Jumat, 12 Jun 2026
light_mode

BANDARA DI TENGAH JALAN ASPAL (bagian 1)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
  • print Cetak

 

Oleh: Tim Mandailing Epicentrum

 

Mengapa JB AH Nasution Tidak Bisa Hidup Hanya dengan Politik dan Landasan Pacu

Pertemuan Bupati Madina H. Saipullah Nasution dengan pemilik Lion Air, Rusdi Kirana, yang dikawal Marwan Dasopang, memberi satu sinyal penting:

Bandara Jenderal Besar Abdul Haris Nasution (JB AH Nasution) belum menyerah.

Rute Medan–Madina dan Madina–Padang yang sedang diupayakan memang layak diapresiasi. Sebab bagi daerah seperti Mandailing Natal (Madina), konektivitas udara bukan sekadar soal transportasi.

Ia menyangkut:

* percepatan ekonomi,
* akses investasi,
* mobilitas manusia,
* hingga posisi strategis kawasan di peta Sumatera.

Tetapi justru karena itu, pembahasan soal bandara tidak boleh berhenti pada romantisme pesawat mendarat.

Karena masalah sebenarnya jauh lebih besar:

bagaimana membuat bandara tetap hidup di tengah perubahan besar ekosistem transportasi Sumatera.

 

Dulu pesawat menjadi solusi karena jalan darat:

* rusak,
* lambat,
* melelahkan,
* dan mahal secara waktu.

Tetapi sekarang keadaan berubah.

Jalur lintas:

* Sumut–Madina,
* Madina–Padang,
* pantai barat Sumatera,

perlahan makin terkoneksi.

Bus executive tumbuh.
Travel makin fleksibel.
Mobil pribadi makin dominan.
Logistik darat makin efisien.

Akibatnya masyarakat mulai berpikir rasional:

“Kalau selisih waktu tidak terlalu jauh, mengapa harus membayar tiket lebih mahal?”

Di sinilah bandara kecil menghadapi tantangan paling brutal:

bersaing dengan jalan raya yang semakin baik.

Masalah lainnya adalah cara berpikir pembangunan kita yang terlalu sering melihat bandara sebagai:

* simbol kemajuan,
* proyek prestise,
* atau monumen politik pembangunan.

Padahal industri penerbangan tidak hidup dari seremoni.

Maskapai hanya percaya pada:

* jumlah penumpang,
* kesinambungan pasar,
* dan profitabilitas.

Kalau pasar tidak stabil, rute akan ditutup — seberapa megah pun terminalnya.

Karena itu, menjaga napas JB AH Nasution bukan sekadar urusan membuka jalur penerbangan.

Yang jauh lebih penting adalah:

membangun alasan mengapa orang harus terus datang dan pergi dari Madina.

Kalau:

* investasi belum tumbuh,
* wisata belum serius,
* logistik belum hidup,
* mobilitas bisnis belum kuat,

maka bandara akan terus berada dalam siklus lama: dibuka, dirayakan, sepi, lalu mati suri.

Di titik inilah Madina harus berhenti berpikir sebagai kabupaten terisolasi.

Bandara JB AH Nasution tidak boleh hanya menjadi “bandara orang Madina”.

Ia harus diposisikan sebagai:

simpul konektivitas regional Sumatera bagian barat.

Artinya:

* terhubung dengan Sumut,
* Sumbar,
* Pantai Barat,
* Tabagsel,
* hingga jalur perdagangan regional.

Kalau hanya mengandalkan penumpang lokal, oksigen bandara akan cepat habis.

Dan itulah mengapa perjuangan sebenarnya bukan sekadar mendatangkan pesawat.

