Rabu, 13 Mei 2026
light_mode

BANDARA DI TENGAH JALAN ASPAL (bagian 1)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month 48 menit yang lalu
  • print Cetak

 

Oleh: Tim Mandailing Epicentrum

 

Mengapa JB AH Nasution Tidak Bisa Hidup Hanya dengan Politik dan Landasan Pacu

Pertemuan Bupati Madina H. Saipullah Nasution dengan pemilik Lion Air, Rusdi Kirana, yang dikawal Marwan Dasopang, memberi satu sinyal penting:

Bandara Jenderal Besar Abdul Haris Nasution (JB AH Nasution) belum menyerah.

Rute Medan–Madina dan Madina–Padang yang sedang diupayakan memang layak diapresiasi. Sebab bagi daerah seperti Mandailing Natal (Madina), konektivitas udara bukan sekadar soal transportasi.

Ia menyangkut:

* percepatan ekonomi,
* akses investasi,
* mobilitas manusia,
* hingga posisi strategis kawasan di peta Sumatera.

Tetapi justru karena itu, pembahasan soal bandara tidak boleh berhenti pada romantisme pesawat mendarat.

Karena masalah sebenarnya jauh lebih besar:

bagaimana membuat bandara tetap hidup di tengah perubahan besar ekosistem transportasi Sumatera.

 

Dulu pesawat menjadi solusi karena jalan darat:

* rusak,
* lambat,
* melelahkan,
* dan mahal secara waktu.

Tetapi sekarang keadaan berubah.

Jalur lintas:

* Sumut–Madina,
* Madina–Padang,
* pantai barat Sumatera,

perlahan makin terkoneksi.

Bus executive tumbuh.
Travel makin fleksibel.
Mobil pribadi makin dominan.
Logistik darat makin efisien.

Akibatnya masyarakat mulai berpikir rasional:

“Kalau selisih waktu tidak terlalu jauh, mengapa harus membayar tiket lebih mahal?”

Di sinilah bandara kecil menghadapi tantangan paling brutal:

bersaing dengan jalan raya yang semakin baik.

Masalah lainnya adalah cara berpikir pembangunan kita yang terlalu sering melihat bandara sebagai:

* simbol kemajuan,
* proyek prestise,
* atau monumen politik pembangunan.

Padahal industri penerbangan tidak hidup dari seremoni.

Maskapai hanya percaya pada:

* jumlah penumpang,
* kesinambungan pasar,
* dan profitabilitas.

Kalau pasar tidak stabil, rute akan ditutup — seberapa megah pun terminalnya.

Karena itu, menjaga napas JB AH Nasution bukan sekadar urusan membuka jalur penerbangan.

Yang jauh lebih penting adalah:

membangun alasan mengapa orang harus terus datang dan pergi dari Madina.

Kalau:

* investasi belum tumbuh,
* wisata belum serius,
* logistik belum hidup,
* mobilitas bisnis belum kuat,

maka bandara akan terus berada dalam siklus lama: dibuka, dirayakan, sepi, lalu mati suri.

Di titik inilah Madina harus berhenti berpikir sebagai kabupaten terisolasi.

Bandara JB AH Nasution tidak boleh hanya menjadi “bandara orang Madina”.

Ia harus diposisikan sebagai:

simpul konektivitas regional Sumatera bagian barat.

Artinya:

* terhubung dengan Sumut,
* Sumbar,
* Pantai Barat,
* Tabagsel,
* hingga jalur perdagangan regional.

Kalau hanya mengandalkan penumpang lokal, oksigen bandara akan cepat habis.

Dan itulah mengapa perjuangan sebenarnya bukan sekadar mendatangkan pesawat.

