Senin, 15 Jun 2026
light_mode

BISNIS KRIPIK SINGKONG BANJARKOBUN DARI PINGGIR JALAN (Bagian 2-selesai)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
  • print Cetak

Oleh: Tim Mandailing Epicentrum

LANGKAH KEDUA: Kuasai Pasar Kecil Dulu

Jangan langsung berpikir minimarket besar.

Justru lebih strategis mengisi pasar paling realistis, yaitu:
• warung kopi,
• kantin sekolah,
• loket travel,
• kios bensin,
• meja kasir toko kecil.

Dan inilah teknik paling penting, “mainkan” sistem titip jual, konsinyasi – laku barang baru bayar.

CARA MASUK KE WARUNG KOPI

Datangi warung kopi satu-satu. Tunjukkan sampel, barang contoh.

Lalu, jangan dulu langsung bicara harga. Bilang saja: “Bang, titip dulu 10 bungkus. Yang laku baru dibayar.”

Kenapa model pasar ini efektif?

Karena pemilik warung kecil biasanya takut rugi karena stok, modalnya terbatas. Kalau penawaran awal tanpa risiko, mereka lebih mudah menerima.

Target awalnya, jangan besar. Cukup:
• 10 warung, dan
• masing-masing 10 bungkus.
Dengan begitu, berarti produk yang beredar di pasar sudah 100 bungkus.

Dari pola ini mulai terlihat:
• rasa mana paling laku,
• harga cocok atau tidak,
• kemasan menarik atau tidak.
Ini namanya: tes pasar murah.

LANGKAH KETIGA:
Gunakan Medsos sebagai Pasar

Banyak pelaku UMKM salah memahami media sosial. Mereka berpikir harus tampil mewah.

Padahal algoritma sekarang lebih suka:
• suasana asli,
• dapur asli,
• suara kriuk asli,
• wajah kampung yang jujur.

Maka kontennya tidak perlu rumit. Cukup:
• video minyak mendidih,
• singkong diparut,
• cabai ditabur,
• orang makan sambil ngopi.

Durasinya, cukup 15–30 detik saja. Gunakan lagu yang sedang tren sebagai latar.
Lalu upload rutin. Minimal: 2 video sehari.
Tujuan awalnya bukan untuk viral, tapi untuk membuat produk terlihat hidup.

LANGKAH KEEMPAT:
Bangun Jaringan Reseller Kecil

Ini tahap yang paling sering dilupakan. Padahal reseller adalah mesin pertumbuhan UMKM.

Caranya sederhana. Buka peluang untuk:
• pelajar,
• mahasiswa,
• anak warung,
• admin medsos,
• ibu rumah tangga.

Skemanya:
• ambil 20 bungkus,
• bayar setelah laku,
• untung Rp1.000–Rp2.000 per bungkus.

Kelihatannya kecil. Tapi kalau ada 20 orang reseller, masing-masing menjual 20 bungkus, maka produk kripik singkong sudah bergerak sebanyak 400 bungkus.

Dan menariknya:
reseller kecil biasanya menjual lewat hubungan sosial.

Mereka jual ke:
• teman,
• tongkrongan,
• kantor,
• sekolah,
• grup WhatsApp.
Artinya, pasar tumbuh lewat jaringan manusia. Bukan lewat iklan yang mahal.

LANGKAH KELIMA:
Bangun Ciri “Oleh-Oleh Madina”

Ini tahap naik kelas.
Banyak daerah sukses dalam pemasaran produk UMKM bukan karena produknya luar biasa.

Tetapi karena berhasil melekatkan identitas daerah ke fisik produknya.

Karena itu, kripik singkong jangan dijual sekadar sebagai makanan ringan. Tapi sebagai bagian dari cerita Madina. Misalnya:
• foto sawah Mandailing,
• narasi kopi dan hujan,
• cerita dapur kampung,
• budaya nongkrong.

Hari ini orang membeli bukan cuma rasa. Mereka membeli:
• nostalgia,
• identitas,
• dan pengalaman.

SIAPA YANG PALING BERPELUANG MENGISI CELAH INI?

Menariknya, yang punya peluang untuk mengisi celah bisnis ini bukan pengusaha besar. Justru:
• anak muda kreatif,
• mahasiswa,
• perantau pulang kampung,
freelancer desain,
• admin TikTok,
• pemilik warung kecil.

Karena ekonomi mikro digital hari ini lebih membutuhkan:
• jaringan,
• kreativitas,
• kemampuan komunikasi,
• dan konsistensi.
Bukan modal ratusan juta.

TANTANGAN TERBESAR:
Mentalitas Bisnis Egois

Ini problem paling dalam.
Banyak usaha kecil di daerah gagal bukan karena produknya jelek. Tetapi, terkadang, karena semua pelaku bisnisnya ingin berjalan sendiri.

Padahal ekonomi rakyat hanya kuat kalau:
• distribusi bersama,
• promosi bersama,
• pasar bersama,
• identitas bersama.

