakan campur tangan dari asing.

Namun semuanya kembali pada itikad baik penguasa/pemimpin hari ini. munculnya varian baru virus itu tidak akan menjadi momok baru bagi indonesia selama negara ini tangguh secara ekonomi. Oleh karena itu tidak ada cara lain untuk menghadapi munculnya varian baru covid-19 ini kecuali dengan cara menerapkan sistem baru penanganan wabah yang komprehensif. Penanganan yang mengutamakan keselamatan jiwa masyarakatnya. Penanganan yang berbasis ekonomi yang stabil dan memiliki tujuan melayani masyarakat titik bukan hendak berjual beli dengan masyarakat titik sebab hubungan pemimpin dan masyarakat yang sesungguhnya adalah hubungan pelayan dan majikan. Majikan sebenarnya adalah rakyat (masyarakat). Hubungan itu dilandasi saling kasih sayang karena Allah bukan yang lain. Niscaya varian-varian baru yang muncul dari covid 19 tetap dapat diatasi secara sempurna.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lusa, Polda Akan Periksa Bupati Madina

    Lusa, Polda Akan Periksa Bupati Madina

    • calendar_month Senin, 8 Agt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Penyidik Subdit 2 Harda-Bangtah Direktorat Reskrimum Polda Sumut menjadwalkan, Rabu lusa kembali memeriksa Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution terkait kasus dugaan penipuan uang kepada H. Tajuddin Pardosi warga Hutabargot. “Rabu pekan depan, penyidik menjadwalkan pemanggilan Bupati Madina Dahlan Nasution,” kata Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan, pekan lalu seperti dilansir […]

  • Warga Desa Laru Dolok Terima BLT DD Tahap I

    Warga Desa Laru Dolok Terima BLT DD Tahap I

    • calendar_month Kamis, 27 Mei 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAMBANGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Desa Laru Dolok Kecamatan Tambangan,  Mandailing Natal (Madina) menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) tahap I Tahun 2021. Penyaluran berlangsung pada Senin (24/05/21) di desa itu dihadiri Pendamping Kecamatan, Pendamping Lokal Desa (PLD), tokoh masyarakat, tokoh agama serta jajaran Pemdes Laru Dolok. Pada kesempatan itu Kepala Desa Laru […]

  • Temui Menhut, Pemprov Pulang Tanpa Hasil

    Temui Menhut, Pemprov Pulang Tanpa Hasil

    • calendar_month Rabu, 11 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    MEDAN, – Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan tetap belum akan menerbitkan revisi SK 44/2005 tentang penetapan kawasan hutan di Sumatera Utara. Hingga kini hasil Tim Terpadu yang merekomendasi perubahan kawasan hutan menjadi areal penggunaan lain (APL) seluas 667 hektar sudah masuk tahap kroscek menteri melalui salah satu Dirjen di Kemenhut. “Sekarang sudah tahap finalisasi. Ada beberapa […]

  • Konflik Antar Petani Akibat Irigasi Batang Gadis Kurang Urus (1)

    Konflik Antar Petani Akibat Irigasi Batang Gadis Kurang Urus (1)

    • calendar_month Sabtu, 17 Jul 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan : Dahlan Batubara Jurnalis/Petani di Gunung Tua Jae Selain jurnalis, saya juga aktif bertani. Mengelola sawah seluas sekitar 1/3 hektar. Pun mengelola ladang bayam dan sawi seluas sekitar 2 rante. Posisi saya menulis artikel ini bukan saja dari sisi jurnalis, juga dari sisi petani. Sawah yang saya kelola terletak di hamparan persawahan Sialang, kawasan […]

  • Harimau Serang Hewan Ternak, Sekda Madina Sarankan Siskamling

    Harimau Serang Hewan Ternak, Sekda Madina Sarankan Siskamling

    • calendar_month Minggu, 30 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    KOTA NOPA ( Mandailing Online ) bukannya di desak agar BKSDA melakukan penangkapan terhadap harimau yang telah mengancam kehidupan dan menyerang hewan ternak warga desa Gunung Tua MS, Kecamatan Kota Nopan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina )  Pemda Madina melalui Camat justru mengintruksikan agar warga mengadakan siskamling di desa dan desa terdekat. “adakan siskamling di […]

  • Atika Sebut Peran Ibu Penting Menjaga Generasi

    Atika Sebut Peran Ibu Penting Menjaga Generasi

    • calendar_month Sabtu, 9 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Calon wakil bupati Mandailing Natal (Madina) nomor 2 Atika Azmi Utammi Nasution menyampaikan pentingnya peran ibu dalam menjaga generasi, terlebih di tengah canggihnya teknologi dan maraknya peredaran narkoba. Itu disampaikan Atika Azmi saat memenuhi undangan pengajian rutin ibu-ibu Kelurahan Panyabungan II di Banjar Sehat, Panyabungan, Jumat (9/11/2024). Anggota pengajian ini berasal […]

expand_less