Tetapi membangun: ekosistem mobilitas regional yang benar-benar hidup. (bersambung)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengangkatan Guru Honorer ke PPPK Dilakukan Bertahap

    Pengangkatan Guru Honorer ke PPPK Dilakukan Bertahap

    • calendar_month Kamis, 8 Des 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pengangkatan guru honorer yang telah terdata menjadi PPPK akan berlangsung secara bertahap. Dengan demikian, tahun ini bukan gelombang terakhir pengangkatan PPPK. Itu dikatakan Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Dollar Hafrianto kepada wartawan di Panyabungan, Rabu (7/12/2022) terkait saat ini progres pengagkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan […]

  • Istri Menggandeng Nama Suami, Bolehkah?

    Istri Menggandeng Nama Suami, Bolehkah?

    • calendar_month Kamis, 21 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jika ini bertujuan mengubah nasab maka dilarang. Polemik di atas pernah memanas pada 2008. Ketika itu, seseorang mengajukan pertanyaan ke Lembaga Fatwa Dar al-Ifta Mesir perihal boleh tidaknya perempuan yang telah menikah menggunakan nama suami atau keluarga suami di belakang nama sang istri. Pemandangan ini banyak dijumpai dalam tradisi negara-negara Barat. Wacana ini pun menjadi […]

  • Jadi Bupati Madina Harun Mustafa Nasution Seriusi Pengembangan Ekonomi Kreatif

    Jadi Bupati Madina Harun Mustafa Nasution Seriusi Pengembangan Ekonomi Kreatif

    • calendar_month Sabtu, 19 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online ): dukungan terhadap ekonomi kreatif terus dilakukan oleh Calon Bupati Madina nomor urut 1 Harun Mustafa Nasition. Kali ini ia makan longtong bersama warga banjar sehat, kelurahan panyabungan II.Kecamatan Panyabungan Kota. Harun sendiri datang bersama H.Syafaruddin Haji ( Akong ) yang juga pernah menjadi Calon Bupati Madina 2015 lalu. Harun Mustafa […]

  • Pemekaran 3 Desa Masuk Ranperda Tahun 2021

    Pemekaran 3 Desa Masuk Ranperda Tahun 2021

    • calendar_month Kamis, 2 Des 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemekaran 3 desa di Mandailing Natal (Madina) masuk dalam pembahasan tahap pertama rancangan peraturan daerah (Ranperda) tahun 2021. Ketiga desa itu adalah Aek Galoga, Sido Nauli, dan Tabuyung Juo. Pemekaran 3 desa tersebut merupakan inisiasi anggota DPRD. Selain pemekaran desa, anggota DPRD juga menginisiasi 6 poin ranperda lainnya. Pertama, izin pengelolaan […]

  • IKANAS di Ambang Krisis: Eksis untuk Anggota dan Madina?

    IKANAS di Ambang Krisis: Eksis untuk Anggota dan Madina?

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Tim Mandailing Episentrum Momentum pelantikan DPW Sumatera Utara Ikatan Keluarga Nasution dan Anakboruna (IKANAS), besok (Ahad, 3 Mei 2026), seharusnya tidak berhenti sebagai seremoni rutin. Layaknya dibaca sebagai ruang refleksi: ke mana arah organisasi ini bergerak di tengah perubahan sosial-budaya, sosial-politik dan sosial-ekonomi yang semakin kompleks dan cepat? IKANAS bukan organisasi kekerabatan biasa. […]

  • Jadwal Ujian Seleksi TKD Cpns Kab. Mandailing Natal Tahun 2014

    Jadwal Ujian Seleksi TKD Cpns Kab. Mandailing Natal Tahun 2014

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Jadwal Ujian Seleksi TKD Cpns Kab. Mandailing Natal Tahun 2014. Ruang I. (Sesi II) Hari : Kamis, Pukul : 10.15 s/d 12.15 wib Tanggal : 11 desember 2014   NO.   RUANG UJIAN   NO. PESERTA   NAMA PESERTA 1 BKD MANDAILING NATAL Gedung SGB 1 52132000205 MIRA FATIMAH 2 BKD MANDAILING NATAL Gedung SGB 1 […]

expand_less