Jumat, 9 Okt 2026
light_mode

BANDARA DI TENGAH JALAN ASPAL (bagian 1)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
  • print Cetak

 

Oleh: Tim Mandailing Epicentrum

 

Mengapa JB AH Nasution Tidak Bisa Hidup Hanya dengan Politik dan Landasan Pacu

Pertemuan Bupati Madina H. Saipullah Nasution dengan pemilik Lion Air, Rusdi Kirana, yang dikawal Marwan Dasopang, memberi satu sinyal penting:

Bandara Jenderal Besar Abdul Haris Nasution (JB AH Nasution) belum menyerah.

Rute Medan–Madina dan Madina–Padang yang sedang diupayakan memang layak diapresiasi. Sebab bagi daerah seperti Mandailing Natal (Madina), konektivitas udara bukan sekadar soal transportasi.

Ia menyangkut:

* percepatan ekonomi,
* akses investasi,
* mobilitas manusia,
* hingga posisi strategis kawasan di peta Sumatera.

Tetapi justru karena itu, pembahasan soal bandara tidak boleh berhenti pada romantisme pesawat mendarat.

Karena masalah sebenarnya jauh lebih besar:

bagaimana membuat bandara tetap hidup di tengah perubahan besar ekosistem transportasi Sumatera.

 

Dulu pesawat menjadi solusi karena jalan darat:

* rusak,
* lambat,
* melelahkan,
* dan mahal secara waktu.

Tetapi sekarang keadaan berubah.

Jalur lintas:

* Sumut–Madina,
* Madina–Padang,
* pantai barat Sumatera,

perlahan makin terkoneksi.

Bus executive tumbuh.
Travel makin fleksibel.
Mobil pribadi makin dominan.
Logistik darat makin efisien.

Akibatnya masyarakat mulai berpikir rasional:

“Kalau selisih waktu tidak terlalu jauh, mengapa harus membayar tiket lebih mahal?”

Di sinilah bandara kecil menghadapi tantangan paling brutal:

bersaing dengan jalan raya yang semakin baik.

Masalah lainnya adalah cara berpikir pembangunan kita yang terlalu sering melihat bandara sebagai:

* simbol kemajuan,
* proyek prestise,
* atau monumen politik pembangunan.

Padahal industri penerbangan tidak hidup dari seremoni.

Maskapai hanya percaya pada:

* jumlah penumpang,
* kesinambungan pasar,
* dan profitabilitas.

Kalau pasar tidak stabil, rute akan ditutup — seberapa megah pun terminalnya.

Karena itu, menjaga napas JB AH Nasution bukan sekadar urusan membuka jalur penerbangan.

Yang jauh lebih penting adalah:

membangun alasan mengapa orang harus terus datang dan pergi dari Madina.

Kalau:

* investasi belum tumbuh,
* wisata belum serius,
* logistik belum hidup,
* mobilitas bisnis belum kuat,

maka bandara akan terus berada dalam siklus lama: dibuka, dirayakan, sepi, lalu mati suri.

Di titik inilah Madina harus berhenti berpikir sebagai kabupaten terisolasi.

Bandara JB AH Nasution tidak boleh hanya menjadi “bandara orang Madina”.

Ia harus diposisikan sebagai:

simpul konektivitas regional Sumatera bagian barat.

Artinya:

* terhubung dengan Sumut,
* Sumbar,
* Pantai Barat,
* Tabagsel,
* hingga jalur perdagangan regional.

Kalau hanya mengandalkan penumpang lokal, oksigen bandara akan cepat habis.

Dan itulah mengapa perjuangan sebenarnya bukan sekadar mendatangkan pesawat.

Tetapi membangun: ekosistem mobilitas regional yang benar-benar hidup. (bersambung)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anwar Nasution Dukung Upaya Hak Paten Kopi Mandailing

    Anwar Nasution Dukung Upaya Hak Paten Kopi Mandailing

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      JAKARTA (Mandailing Online) – Prof DR Anwar Nasution menyatakan mendukung penuh terhadap rencana Pemkab Mandailing Natal (Madina) mengajukan hak paten Kopi Mandailing. Itu dicetuskan mantan kepala BPK RI ini dihadapan tim Dewan Riset Daerah Madina yang dipimpin Syahrir Nasution saat melakukan pertemuan dengan tokoh-tokoh Mandailing Natal di Jakarta, beberapa hari lalu. “Kita khusus bertemu […]

  • Dr. H. Safii Siregar, Siap Maju di Konfercab NU

    Dr. H. Safii Siregar, Siap Maju di Konfercab NU

    • calendar_month Jumat, 13 Nov 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Rois Syuriah PCNU Kabupaten Mandailing Natal H. Miswarruddin Nasution menggelar acara silaturrahim di rumah kediaman Mustsyar NU Mandailing Natal Dr. H. Safii Siregar. Dalam silaturrahim ini, H. Miswarruddin Nasution meminta kesediaan Dr. Safi’i Siregar untuk maju sebagai calon Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Madina periode 2015-2020 dalam Konperensi Cabang […]

  • Penyakit Merkuri tidak Spontanitas

    Penyakit Merkuri tidak Spontanitas

    • calendar_month Kamis, 12 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA-Merkuri (air raksa) adalah hasil dari proses pengelolaan batuan emas. Merkuri biasanya akan menimbulkan berbagai penyakit, namun tidak datang secara spontanitas tapi terlihat beberapa tahun kemudian. Hal ini dikatakan Kabid Pengendalian Kesehatan Masyarakat Dinkes Madina, Marah Rusli Harahap kepada METRO di ruang kerjanya, Rabu (11/1). Dia menjelaskan itu, sehubungan dengan maraknya penamabanagn emas di Hutabargot. […]

  • Diduga Korupsi 13 M di Dinas Pendidikan, Massa LMHA-RI Unjukrasa

    Diduga Korupsi 13 M di Dinas Pendidikan, Massa LMHA-RI Unjukrasa

    • calendar_month Kamis, 5 Okt 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Massa dari LMHA-RI mlakukan unjukrasa ke kantor Bupati Mandailing Natal, Kamis (5/10/2017) meminta bupati mengusut dugaan korupsi di Dinas Pendidikan. Massa yang berjumlah hampir 100 orang itu mencuatkan adanya uigaan korupsi sekitar 13 milyar rupiah dana APBD Mandailing Natal pada tahun anggaran 2016. Dugaan korupsi itu berdasar hasil investigasi Dewan […]

  • Mandailing

    Mandailing

    • calendar_month Rabu, 20 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MANDAILING O Mandailing Godang ! Tano inganan ku sorang, Na ni atir ni dolok na lampas Na ni joling ni dolok na martimbus, Ipul na na laing bubus Tor Sihite tingon julu: Patontang dohot Tor Barerang, Gurung gurung na manompi Lubu, Boi na mang adop tu dolok Sigantang …..Tinggal ma ho jolo ale, Anta piga […]

  • BEROBAT GRATIS, HADIAH HUT MADINA UNTUK RAKYAT

    BEROBAT GRATIS, HADIAH HUT MADINA UNTUK RAKYAT

    • calendar_month Minggu, 10 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Kepala Desa Jangan Malas Mendaftarkan Warga Miskin PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Di sektor kesehatan, hadiah untuk rakyat pada HUT Mandailing Natal (Madina) ke-14 tahun ini, adalah gratis berobat di RSU untuk keluarga miskin. Kemudian juga ada santunan 1 juta rupiah kepada setiap keluarga yang meninggal dunia. Berobat di RSU secara gratis dituangkan dalam program […]

expand_less