Tetapi membangun: ekosistem mobilitas regional yang benar-benar hidup. (bersambung)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketahuan Bongkar Gudang Kepegawaian Pemkab Madina, Pelaku Kabur

    Ketahuan Bongkar Gudang Kepegawaian Pemkab Madina, Pelaku Kabur

    • calendar_month Selasa, 11 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN : Seorang yang berniat mencuri melarikan diri setelah berhasil membongkar gudang Kantor kepegawaian Pemerintahan Kabupaten Mandailing Natal di Komplek Perumahan Cemara Madina, Senin (10/1) sekitar pukul 12.00 Wib. Niat pelaku untuk mencuri di gudang Badan Kepegawaian Daerah Pemkab Madina tersebut diketahui oleh salah seorang wanita yang bernama Ropikoh yang tinggal di sebelah gudang tersebut. […]

  • Prostitusi Anak Kian Marak, Negara Harus Bertindak

    Prostitusi Anak Kian Marak, Negara Harus Bertindak

    • calendar_month Senin, 12 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Wanda Maryam Syam Mahasiswi tinggal di Samarinda Baru-baru ini, satu berita mengejutkan kembali hadir di tanah air. Bukan berita musibah-musibah yang biasanya, melainkan berita yang membawa masalah anak bangsa. Banyak sekali fenomena yang menghiasi jagat berita Indonesia, ditambah dengan berita satu ini, rasanya lengkap sudah. Berita tak sedap ini, hadir dari Tangerang dan […]

  • 14 tersangka perusak Kantor KPU Dairi

    14 tersangka perusak Kantor KPU Dairi

    • calendar_month Kamis, 10 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    MEDAN, (Mandailing Online) – Sejumlah 14 warga Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, ditetapkan menjadi tersangka pencurian dan perusakan kantor Komisi Pemilihan Umum setempat pada Selasa (8/10). “Sebanyak 14 orang dinyatakan tersangka, salah satu di antaranya adalah wanita,” kata Kasubbid Pengelola Informasi dan Data Bidang Humas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan di Medan, hari ini. Ia mengatakan […]

  • Fraksi PDIP DPRD Sumut : 500 Ha Hutan Mangrove Jadi Sawit di Sikara-Kara

    Fraksi PDIP DPRD Sumut : 500 Ha Hutan Mangrove Jadi Sawit di Sikara-Kara

    • calendar_month Selasa, 26 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        MEDAN (Mandailing Online) – Sekretaris Fraksi PDIP DPRD Provinsi Sumut, Syahrul Efendi Siregar, menyebut telah terjadi peralihan fungsi dari hutan mangrove menjadi perkebunan kepala sawit di Desa Sikara-kara Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal. “Berdasarkan laporan masyarakat ada sekitar 500 hektare hutan mangrove yang telah berlalih fungsi,”ujar Syahrul saat ditemui disela-sela acara Bimtek PDIP […]

  • Ketua Kadin Sumut Apresiasi Keberadaan Tenun di Silangitkoi

    Ketua Kadin Sumut Apresiasi Keberadaan Tenun di Silangitkoi

    • calendar_month Jumat, 11 Feb 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    KOTASIANTAR (Mandailing Online) – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Utara (Sumut) H. Ivan Iskandar Batubara mengapresiasi keberadaan Kampung Tenun di wisata Sawah 3 Dimensi Silangitkoi Hutasiantar, Panyabungan. Ivan menyebutkan, keberadaan tenun di Silangitkoi yang pengerajinnya merupakan warga sekitar sangat layak dikembangkan dan didukung untuk mendorong ekonomi masyarakat. “Tenun merupakan salah satu kerajinan yang […]

  • Warga Sipolu-polu Dukung Saparuddin Haji-Miswaruddin Daulay

    Warga Sipolu-polu Dukung Saparuddin Haji-Miswaruddin Daulay

    • calendar_month Kamis, 12 Nov 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dengan tujuan membangun kembali rasa kekeluargaan yang erat dan menambah rasa cinta terhadap kampung halaman, Rabu malam (11/11), pasangan calon bupati dan wakil bupati Madina Saparuddin Haji-Miswaruddin Daulay mengadakan silaturahim dengan warga Kelurahan Sipolu-Polu di kediaman Saparuddin Haji, Jl. Williem Iskandar No. 209. Para tokoh masyarakat dan hatobangon hadir di silaturrahim […]

expand_less