Kamis, 22 Okt 2026
light_mode

Terpesona Ajaran Wudhu, Pria Amerika Ini Akhirnya Memeluk Islam

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 16 Sep 2013
  • print Cetak

Islam sangat menganjurkan kebersihan dan wudhu menjadi contoh nyata praktik kesehatan bagi manusia. Itulah yang membuat takjub seorang warga AS bernama Matthew Braun.

Perkara yang seringkali dianggap remeh itu justru membuat pria kelahiran Kota Brodhead, Wisconsin itu jatuh hati pada Islam.

Braun memang seorang yang sangat peduli kesehatan. Minat pendidikannya pun pada segala ilmu kesehatan, terlihat dari gelar master yang ia dapatkan sebagai tenaga kesehatan dari Universitas Ohio.

“Islam memiliki praktik kesehatan yang baik seperti mencuci tangan, kaki dan wajah sebelum shalat lima kali sehari,” ujarnya.

Ketertarikan Braun pada Islam dimulai saat ia mengenyam pendidikan sarjana di Beloit College. Di sana, ia aktif berorganisasi hingga kemudian bertemu dengan seorang gadis asal Kuwait.

Pertemuan itu merupakan kontak pertama Braun dengan muslim. Ia pun kemudian mempelajari apa itu Islam. Saat mempelajarinya, ia terkejut.

“Saya terkejut teryata Islam adalah salah satu dari tiga agama samawi selain Yahudi dan Kristen,” ujarnya.

Braun pun makin tertarik pada Islam, namun belum memutuskan menjadi seorang muslim. Hingga kemudian ia tahu bagaimana Islam sangat menganjurkan kebersihan. Hal itu diketahuinya ketika menempuh pendidikan master studi kesehatan di University of Miami di Ohio. Tak lama, Braun pun kemudian memantapkan hati pada Islam. Ia pun resmi menjadi mualaf pada tahun 1995 di Ohio.

“Banyak alasan saya memeluk Islam. Namun minat awal saya bersyahadat adalah karena tertarik bagaimana Islam memiliki praktik kesehatan yang sangat baik,” tuturnya dikutip dari Beloit Daily News.

Braun melihat praktik wudhu sebagai upaya kebersihan yang sangat brilian. Menurutnya, itu merupakan bagian dari praktik menjaga kesehatan. Mencuci tangan kaki dan membasuh wajah lima kali sehari merupakan praktik kesehatan yang sangat baik. Terpesona dengan ajaran wudhu itulah Braun melabuhkan hati pada Islam.

Setelah memeluk Islam, ia makin jatuh hati pada agama ini. Ia pun mulai rajin menjalankan ibadah wajib. Ia meninggalkan hal-hal haram seperti minum alkohol dan berjudi.

Tentu saja sulit karena hal haram tersebut merupakan gaya hidup pemuda Amerika. Namun Braun mampu mengatasinya. Ia bahkan menjalankan sunnah Rasulullah seperti menumbuhkan jengot.

Kehidupan Braun sebagai muslim nyaris tak mendapat hambatan ataupun tantangan. Hingga kemudian insiden 9/11 mengubah citra Islam menjadi sangat buruk. Ia yang telah berislam hampir tujuh tahun itu tiba-tiba dikucilkan.

Keluarganya yang tak pernah mempertanyakan keputusannya berislam tiba-tiba menginterogasinya. Penampilan Braun pun kemudian dituding sebagai penampilan para teroris. Itu merupakan fase yang berat bagi Braun.

Namun kemudian ia memilih pindah ke Dubai bersama istrinya. Di sana, ia membangun kepedulian terhadap penolakan terorisme. Lebih tepatnya, Braun membentuk komunitas yang menentang keras aksi ekstrem dan radikal.

Terjun ke Masyarakat
Braun yang merupakan seorang tenaga kesehatan tiba-tiba beralih haluan. Ia merasa prihatin yang sangat terhadap kasus bom 11 september di gedung WTC AS tersebut. Ia pun kemudian mengkampanykan antiradikalisme.

“Saya khawatir akan persepsi publik tentang Islam pasca serangan teroris di Amerika Serikat pada 9/11,” kata Braun.

Ia mencatat bahwa para ekstremis dan teroris ada dari semua latar belakang agama. Namun tak ada agama yang mengajarkan terorisme. Mayoritas Muslim, kata braun, seperti penganut agama lain, tidak melakukan teroris dan tidak bersikap ekstrem.

“Kesalahpahaman lain yang populer adalah bahwa madrasah , sekolah Islam yag menggunakan nama Arab, merupakan jaringan terorisme. Padahal sebagian besar sekolah tersebut mengajarkan perdamaian seperti sekolah agama lain,” katanya.

