Jumat, 21 Agu 2026
light_mode

BISNIS KRIPIK SINGKONG BANJARKOBUN DARI PINGGIR JALAN (Bagian 2-selesai)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
  • print Cetak

Oleh: Tim Mandailing Epicentrum

LANGKAH KEDUA: Kuasai Pasar Kecil Dulu

Jangan langsung berpikir minimarket besar.

Justru lebih strategis mengisi pasar paling realistis, yaitu:
• warung kopi,
• kantin sekolah,
• loket travel,
• kios bensin,
• meja kasir toko kecil.

Dan inilah teknik paling penting, “mainkan” sistem titip jual, konsinyasi – laku barang baru bayar.

CARA MASUK KE WARUNG KOPI

Datangi warung kopi satu-satu. Tunjukkan sampel, barang contoh.

Lalu, jangan dulu langsung bicara harga. Bilang saja: “Bang, titip dulu 10 bungkus. Yang laku baru dibayar.”

Kenapa model pasar ini efektif?

Karena pemilik warung kecil biasanya takut rugi karena stok, modalnya terbatas. Kalau penawaran awal tanpa risiko, mereka lebih mudah menerima.

Target awalnya, jangan besar. Cukup:
• 10 warung, dan
• masing-masing 10 bungkus.
Dengan begitu, berarti produk yang beredar di pasar sudah 100 bungkus.

Dari pola ini mulai terlihat:
• rasa mana paling laku,
• harga cocok atau tidak,
• kemasan menarik atau tidak.
Ini namanya: tes pasar murah.

LANGKAH KETIGA:
Gunakan Medsos sebagai Pasar

Banyak pelaku UMKM salah memahami media sosial. Mereka berpikir harus tampil mewah.

Padahal algoritma sekarang lebih suka:
• suasana asli,
• dapur asli,
• suara kriuk asli,
• wajah kampung yang jujur.

Maka kontennya tidak perlu rumit. Cukup:
• video minyak mendidih,
• singkong diparut,
• cabai ditabur,
• orang makan sambil ngopi.

Durasinya, cukup 15–30 detik saja. Gunakan lagu yang sedang tren sebagai latar.
Lalu upload rutin. Minimal: 2 video sehari.
Tujuan awalnya bukan untuk viral, tapi untuk membuat produk terlihat hidup.

LANGKAH KEEMPAT:
Bangun Jaringan Reseller Kecil

Ini tahap yang paling sering dilupakan. Padahal reseller adalah mesin pertumbuhan UMKM.

Caranya sederhana. Buka peluang untuk:
• pelajar,
• mahasiswa,
• anak warung,
• admin medsos,
• ibu rumah tangga.

Skemanya:
• ambil 20 bungkus,
• bayar setelah laku,
• untung Rp1.000–Rp2.000 per bungkus.

Kelihatannya kecil. Tapi kalau ada 20 orang reseller, masing-masing menjual 20 bungkus, maka produk kripik singkong sudah bergerak sebanyak 400 bungkus.

Dan menariknya:
reseller kecil biasanya menjual lewat hubungan sosial.

Mereka jual ke:
• teman,
• tongkrongan,
• kantor,
• sekolah,
• grup WhatsApp.
Artinya, pasar tumbuh lewat jaringan manusia. Bukan lewat iklan yang mahal.

LANGKAH KELIMA:
Bangun Ciri “Oleh-Oleh Madina”

Ini tahap naik kelas.
Banyak daerah sukses dalam pemasaran produk UMKM bukan karena produknya luar biasa.

Tetapi karena berhasil melekatkan identitas daerah ke fisik produknya.

Karena itu, kripik singkong jangan dijual sekadar sebagai makanan ringan. Tapi sebagai bagian dari cerita Madina. Misalnya:
• foto sawah Mandailing,
• narasi kopi dan hujan,
• cerita dapur kampung,
• budaya nongkrong.

Hari ini orang membeli bukan cuma rasa. Mereka membeli:
• nostalgia,
• identitas,
• dan pengalaman.

SIAPA YANG PALING BERPELUANG MENGISI CELAH INI?

Menariknya, yang punya peluang untuk mengisi celah bisnis ini bukan pengusaha besar. Justru:
• anak muda kreatif,
• mahasiswa,
• perantau pulang kampung,
freelancer desain,
• admin TikTok,
• pemilik warung kecil.

Karena ekonomi mikro digital hari ini lebih membutuhkan:
• jaringan,
• kreativitas,
• kemampuan komunikasi,
• dan konsistensi.
Bukan modal ratusan juta.

TANTANGAN TERBESAR:
Mentalitas Bisnis Egois

Ini problem paling dalam.
Banyak usaha kecil di daerah gagal bukan karena produknya jelek. Tetapi, terkadang, karena semua pelaku bisnisnya ingin berjalan sendiri.

