Senin, 14 Sep 2026
light_mode

MANDAILING DALAM LINTASAN SEJARAH (1)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 7 Nov 2013
  • print Cetak

Oleh : Z. Pangaduan Lubis

Sepanjang yang dapat diketahui sampai sekarang, belum ada seseorang yang menulis dan menerbitkan sejarah Mandailing. Oleh karena itu kita tidak dapat memperoleh refensi untuk membicarakan sejarah Madailing. Suku bangsa atau kelompok etnis Mandailing.

Suku bangsa atau kelompok etnis Mandailing memang mempuyai aksara sendiri yang dinamakan Surat Tulak-Tulak. Tetapi ternayata orang-orang Mandailing pada zaman dahulu tidak menggunakan aksara tersebut untuk menuliskan sejarah. Pada umumnya yang dituliskan adalah mengenai ilmu pengobatan tradisional, astronomi tradisional, ilmu ghaib, andung-andung dan tarombo atau silsilah keturunan keluarga-keluarga tertentu.

Setelah sekolah berkembang di Mandailing, Surat Tulak-Tulak mulai dipergunakan oleh guru-guru untuk menuliskan cerita-cerita rakyat Mandailing sebagai bacaan murid-murid sekolah.

Beberapa legenda yang mengandungi unsur sejarah dan berkaitan dengan asal-usul marga orang Mandailing masih hidup di tengah masyarakat Mandailing. Seperti legenda Namora Pande Bosi dan legenda Si Baroar yang dtulis oleh Willem Iskandar pada abad ke-18. Tetapi legenda yang demikian itu tidak memberi keterangan yang cukup berarti mengenai sejarah Mandailing.

Dalam beberapa catatan sejarah seperti sejarah Perang Paderi yang disusun oleh M. Radjab, disebut-sebut mengenai Mandailing dan keterlibatan orang Mandailing dalam Perang Paderi. Catatan sejarah ini hanya berhubungan dengan masyarakat Mandailing pada abad ke-18 dan awal masuknya orang Belanda ke Mandailing. Bagaimana sejarh atau keadaan masyarakat Mandailing pada abad-abad sebelumnya tidak terdapat tulisan yang mencatatnya.

Kitab Negarakertagama
Mpu Prapanca, seorang pujangga Kerajaan Majapahit menulis satu kitab yang berjudul Negarakertagama sekitar tahun 1365. kitab tersebut ditulisnya dalam bentuk syair yang berisi keterangan mengenai sejarah Kerajaan Majapahit. Menurut Prof. Slamet Mulyana (1979:9). Kitab Negarakertagama adalah sebuah karya paduan sejarah dan sastra yang bermutu tinggi dari zaman Majapahit.

Berabad-abad setelah runtuhnya Kerajaan Majapahit, keberadaan dimana kitab ini tidak diketahui. Baru pada tahun 1894, satu Kitab Negarakertagama ditemukan di Puri Cakranegara di Pulau Lombok. Kemudian pada tanggal & Juli 1979 ditemukan lagi satu Kitab Negarakertagama di Amlapura, Kabupaten Lombok, Pulau Bali.

Dalam Pupuh XIII Kitab Negarakertagama, nama Mandailing bersama nama banyak negeri di Sumatera dituliskan oleh Mpu Prapanca sebagai negara bawahan Kerajaan Majapahit. Tidak ada keterangan lain mengenai Mandailing kecuali sebagai salah satu negara bawahan Kerajaan Majapahit.

Namun demikian, dengan dituliskan nama Mandailing terdapatlah bukti sejarah yang otentik bahwa pada abad ke-14 telah diakui keberadaannya sebagai salah satu negara bawahan Kerajaan Majapahit.. pengertian negara bawahan dalam hal ini tidak jelas artinya karena tidak ada keterangan berikutnya.

Jadi dapatlah dikatakan bahwa Negri Mandailing sudah ada sebelum abad ke-14. Karena sebelum keberadaannya dicatat tentunya Mandailing sudah terlebih dahulu ada. Kapan Negeri Mandailing mulai berdiri tidak diketahui secara persis.

Tetapi karena nama Mandailing dalam kitab ini disebut-sebut bersama nama banyak negeri di Sumatera termasuk Pane dan Padang Lawas, kemungkinan sekali negeri Mandailing sudah mulai ada pada abad ke-5 atau sebelumya. Karena Kerajaan Pane sudah disebut-sebut dalam catatan Cina pada abad ke-6. Dugaan yang demikian ini dapat dihubungkan dengan bukti sejarah berupa reruntuhan candi yang terdapat di Simangambat dekat Siabu. Candi tersebut adalah Candi Siwa yang dibangun sekitar abad ke-8.

