Kamis, 11 Jun 2026
light_mode

BANDARA DI TENGAH JALAN ASPAL (bagian 2)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
  • print Cetak

 

Oleh: Tim Mandailing Epicentrum

Mengapa Bus, Travel, dan Moda Darat Tetap Menjadi Tulang Punggung Madina

Dalam euforia membicarakan bandara, ada satu kelompok yang tidak boleh dilupakan:

para pelaku angkutan umum darat.

Karena jauh sebelum bandara hadir, yang menjaga keterhubungan Madina dengan dunia luar adalah:

* bus AKAP,
* travel Medan–Madina,
* trayek Madina–Padang,
* sopir lintas provinsi,
* dan jaringan transportasi rakyat yang tumbuh organik selama puluhan tahun.

Mereka bukan sekadar moda transportasi.

Mereka adalah:

* pengangkut mahasiswa,
* pengantar pasien,
* jalur ekonomi kecil,
* penghubung kampung,
* hingga urat sosial masyarakat perantauan.

Dan ketika moda udara pernah melemah, merekalah yang tetap bertahan.

Tiga foto di atas armada darat yang selama ini melayani rute Madina-Medan, Madina Padang

Publik tentu masih ingat ketika Susi Air pernah melayani rute Aek Godang–Kualanamu dengan dukungan subsidi lima pemerintah daerah, termasuk Mandailing Natal (Madina).

Saat itu harapan besar juga pernah dibangun.

Tetapi ketika rute itu perlahan berhenti, siapa yang tetap menjaga mobilitas rakyat?

Bukan pesawat.
Bukan subsidi.
Bukan proyek.

Melainkan:

* bus malam,
* travel lintas provinsi,
* dan angkutan rakyat yang terus berjalan meski jalan rusak, BBM naik, dan keuntungan makin tipis.

Karena itu, pembukaan jalur Lion Air hari ini tidak boleh dibangun dengan mentalitas:

“pesawat menggantikan moda darat.”

Itu keliru.

Transportasi modern bukan soal siapa yang menang dan siapa yang mati.

Tetapi:

bagaimana semua moda saling menopang.

Pesawat unggul di kecepatan.
Moda darat unggul di jangkauan dan fleksibilitas.

Keduanya harus hidup bersama.

Yang dibutuhkan Madina sekarang adalah:

* shuttle bandara,
* integrasi jadwal travel dan penerbangan,
* terminal terpadu,
* konektivitas antarkecamatan,
* dan dukungan nyata bagi pengusaha angkutan lokal.

Sebab tanpa moda darat yang sehat, bandara juga akan lumpuh.

Pesawat hanya membawa penumpang sampai satu titik.

Tetapi yang mengantarkan masyarakat masuk ke denyut kehidupan sehari-hari tetap jalan raya.

Karena itu pemerintah harus berhati-hati.

Jangan sampai modernisasi transportasi justru:

* meminggirkan sopir kecil,
* membuat trayek rakyat mati perlahan,
* dan memindahkan keuntungan hanya ke sektor yang terlihat lebih modern.

Karena pembangunan yang sehat bukan pembangunan yang membuat satu moda tumbang demi moda lain.

Melainkan pembangunan yang memastikan:

langit hidup, jalan raya tetap bernapas, dan rakyat kecil tidak tersingkir. (bersambung)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Plt. Bupati: Polemik Tambang Rakyat Akibat Kesalahan Pemerintah

    Plt. Bupati: Polemik Tambang Rakyat Akibat Kesalahan Pemerintah

    • calendar_month Senin, 25 Agt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Plt Bupati mengakui, bahwa selama ini pemerintah lah yang salah terkait maraknya tambang rakyat liar serta tidak tertatanya lokasi-lokasi gelondongan emas (galundung) yang menyebar di pemukiman-pemukiman penduduk. Dilema tambang rakyat di Madina selama ini terkait belum adanya penghunjukan WP yang diperlukan bagi tahapan awal bagi proses legalitas usaha tambang mineral maupun […]

  • Poin Capaian Madina di 2021

    Poin Capaian Madina di 2021

    • calendar_month Sabtu, 1 Jan 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Setidaknya terdapat 7 poin capaian Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) di tahun 2021. Capaian-capaian itu berada di berbagai bidang, antara lain bidang kesehatan, narkoba, persampahan, dan terutama pembaharuan tata birokrasi yang dilakukan Ja’far Sukhairi Nasution (bupati) dan Atika Azmi Utami Utami Nasution (wakil bupati). 1) Di sektor inovasi pemerintahan daerah […]

  • KUA Panyabungan Timur Bagikan Zakat Bazda Kepada Mustahiq

    KUA Panyabungan Timur Bagikan Zakat Bazda Kepada Mustahiq

    • calendar_month Rabu, 29 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  Kantor Urusan Agama Kecamatan Panyabungan Timur membagikan zakat  yang bersumber dari  Bazda Kabupaten Mandailing Natal kepada 85 orang mustahiq. Demikian dikatakan Kepala Kua Kecamatan Panyabungan Timur, H.Naziruddin.Lc menjawab Mandailing Online di kantornya, Rabu,((29/6). Dikatakan Nazir, untuk tahun 2016 penerima Bazda Kabupaten Mandailing Natal di Kecamatan Panyabungan Timur diterima oleh 85 orang […]

  • Perpustakaan Hutapungkut Jae Raih Perpustakaan Terbaik di Madina

    Perpustakaan Hutapungkut Jae Raih Perpustakaan Terbaik di Madina

    • calendar_month Kamis, 3 Des 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Kantor Perpustakan dan Arsip Daerah Mandailing Natal menetapkan Perpustakaan Rakyat Desa Hutapungkut Jae, Kecamatan Kotanopan sebagai juara I Perpustakaan Desa/Kelurahan Terbaik Tingkat Kabupaten Mandailing Natal tahun 2015. Dr. Rizali Harris Nasution, Pendiri PIDM, Rabu (2/12) menyambut gembira atas penetapan Perpustakaan Rakyat ini terpilih sebagai Juara I. Selain menyatakan terima kasih Pemkab […]

  • Wujudkan Generasi Tangguh Dengan Sistem yang Unggul

    Wujudkan Generasi Tangguh Dengan Sistem yang Unggul

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Siti Rima Sarinah   Nuansa bulan Ramadan menciptakan suasana membangun ketakwaan dengan landasan keimanan. Sehingga, di bulan ini umat muslim berlomba-lomba melipatgandakan amal salih mereka, agar dapat meraih derajat takwa dan diberikan imbalan pahala yang besar yang dari Allah swt. Ramadan Fest 2026 yang digawangi oleh Institut Agama Islam Al Hidayah, Bogor mendapatkan […]

  • KELOMPOK MASYARAKAT ADAT MANDAILING

    KELOMPOK MASYARAKAT ADAT MANDAILING

    • calendar_month Selasa, 31 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tempat tinggal kelompok-kelompok masyarakat adat Mandailing, selain huta adalah: 1.BANJAR Suatu pemukiman yang biasanya terdiri dari 4 (empat) sampai 6 (enam) kepala keluarga, terletak ditengah perladangan atau persawahan dan mempunyai ikatan adat dengan ibu kampungnya (induknya). 2.LUMBAN Kelompok masyarakat yang terdiri dari 6 (enam) sampai 10 (sepuluh) kepala keluarga yang diurus oleh kerapatan adat dari […]

expand_less