Padahal ekonomi rakyat hanya kuat kalau:
• distribusi bersama,
• promosi bersama,
• pasar bersama,
• identitas bersama.

Karena usaha kecil yang terhubung akan jauh lebih kuat daripada usaha besar yang sendirian.

PENUTUP
Jual Kripik, Bangun Jaringan

Mungkin bagi sebagian orang, kripik singkong hanya makanan murah pinggir jalan.

Tetapi di tangan yang tepat, produk UMKM bisa menjadi:
• penggerak ekonomi rumah tangga,
• pasar untuk petani,
• lapangan kerja anak muda,
• bahkan identitas ekonomi lokal.

Dan mungkin, masa depan ekonomi rakyat Madina memang tidak selalu lahir dari gedung besar.

Kadang ia justru dimulai dari:
• suara parutan singkong,
• minyak yang mendidih,
• dan seseorang yang cukup berani mengetuk pintu warung kopi pertama.

***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lubuk Larangan Tradisi Kala Lebaran di Madina

    Lubuk Larangan Tradisi Kala Lebaran di Madina

    • calendar_month Kamis, 15 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Tradidisi menangkap ikan di lubuk larangan masih menjadi magnit yang luar biasa dan merupakan salah satu kegiatan para pemudik lebaran di Mandailing Natal (Madina). Ribuan orang warga dari berbagai penjuru Madina dan luar Madina mengikuti pembukaan lubuk larangan di beberapa sungai kawasan Mandailing Julu, khususnya di Kecamatan Kotanopan. Pantauan di lapangan, […]

  • 4 polisi dipenjara 14 hari

    4 polisi dipenjara 14 hari

    • calendar_month Minggu, 18 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO)- Kelalaian dalam bertugas dan mengakibatkan 13 tahanan kabur dari penjara, 4 personel dari Polsekta Medan Area dihukum kurungan penjara selama 14 hari. Selain itu, mereka juga mendapat penundaan kenaikan gaji berkala serta demosi. Hal ini telah diputuskan dalam Sidang Disiplin kasus tahanan kabur di Aula Bhayangkara Polresta Medan. Sidang tersebut dipimpin Kabag Ren […]

  • Banjir di Madina Rendam Puluhan Rumah. Ini Penjelasan Kaban BPBD

    Banjir di Madina Rendam Puluhan Rumah. Ini Penjelasan Kaban BPBD

    • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Lantaran sering di diguyur hujan beberapa Desa di Dua Kecamatan yang ada di Kabupaten Mandailing Natal terdampak banjir. Berdasarkan Laporan yang diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mandailing Natal ada sekitar 70 KK (Kepala Kelurga) yang terdampak. Kata Kepala Badan BPBD Madina Muksin Nasution. Berdasarkan laporan tim hingga minggu pagi […]

  • Bupati: HMI Madina Harus Sumbang Pemikiran Untuk Kemajuan Daerah

    Bupati: HMI Madina Harus Sumbang Pemikiran Untuk Kemajuan Daerah

    • calendar_month Sabtu, 14 Agt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Madina, Jakfar Sukhairi Nasution berharap HMI Madina ikut berkontribusi pemikiran bagi pembangunan daerah. Itu dinyatakan bupati saat menerima audiensi Himpuman Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mandailing Natal (Madina) di ruang kerjanya, Kamis (12/8/2021). “Saya salut dan bangga pada adik-adik HMI Madina. Karena mereka adalah sosial control, saya harapkan HMI Cabang Madina […]

  • Sengketa Tanah Ulayat Masyarakat Tapsel-Madina Diimbau Tak Terprovokasi

    Sengketa Tanah Ulayat Masyarakat Tapsel-Madina Diimbau Tak Terprovokasi

    • calendar_month Rabu, 15 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan. Ketua Dewan Pakar DPP Laskar Merah Putih, Deddy Nasution mengimbau masyarakat Tapanuli Selatan (Tapsel) dan Mandailing Natal (Madina) jangan mau terprovokasi dalam kaitan berbagai sengketa lahan perkebunan di daerah itu. Seperti dalam persoalan adanya permintaan rakyat di sana agar PT Barumun Raya Padang Langkat mengembalikan tanah ulayat. “Jadi, walau perusahaan tersebut sudah memberikan tanah […]

  • BPN Bebaskan Puluhan Hektare Lahan Bandara Madina

    BPN Bebaskan Puluhan Hektare Lahan Bandara Madina

    • calendar_month Rabu, 8 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. M. Ja’far Sukhairi Nasution menerima sertifikat tanah pembebasan lahan bandara Mandailing Natal dari Badan Pertanahan Nasional Madina. Penyerahan sertifikat dilaksanakan di kantor Bupati, Selasa (07/12). Adapun luas lahan yang akan dibebaskan sebanyak 28 hektare ditambah 5 hektare untuk akses menyusul yang tertinggal. Bupati Sukhairi mengatakan […]

expand_less