Apakah pada abad ke-14 Mandailing merupakan satu kerajaan tidak diketahui. Karena dalam Kitab Negarakertagama, Mandailing tidak disebut-sebut sebagai kerajaan tetapi sebagai negara bawahan Kerajaan Majapahit. Tetapi dengan disebutkan negeri Mandailing sebagai negara, ada kemungkinan pada masa itu Mandailing merupakan satu kerajaan.

Keterangan mengenai keadaaan Mandailing sebelum abad ke-14 tidak ada sama sekali kecuali keberadaaan Candi Siwa di Simangambat. Namun demikian, berdasarkan berbagai peninggalan dari zaman pra sejarah dan peninggalan dari zaman Hindu/Buddha yang terdapat di Mandailing kita dapat mengemukakan keterangan yang bersifat hipotesis. (bersambung)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peneliti: kerangka Raja Richard III ditemukan di lahan parkir

    Peneliti: kerangka Raja Richard III ditemukan di lahan parkir

    • calendar_month Senin, 4 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Leicester, Inggris, (MO) – Peneliti Inggris pada Senin memastikan bahwa kerangka dengan tengkorak terbelah dan tulang belakang melengkung, yang digali dari lahan parkir mobil, adalah Raja Richard III. Temuan itu memecahkan misteri 500 tahun tentang tempat peristirahatan terakhir Raja Inggris terakhir itu, yang tewas dalam pertempuran, lapor Reuters. Richard III, yang digambarkan William Shakespeare sebagai […]

  • Tuntas Enam Bulan, Investor Tawarkan PLTS

    Tuntas Enam Bulan, Investor Tawarkan PLTS

    • calendar_month Rabu, 25 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    MEDAN, – Investor gabungan asal Kanada-Indonesia menawarkan solusi krisis listrik di Sumut dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). PLTS yang diproyeksikan terbangun dalam enam bulan itu akan menyuplai daya listrik hingga 60 Megawatt. Proyek pembangkit ini diharapkan menjadi solusi atas ketidakberdayaan PT PLN (Persero) Sumut memenuhi listrik masyarakat Sumut. Penawaran ini disampaikan Raed Arab […]

  • KESUSASTRAAN MANDAILING (3-selesai)

    KESUSASTRAAN MANDAILING (3-selesai)

    • calendar_month Rabu, 14 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Askolani Nasution   SASTRA ENTERTAINMENT Sastra dalam lirik lagu patut ditandai sebagai bentuk sastra. Tentu karena kita meyakini bahwa lirik lagu merupakan musikalisasi puisi. Hal ini menjadi penting karena pada saat sastra literer Mandailing meredup, musikalisasi puisi tersebut menguat perannya. Lirik lagu Mandailing bukan hanya ungkapan perasaan, tetapi beberapa penulis lagu ternyata mampu […]

  • Seto Mulyadi Hadiri Sidang Kasus Sandal Jepit

    Seto Mulyadi Hadiri Sidang Kasus Sandal Jepit

    • calendar_month Senin, 9 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KASUS PENCURIAN SANDAL : Ketua Komnas Perlindungan Anak Seto Mulyadi (kanan) berbincang dengan terdakwa kasus pencurian sandal AAL (15) sebelum berlangsungnya sidang kasus tersebut di Pengadilan Negeri (PN) Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (4/1). AAL didakwa melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 362 KUHP terkait aksi pencurian sandal jepit bekas milik Briptu Ahmad […]

  • MA’RUF AMIN DATANG, KANTOR PEMKAB SEPI

    MA’RUF AMIN DATANG, KANTOR PEMKAB SEPI

    • calendar_month Senin, 11 Mar 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Catatan : Dahlan Batubara   Sebelum berangkat meliput tabligh akbar ke Pasir Putih, Lingkar Timur Panyabungan, saya sempatkan minum teh manis di warung kopi. Senin (11/3/2019). Tiga bulan terakhir Tabligh akbar lagi musim di Mandailing Natal. Tetapi, kali ini tabligh akbar-nya lebih wah. Karena hadir Ma’ruf Amin. Calon Wakil Presiden Indonesia. Saat minum kopi, […]

  • Ngada Di Ambang

    Ngada Di Ambang

    • calendar_month Rabu, 4 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Karya Sutan Kabidun TARSONGGOT Nipupu na mardalan, mamota-mota harangan, manopi-nopi aek Batang gadis. Tarbege sora ni halak na bahang kotu isa, rupana madung donok halahi tu huta Sirambas. Ngada sadia honok tarpaida ma palito maraolnolan, sumonang ma pangarohai saotik. Nabulus binoto ni Manjalak do nian rare ni banjaran ni bagas ni pareban nia i. Dipabulus […]

expand_less