Braun pun kemudian menjadi koordinator P4E Support Group, sebuah organisasi berbasis di Kanada yang memberikan layanan kemanusiaan. Salah satu kegiatan organisasi tersebut yakni mendidik muslim menjadi produktif dan menentang keyakinan dan praktek ekstrim seperti terorisme. “Banyak orang datang kepada saya dan bertanya karena ingin tahu lebih banyak,” pungkasnya.(Islam sangat menganjurkan kebersihan dan wudhu menjadi contoh nyata praktik kesehatan bagi manusia. Itulah yang membuat takjub seorang warga AS bernama Matthew Braun.

Perkara yang seringkali dianggap remeh itu justru membuat pria kelahiran Kota Brodhead, Wisconsin itu jatuh hati pada Islam.

Braun memang seorang yang sangat peduli kesehatan. Minat pendidikannya pun pada segala ilmu kesehatan, terlihat dari gelar master yang ia dapatkan sebagai tenaga kesehatan dari Universitas Ohio.

“Islam memiliki praktik kesehatan yang baik seperti mencuci tangan, kaki dan wajah sebelum shalat lima kali sehari,” ujarnya.

Ketertarikan Braun pada Islam dimulai saat ia mengenyam pendidikan sarjana di Beloit College. Di sana, ia aktif berorganisasi hingga kemudian bertemu dengan seorang gadis asal Kuwait.

Pertemuan itu merupakan kontak pertama Braun dengan muslim. Ia pun kemudian mempelajari apa itu Islam. Saat mempelajarinya, ia terkejut.

“Saya terkejut teryata Islam adalah salah satu dari tiga agama samawi selain Yahudi dan Kristen,” ujarnya.

Braun pun makin tertarik pada Islam, namun belum memutuskan menjadi seorang muslim. Hingga kemudian ia tahu bagaimana Islam sangat menganjurkan kebersihan. Hal itu diketahuinya ketika menempuh pendidikan master studi kesehatan di University of Miami di Ohio. Tak lama, Braun pun kemudian memantapkan hati pada Islam. Ia pun resmi menjadi mualaf pada tahun 1995 di Ohio.

“Banyak alasan saya memeluk Islam. Namun minat awal saya bersyahadat adalah karena tertarik bagaimana Islam memiliki praktik kesehatan yang sangat baik,” tuturnya dikutip dari Beloit Daily News.

Braun melihat praktik wudhu sebagai upaya kebersihan yang sangat brilian. Menurutnya, itu merupakan bagian dari praktik menjaga kesehatan. Mencuci tangan kaki dan membasuh wajah lima kali sehari merupakan praktik kesehatan yang sangat baik. Terpesona dengan ajaran wudhu itulah Braun melabuhkan hati pada Islam.

Setelah memeluk Islam, ia makin jatuh hati pada agama ini. Ia pun mulai rajin menjalankan ibadah wajib. Ia meninggalkan hal-hal haram seperti minum alkohol dan berjudi.

Tentu saja sulit karena hal haram tersebut merupakan gaya hidup pemuda Amerika. Namun Braun mampu mengatasinya. Ia bahkan menjalankan sunnah Rasulullah seperti menumbuhkan jengot.

Kehidupan Braun sebagai muslim nyaris tak mendapat hambatan ataupun tantangan. Hingga kemudian insiden 9/11 mengubah citra Islam menjadi sangat buruk. Ia yang telah berislam hampir tujuh tahun itu tiba-tiba dikucilkan.

Keluarganya yang tak pernah mempertanyakan keputusannya berislam tiba-tiba menginterogasinya. Penampilan Braun pun kemudian dituding sebagai penampilan para teroris. Itu merupakan fase yang berat bagi Braun.

Namun kemudian ia memilih pindah ke Dubai bersama istrinya. Di sana, ia membangun kepedulian terhadap penolakan terorisme. Lebih tepatnya, Braun membentuk komunitas yang menentang keras aksi ekstrem dan radikal.

Terjun ke Masyarakat
Braun yang merupakan seorang tenaga kesehatan tiba-tiba beralih haluan. Ia merasa prihatin yang sangat terhadap kasus bom 11 september di gedung WTC AS tersebut. Ia pun kemudian mengkampanykan antiradikalisme.

“Saya khawatir akan persepsi publik tentang Islam pasca serangan teroris di Amerika Serikat pada 9/11,” kata Braun.

Ia mencatat bahwa para ekstremis dan teroris ada dari semua latar belakang agama. Namun tak ada agama yang mengajarkan terorisme. Mayoritas Muslim, kata braun, seperti penganut agama lain, tidak melakukan teroris dan tidak bersikap ekstrem.