Karena usaha kecil yang terhubung akan jauh lebih kuat daripada usaha besar yang sendirian.

PENUTUP
Jual Kripik, Bangun Jaringan

Mungkin bagi sebagian orang, kripik singkong hanya makanan murah pinggir jalan.

Tetapi di tangan yang tepat, produk UMKM bisa menjadi:
• penggerak ekonomi rumah tangga,
• pasar untuk petani,
• lapangan kerja anak muda,
• bahkan identitas ekonomi lokal.

Dan mungkin, masa depan ekonomi rakyat Madina memang tidak selalu lahir dari gedung besar.

Kadang ia justru dimulai dari:
• suara parutan singkong,
• minyak yang mendidih,
• dan seseorang yang cukup berani mengetuk pintu warung kopi pertama.

***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jangka Dekat, Jalan Tabuyung – Manuncang Akan Dikerjakan

    Jangka Dekat, Jalan Tabuyung – Manuncang Akan Dikerjakan

    • calendar_month Jumat, 11 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ) sesuai Inpres Nomor 3 Tahun 2023 Pemerintah Pusat kucurkan dana Rp. 50 Milyar untuk pembangunan jalan sepanjang 11 Km di Kecamatan Muara Batang Gadis, Mandailing Natal ( Madina ). Hal ini dikatakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 33 Balai Jalan Nasional Kementerian PUPR Sumatra II M.Fauzan Azima Lubis saat melaporkan kegiatan itu […]

  • Bupati Madina Kembali Lantik 33 Pejabatnya

    Bupati Madina Kembali Lantik 33 Pejabatnya

    • calendar_month Jumat, 18 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Pejabat (Pj) Bupati Mandailing Natal, Aspan Sopian Batubara kembali melantik 66 pejabat eselon 2 dan 3 di lingkungan Pemkab Madina, di Sekretariat Pemkab Madina, Komplek Perkantoran Paya Loting, Kamis (17/3) sekira pukul 17.00 WIB. Dalam pidatonya, Aspan Sofian menyampaikan bahwa reformasi birokrasi pada hakikatnya merupakan upaya untuk melakukan pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem […]

  • Gegara Aliran Tariqot, Kepdes Rumbio Diberhentikan

    Gegara Aliran Tariqot, Kepdes Rumbio Diberhentikan

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Diduga terlibat dalam aliran tariqot, Khoirul Anwar Hasibuan diberhentikan dari jabatan kepala desa Rumbio, Kecamatan Panyabungan Utara. Pemberhentian ini mengejutkan mengingat kepala desa ini berjaya membawa Rumbio masuk kategori utama yang berhasil mengembangkan berbagai sektor desa serta telah meraih penghargaan tingkat provinsi dan nasional. Desa Rumbio saat ini menghasilkan jagung […]

  • Rehab Penahan Arus Sungai di Panyabungan Timur Diharap Selesai Tepat Waktu

    Rehab Penahan Arus Sungai di Panyabungan Timur Diharap Selesai Tepat Waktu

    • calendar_month Rabu, 27 Okt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Online) – Rehabilitasi bangunan dek penahan arus sungai di Kecamatan Panyabungan Timur Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sedang berlangsung. Diharapkan pekerjaannya selesai tepat waktu. Dek ini urgen karena sejumlah titik jalan raya di Panyabungan Timur selalu rawan diterjang arus Sungai Aek Pohon. Jalur jalan raya di Panyabungan Timur relatif mengikuti alur tepian sungai […]

  • Distribusi Guru Tidak Merata, Pembelajaran Kelas Rangkap Akan Diterapkan

    Distribusi Guru Tidak Merata, Pembelajaran Kelas Rangkap Akan Diterapkan

    • calendar_month Rabu, 10 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA: Kemdiknas bersama sejumlah instansi akan melakukan penataan guru terkait dengan pendistribusian yang tidak merata antar wilayah melalui kebijakan pembelajaran kelas rangkap (multigrade teaching) untuk guru mata pelajaran serumpun. “Sebenarnya Indonesia tidak kekurangan guru, persoalan hanya pada pendistribusian guru yang tidak merata, bahkan dapat dikatakan kelebihan pasokan guru sebesar 20 persen atau sekitar 500 ribu […]

  • Realisasi Kebun Plasma Tak Ada Sejak 1998, DPR RI Kunjungi Natal

    Realisasi Kebun Plasma Tak Ada Sejak 1998, DPR RI Kunjungi Natal

    • calendar_month Senin, 16 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    NATAL (Mandailing Online) – DPR RI turun tangan mengumpul bukti terkait belasan tahun tak ada realisasi kebun plama sawit dari PT. DIS kepada 4 desa di Natal. Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Suasana Dachi SH reses dan mengunjungi warga Desa Bintuas dan Desa Buburan, Kecamatan Natal Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sabtu (14/5). Kunjungannya […]

expand_less