“Kesalahpahaman lain yang populer adalah bahwa madrasah , sekolah Islam yag menggunakan nama Arab, merupakan jaringan terorisme. Padahal sebagian besar sekolah tersebut mengajarkan perdamaian seperti sekolah agama lain,” katanya.

Braun pun kemudian menjadi koordinator P4E Support Group, sebuah organisasi berbasis di Kanada yang memberikan layanan kemanusiaan. Salah satu kegiatan organisasi tersebut yakni mendidik muslim menjadi produktif dan menentang keyakinan dan praktek ekstrim seperti terorisme. “Banyak orang datang kepada saya dan bertanya karena ingin tahu lebih banyak,” pungkasnya.(republika.co.id)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang Idul Adha 1444 H, Pedagang Prediksi Harga Sejumlah Kebutuhan Pokok Akan Naik

    Jelang Idul Adha 1444 H, Pedagang Prediksi Harga Sejumlah Kebutuhan Pokok Akan Naik

    • calendar_month Senin, 19 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online): sudah seperti tradisi, setiap jelang hari hari besar agama, harga sejumlah kebutuhan pokok pun mulai naik di pasar pasar tradisional di Kabupaten Mandailing Natal( Madina ). Jelang Idul Adha 1444 H Saat ini harga kebutuhan pokok yang naik yakni jenis bawang. Di pusat pasar baru panyabungan terpantau, harga bawang merah saat ini […]

  • Istana: Penyadapan Berpotensi Ganggu Hubungan

    Istana: Penyadapan Berpotensi Ganggu Hubungan

    • calendar_month Senin, 18 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono telah mengetahui ramainya pemberitaan seputar penyadapan oleh Australia terhadap dirinya, Ibu Negara Ani Yudhoyono dan sejumlah tokoh. Menurut Staf Khusus Presiden bidang Hubungan Internasional, Teuku Faizasyah, pemerintah Australia perlu memberi klarifikasi pada Indonesia terkait enyadapan itu. “Sepengetahuan saya menlu telah menyampaikan informasi awal ke Bapak Presiden atas berita […]

  • Ratusan Warga Periksa Kesehatan Gratis

    Ratusan Warga Periksa Kesehatan Gratis

    • calendar_month Kamis, 28 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIPIROK- Lebih dari 200 warga di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar Balai Laboratorium Kesehatan (BLK) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), di Puskesmas Dano Marsabut dan Cabang Rutan Sipirok, Rabu (27/10). Kepala Balai Laboratorium Kesehatan Sumut, DR Mazrul MKes, melalui pelaksanan lapangan, dr Nurhayati Munthe Sp Pk, kepada METRO, mengatakan, pemeriksaan kesehatan […]

  • Atika Serahkan Bantuan Pemkab Kepada Korban Kebakaran di Panyabungan Tonga

    Atika Serahkan Bantuan Pemkab Kepada Korban Kebakaran di Panyabungan Tonga

    • calendar_month Selasa, 20 Okt 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      … PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Madina menyalurkan bantuan bahan makanan pokok dan kebutuhan sehari-hari lainnya kepada para keluarga korban kebakaran di Desa Panyabungan Tonga. Bantuan diserahkan Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution, Senin (19/10/ 2026) didampingi sejumlah kepala OPD. Empat kepala keluarga (KK) korban kebakaran yang terjadi pada Minggu pagi (18/10) di Desa […]

  • Rembug Harian KTNA Madina : Penyebaran Inovasi dan Mendorong Segmen Bisnis Pertanian

    Rembug Harian KTNA Madina : Penyebaran Inovasi dan Mendorong Segmen Bisnis Pertanian

    • calendar_month Selasa, 8 Agt 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Penyebarluasan inovasi pertanian kepada petani harus terus digalakkan dalam upaya menjawab tantangan dan peluang sektor tanaman pangan, perkebunan, peternakan dan perikanan. Topik itu menjadi salah satu poin yang dihasilkan Rembug Harian KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) bertempat di Desa Gunung Tua Julu, Panyabungan, Minggu (6/8/2017). Rambug […]

  • 393 jemaah Indonesia wafat hingga hari ke-58

    393 jemaah Indonesia wafat hingga hari ke-58

    • calendar_month Minggu, 18 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jeddah, (MO) – Hingga hari ke-58 pelaksanaan pelayanan ibadah haji sudah 393 anggota jemaah Indonesia yang meninggal dan angka itu lebih kecil dibandingkan dua tahun terakhir. Data di Siskohat Kemenag perhari Sabtu pukul 21:30 waktu Saudi atau Minggu pukul 01.30 WIB diharapkan bertahan sehingga jumlah jemaah yang wafat bisa lebih kecil hingga akhir pelaksanaan haji […]

expand_less